Miles Sterling hanyalah seorang menantu miskin yang dihina dan direndahkan oleh istri dan keluarganya. Saat ibunya sakit parah dan butuh biaya operasi $250.000, istrinya justru menghabiskan $300.000 untuk pesta mantan kekasihnya.
Namun takdir berkata lain. Miles ternyata adalah satu-satunya pemilik 50 koin NexaChain—mata uang kripto yang nilainya kini melonjak menjadi $40 miliar. Dalam semalam, ia berubah dari pengemis menjadi miliarder sekaligus CEO NexaChain Global. , perusahaan raksasa di balik koin tersebut.
Kini, dengan kekayaan dan kekuasaan yang tak terbayangkan, Miles siap membalas semua penghinaan. Tapi akankah ia mampu mempertahankan segalanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Satu Peminjam Terbesar
Kekuatan di lutut Miles seakan lenyap setelah mendengar apa yang baru saja dikatakan Laura. Tubuhnya sedikit terhuyung, tetapi ia masih sempat menahan diri agar tidak jatuh.
Ia tidak boleh kehilangan semuanya, tidak boleh kehilangan kehidupan yang baru saja ia dapatkan.
"Mereka akan membayar mahal atas semua yang telah mereka lakukan," gumamnya lebih kepada dirinya sendiri daripada kepada Laura.
Ia menatap lantai selama beberapa detik, berusaha mengusir rasa takut yang mulai memenuhi dadanya.
Laura melihat kepanikan di matanya dan segera menambahkan, "Tapi! Bos, jangan khawatir. Kita mungkin masih punya kesempatan."
Ia berdiri tegak lalu berbalik ke arah lorong.
"Di kawasan rumah ini juga ada seorang ahli teknologi yang bertugas membantu masalah data dan keamanan," katanya. "Seorang ahli, dan harus aku akui dia sangat terampil dalam pekerjaannya. Dia tinggal di asrama staf. Aku akan segera membawakan laptop ini kepadanya untuk melihat apa yang bisa dia lakukan."
Ia tidak menunggu jawaban. Laura langsung mengambil laptop itu dan bergegas keluar ruangan.
Miles duduk di sandaran sofa sambil menekan telapak tangannya ke kepalanya yang berdenyut hebat.
"Kau akan membayar karena pernah mengkhianatiku, Lily. Kau akan membayar untuk semuanya," gumamnya kepada diri sendiri sambil terus memikirkan semua yang telah Lily lakukan.
Kurang dari sepuluh menit kemudian, Laura kembali.
"Aku sudah kembali. Untungnya aku sempat bertemu dengannya. Kurasa masih ada sedikit harapan," katanya sambil bergegas masuk dan berdiri di hadapan Miles.
Di belakangnya berdiri seorang pria berusia sekitar tiga puluh lima tahun, mengenakan kaus polo dan celana jins, sambil membawa sebuah tas perkakas.
Laura tersenyum lembut. "Bos, dia mengatakan bahwa ini memang tidak akan mudah... tetapi masih mungkin dilakukan. Dia akan langsung mengerjakannya. Kalau semuanya berjalan lancar, laptop itu akan siap sebelum besok pagi—tepat pada waktunya untuk rapat."
Tubuh Miles sedikit mengendur.
"Terima kasih. Lakukan yang terbaik untuk memulihkan data apa pun yang masih bisa diselamatkan dari laptop itu. Sekarang kau boleh pergi," katanya kepada ahli itu, yang membungkuk sedikit sebelum pergi sambil membawa laptop tua itu di tangannya.
Laura membungkuk kecil. "Bos tidak perlu khawatir. Denzel sudah bekerja di sini sejak CEO pertama NexaChain, dan dia sudah sangat banyak membantu selama ini. File-file itu akan berhasil dipulihkan. Sekarang... bolehkah kita memulai orientasinya?"
Ia menghilang ke ruangan sebelah lalu kembali dengan setumpuk dokumen di tangannya.
"Ini adalah beberapa berkas dari kantor pusat NexaChain," jelasnya. "Silakan duduk, Bos. Aku akan menjelaskan semuanya."
"Apa saja ini?" tanya Miles untuk memastikan, sementara jarinya mengusap map dokumen itu.
"Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, Bos, NexaChain adalah perusahaan yang sangat besar. Sebagai CEO yang baru, Bos harus mengetahui hal-hal dasar tentang NexaChain. Berkas dan dokumen di tangan Bos ini akan membantu memberikan pemahaman dasar mengenai berbagai transaksi yang berkaitan dengan NexaChain," jelas Laura.
"Dan aku harus mengetahui semua ini?" tanyanya, merasa sedikit kewalahan membayangkan bahwa ia mungkin harus menghafal semua itu sebelum hari berikutnya.
Miles duduk, sementara Laura menyebarkan dokumen-dokumen itu di atas meja kaca.
"Berkas ini berisi rincian bisnis-bisnis yang dimiliki NexaChain di seluruh negara. Yang ini membahas permohonan pinjaman dan utang. Ini adalah daftar investor baru, dan yang ini mengenai kerja sama yang sedang berlangsung."
Miles mengambil berkas catatan pinjaman lalu mulai membalik halamannya. Ia sendiri tidak tahu mengapa, tetapi entah kenapa ia langsung tertarik pada dokumen itu.
Matanya bergerak cepat menelusuri daftar demi daftar—halaman demi halaman yang berisi nama orang-orang yang meminjam uang dari NexaChain beserta jumlah utang mereka.
Miles terus membaca sampai sebuah nama membuat matanya membelalak.
"Kelvin Stewart," gumam Miles ketika matanya menemukan nama lengkap Kelvin di urutan ketiga dari lima puluh tujuh orang yang berutang kepada NexaChain.
Ia berkedip. Mungkin ia salah lihat. Ia kembali membaca dari awal, dan ketika matanya kembali menemukan nama Kelvin, rahangnya langsung mengeras menahan amarah.
Kelvin berutang kepada NexaChain Global sebesar tujuh miliar dolar.
Ia menatap angka itu sambil memeriksanya sekali lagi. Ia tidak salah melihat.
Perlahan ia mengangkat kepalanya hingga tatapannya bertemu dengan Laura.
"Laura," katanya hati-hati, "Kelvin Stewart... meminjam tujuh miliar dolar dari NexaChain?"
"Ya, Bos," jawab Laura sambil mendekat untuk melihat halaman itu. "Benar. Dia adalah salah satu peminjam terbesar."
Miles mengangkat sebelah alisnya. "Lalu gajinya? Dia hanya dibayar... berapa?"
Laura membuka tabletnya dan memeriksa catatan tersebut. "Seratus ribu dolar per bulan."
"Sekarang delapan puluh ribu," koreksi Miles.
Laura tampak bingung. "Bos?"
"Gajinya baru saja dipotong dua puluh persen kemarin. Jadi sekarang dia hanya menerima delapan puluh ribu dolar setiap bulan," kata Miles tegas.
Laura berkedip. "Oh! Ya, Bos. Benar. Aku lupa dengan pemotongan gaji yang baru itu."
Ia melanjutkan dengan lembut, "Tapi memang benar, Bos. Kekayaan Kelvin... sebenarnya bukan miliknya. Sebagian besar berasal dari pinjaman. Dia tidak memiliki modal yang nyata. Dia hanya hidup mewah dan membanggakan uang yang bukan miliknya."
Miles bersandar sedikit lalu bergumam, "Kalau dia benar-benar memiliki delapan miliar dolar seperti yang dikatakan Lily, berarti tujuh miliar di antaranya adalah uang milik NexaChain. Artinya kekayaan bersihnya hanya satu miliar dolar."
Laura mengangguk pelan. "Benar, Bos. Bahkan satu miliar dolar itu pun belum tentu benar-benar miliknya. Mungkin dia memang memiliki beberapa juta dolar, tetapi dia memang dikenal gemar berutang. Sebelum bekerja di NexaChain pun, dia sudah meminjam uang dari berbagai perusahaan besar lainnya."
Ia berhenti sejenak. "Apakah ada masalah? Apakah ada sesuatu yang Bos ingin aku lakukan?"
Miles meletakkan berkas itu di atas meja.
"Ya," katanya mantap. "Ada masalah."
Ia berdiri lalu menatap Laura.
"Laura, aku ingin kau segera membuat surat pemberitahuan resmi penagihan hutang. Beri Kelvin Stewart waktu tiga puluh menit untuk melunasi tujuh miliar dolar ke rekening resmi NexaChain."
Mata Laura membelalak. "Tiga puluh menit, Bos?"
"Ya," ulang Miles. "Kalau gagal melunasinya, dia langsung kehilangan pekerjaannya."
Laura segera mengangguk lalu meraih laptopnya. "Baik, Bos. Aku akan mengerjakannya sekarang juga."
"Dan Laura..." tambah Miles saat Laura mulai mengetik.
"Pastikan surat itu menggunakan stempel resmi CEO."
"Baik, Bos."
"Tapi jangan sampai Kelvin tahu... bahwa aku adalah CEO. Namaku tidak boleh dicantumkan di surat itu."
Senyum penuh arti terukir di bibir Laura. "Dimengerti, Bos. Dia tidak akan tahu apa yang akan menimpanya.”
miles ceo dingin dn kejam,agar lebih menarik membacanya thorr👍👍