NovelToon NovelToon
Antara Dendam Dan Cinta

Antara Dendam Dan Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Perjodohan / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:161.6k
Nilai: 5
Nama Author: naya siswanto

Hanya karena kesalahan yang dilakukan oleh kakaknya,Jamilah harus rela dihina,diperlakukan dengan tidak baik.

Harus membayar hutang-hutang kakaknya pada seorang bos besar dan sangat berkuasa.

Dapatkah Jamilah melepaskan diri dari belenggu yang merantai hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon naya siswanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ADDC 9

" Mungkin sudah takdir aku terlahir sebagai perempuan.Aku sengaja dibesarkan untuk menjadi ajang balas dendam ayah dan ibuku,yang aku sendiri tidak tahu apa penyebab permusuhan antara Mahendra dan Atmajaya.Dulu,aku pernah mencoba untuk bunuh diri karena aku lelah,tapi Bang Jamal berhasil mencegahku.Aku pun disiksa" curhat Jamilah.

" Mereka membesarkanku bukan karena menyayangiku,tapi karena aku mereka anggap bisa membalaskan dendam mereka pada Mahendra.Jika menikah denganmu hanya akan menambah penderitaan yang panjang,lebih baik kamu bunuh aku,agar aku terbebas dari derita yang selama ini membelengguku" tutur Jamilah lagi.

Bramasta terdiam mendengar penuturan Jamilah,semua sungguh diluar dugaan.Awalnya,Bramasta memang ingin membalaskan dendam keluarganya.Tapi,cintanya pada Jamilah membuatnya membuang rasa dendam itu.Apalagi keluarga Atmajaya hanya tinggal Jamal dan Jamilah saja.Semua sudah habis di tumpasnya.

" Menyiksaku pun kamu percuma,karena aku sudah kebal oleh rasa sakit" ujar Jamilah lalu berusaha naik ke kasurnya.

Bramasta dengan sigap membantu Jamilah,setelah Jamilah berbaring dengan sempurna,Bramasta pergi keluar kamar.Bramasta naik ke lantai tiga,dimana di lantai itu hanya ada ruangan khusus peralatan olah raga dan kolam renang saja.Tempat itu di desain semenarik dan senyaman mungkin.Karena tempatempat itu menjadi tempat favorit Bramasta,hanya segelintir orang saja yang bisa masuk kesana.

Byurrrr....

Bramasta menceburkan dirinya ke dalam kolam renang.Dinginnya air dan dinginnya malam tidak dia rasakan,yang ada hanya rasa sakit saat mengetahui kisah hidup Jamilah yang sebenarnya.

" Aaaaaaaaaaaaa" Bramasta berteriak sekuat tenaga.

" Jamilah...kenapa kamu hadir? kenapa aku bisa mencintaimu? kenapa?" teriaknya lagi.

Bramasta membiarkan tubuhnya tenggelam di dasar kolam,hingga dia kehabisan nafasnya barulah dia naik ke permukaan.Air mata yang menetes tersamarkan oleh butiran air,yang terlihat hanya warna merah saja.Bramasta berbaring di pinggir kolam dengan posisi telentang,matanya dia pejamkan untuk meresapi rasa sakit yang ada di hatinya.

" Tuan,ayo masuk.Anda bisa sakit jika seperti ini,kalo Anda sakit siapa yang akan menjaga dan menyayangiku"

Bramasta membuka matanya,mengedarkan pandangannya ke sekeliling untuk mencari sumber suara itu,tapi nihil.Suara itu hanya ada dalam khayalnya saja,khayalan yang terasa sangat nyata.Cahaya remang-remang dan hembusan angin yang dinginnya tembus hingga ke tulang,menambah pilu hatinya.

" Jamilah,aku berjanji akan membuatmu bahagia.Aku akan menukar penderitaan yang dulu kamu alami dengan kebahagiaan.Aku janji" gumamnya lirih.

Langit gelap berubah terang seiring bergulirnya waktu,malam pun telah berganti pagi.Sinar matahari membuat Bramasta terbangun dari tidurnya.

" Aku ketiduran di sini" lirih Bramasta saat menyadari keberadaannya.Tidur di sebuah ranjang bambu dengan kasur empuk di atasnya,ranjang kecil hanya cukup untuk satu orang.

Bramasta berjalan menuju ke lantai dua,menuju kamarnya.

Ceklek

Dengan perlahan Bramasta membuka pintu kamar dan melangkah masuk.Jamilah sedang merapikan rambutnya di depan meja rias,sepertinya dia baru saja selesai mandi.

" Mau kemana,kok cantik sekali pagi ini?" tanya Bramasta.

Jamilah menatap wajah Bramasta dari pantulan cermin,terlihat dengan jelas wajah pucat Bramasta.Jamilah meletakan sisir ke tempatnya,kemudian berbalik.

" Wajahmu pucat sekali,apa Tuan sakit?" tanya Jamilah dengan nada cemas.

" Aku baik-baik saja" jawab Bramasta.

" Apa Meta yang sudah membantumu mandi?" tanya Bramasta.

" Aku mandi sendiri,aku tidak mau menyusahkan orang lain" jawab Jamilah.

Bramasta mengangkat tubuh Jamilah lalu dia duduk di kursi tempat Jamilah duduk tadi dan mendudukan Jamilah di pangkuannya.

" Kenapa bicara seperti itu,aku membayar mahal Meta agar bisa membantumu,melayani semua keperluan dan kebutuhanmu" tutur Bramasta.

" Aku bisa sendiri" lirih Jamilah.

" Baiklah kalo begitu,mulai hari ini aku akan menyuruh Meta kembali ke rumah sakit" ujar Bramasta.

" Jangan memarahinya,ini kemauanku.Dia sudah menawarkan bantuan,tapi aku menolaknya" pinta Jamilah.

" Baiklah,aku turuti kemauanmu pagi ini.Karena moodku sedang baik" kata Bramasta sambil tersenyum.

Bramasta mendudukan Jamilah di kursi roda," Aku mandi dulu,tunggu disini.Aku akan mengajakmu sarapan di luar" kata Bramasta dan Jamilah pun mangangguk.

" Gadis pintar" ujar Bramasta sambil mengacak rambut Jamilah.

...****************...

Bramasta mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.Hembusan angin menggerakkan rambut panjang Jamilah hingga menutupi wajahnya.Bramasta sengaja membawa mobil sport tanpa atap agar Jamilah bisa menikmati keindahan alam sekitarnya.Hingga akhirnya,Bramasta menghentikan mobilnya di sebuah rumah makan yang menjual menu sarapan.

" Kenapa Tuan menggendongku?" tanya Jamilah,karena Bramasta menggendongnya hingga ke bagian belakang rumah makan.

" Aku lupa membawa kursi rodamu" jawab Bramasta asal.Padahal dia sengaja tidak membawanya.

" Apa Tuan malu mempunyai istri cacat sepertiku?" tanya Jamilah saat dia sudah duduk di tepi kolam.

Bramasta sengaja memilih tempat duduk yang berada tepat di pinggir kolam.Bramasta memasukkan kaki Jamilah ke dalam kolam itu dan sekumpulan ikan langsung mengerubuti kakinya.

" Tunggu di sini,aku mau pesan makanan" kata Bramasta tanpa menjawab pertanyaan Jamilah.

Bramasta meninggalkan Jamilah sendiri di tempatnya lalu masuk ke dalam restoran,tidak lama kemudian dia sudah kembali lagi sambil membawa nampan berisi makanan.

" Makanlah,setelah ini ada orang yang akan menemanimu terapi" tutur Bramasta.

" Terapi?" tanya Jamilah dan Bramasta pun mengangguk.

" Apa Tuan menginginkan kesembuahanku?" tanya Jamilah.

Bramasta menaruh gelas kopinya,lalu memandang wajah Jamilah." Apa kamu tidak mau sembuh?" Bramasta balik bertanya.

" Aku tidak punya siapa-siapa lagi,untuk apa aku sembuh" jawab Jamilah penuh dengan keputus asaan.

" Kamu anggap aku apa? Aku suamimu.Kamu boleh mati jika aku yang menyuruhmu mati" kata Bramasta.

" Terserah Tuan saja" kata Jamilah pasrah.

Jamilah menikmati sarapannya,selesai sarapan datang dua orang terapis menghampiri Bramasta dan Jamilah.Orang itu membawa Jamilah ke sebuah lapangan beralaskan rumput-rumput kecil,Bramasta melihat Jamilah dari kejauhan.Sesekali dia melihat Jamilah mengangguk dan kadang dia juga menggeleng.

Bramasta tidak mengganggu waktu terapi Jamilah,dia memberikan kebebasan pada Jamilah agar bisa menjalani terapinya dengan baik.Setelah beberapa menit dan dirasa cukup,Terapis pun mengakhiri terapi Jamilah pagi ini.

" Minggu depan kita bertemu lagi di sini.Nona beruntung memiliki suami sebaik Tuan,penyayang dan penuh perhatian" tutur salah satu terapis.

" Kenapa anda bisa bilang seperti itu?" tanya Jamilah.

" Jauh hari sebelum Nona terbangun dari koma,Tuan menemui kami sambil menangis.Dia meminta kami untuk membantu Nona jika Nona sudah sadar" jawab terapis itu.

" Kalian mengenal Tuan Bramasta?" tanya Jamilah lagi.

" Sangat mengenalnya Nona,Tuan orang baik.Kami mengenalnya sejak kami bekerja menjadi terapis ibunya dulu" jawab Terapis itu.

" Apa ibu mertua saya dulu pernah lumpuh?" tanya Jamilah.

" Nona lucu sekali,masa seluk beluk keluarga suami Nona saja tidak tahu" kata terapis itu sambil tertawa.

Terapis itu pun menceritakan awal mereka bertemu dan mengenal keluarga Mahendra.

1
Anita Juwita
/Good/
Sahiroh
ceritanya ok
Iges Satria
aku suka 😀😀
naya siswanto: terima kasih🙏🥰
total 1 replies
Patrick Khan
.lanjut kesini kak😁
naya siswanto: semoga suka ya,
cerita yang ini bagiku sgt memalukan😅
total 1 replies
Sedang Sibuk
Yah kok wanitanya lumpuh kak 😭 Jangan begitu dong kak nay 🤧 Tapi enak juga sih bakalan di gendong pasti kemana² 🤣🤣
Sedang Sibuk: Bramasta be like : Tak gendong kemana²
total 2 replies
Patrish
mbok Parmi dan pak Parjo cerdas banget... 👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽❤❤❤❤
Patrish
hukuman ya.... 🤭🤭
Patrish
👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽
Patrish
Jamilah:"ya aku tidak tahu.. karena aku datang dadakan.. "😩😩
Patrish
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Patrish
YEZ!!!!!!
Patrish
mati sama Bramastya..??? 🤔🤔🤔🤔
Patrish
yen berani ngomongnya yang keras Jack... 😄😄😄
Patrish
baru buka... ❤
Sedang Sibuk
Uhuk, Cinta gak tuh?? Ngomong kok pas orangnya koma, Lah ngomong pas dia sadar dong Bram 🤭
Sedang Sibuk
Cie, Pengen mati kok sebut sebut nama Bramasta 🤭 Ya gak jadi matilah 🤣🤣
Sedang Sibuk
Cewe pun ngelawak, Kimbek 🤣🤣
naya siswanto: siapa tau aja kena sensor dek🤣🤣🤣
total 3 replies
Sedang Sibuk
Astaga, Scene ini bikin sakit perut 🤣🤣 Ya allah ngakak anjaayy, Bawahan tukang lawak, Atasan lebih lawak 🤣
Sedang Sibuk: Ho'oh, Bener itu 🤣🤣
total 6 replies
Sedang Sibuk
Ya allah ngakak 🤣🤣🤣
Sedang Sibuk
Apa lagi sih parjo ini 🤣🤣Mala Ikutan ngelawak 🤣 Awokawok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!