Hanya karena jatuh miskin, pertunangannya dibatalkan dan nama baik orang tuanya dihina di depan mata. Zhao Gou tidak lagi sudi menunduk. Di malam yang gelap, ia lenyap meninggalkan desa pengasingan, melangkah masuk ke Lembah Kematian yang ditakuti para kultivator. Tempat di mana warisan kuno dan ilmu terlarang menunggunya.
Ketika ia kembali dengan topeng misterius dan pedang berdarah, dunia persilatan terperanjat—siapakah sosok mengerikan yang siap meratakan klan-klan besar ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Retakan di atas Batu Kuno
Dua pekan berlalu bagaikan kilatan meteor. Hari yang ditunggu-tunggu oleh ribuan pemuda dari berbagai penjuru wilayah akhirnya tiba. Lapangan Agung Kota Awan Biru, sebuah pelataran batu seluas sepuluh hektar di pusat kota, telah disulap menjadi lautan manusia. Ribuan calon murid, pengawal klan, hingga penonton biasa berjubel di bawah terik matahari pagi.
Di sisi utara lapangan, berdiri panggung kayu mahoni raksasa yang dihiasi panji-panji berwarna biru laut dan putih salju—lambang kebesaran Sekte Awan Langit, salah satu sekte kultivasi terpandang di wilayah barat Kekaisaran Langit. Di atas panggung tersebut, tiga orang Tetua Sekte duduk anggun di atas kursi ukir, mengawasi proses seleksi dengan tatapan menembus.
Di tengah lapangan, sebuah batu hitam berukuran raksasa menjulang tinggi. Permukaannya mulus bagaikan cermin, dipenuhi ukiran garis-garis formasi kuno yang memancarkan pendaran cahaya tipis. Ini adalah Batu Penguji Jiwa Kuno, artefak khusus milik Sekte Awan Langit yang digunakan untuk mengukur tingkat kultivasi, kebersihan meridian, serta potensial bakat seseorang tanpa bisa dipalsukan sedikit pun.
"Berikutnya! Xie Lin dari Klan Xie!" teriakan penguji sekte menggelegar melalui formasi pembesar suara.
Sorak-sorai meledak seketika dari sudut lapangan tempat rombongan Klan Xie berada. Xie Lin melangkah naik ke atas panggung dengan dada terangkat busung. Pakaian jubah sutra birunya berkilauan tertiup angin, memancarkan wibawa dan kesombongan yang tak tertahankan. Sejak menyerap Darah Esensi Kuno dua pekan lalu, hawa keberadaannya terasa kian buas dan dominan, memikat perhatian banyak pasang mata di lapangan.
Di belakangnya, Xie Yanfeng melangkah anggun menyusul. Kehadiran gadis cantik bergaun putih itu seketika membuat riuh puluhan ribu penonton.
"Lihat! Itu Xie Yanfeng! Dewi dari Klan Xie!"
"Aku mendengar dia sudah ditargetkan menjadi murid inti oleh Tetua Agung!"
Xie Lin tersenyum lebar mendengar pujian di sekelilingnya. Ia melangkah mendekati Batu Penguji Jiwa Kuno, lalu meletakkan telapak tangan kanannya secara mantap ke atas permukaan batu hitam tersebut.
Bum
Batu kuno itu mendadak bergetar halus. Pendaran cahaya berwarna merah keemasan bercampur biru meletup keluar dengan deras, membumbung tinggi hingga mencapai ketinggian delapan meter di udara! Ukiran kata-kata di atas batu menyala terang benderang:
[Xie Lin: Puncak Foundation Establishment Tahap Awal — Bakat Tingkat Tinggi!]
"Luar biasa! Delapan meter pendaran cahaya!" sang penguji berteriak kagum, mencatat nama Xie Lin di atas gulungan emas. "Lolos dengan nilai sempurna! Calon Murid Inti!"
Xie Lin tertawa terbahak-bahak, berbalik menatap ribuan penonton dengan pandangan yang sangat jumawa. "Hahaha! Hanya ini batas batu penguji ini? Kekuatan Darah Esensi Kuno ini benar-benar tiada tanding!"
Xie Yanfeng melangkah maju berikutnya. Saat telapak tangan mulusnya menyentuh batu, pendaran cahaya putih murni membumbung hingga mencapai ketinggian sembilan meter, diiringi oleh bayangan samar burung phoenix es di udara!
[Xie Yanfeng: Foundation Establishment Tahap Awal — Bakat Tingkat Abadi!]
Seluruh lapangan mendadak gempar! Para Tetua Sekte di atas panggung utama bahkan berdiri dari kursi mereka, memandangi Xie Yanfeng dengan binar mata penuh kekaguman luar biasa.
Xie Lin dan Xie Yanfeng berdiri di samping panggung seleksi, menerima tatapan puji dan hormat dari semua orang. Di mata dunia, mereka adalah jenius tak tertandingi yang ditakdirkan untuk menguasai panggung masa depan.
"Berikutnya! Pendaftar independen... Xiao Long!" teriak penguji sekte.
Kerumunan penonton mendadak berbisik-bisik saat seorang pemuda bertubuh tegap melangkah perlahan keluar dari barisan pendaftar.
Ia mengenakan jubah kain hitam sederhana yang terkesan kusam, tanpa perhiasan emas atau lambang klan apa pun. Namun, yang paling mencolok adalah topeng kain hitam yang menutupi separuh wajah atasnya, hanya menyisakan rahang tegas dan sepasang mata berwarna ungu keemasan yang tenang di balik bayang-bayang.
"Xiao Long? Sosok bertopeng yang membuat ulah di Paviliun Lelang kemarin?"
"Haha! Dia pikir berpura-pura misterius akan membuatnya terlihat hebat? Pakaiannya saja seperti rakyat biasa!"
Xie Lin yang berdiri di panggung VIP menyempitkan matanya tajam. Aura membunuh seketika keluar dari tubuhnya saat menatap sosok bertopeng tersebut. "Pria bertopeng keparat itu... dia benar-benar berani menampakkan diri di sini!"
Xie Yanfeng ikut menatap ke arah panggung. Ada gelombang tidak nyaman yang kembali merayapi dadanya saat sepasang mata ungu keemasan di balik topeng itu melirik singkat ke arahnya.
Zhao Gou—yang kini melangkah dengan identitas Xiao Long—mengabaikan seluruh bisikan meremehkan dan pandangan membunuh di sekelilingnya. Langkah kakinya begitu tenang dan santai saat naik ke atas panggung utama, berhenti tepat di hadapan Batu Penguji Jiwa Kuno yang berdiri megah.
"Bocah bertopeng, lepaskan topengmu jika ingin diuji!" tegar sang penguji sekte dengan nada dingin.
"Aturan sekte tidak melarang penutupan wajah untuk menjaga keamanan pribadi pendaftar independen," sahut Zhao Gou pelan, suaranya berat dan bergema halus melalui penyaluran Qi. "Apakah aku boleh memulai?"
Penguji itu mengerutkan kening gusar, namun akhirnya mengibaskan tangannya. "Cepatlah! Jangan membuang waktu!"
Zhao Gou perlahan mengulurkan tangan kanannya.
Ia sama sekali tidak berencana untuk menonjolkan seluruh kekuatannya di tahap awal ini. Namun, ia lupa satu hal: Tulang Naga Kuno dan energi Qi Naga di dalam tubuhnya bukanlah sesuatu yang bisa ditampung oleh batu penguji biasa.
Saat telapak tangan Zhao Gou menyentuh permukaan mulus Batu Penguji Jiwa Kuno, ia menyalurkan setetes kecil energi Qi-nya.
BZZZZT
Seketika itu juga, pendaran cahaya di atas batu tidak menyala warna-warni seperti pendaftar lain. Sebaliknya, seluruh pendaran cahaya pada batu itu mendadak mati total! Hawa dingin yang amat sangat pekat menusuk tulang menyapu seluruh panggung utama!
"Apa yang terjadi? Kenapa batunya mati?"
"Apakah batunya rusak?"
Sebelum sang penguji sempat berteriak bingung, sebuah suara derakan halus yang amat mengerikan mendadak terdengar dari pusat batu kuno tersebut.
Krek... Krek... KREK
Dari titik tempat telapak tangan Zhao Gou menempel, sebuah retakan hitam bercabang melesat cepat ke segala arah! Dalam hitungan detik, retakan itu menyebar ke seluruh permukaan Batu Penguji Jiwa Kuno setinggi puluhan meter tersebut!
BUMMM
Batu penguji kuno milik Sekte Awan Langit yang telah bertahan selama seribu tahun itu... hancur berkeping-keping menjadi abu hitam di hadapan telapak tangan Zhao Gou!
Gelombang angin kencang bercampur aura keemasan yang samar meletup keluar dari reruntuhan debu, membuat sang penguji sekte terlempar mundur lima langkah dengan wajah pucat pasi!
Keheningan total melingkupi seluruh Lapangan Agung Kota Awan Biru. Puluhan ribu penonton terpaku kaku bagaikan patung. Para Tetua Sekte Awan Langit di atas panggung utama melompat berdiri, membelalakkan mata mereka dengan rasa syok yang tak masuk akal.
Menghancurkan Batu Penguji Kuno hanya dengan sentuhan telapak tangan?! Itu bukan berarti bakatnya tidak ada, melainkan energi jiwa dan fondasi tubuh pemuda bertopeng itu terlalu kuat hingga sanggup menembus batas penampungan batu artefak tersebut!
Zhao Gou perlahan menarik kembali tangannya, menyembunyikannya di dalam lipatan jubah hitamnya. Ia menepis debu batu dari lengannya dengan sangat santai, seolah-olah baru saja menepis seekor nyamuk.
"Maaf," bisik Zhao Gou pelan, suaranya terdengar jernih di tengah keheningan yang mencekam. "Sepertinya batu kalian terlalu rapuh."
Di atas panggung VIP, wajah Xie Lin berubah dari sombong menjadi sangat pucat, lalu membiru oleh amarah dan rasa terancam yang luar biasa. "Tidak mungkin... Ini tidak mungkin! Dia pasti menggunakan jimat terlarang atau trik kotor!"
Xie Lin melompat turun dari panggung VIP dengan sangat liar, mendarat di atas panggung pertarungan sambil menunjuk lurus ke arah Zhao Gou dengan pedangnya yang berkilat tajam.
"Xiao Long!" teriak Xie Lin hysteris, matanya merah membara oleh kegilaan. "Kau keparat penipu bertopeng! Kau sengaja merusak batu penguji untuk memamerkan trik murahmu! Aku, Xie Lin, menantangmu bertarung di arena hidup-mati sekarang juga! Apakah kau berani menyambut pedangku?!"
Zhao Gou memiringkan kepalanya sedikit. Di balik topeng kain hitamnya, sepasang mata berwarna ungu keemasan itu menatap Xie Lin bagaikan seorang penguasa yang menatap seekor mangsa yang secara sukarela menyerahkan lehernya ke papan pembantaian.
"Menantangku?" bisik Zhao Gou pelan, bibirnya mengukir senyuman yang sangat dingin. "Xie Lin... kau bahkan tidak tahu apa yang telah kau telan ke dalam tubuhmu sendiri."
jgn ada campuran kata sombong...
"jika aq menjadi penerus sekte, kdepannya musuh²ku akan menargetkan kalian, dan aq tidak ingin hal itu'terjadi"... gitu aja udh ngeh....
klo g mati... cerita ini akan terus berulang² layaknya sinetron...
sedang othor perbaiki bab ini
selamat membaca 🥳🥳
ini wajib djelaskan...
apakah darah naganya bisa mendeteksi racun skecil apapun...??
ttp semangt...💪💪💪
dikotori oleh keserakahan klan...
pada ahirnya, yg terjadi KORBAN PERASAAN.🤣🤣🤣
disaat seseorg kesusahan, terjepit...
jgn pojokkan dia.
krna ktika dia bangkit .. semua sdh terlambat.
adu taktik...bikan tiktok...