NovelToon NovelToon
Tawanan Mantan Suami

Tawanan Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Sinopsis:

Lima belas tahun setelah perpisahan yang dipenuhi salah paham, Helena kembali bertemu dengan Arthur Fernando, mantan suami yang tak pernah berhenti mencarinya. Di balik perceraian mereka, tersimpan konspirasi musuh yang ingin menghancurkan klan Fernando. Kini, saat kebenaran terungkap, Arthur bertekad merebut kembali Helena, meski harus menjadikannya tawanan cinta yang tak pernah padam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Hari Baru, Awal Baru

Tiga hari telah berlalu sejak Arthur keluar dari ruang operasi. Kondisinya terus membaik. Luka tembak di punggungnya sudah mulai mengering, dan doktor memperbolehkan dia untuk duduk sebentar di kursi roda. Arthur memang masih lemah, tapi semangatnya tidak pernah pudar, terutama setiap kali James datang mengunjunginya.

Setiap pagi, James selalu menjadi orang pertama yang masuk ke ruang perawatan. Dia membawa koran, majalah, atau sekadar buku gambar untuk menemani Arthur. Kadang mereka berbicara tentang sekolah, kadang tentang cita-cita, kadang hanya diam dan menikmati kebersamaan.

Hari ini, James datang dengan membawa sebuah tas ransel kecil. Dia duduk di kursi samping tempat tidur Arthur, dan mengeluarkan sebuah album foto yang sudah usang.

"Pa, aku ingin menunjukkan sesuatu," kata James, suaranya sedikit gugup.

Arthur menatap album itu dengan rasa penasaran. "Apa itu, Nak?"

James membuka album itu. Halaman pertama berisi foto seorang bayi yang baru lahir, dengan mata yang masih tertutup dan tangan mungil yang mengepal. Di bawah foto itu, ada tulisan tangan Helena yang sudah agak pudar: "James, 12 Juli 2011. Pukul 09.30 pagi. Berat 3,2 kg."

Arthur menatap foto itu, dan matanya langsung berkaca-kaca. "Ini... ini kamu saat baru lahir?"

James mengangguk. "Mama menyimpan semua foto ini. Dia tidak pernah membuangnya, meskipun dia tidak pernah memberitahuku tentang kamu. Aku menemukannya di lemari beberapa hari yang lalu, saat Mama menyuruhku membereskan barang-barang lamanya."

Arthur mengusap foto itu dengan jari-jarinya yang masih lemah. "Kamu sangat kecil, James. Dan sangat lucu."

James tersenyum. "Lihat ini, Pa." Dia membalik halaman berikutnya. Ada foto James saat mulai merangkak, dengan senyuman lebar dan gigi kecil yang baru tumbuh. "Ini saat aku pertama kali bisa merangkak. Mama bilang aku sangat lincah, sampai dia harus memasang pagar di seluruh rumah."

Arthur tertawa pelan, lalu mengerang karena lukanya masih terasa sakit. "Kau pasti mewarisi kelincahan itu dari ibumu. Aku dulu tidak bisa merangkak dengan cepat."

James tertawa. "Mama bilang aku juga mirip kamu. Kata Mama, aku memiliki mata dan senyuman yang sama persis dengan kamu."

Arthur menatap James. "Kata Mama benar. Kamu memang mirip denganku. Tapi kamu jauh lebih tampan."

James tersipu. "Pa... jangan bikin aku malu."

Mereka berdua tertawa, dan Helena yang sedang berada di dapur kecil ruang perawatan mendengar tawa itu. Dia tersenyum, melanjutkan menuangkan jus jeruk ke dalam gelas. Sejak Arthur dirawat, Helena hampir tidak pernah meninggalkan rumah sakit. Dia bergantian dengan Robert dan Maria untuk menjaga Arthur.

Helena berjalan mendekat, menaruh segelas jus jeruk di atas meja samping tempat tidur Arthur. "Kalian berdua sedang asyik bicara apa?"

James menunjukkan album foto itu. "Mama, aku tunjukkan foto-foto ini ke Papa. Dia sangat terharu."

Helena duduk di sisi lain tempat tidur, menatap album foto itu. "Aku menyimpan semua foto ini, Arthur. Setiap kali James bertambah besar, aku selalu mengambil fotonya. Aku ingin suatu hari nanti, jika dia bertemu ayahnya, dia bisa menunjukkan semua kenangan yang dia miliki."

Arthur menatap Helena dengan tatapan penuh emosi. "Terima kasih, Hel. Terima kasih sudah merawat James dengan baik. Dan terima kasih sudah menyimpan semua kenangan ini."

Helena tersenyum, mengusap tangan Arthur. "Aku hanya melakukan yang terbaik untuk James."

James melihat interaksi antara Arthur dan Helena, dan dia tersenyum. Selama tiga hari ini, dia melihat bagaimana Arthur dan Helena saling memperhatikan. Arthur selalu menanyakan kabar Helena, dan Helena selalu memastikan Arthur makan dan minum tepat waktu. Ada kerinduan yang tidak terucapkan, tapi terlihat jelas.

"Pa, Ma," kata James tiba-tiba. "Aku punya satu permintaan."

Arthur dan Helena menatap James. "Apa itu, James?"

James mengambil napas dalam-dalam. "Aku ingin kita semua tinggal bersama. Di Jakarta. Aku tahu Mama mungkin masih ragu, tapi aku sudah berpikir panjang. Aku ingin punya ayah, Ma. Aku ingin punya keluarga yang utuh."

Helena menatap James, lalu menatap Arthur. Dia tidak bisa menahan air matanya. "James... kamu yakin?"

James mengangguk. "Aku yakin, Ma. Papa sudah membuktikan bahwa dia mencintai kita. Dia rela mati untuk kita. Dan aku tidak ingin kehilangan dia lagi. Aku ingin kita menjadi keluarga yang benar-benar utuh."

Arthur menatap Helena dengan tatapan penuh harapan. "Hel, apa kamu setuju? Aku tidak akan memaksamu. Tapi aku ingin kita semua bersama. Aku sudah kehilangan lima belas tahun. Aku tidak ingin kehilangan lebih banyak lagi."

Helena menangis, memeluk James erat. "Aku setuju, James. Aku juga ingin kita semua bersama. Mama sudah lelah berlari. Mama ingin berhenti dan membangun keluarga yang bahagia."

Arthur tersenyum, mengulurkan tangannya. Helena mengambil tangan itu, dan James meletakkan tangannya di atas tangan mereka berdua.

"Keluarga," bisik Arthur.

"Keluarga," ulang Helena dan James bersamaan.

---

Empat hari kemudian, Arthur akhirnya diizinkan pulang dari rumah sakit. Dia masih harus menggunakan kursi roda sesekali, tapi dia sudah bisa berjalan perlahan dengan bantuan tongkat. Saat dia keluar dari rumah sakit, James dan Helena menunggu di depan pintu.

Robert dan Maria juga datang. Maria membawa bunga mawar putih untuk Helena. "Selamat pulang, Arthur. Dan selamat datang di keluarga, Helena, James."

Helena menerima bunga itu dengan haru. "Terima kasih, Ibu."

Mereka semua kembali ke rumah keluarga Fernando. Suasana di rumah itu kini terasa berbeda. Tidak ada lagi ketegangan, tidak ada lagi rahasia. Yang ada hanyalah kehangatan sebuah keluarga yang mulai bersatu.

Arthur duduk di ruang tamu, dikelilingi oleh Helena dan James. Di sebelahnya, Robert dan Maria duduk di sofa. Malam itu, mereka semua duduk bersama, berbincang tentang masa depan.

"Arthur," kata Robert. "Aku ingin meminta maaf atas semua yang sudah terjadi. Dan aku ingin membantu kalian membangun masa depan. Ada sebuah rumah di dekat pantai, di kawasan selatan. Aku memberikannya untuk kalian bertiga. Sebagai tanda permintaan maafku."

Arthur terkejut. "Ayah, itu terlalu berlebihan."

Robert menggeleng. "Tidak, Arthur. Kalian layak mendapatkannya. James layak mendapatkan rumah yang layak. Helena layak mendapatkan kenyamanan."

Helena menatap Robert. "Terima kasih, Bapak. Tapi kami tidak perlu rumah mewah. Yang kami butuhkan hanyalah tempat untuk saling mencintai."

Robert tersenyum. "Itu sudah menjadi milik kalian."

Malam itu, Arthur, Helena, dan James duduk di teras belakang rumah keluarga Fernando. Mereka menatap bintang-bintang di langit Jakarta.

"Pa," kata James. "Aku mau jadi arsitek seperti kamu. Aku ingin membangun rumah-rumah yang indah."

Arthur menatap James. "Kamu pasti bisa, Nak. Aku akan mengajarimu segalanya."

Helena tersenyum, bersandar di bahu Arthur. "Kita akan mengajarnya bersama, Arthur. Aku juga punya banyak hal yang ingin aku ajarkan pada James."

Arthur mencium kening Helena. "Dan aku punya banyak waktu untuk belajar menjadi ayah yang baik."

James tersenyum, menatap bintang-bintang. "Ini baru awal, Pa. Ini baru awal dari segalanya."

Malam itu, di bawah langit yang penuh bintang, sebuah keluarga baru mulai terbentuk. Tidak sempurna, tidak tanpa luka. Tapi mereka berjanji untuk saling menjaga, saling mencintai, dan tidak pernah lagi membiarkan masa lalu memisahkan mereka.

1
Mamah Dini11
semoga kalian tetap bersama saling berbagi kasih sayang saling mencintai mungkin james pindah sekolah dn kmu helen tak usah kerja lgi arthur udh udah banyak uang ,
Mamah Dini11
pada. ke. mana ya thor ko sepi
Mamah Dini11
semoga arthur selamat , tolong thor selamatkan arthur dia baru bertemu dgn masa lalunya dn blm mengetahui semuanya
Mamah Dini11
alhmdulilah james selamat semoga kedepan nya gk ada hendra2 yg kain nya , james satukan ke dua orang tuamu biar punya kluargfa lengkap kmu james anak hebat
Mamah Dini11
blm juga arthur menemui anaknya mengenal anaknya dekat sm anakny udh ada yg nyulik berarti hilang nya helena , ada tim musuh yg mencarinya , dan arthur kmu kalah malah musuhmu yg nenang duluan , semoga james baik2 saja dan cepat kembali ke pelukan helena , kasian helen yg berjuang sendirian tiba2 anaknya hilang di culik enak bener tuh penculik , ayo arthur basmi musuh2mu jgn beri ampun , dn apa sih maunya .
Mamah Dini11
semangat arthur 💪 semoga semua masalahmu cepat selesai cepat terbongkar semua yg berkaitan dgn helena
Mamah Dini11
semoga kedepan nya kmu dn anakmu lbh bahagia sm arthur tentu nya jemputlah helen masa depan kaluan dgn senyuman , dan hadapilah orang2 yg julid dn gk suka sm kmu arthur ada bersamamu helen , jgn pergi lgi james berhak tau siapa ayahnya .lanjut
Mamah Dini11
kenapa msh meragukan mantanmu hel dia baik mbok jum baik , kalau kmu msh cinta lihat arthur juga sampai sekarang msh sendiri ,itu tandanya lelaki setia sm pasangan ,dan hel bersatu lagi kalian kasian james dia butuh sosok seorangf ayah, dn seberat apapun badai yg akan datang hadapilah sm kalian berdua di rasa arthur tdk akan tinggal diam diai pasti bisa mengatasinya , kmu percayakan sm mantannu
Mamah Dini11
beri alasan yg masuk akal arthur ke teman2 nya helena yg masuk akal biar mereka gfk hawatir
Mamah Dini11
tenang helen arthur tdk seburuk yg kamu pikirkan, asal kmu berkata jujur aja apa adanya ok
Mamah Dini11
kayaknya arthur orang baik dehh tpiii kenapa ada perceraian, dn berharap arthur tdk melakukan yg membuat helena bersedih ya malah sebaliknya
Mamah Dini11
semoga pertemuan mu dgn mantan suamimu membawa ke baikan helena bkn menambah ke sedihan , dan moga aja membongkar ke salahpahaman yg berlarut dn pd akhirnya menuju ke bahagian kmu dan anakmu pantas mendapatkan nya
Mamah Dini11
ya kadang2 suka membingungkan cerita di novel mh he he
Mamah Dini11
permisi ikutan nimbrung thor 🙏
Ita Putri
masak horang kaya nunggu 15 th dulu baru dapat orang kepercayaan yg punya kemampuan hebat baru sekarang
Rian Moontero
mampiiirr👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!