NovelToon NovelToon
Nikah Kontrak

Nikah Kontrak

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: shy. ineng

Perjodohan adalah hal keramat yang paling tidak aku sukai. Menurutku di jaman serba modern seperti sekarang ini tidak perlu yang namanya jodoh menjodoh.

Hal yang tidak aku suka malah menghampiriku, orangtuaku menjodohkanku dengan anak sahabat mereka.


Bagaimana kisah mereka?
Novel ini merupakan kelanjutan MBA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shy. ineng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TANGGUNG JAWAB

Plak...

Nancy menampar pipi putrinya, dia merasa sangat kecewa dengan Nasya. Dalam pikirannya Nasya dan Varel sudah berbuat yang bukan-bukan.

"Sayang," Kenzo menahan Nancy yang hendak menampar Nasya sekali lagi.

"Mami, ini semua salah paham. Tidak ada yang terjadi antara aku dan Varel.

"Apanya yang tidak terjadi,kalian bahkan tidur satu ranjang!"

"Kami satu ranjang karena, Varel takut petir." Nasya berusaha menjelaskan apa yang terjadi.

"Nasya kamu pikir Mami ini bodoh, Varel itu pria dewasa, bagaimana mungkin dia takut petir. Kamu kalau cari alasan yang masuk akal dong."

"Nasya berkata yang sebenarnya Mami." Nasya melotot pada Varel, memohon pertolonganya untuk menjelaskan apa yang terjadi.

"Aku akan bertanggung jawab pada Nasya, tetapi aku mohon kalian mau mendengar penjelasan kami." Ucap Varel mantap.

"Jelaskan,biar kami paham. Ucap Kenzo

"uhmm, Varel menarik nafas sebelum menjelaskan semuanya. Varel mulai menceritakan semua yang terjadi. Kami berada di apartemen karena hendak. menonton pertandingan bola, sebelumnya kami hendak Nobar di sebuah cafe. tetapi di cafe tersebut penuh dan Nasya tidak nyaman berdesak-desakan dengan orang banyak. Setelah selesai nonton bola, aku hendak mengantar Nasya pulang, tetapi aku kehilangan kunci mobilku. Kami juga mencari kunci mobil tersebut, tetapi tidak menemukannya. Kami juga kepikiran pulang mengunakan taksi atau kendaraan umum lainya, berhubung sudah jauh malam akan sangat sulit untuk mencari taksi. Akhirnya kami memutuskan menginap di apartemen.

Mengenai kami yang tidur satu ranjang itu benar, tetapi tidak terjadi apa-apa. kami tidur satu ranjang karena aku memang takut petir. Aku memang memiliki trauma terhadap petir, tanya aja pada papa dan Mama." Jelas Varel panjang lebar.

Aku tahu tindakan yang aku lakukan memang tidak pantas, aku akan mempertangung jawabkan perbuatan tersebut. Kalau Paman dan Bibi ingin aku menikahi Nasya akan aku lakukan.

"Menikah?" Nasya kaget dengan ucapan Varel.

"Lo gila, ini mah nambah masalah baru." Bisik Nasya pada Varel.

"Husttt, diam." Balas Varel.

"Oke, kalian harus menikah. Mungkin memang tidak terjadi apa-apa di antara kalian, tetapi kalian sudah tidur satu ranjang. Karena itu kalian harus menikah secepatnya.

"Papi, apaan sih. Menikah bukan perkara mudah. Aku dan Varel tidak saling mencintai, bagaimana mungkin kami menikah.

"Cinta bisa bertumbuh seiring berjalannya waktu."

"Betul kata Kenzo, kalian harus menikah. Itu lebih baik untuk kalian saat ini." Tambah Vino.

Varel juga cukup kaget mendengar keputusan Kenzo dan papanya. tetapi mau bagaimana lagi dia sudah berjanji akan bertanggung jawab.

"Baiklah kalau memang itu yang terbaik, tetapi ijinkan aku dan Nasya saling mengenal lebih dekat dulu."

"Papi kasih kalian waktu selama dua bulan untuk saling mengenal."

"Bagaimana Nasya,kamu setuju?" Tanya Kenzo.

"Terserah aja, aku setuju atau tidak kalian akan memaksaku untuk setuju." Nasya terlihat cemberut.

"Satu lagi, Papi ingin Varel berkerja di Group Sanjaya."

"Tapi paman Varelkan punya perusahaan sendiri. Siapa yang akan mengurus perusahaan Varel kalau Varelnya berkerja di Group Sanjaya.

"Kamu sebentar lagi akan menjadi bagian keluarga kami. Mau tidak mau kamu harus terlibat mengurus perusahaan bersama Nasya dan Zoan."

"Maaf Paman, Varel tidak bisa. Ada Zoan dan Nasya, mereka pasti lebih kompeten dibandingkan aku.

"Paman tidak memaksamu, tetapi pikirkan tawaran paman itu ya."

"Akan Varel pikirkan."

Suasana di apartemen mulai kondusif, tidak seperti sebelumnya. Mereka semua larut dalam obrolan. Hanya Nasya dan Varel yang terlihat tegang dari tadi.

"Kami pamit ken, maafkan atas kejadian yang tidak mengenakan yang di sebabkan oleh Varel."

"Tidak apa-apa, kalian hati-hati di jalan. Varel hati-hati nyetirnya,"Ucap Kenzo melepas kepergian Vino sekeluarga.

"Mami masih marah sama kamu, Nasya. Bisa-bisanya kamu membiarkan Varel tidur bersamamu."

"Mami, Varelkan udah jelasin semuanya. Ngak terjadi apa-apa mi.

"Walaupun tidak terjadi apa-apa, tidak sepantasnya kamu tidur satu ranjang dengan laki-laki yang bukan muhrim mu. Kurang apa coba Mami ngajarin kamu tentang agama dan norma, kenapa kamu ngak paham juga."

"Itu kenapa kamu ngak pakai Bra?"

"Maaf mi, Mami kan tahu aku tidak nyaman tidur kalau mengunakan Bra."

"Sudahlah, ayo kita pulang. Kamu membuat mood Mami rusak di pagi yang indah ini."

"Mami pulang aja bareng Papi, Nasya harus ke kantor pagi ini."

"Ya sudah, Mami tidak mau kejadian seperti ini terulang lagi.

"Papi dan Mami pulang sudah, Nasya kapan mandi dan berangkat kekantor kalau kalian belum pulang."

Kedua orangtua Nasya pulang, meninggalkan Nasya sendirian di apartemennya.

Setelah kepergian kedua orang tuanya, Nasya berdiri di depan cermin, menatap dirinya yang berada dipantulan cermin.

"Aku akan menikah, menikah karena kesalahpahaman. Apakah pernikahanku akan bahagia, seperti kisah cinta di Novel yang sering aku baca. Akankan kami saling jatuh cinta karena selalu bersama atau malah saling membenci. Pernikahan ada suatu ikatan suci.Pernikahan bukanlah perkara mudah, menyatukan dua pemikiran yang berbeda pasti sangat sulit. Apakah aku siap menjalani kehidupan sebagai seorang istri.

Impianku adalah menikah dengan pria yang mencintaiku melebihi dirinya sendiri.

Varel??? Apakah dia bisa jatuh cinta padaku. Dari dulu dia sangat membenciku. Aku adalah wanita yang sangat tidak ingin di temuinya dulu. Sudahlah, masalah ini akan aku bahas nanti pada Varel." Mengusap muka frustasi.

Nasya mandi dan bersiap-siap ke kantor, hari ini pertama dia mulai berkerja di perusahaan Papinya tersebut.

"Karena ini hari pertama, aku harus memiliki kesan yang baik di mata karyawan Papi."Ucap Nasya membuka pintu lemari pakaiannya.

"Apa yang akan aku kenakan?" Nasya binggung harus berpakaian seperti apa.

Setelah cukup lama berpikir, dia memilih mengenakan Sebuah blouse dengan model kimonosia warna pink soft di padukan dengan celana bahan.

"Cukul formal," Mematutkan diri di depan cermin.

Memasukan barang-barang peting kedalam tas dan membuka laci meja nakas yang terdapat di samping kasur big size. Mengambil kunci mobil.

"Bodoh, kenapa tidak kepikiran semalam pulang mengunakan mobil ini." Menatap kesal pada kunci mobil di genggamannya.

Nasya berjalan dengan mulut komat kamit mengumpat dan mengutuki kebodohannya semalam.

"Bruukk..

Nasya bertabrakan dengan seseorang, Nasya terduduk jatuh di lantai lorong apartemen.

Dia mengaduh kesakitan, berusaha berdiri.

"Kamu ngak apa-apa?" Mengulurkan tangan untuk membantu Nasya berdiri.

"Jalan tuh lihat-lihat," Umpat Nasya kesal dan menepis tangan orang yang hendak membantunya.

"Ada apa dengan pagi ini, kenapa aku sial melulu." Berucap sambil menepuk bagian belakang untuk menghilangkan kotoran yang melekat di celananya.

"Sekali lagi aku minta maaf."

"Sudahlah ngak apa-apa." Menatap lawan bicaranya.

"Hiyaaa, Nasya terkejut, spontan menutup mulutnya yang mengangga.

Pangeran tampan ini lagi. batin Nasya

"Hai.. ketemu lagi. Tersenyum, memamerkan kegantengannya pada Nasya.

"Hah? Nasya gugup tak tahu harus berkata apa lagi.

"Maaf, saya lagi buru-buru."

Nasya berlari cepat meninggalkan pria tersebut.

.

.

.

.

1
Marhaban ya Nur17
drama ikan terbang 😃
Marhaban ya Nur17
pantes aja darah varel cocok ama vera 🤔 eh anaknya wkwkwwkk
Marhaban ya Nur17
laahhh kirain varel ama naura biasa aja g kumful gtu
Marhaban ya Nur17
apa itu
Marhaban ya Nur17
penasaran neh
Marhaban ya Nur17
kenayakan suara hati
Marhaban ya Nur17
eh jangan di tanyain kli bang edho pst g jujur tuh
Marhaban ya Nur17
waduh ada udang di balik bakwan neh se naura 🤔
Marhaban ya Nur17
sukurin
Marhaban ya Nur17
sinetron" g kelar"
Marhaban ya Nur17
yo ws naura ama edho aja
Marhaban ya Nur17
sabodo teuing lah nasya
Marhaban ya Nur17
naura ama nasya bulshit semua om do 😠,sok"an males gw wkwkwkw
Marhaban ya Nur17
bodo amit ama otak lu nasya 😡 sok"an se lu
Marhaban ya Nur17
gw paling males deh klo ada yg karakternya kaya naura 😞 munafik wkwkwk
Marhaban ya Nur17
oon tuh se nasya 😃
Marhaban ya Nur17
sabar bang 😬 emang ujian pernikahan besar y wkwk
Marhaban ya Nur17
kebanyakan gaya neh nasya,,, udh jelas" varelnya jg suka eh malah sok"an nolak lagi
Marhaban ya Nur17
semangat varel
Marhaban ya Nur17
good neh sikap varel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!