NovelToon NovelToon
Aku Kembali

Aku Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam / Hantu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: UmakAy

Fitnah keji dan pengkhianatan merebut segalanya dari Nina, seorang gadis desa yatim piatu yang dituduh berzina dan dibuang ke hutan bersama putri kecilnya, Gendis. Di bawah naungan sihir hitam dan racun dendam mertua serta kakak iparnya, Roni, suami yang dulu sangat mencintainya, tega membiarkan mereka ..
Kini, dari kegelapan hutan belakang desa, Nina kembali. Satu per satu, mereka yang terlibat dalam kematian tragisnya akan membayar hutang darah ini dengan nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UmakAy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Di rumah Nina, suasana penuh duka menyelimuti setiap sudut ruangan. Banyak tetangga datang melayat,, memperlihatkan rasa simpati yang mendalam. Kematian Nek Nilam yang mendadak dan terasa tidak wajar membuat banyak warga bertanya-tanya. Bisik-bisik terdengar di antara para pelayat, membicarakan kemungkinan adanya serangan ilmu hitam yang menimpa wanita tua itu.

"Kau dengar kabarnya? Sakit Nek Nilam selalu kambuh menjelang Maghrib, tapi tiba-tiba memburuk drastis semalam," bisik seorang tetangga dengan nada cemas.

"Iya, banyak yang bilang itu teluh. Bahkan sejak sore burung gagak di atas rumahnya sudah bertengger, dan itu pertanda buruk," jawab yang lain dengan suara bergetar. "Tapi siapa yang tega melakukan perbuatan keji itu pada orang sebaik Nek Nilam?"

Nina, yang mendengar sebagian dari bisik-bisik itu, hanya bisa terdiam dengan hati yang penuh kekhawatiran. Dia merasakan kebenaran di balik dugaan mereka. Entah mengapa, Nina sangat curiga pada Hana. Insting Nina mengatakan ada yang tidak beres. Kehadiran Hana yang manipulatif semakin memperkuat firasatnya bahwa wanita itu memiliki niat jahat pada keluarganya.

Nina ikut mengantarkan jasad Nek Nilam ke peristirahatan terakhirnya. Beliau dimakamkan di pemakaman umum desa dalam suasana yang penuh duka. Langit tampak mendung, seakan turut berbagi kesedihan. Nina tampak sangat terpukul, mengantar kepergian neneknya dengan linangan air mata yang tak terbendung. Tubuhnya terasa lemah dan langkahnya goyah, seolah-olah beban duka yang mendalam telah merenggut kekuatannya.

Sepanjang prosesi, Nina merasakan kehampaan yang nyata. Saat tanah perlahan menutupi liang kubur, rasa kehilangan itu semakin menghimpit hatinya. Nina menggenggam tangan Roni erat, berusaha menemukan kekuatan dalam genggaman suaminya.

Para pelayat berangsur pulang, namun Nina belum ada niatan untuk beranjak. Dia mengelus nisan putih bertuliskan nama neneknya dengan tangan gemetar. "Mengapa Nenek meninggalkan Nina secepat ini? Nina rapuh tanpa Nenek," isaknya penuh kepedihan.

Roni hanya bisa mengelus pundak istrinya untuk menenangkan, meski tatapannya sendiri terlihat kosong.

Setelah puas menghabiskan waktu di makam, Nina pulang dengan langkah berat. Namun setibanya di rumah, ia melihat Hana duduk di teras dengan mengenakan kerudung hitam, seolah-olah menunjukkan rasa duka yang mendalam.

"Aku turut berduka cita," ucap Hana dengan nada lembut.

Namun, rasa curiga Nina semakin menguat. Ia tak bisa menahan perasaan tidak enak terhadap Hana. "Mengapa kau di sini, Hana? Apa kau datang hanya untuk merayakan kematian nenekku?" tanya Nina dengan nada berbisik, menahan amarah yang bergetar di tenggorokannya.

Hana tersenyum sinis namun segera menyembunyikannya. "Aku hanya ingin bersimpati," jawabnya. Namun, Nina tidak merasakan ketulusan sedikit pun.

"Dan kau kembali lagi datang ke rumah ini setelah nenek tiada? Jika kau benar-benar peduli, seharusnya kau tidak datang dengan niat yang buruk," Nina membalas, berusaha menjaga jarak.

Hana merasakan ketegangan di udara. Dia tahu Nina mulai membuka mata terhadap perbuatannya. "Kenapa kau berbicara seperti itu, Nina? Aku tidak punya niat buruk," jawab Hana dengan ekspresi sendu yang dibuat-buat.

Nina menatap tajam. "Simpati seperti apa? Kau datang ke sini bukan untuk belasungkawa, aku tahu itu!"

Hana merasa tersudutkan. Dalam pikirannya, dia harus mencari cara untuk membalikkan keadaan agar tidak ada yang curiga padanya. "Aku tidak ada niat buruk, Nina. Mungkin kau hanya merasa kehilangan yang sangat dalam sehingga emosimu tak terkontrol."

Nina tetap waspada. "Jangan berpura-pura peduli. Aku tidak butuh orang seperti kau di sekitarku," tegasnya.

Karena suara Nina yang sedikit keras, para pelayat melihat ke arah mereka. Hana akhirnya pergi dengan perasaan mendidih, kebenciannya terhadap Nina semakin mengakar. Namun ia juga senang karena nek Nilam telah tiada, itu artinya satu batu sandungan telah menyingkir.

*

Tujuh hari setelah kepergian Nek Nilam, Hana mulai datang lagi ke rumah Nina. Kali ini, ia langsung memengaruhi Roni dengan bujukan halus. Tanpa sepengetahuan Nina, Hana yang telah memakai susuk di bibirnya, membuat kata-katanya semakin berdaya pikat.

Dengan mudah, Roni mulai tunduk pada ucapan Hana. Apalagi ia sudah lama menganggur dab pastinya uang tabungannya sudah sangat menipis.

Dia tertarik pada tawaran Hana untuk membuka usaha penggergajian kayu, tanpa menyadari maksud di balik sikap wanita itu.

"Mas, mengapa menerima pinjaman uang dari Hana?" tanya Nina dengan ekspresi tak suka saat Roni mengutarakan keputusannya. Roni bahkan tidak menunggu persetujuan Nina.

"Aku sudah pusing banget, Dek. Gak tahu mau gimana lagi. Cara satu-satunya hanya memakai uang Hana," jawab Roni tegas.

Nina merasa resah, namun usahanya untuk mencegah tidak membuahkan hasil. Roni mulai menjalankan usaha penggergajian kayu dengan dana dari Hana.

Pekerjaan itu berjalan lancar, namun sejak itu, sikap Roni berubah drastis. Dia menjadi cuek, jarang menghabiskan waktu bersama Nina dan Gendis, dan waktu yang seharusnya untuk keluarga malah dihabiskan dengan Hana.

Pengaruh susuk yang dipakai Hana membuat Roni semakin jauh dari Nina.

Di sisi lain, Rukmini sering berkunjung ke rumah Hana. Di sana, Rukmini melancarkan fitnah terhadap Nina. Warga yang tidak tahu kenyataannya pun percaya dan menghakimi Nina.

Hubungan Rukmini pun kembali akur, karena sekarang Roni sudah mulai dekat dengan Hana

Sampai akhirnya, Roni menyampaikan hal yang menghancurkan hati Nina. Tanpa rasa bersalah, ia mengatakan ingin menikahi Hana.

"Kamu kenapa berubah seperti ini mas. Aku tidak mau, jika aku harus menerima Hana sebagai istri keduamu," ucap Nina tegas.

Namun, keputusan Roni sudah bulat.

"Aku tidak perlu persetujuanmu. Setuju atau tidak, aku akan tetap menikahi Hana."

Di bawah pengaruh pelet yang kuat, Roni tampak tak lagi peduli pada perasaan Nina. Nina merasa semakin terasing, dan perjuangannya untuk menyelamatkan pernikahan mereka tampak semakin berat.

Di depan rumah Hana berkumpul banyak warga yang sebagian adalah nasabah Hana.

"Pantas saja suaminya mau nikah lagi. Jadi istri tak becus, jadi menantu pun tak bisa menghargai mertua," ucap Bu Lilik, tetangga yang telah termakan hasutan Rukmini.

Nina terheran mendengar penuturan itu. Dia menduga mertuanya telah menyebarkan fitnah. Karena sejak Rukmini mengunjungi rumah Hana, ada saja berita miring tentang dirinya.

Bersama Rukmini, Hana mulai menyusun rencana licik untuk membuat Nina diusir dari desa, percaya bahwa jika Nina tidak ada, Roni akan sepenuhnya menjadi milik Hana.

"Kita harus menyusun semua dengan rapi, Bu. Agar Nina segera pergi dari hidup Roni," ucap Hana dengan tatapan mata yang berkilat licik. Tangannya mengusap bibir, merasakan sensasi dingin dari susuk emas yang kini menjadi kunci kekuatannya.

Rukmini mencondongkan tubuhnya ke depan, antusiasme yang gelap terpancar di wajahnya yang keriput. "Benar katamu, Hana. Aku sudah muak melihat wajahnya. Apa rencanamu?"

Hana tersenyum. "Warga desa sekarang sudah benci padanya karena fitnah yang kita sebar. Itu modal awal yang bagus. Tapi itu belum cukup untuk mengusirnya. Kita perlu bukti, Bu. Bukti yang membuat Roni jijik dan membuangnya sendiri dari rumah."

1
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Oooh... Jadi begitu, ya... Cara licik keluarga Roni...

🤨🤨🤨🤨🤨
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Pengen rasanya masuk ke cerita di BAB ini, terus bantuin Roni buat nonjokin Herman!!! /Determined//Determined//Determined/
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Ah, sumpah... Merinding pas baca adegan ini... /Panic//Panic//Panic/
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
MANTAP!!! SAYA SUKA GAYAMU RONI!!!
UDAH, PINDAH AJA KE DESA NINA, RON...

💪💪💪
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Kalo saya yang jadi Nina, pasti udah bales ngomong, "Masih mending kangkung yang saya masak, Bu! Tadinya malah pengen saya masakin OSENG PAKU SAMA BAUT!"

🤣🤣🤣🤣🤣
UmakAy: ngakak kak 🤣
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Duuuh... Sabar ya Nina... 😭😭😭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Seru juga ceritanya...

Terus, gimana Ruhi (kakaknya Roni) bisa punya calon suami? Lah wong sikapnya aja seperti itu sama adiknya sendiri...

Dan Nina, karakternya langsung bikin meleleh... 🤭🤭🤭
UmakAy: biasanya jodoh adalah cerminan diri 🤭
total 1 replies
the virtuso
saling support thor
UmakAy: siap 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!