Apa Jadinya jika sekelompok orang dengan berbagai pandangan tapi satu tujuan dan si satukan dalam satu Agensi bernama JULID VANGKE. Sebuah institusi penegak keadilan. Yang digawangi oleh, Khodijah, Romlah, Caitlyn, Jukaykha, Jaenab dan Ijah.
Tugas mereka cukup berat, karena harus membasmi para penjilat tak berguna pemakan dana Bansos yang seharusnya dialirkan untuk Masyarakat yang membutuhkan. Para penjilat yang mereka beri nama Keledai Dungu itu ternyata memiliki banyak akal untuk melakukan Playing Victim.
Mampukah para detektif Julid Vangke membuktikan kebusukan mereka?
Karya ini hanya fiktif belaka. Terinspirasi dari banyaknya kasus yang terjadi dimasyarakat biasa😍Dilarang Baper! Ini hanya guyonan semata😍Selamat membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Keledai dungu tak tau dan tak sadar bahwa tim Julid Vangke yang cetar membahana selalu mengawasi gerak-gerik mereka.
Sebenarnya mereka dungu tiada tara. Tim Julid Vangke pasti bisa menghalau serangan mereka dan membalikkan serangan pada diri mereka sendiri.
Di sebuah tempat yang menjadi markas tim Julid Vangke. Esmeralda, Khodijah, Jaenab, Julaikha, Ijah, Romlah, Caitlyn. 7 wanita luar biasa dan memesona itu berkumpul untuk mendiskusikan tentang target si KD selanjutnya. Mereka mengadakan sebuah rapat paripurna, sebab berita tentang penyerangan geng hileud bulu, ets salah geng Keledai dungu telah terdengar ke telinga Jaenab si Intel yang mempesona.
"Khod! Lu jadi target si KD." ucap Jaenab sambil menyesap cerutunya. Ia melirik Khodijah yang duduk tepat di depannya.
Jaenab memang jagonya mengintip, dia tau semua gerak-gerik si keledai dungu.
"Estoge! Ciyus, gua yang jadi targetnya? Jangan ngadi-ngadi lu!" serka Khodijah sambil menaikkan kakinya ke atas meja. Dia tak percaya dengan ucapan Jaenab.
"Gue udah konfir, ini memang benar Khod!" Seru Jaenab disertai dengan anggukan mantap.
"Hah? Kenapa mereka targetin gue? Apa gue sebegitu pentingnya buat mereka? Huh!" Khodijah menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya.
Plakk!
Romlah menepuk tangan Khodijah hingga membuatnya terperanjat. "Aduh!"
"Lu kagak usah pura-pura kagak tau Khod. Lu udah buat negara api mereka terguncang, jadinya mereka terancam dengan keberadaan Lo!" kata Romlah.
"Oh yes…tentu karena gue ini syetar membahana dan mempesona tiada Tara." Khodijah percaya dori. "Iya gak Cait?" tanya Khodijah seraya melirik pada Caitlyn yang sedari tadi berkaca dan memperbaiki alisnya.
Caitlyn tak mengindahkan panggilan si Khodijah dan masih asyik berkaca sambil bergumam. "La..Lala..Lala…huhu…"
"Woy Cait!" panggil Esmeralda dengan suara cukup keras pada Caitlyn.
"Cait!" Ijah memanggil Caitlyn juga dengan tangan menepuk tangan Caitlyn.
Plakkk!
"Alalalalaalalala…" Caitlyn terkejut sampai menjatuhkan pensil alisnya. "Apaan sih?" tanya Caitlyn seraya menyapa teman-temannya dengan kesal.
"Kite lagi rapat nih! Masa lu diem aja, aduh…lu mah." Ijah dan Romlah geleng-geleng kepala.
"Kagak usah ribet dah kalian. Kalau mereka serang, kita serang balik! Atau–kite diem aja dulu." Julaikha yang jarang ngomong itu akhirnya buka suara.
Sontak saja Caitlyn, Khodijah, Ijah, Romlah, Esmeralda dan Jaenab menatap pada Julaikha.
"Lo bisa ngomong juga Jul!" Khodijah menepuk bahu Julaikha dengan manja.
"Oke Jul, menurut lu kita harus gimana hah?" Esmeralda menanyakan pendapat si Julaikha.
"Kalau mereka nyerang kita, kita diem aja dulu. Mereka sendiri yang menggemparkan negara api, biarin mereka berkoar. Toh, image mereka sendiri yang jadi jelek di mata masyarakat. Benar gak?" Julaikha tersenyum menyeringai.
Tim Julid Vangke yang lain mengangguk-anggukan kepala mereka dengan mantap seakan setuju dengan saran dari Julaikha.
"Jadi menurut lu? Kita diem dulu?" tanya Esmeralda sambil memainkan rambutnya yang sehalus ulat bulu.
"Gue setuju Jul…kita diem tau tapi kita juga harus tau gimana pergerakan keledai dungu itu! Jangan lupa si Mamat itu toxic yang berbahaya."
"Hooh gue setuju, Khod!" Ijah menganggukkan kepalanya. Setuju dengan apa yang dikatakan Khodijah.
Ya, memang si Amat Supramat adalah biang keladi dari semuanya. Dia toxic dan teramat toxic, dialah kerusuhan dalam negara api. Kejahatannya terbongkar dan si Amat malah menyalahkan orang lain, sungguh Daebak!
Akhirnya tim Julid Vangke setuju untuk berdiam diri terlebih dahulu, menunggu saat yang tepat untuk menyerang. Julid Vangke akan mengintai terlebih dahulu, melihat seberapa jauh kebodohan mereka.
****
Dan benar saja, terjadi kegaduhan di medsos. Si Amat dan Odah Saodah berkoar lagi. Emak dan anak itu memang tak henti-hentinya membuat gaduh.
"Cih! Sudah ada bukti, si Odah dan Amat masih aja berkilah…ckckck." Esmeralda asik memakan rujak bebekk mang Udin dengan level kesegaran yang luar biasa.
"Woy…woy lihat ini guys, apakah ini drama?" Romlah tiba-tiba saja beranjak dari tempat duduknya, dia menunjukkan wajah yang heboh dan panik. Tangannya dari tadi melihat ponsel.
"Ada apaan Rom?" tanya Caitlyn terkejut melihat Romlah heboh dan menghampirinya.
Julaikha, Esmeralda, Khodijah, Ijah, Jaenab mendekati Romlah. Mereka sama-sama melihat medsos dan melihat status-status Odah dan Amat yang begitu galau.
"Serius mereka cerai?" tanya Ijah mendelik tajam begitu dia melihat status yang terpasang di media sosial. Status si Odah dan Amat.
"Gile! Bukan cerai keleesss…emang mereka pasutri..ngukuk banget lu Jah!" serka Julaikha sambil terkekeh kekeh.
"Itu pasti drama, pasti!" Khodijah menyeringai, kepalanya mengangguk-ngangguk penuh keyakinan. Dia yakin ini hanya drama si tim KD untuk mengecoh tim Julid Vangke dan itu sudah sering mereka lakukan.
"Oke Khod, kita tunggu drama mereka selanjutnya. Pantengin aja terus, kita lihat seberapa lama mereka bermain drama." kata Caitlyn dengan tersenyum tipis dan jangan lupakan bibir merah meronanya
"By the way kita gak boleh diem doang, harus ada yang mengintai dong guys." ujar Romlah pada anggota tim Julid Vangke yang lain.
"Kan ada Jaenab!" seru Esmeralda seraya menunjuk ke arah Jaenab yang selalu siap siaga menjadi Intel si tim Keledai dungu.
"No…kali ini Cait yang gerak." Khodijah menatap Caitlyn dengan tatapan yang tajam dan mata memicing.
Bersambung...
Sukses bwt kk
makannya mad jangan suka makan duit haram saat kamu menerima karma nya kamu tersiksa kan tapi saat kamu melakukan kejahatan itu kamu senang dan tak memikirkan apapun
akhirnya perjuangan kalian menemukan titik akhir juga dengan tertangkapnya para geng meresahkan 😁😁😁
kebanyakan bikin ulah sih
sokoooooor tuman kelamaan kalian senang di atas penderitaan orang lain saat nya kalian memetik apa yang kalian tanam