"Jika cinta dapat mengubah segala hal, mengapa perlu ada yang namanya memperjuangkan? Kamu tahu kenapa? Karena untuk mendapatkan sesuatu butuh usaha,dan sekarang aku tengah memperjuangkanmu dengan usaha yang sungguh-sungguh."
~Davier Galuh Pramono~
"Meski hatiku memilihmu namun apakah aku mampu untuk mempertahankanmu selamanya agar selalu bersamaku?"
~Aira Anandia Maheswari~
Aira Anandia Maheswari merupakan Mahasiswi yang terkenal pintar di fakultasnya. Bahkan hampir seluruh kampus mengenal dirinya. Masa mudanya harus berakhir dengan di jodohkan oleh orang tuanya. Dijodohkan dengan Davier Galuh Pramono yang tak lain adalah dosennya ssndiri.
Keduanya sering merasakan perasaan aneh yang terselimut di dalam dirinya. Hingga Davierlah yang menyadari lebih dulu perasaannya itu. Lalu apakah Aira akan menyadari perasaannya atau ia akan terus menepis perasaan itu dari hatinya? Akankah mereka bisa bersatu dengan hati yang tulus? Apakab mereka bisa melewati semua lika-liku yang menghalagi kebahagiaan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tia Oktavianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
~MTLY 9~ Kaget
Setelah kepulangan Davier dan Kakaknya keluarga Maheswari pun masuk ke dalam untuk menemui Ai. Ai masih terbaring di brankar dengan lemas.
"Sayang gimana keadaan kamu lebih baikkan?" tanya Surraya lembut.
"Ai ga papa Bun, kalian berlebihan deh." jawab Ai.
"Disti sama Kak Pandu mana Yah?" tanya Ai.
"Mereka udah pulang dek." ucap Arrayn.
"Ya udah kata Nay, kamu udah boleh pulang. Sampai di rumah nanti kamu langsung istirahat. Malam nanti kita akan ketemu sama calon suami kamu."ucap Arya.
"Ga bisa di lain waktu aja Yah?" tanya Ai.
"Benar apa kata Ai. Kenapa ga kita tunda aja." timpal Surraya.
"Ga bisa, kita harus segera selesain semuanya Bun." balas Arya.
"Ya uda kalo menurut Ayah itu lebih baik." balas Bunda.
"Ya udah yuk kita pulang." ajak Arsyad.
~Di Rumah Pramono~
Davier dan Vina sudah sampai di rumahnya. Mereka memasuki rumah dengan rasa lelah. Tampak Mama dan Papanya tengah bermain dengan cucu mereka.
"Assalamu'alaikum." ucap mereka bersamaan.
"Wa'alaikumussalam." jawab orang tua mereka serempak.
"Kok lama amat sih belanjanya, padahal ga banyak tuh bawaannya." tanya Nirmala. Vina menghempaskan dirinya di sofa. Diikuti oleh Davier.
"Kita habis dari rumah sakit Ma." jawab Vina.
"Ngapain? Siapa yang sakit?" tanya Nirmala.
"Ai anaknya Om Arya masuk rumah sakit Ma." jawab Davier.
"Apa? Apa yang terjadi sama dia?" tanya Hardi kali ini menimpali.
"Tadi kita ga sengaja ketemu mereka Pa, kebetulan teman lama aku itu Kakaknya Aira. Jadi kami makan siang bareng. Eh di tengah makan siang dia pucat banget terus pingsan. Kami cemas langsung deh Vier bawa ke rumah sakit." jelas Vina panjang lebar.
"Tapi dia udah ga papa kan?" tanya Hardi
"Iya udah baikkan Pa." jawab Davier.
"Syukur deh. Eh Vier, ingat ya malam ini kita ketemu sama keluarga calon istri kamu. Jadi kamu istirahat dan persiapkan diri kamu." ucap Hardi.
"Iya Pa. Vier ga lupa kok." ucap Vier.
~Di Rumah Maheswari~
"Nah, kita udah nyampe, sekarang kamu ke kamar dan istirahat ya." ucap Surraya.
"Iya Bun. Ai ke kamar dulu ya." ucap Ai sambil menaiki tangga.
"Bun, memang ga salah ya kita pilih mantu, Davier peduli sama Ai." ucap Arya dan di balas dengan senyuman oleh Surraya.
"Bun, aku sama Aa Syad ga ikut ya buat ntar malam. Kita punya urusan." ucap Arrayn.
"iya lagian siapa juga yang ngajakin kalian berdua, ntar yang ada malah bikin rusuh." balas Bunda.
"Ih Bunda kok gitu sih. Kita kan juga anak Bunda, ganteng jadi idola lagi di segala tempat." ucap Arrayn.
"Udah ah, Bunda mau siap-siap buat ntar malam." ucap Surraya.
~Di Kamar Aira~
Ai menghempaskan tubugnya ke ranjang. Bukan Ai namanya jika ia selalu menganggap semuanya baik-baik saja. Ai merasa bosan, akhirnya ja memainkan ponsel yang sejak pagi tadi ia cuekin. Ia menghubungi Fira.
Me
Fir, lo dimana?
Fira
Gue ada di rumah.
Kenapa Ai?
Me
Gue bosan dan gegana.
Fira
Gegana kenapa?
Mantan ngajak balikkan?
Me
Bukan Fira sayang.
Fira
Nah terus apa?
Me
Soal perjodohan gue
Fira
Masih berlanjut?
Lo udah minta saran
sama Kak Pandu?
Me
Udah, dan dia bilang
setuju aja. Pasti itu
yang terbaik.
Fira
Ya udah terima
dan jalanin aja.
Toh lo ntar tetap
bisa bebas kok.
Fira
Udah dulu ya gue
mau nemenin Mami
gue shopping. Bye😉
"Saran dari Kak Pandu ada benernya juga. Tapi Ai hidup lo ga lama lagi. Apa bisa lo ngasi kebahagiaan buat suami lo?" batinnya dalam hati.
"Ai, lo ga boleh lemah, lo harus kuat buat mereka. Ini satu-satunya cara lo buat bikin mereka bahagia." batin gue lagi.
Waktu terus berjalan hingga kini jam sudah menunjukkan pukul 17.00. Ai terbangun dari tidurnya karena ada yang mengetuk pintu dan memanggil namanya.
Tok..Tok...Tok...
"Ai, bangun udah sore, kamu mandi dan siap-siap. Abis Maghrib kita berangkat." ucap Surraya.
"Emm, iya Bun. Ini Ai baru aja bangun. Ini mau mandi." ucap Ai.
"Ya udah cepetan yaa. Jangan lupa vitaminnya di minum." ucap Surraya.
"Iya Bun. Selesai mandi Ai minum kok." balas Ai.
Ai pun beranjak dari ranjang dan menuju ke kamar mandi. Sekitar 15 menit ia sudah selesai. Ia pun keluar dari kamar mandi dan bersiap-siap.
Di tempat lain, Davier tengah memikirkan perjodohan yang akan mengubah hidupnya. Ia bertanya-tanya mengenai gadis tersebut. Satu jam lagi ia akan bertemu dengan wanita pilihan sang Papa.
"Vier, kamu diminta Mama untuk siap-siap." ucap Vina membuka pintu tanpa mengetuknya dahulu, membuat Davier tersentak kaget.
"Mbak, lain kali ketuk pintunya dulu, ngagetin aja tau." balas Davier. Vina hanya tersenyum kecil menatap Davier kemudian berlalu meninggalkannya.
"Hari ini kita akan bertemu, sepertinya hatiku begitu mantap untuk mengutarakan Ya padamu. Meski aku belum mengetahui bagaimana rupamu." batin Davier dalam hati.
"Aku mungkin tak mengenalmu, namun aku pastikan akan menerimamu dan mengisi hari-hari mu dengan penuh kebahagian di sisa hidupku ini." batin Ai dalam hati.
"Ai, kamu udah siap? Kalo udah ayo kamu turun dulu. Bentar lagi kita berangkat." ucap Surraya. Ai yang mendengar namanya di panggil pun tersadar dari lamunannya.
"Iya Bun, ini lagi pake flat shoes." jawab Ai.
"Ya udah cepetan,ntar kita telat loh." ucap Surraya lagi.
"Iya, ini Ai turun kok." jawabnya. Ia berjalan menuruni tangga dengan sedikit lemas.
"Kamu udah lebih baik kan?" tanya Arya.
"Udah kok. Ya udah ayo kita berangkat." ajak Ai kepada kedua orang tuanya.
"Ayo, eh tunggu. Arrayn kamu sama Aa baik-baik ya selama kami tinggal. Kalo mau pergi kabarin ke Bi Imah biar ga panik sama kalian." nasihat Surraya. Arrayn hanya mengangguk paham pada Bundanya.
Di sisi lain keluarga Davier juga siap untuk berangkat. Vina dan juga David sedang duduk menonton Tv.
"Vier, ayo buruan, nanti mereka malah jadi nungguin kita loh." ucap Hardi.
"Iya Pa, ini aku tinggal berangkat. Papa duluan aja ntar Vier nyusul." balas Davier.
"Ya udah kami duluan ya. Jangan sampe terlambat terlalu lama ya." nasihat Nirmala.
Mereka pun berangkat. Dan ternyata mereka sampai berbarengan. Namun mereka tidak saling lihat.
"Yah, ini restorannya?" tanya Ai.
"Iya, ayo masuk. Ga baik angin malam di luar." jawab Arya.
Mereka pun masuk dan mencari meja berangka 12 dan saat itu ada seorang wanita paruh baya yang tengah duduk sendiri. Arya dan Surraya pun mengjampirinya dan di ikuti oleh Ai.
"Permisi, anda Nyonya Nirmala?" tanya Arya.
"Iya benar. Keluarga Maheswari?" tanya Nirmala.
"Iya benar." jawab Arya.
"Mari duduk, suami saya sedang ke toilet." ucap Nirmala.
"Padahal menunggu anaknya di luar." batin Nirmala.
"Kamu Aira ya, ya ampun cantik banget sih, cocok deh sama anak tante." ucap Nirmala, membuat Ai malu.
"Eh, tante bisa aja." balas Ai.
"Maaf membuat semuanya menunggu." ucap mereka yang baru saja datang.
Sontak Ai yang mendengar suara yang begitu familiar pun menoleh. Betapa terkejutnya Ai begitu pula Davier. Sedangkan para orang tua bersikap biasa saja.
"Bapak ngapain disini?" tanya Ai.
"Kamu juga ngapain disini?" tanya Davier balik.
----------------Next Update-----------------
Senin, 8 Juni 2020
Salam Hangat
Author Halu