NovelToon NovelToon
Secret Woman Of Mr. Mafia

Secret Woman Of Mr. Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Mafia / Badboy / Chicklit / Tamat
Popularitas:367.6k
Nilai: 5
Nama Author: Senja Cewen

The Sekuel :

1. Heart Darkness
2.The Secret Woman of Mr. Mafia

Secret Love of Mr. Mafia...

Hellton Pascalito seorang pengusaha dari perusahaan terbaik dalam industri UHT, seorang CEO tetapi jua merupakan seorang Mafia yang tak pernah mengekspos dirinya ke dunia luar, hanya gunakan nama samaran untuk mengelola bisnis, telah terpancing ke permukaan publik saat seorang reporter wanita bergabung bersama Pemerintah lakukan genosida pada Mafia. Bisnis ilegalnya terhenti, keluarganya terseret ke balik sel, tetapi lebih dari itu ia terobsesi pada sang reporter yang sangat antipati pada Mafia. Hellton Pascalito akhirnya mulai berburu.

Reporter yang di maksud Hellton adalah Irishak Bella. Seorang wanita yang berani, tegas dan tak takut pada apapun. Ia selalu berdiri di depan kebenaran. Puteri salah seorang pengacara yang berjuang untuk bersihkan negara dari para Mafia. Ayahnya kemudian dibunuh, diracuni dalam pesawat saat akan bertemu Perdana Menteri. Dendam Irishak pada para Mafia membuatnya habiskan hari sebagai jurnalis yang terang-terangan mengejar Mafia. Tak menduga ia malah disekap oleh penjahat yang ia buru.

Sedangkan kolega Hellton Pascalito, Axel Anthony, Putera seorang petinggi Mafia, adalah seorang pria introvert sekaligus pemalu. Kehidupannya lurus taknikuti jejak sang Ayah. Ia sangat tampan, kendati demikian ia takut pada wanita. Ia adalah seorang insinyur dan miliki perusahaan besi baja. Suatu ketika Ayahnya terbunuh ketika putuskan berbalik mendukung pemerintah, dieksekusi di hadapan publik oleh pemimpin tertinggi dalam organisasi Mafia. Irama balas dendam dimulai. Kumpulkan informasi tentang Puteri Tetua yang mengeksekusi ayahnya, Axel Anthony bergerak gunakan kekuasaan Ayahnya untuk memburu Puteri Sang Tetua yang adalah seorang Dokter Muda.

Piqueena Mendeleya seorang dokter magang di sebuah rumah skait swasta, miliki kehidupan sederhana bersama kedua orang tuanya. Setidaknya itulah pikirannya. Tak menduga suatu ketika seorang pria menculiknya dan menodainya di sebuah base camp para Mafia ....

Kisah ini terjalin erat antara dua orang wanita yang dinodai oleh dua orang pria di waktu berbeda dan tempat berbeda.

Takdir secara aneh pertemukan mereka dan mempermainkan kehidupan mereka.

Well, kemana kisah mereka akan berakhir ....

****

Cinta butuh Dinamika.... Please baca Heart Darkness untuk ketahui asal muasal pertemuan para tokoh ini.

Plagiarisme dilarang keras. Please dukung author dengan Like, komentar, vote, rate dan share.

Ja'o Mora Ne'e Miu (I Love You All)

Big Love 😍😍😍 from Senja Cewen To #SenjacewenLover....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja Cewen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9. Reach To You ....

"Jadi, siapa dirimu? Apa yang terjadi padamu? Mengapa kamu berakhir di tempat sampah? Apa kamu kekasih mafia yang terbuang?" tanya Queena susah payah membopong si wanita yang ia temukan dalam bak sampah di punggungnya ke dalam klinik. Hari menjelang malam meskipun di luar masih terang.

"Ya Tuhan, apa yang kamu makan? Tubuhmu berat sekali?" keluh Queena terseok-seok. Napasnya ngos-ngosan. Hindari keramaian, ia masuk lewat jalan belakang. Anna sepertinya belum kembali. Queena baringkan si wanita di atas tempat tidur klinik, awalnya menolak bantuan dari perawat Elma yang ingin menolong.

"Tak perlu, Suster! Aku akan tangani sendiri! Apa kita kedatangan pasien?"

"Ya, tetapi sudah di tangani Dokter Cheryl."

"Baiklah. Kalau begitu bantu aku tangani yang satu ini sambil aku mengganti pakaian, Suster Elma."

"Baik, Dokter."

Queena pergi ke ruangannya dan mengganti pakaian yang penuh dengan darah. Ia mengendus, tercium amis darah hewan bukan manusia. Mengira-ngira, apa yang terjadi? Apakah si wanita tidak setia lantas diumpankan pada anjing-anjing buas? Para Mafia biasanya memilih opsi itu selain lemparkan tubuh para wanita yang berkhianat ke dasar bukit pasir kemudian menimbunnya hingga terkubur hidup-hidup. Em, tetapi tidak masuk akal, hasil inspeksi oleh matanya tak ada bekas cakar hewan.

Sementara ia bersiap, Suster Elma lakukan pengecekan tanda-tanda vital. Queena kembali ke ruang perawatan paling belakang tempat si wanita dibaringkan.

"Bagaimana hasilnya?" tanyanya pada sang perawat.

"Suhu tubuh 39 derajat, denyut nadi 60 x per menit, respiratory 14/menit, tensi 90/60, Dokter."

"Terima kasih, Suster Elma. Aku akan bersihkan tubuhnya." Menarik napas panjang. "Kamu harus bayar aku sangat mahal sebab aku yakin tulang punggungku bengkok itupun kalau kamu masih ingat siapa dirimu," ujar Queena lagi coba mengajak si wanita bicara sembari lakukan pemeriksaan umum dari kepala hingga kaki. Meraba-raba dan mengetuk-ngetuk. Bagian belakang kepala benjol, kelopak mata alami pendarahan, leher lebam bekas dicekik, wajahnya hampir-hampir tak dikenali oleh darah juga oleh memar dan bengkak.

"Apa yang terjadi padamu?" Lepaskan seluruh pakaian si wanita.

Tak ada tanda dinodai, Queena menghela napas panjang. Dianiaya hingga sekarat lebih baik ketimbang hal buruk satu itu. Wanita yang sangat tangguh setelah disiksa sedemikian rupa, masih miliki napas normal bahkan masih bisa mencari bantuan untuk menolong dirinya sendiri.

Queena bergegas bersihkan si wanita dengan waslap dan air hangat yang telah disediakan Suster Elma. Wajah diusap perlahan, meringis.

"Help me ...." Mengigau.

"Tenanglah, Dear. Siapa namamu?!" tanya Queena.

Mengerang.

"Bisa dengar suaraku?"

Mengerang kesakitan.

"Aku akan selesai dengan cepat, bersabar ya!"

Tak ada sahutan kembali tertidur.

"Apa Ibu mertuamu tak menyukaimu lalu hancurkan wajahmu dan lemparkan-mu ke bak sampah?" tanya Queena. Jika di rumah sakit lama ia tak mungkin mengobrol macam barusan dengan pasien atau ia akan ditegur Jason Cassano yang dingin dan super angkuh. Mengapa pria dingin selalu terlihat menarik? Axel-nya seperti itu, dingin tetapi menarik. "Kamu tak akan sendiri, aku mungkin akan dapatkan itu dari ibu mertua. Ada hal rumit di dunia ini yang tak bisa kamu atasi; mencintai pria yang sangat mencintai Ibunya."

Tak ada sahutan.

Setelah dibersihkan Queena sipitkan mata, meskipun lebam dan memar, wajah si wanita sungguh tak asing. Queena perhatikan seksama. Terlepas dari wanita yang baru saja ditolongnya sangat populer, ia mengenali si korban. Mereka beberapa kali berjumpa. Pernikahan Elgio Durante, pembaptisan Amora Blanco - Puteri Francis Blanco, kendati mereka hanya saling menatap. Francis Blanco selalu menyebut nama si wanita dengan gusar, Ter****. Terakhir ia melihat wanita ini hadir di pernikahan Tuan Abner Luiz bersama Tuan Hellton Pascalito.

"Irishak Bella?!"

Pequeena mundur menjauh. Harusnya ia tak menolong saja tadi. Irishak ciptakan banyak masalah untuk Lucky Luciano bahkan dirinya juga.

"Bukankah ..., harusnya Anna menolong Anda? Siapa wanita Tuan Pascalito yang dianiaya jika bukan Anda?" Queena berpikir untuk menelpon Anna. Atau tidak. Kini, Queena mengerti mengapa Irishak berakhir sekarat, beruntung masih hidup. Beberapa penjahat jelas-jelas targetkan dirinya untuk dilenyapkan. Mengatasi rasa tak sukanya pada Irish, Queena menukar pakaian Irishak setelah tubuh Irish bersih.

Tutupan kotak alumunium berdentang saat dibuka dan perlengkapan infus tampak rapi dibaliknya. Ponselnya berdering pelan, nada dering penanda Axel Anthony sedang menunggu di seberang sana. Ia abaikan sebab ia telah memakai handscoon walau sangat ingin dengar suara pria itu.

"Help ...."

"Siapa namamu, Nona?!"

"I ... rish ...."

"Usiamu?"

Tak ada sahutan hanya meringis ketika tourniquet dikencangkan dan mengerang saat jarum infus menembus dinding pembuluh darah. Tak butuh waktu lama, Irishak tampak jatuh terlelap dalam tidur. Queena selimuti tubuh yang tak berdaya itu.

Ketika ponselnya berdering untuk kedua kali, Queena buru-buru melepas jas dokternya dan keluar dari ruangan kerjanya. Sekali lagi abaikan, ia akan pulang meski cemas Nyonya Anthony ada di rumah mereka dan paksakan kehendaknya pada Axel. Ia tak suka melihat Axel serba salah di antara dirinya dan Ibunya.

"Suster Elma, aku keluar sebentar. Bisakah tolong memantau kondisi pasien di ruang belakang?" pinta Queena pada Suster Elma. "Tolong rahasiakan keberadaannya, kalau-kalau ada begundal yang mencarinya."

"Baik, Dokter."

Queena baru saja hendak melangkah keluar ketika beberapa pria masuk ke dalam klinik.

"Dokter Queena?! Tolong ikut kami!"

Queena menyipit pada mereka. "Siapa kalian?"

"Nyonya Anthony minta kami membawa Anda!" kata salah satu di antara mereka.

"Baiklah," sahut Queena pasrah, ikut dengan mereka. Apa lagi yang akan ia dengar kali ini? Perintah yang sama, akhiri kisah dengan Axel. Duduk di bangku belakang, Queena temukan pikirannya kelabu. Axel batalkan lamaran dengan Eleanor setelah menodongnya di persimpangan dan membawanya kabur ke peternakan Mendeleya. Mereka habiskan malam bersama di sana, di rumah Ayahnya sedang police line masih terpasang di sana. Axel mengulang perjumpaan mereka. Ia duduk di sofa dengan santai dan menegur Queena seperti pertemuan awal di mana, Axel datang ke rumahnya lalu menculiknya. Meskipun malah Queena yang bertingkah menodai pria itu bukan sebaliknya. Queena pejamkan mata biarkan dirinya menginginkan Axel Anthony. Mereka miliki cinta tetapi ia laksana helaian mawar di permukaan air, mengambang sempurna tanpa pegangan. Hatinya seakan siap sedia kehilangan Axel suatu waktu. Berjuang dan menyerah bak dua sisi lembaran uang.

Mobil menuju keluar kota, berlari dengan kecepatan penuh seakan-akan beri tanda bahwa Nyonya Anthony tak sabar ingin lempari wajahnya dengan garam dan lada lalu menendang ia ke panggangan.

"Kemana kita akan pergi?" tanya Queena was-was. Tak ada yang menyahut. Meratapi nasib terlihat lebih menyedihkan tetapi tersenyum pada keadaan malah lebih menyakitkan.

Queena mengambil ponsel saat satu panggilan masuk. Anna Marylin. Ia hendak menjawab panggilan tetapi ponselnya direbut.

"Anda tak sopan mengambil ponsel milik orang lain, Tuan!" tegur Queena keras.

"Maafkan aku, tetapi aku perlu berjaga-jaga." Si pengawal matikan ponsel dan kembalikan pada Queena.

Menghela napas panjang. "Kapan ini berakhir?" tanyanya pada diri sendiri.

"Saat Anda tak berhubungan dengan Tuan Axel, mungkin segalanya menjadi mudah. Itu yang diinginkan Nyonya Besar," sahut si pengawal yang Queena duga asisten Nyonya Anthony sebab ia terlihat sedikit berkuasa.

"Ya, aku bisa lihat!" keluh Queena.

Persimpangan paling akhir menuju kawasan perumahan elite para konglomerat ketika sebuah buldozer tampak halangi jalan dan seorang petugas mengangkat plang, melambai untuk berhenti. Perbaikan jalan, entahlah.

Seorang petugas memakai rompi kuning mendekat ke mobil.

"Jalanan ini ditutup sementara waktu! Bisakah Anda ambil jalan memutar, Tuan? Maafkan atas ketidak-nyamanan ini."

"Berapa lama?"

"Mungkin satu jam, Tuan!"

Sopir mendesah jengkel. Butuh waktu lama untuk memutar. Namun, belum sempat memutar, dari arah belakang, mobil mereka ditabrak cukup keras oleh mobil lain hingga buat para bodyguard kesal.

Mereka saling pandang sebelum turun dari mobil karena pemilik mobil belakang terdengar banting pintu mobilnya gusar. Si sopir bahkan ikut-ikutan tinggalkan kemudi. Yang baru turun langsung disambut pukulan dan tendangan, tak bisa hindari perkelahian. Queena pegangi kepalanya, merebah ke sandaran bangku, memijat kepala pening sendiri. Mengapa ia harus melihat banyak kekerasan? Apakah mereka tak punya mulut untuk berkomunikasi alih-alih gunakan kaki dan tangan? Para pria yang menjemputnya dipukuli satu-persatu, tubuh mereka terlempar ke mobil, menghantam kaca.

Cukup sudah!

Queena tak ingin melihat pertarungan yang menurutnya konyol itu, tak jua mau disalahkan oleh Ibunda Axel untuk hal sekecil apapun.

Queena turun dari mobil sedang para pengawal yang disuruh menggiringnya oleh Nyonya Anthony terkapar di jalanan, mengerang kesakitan. Hari ini Queena mendengar banyak erangan sepanjang hari.

"Hei, Tuan ... bukankah kami yang harusnya marah? Anda menabrak mobil kami dengan keras?" Queena bertanya marah, langsung katupkan mulutnya lihat siapa yang sedang pukuli si pengawal sambil mengumpat.

"Diam saja! Mereka menculik kekasihku!" Menyahut geram. Tangannya terus bergerak menyiksa kepala si pengawal berulang kali dengan sesuatu.

"Tuan! Maafkan kami."

"Lagi!"

"Maafkan kami, Tuan. Tapi ini perintah Ibu Anda."

"Axel Anthony, hentikan!!! Ibu menyuruh mereka membawaku!"

"Dan kau ikut saja?!" tanya Axel dingin, datangi Queena.

"Aku ingin tahu, apa mau Ibu," sahut Queena berdebar keras.

"Kamu tak menjawab teleponku." Semakin dingin bisa bekukan darah.

"Aku sedang bekerja." Queena menarik napas kuat dan hembuskan pelan-pelan. Ia menghargai setiap denyutan yang tercipta saat Axel Anthony pandangi dirinya. Larut dalam tatapan. Bisakah ia mengalah pada Nyonya Anthony dan biarkan Axel menikahi Eleanor? Sementara, ketika tatapan mereka bertemu, ia yakin ingin menggapai banyak mimpi bersama Axel; ribuan mimpi.

"Jadi, kamu ingin tahu ..., apa mau Ibu?" tanya Axel menyipit, bercakak pinggang. Queena refleks dekati Axel ulurkan tangan dan memeluk pinggang pria itu, redakan kesal. Selalu ingin menyentuh Axel.

"Hmmm ... " jawab Queena. Kupingnya menangkap detakan cepat jantung Axel.

"Baiklah, mari menghadap Ibu!"

Axel balas memeluk Queena, terbenam di pelipis Queena. Seakan bisa melihat sinar indah di mata wanita itu tanpa bertatapan, dia tahu Queena rasakan cintanya walau bersemayam di kedalaman jiwa tanpa harus ia ungkapkan. Ia memeluk Queena kuat, tak ingin lepaskan.

"Ibu, ingin kita berpisah!" keluh Axel Anthony muram.

"Apa yang harus kita lakukan?"

"Hadapi saja ini! Kita tak mungkin terus menghindar."

Peluk aku, Axel. Bisakah jangan lepaskan aku? Queena bicara dalam hati.

Beberapa menit berselang mereka dalam mobil, diijinkan lewat dan berkendara menuju kediaman Ibunda Axel Anthony. Disopiri, keduanya duduk di bangku belakang. Axel tenangkan Queena yang tenggelam dalam gelisah tapi tak cukup berhasil. Mendekap Queena erat, mengaitkan jemari, Axel siap menghadang murka sang Ibunda agar tak menyentuh Queena. Mereka akan lewati ini, tak akan menyerah.

Namun, tak semudah itu ....

***

Aku mencintaimu ....

1
✨Susanti✨
baca lagi, tapi masih sesakit ini
✨Susanti✨
ini tuch salah satu novel yg selalu bikin nyesek bgt
tapi kenapa aku mesti balik lagi kesini 😭
semoga diluar sana tidak ada wanita yg bernasib seperti irishak
Anastasia Tani
karya novel yg ga pasaran, penulis yg berkarakter, aku padamu 💜
Anastasia Tani
hmmmm🤔
Anastasia Tani
sa suka sekali Kaka nona pung karya novel ini. beda Deng lainnya 🤗
Anastasia Tani
gila, aku menangis 😭
viva vorever
gabut ...endingnya aku melipir kesini kangen banget dgn deep story queena dan axel...kpn kan ceine come back....sumpah kangen banget aku dgn karyamu/Sob/
bunga cinta
laki banget gk seh
bunga cinta
seruuu
bunga cinta
keyen H
bunga cinta
wkwkwk
bunga cinta
cihuy
bunga cinta
rey
bunga cinta
terus berkarya
bunga cinta
huff
bunga cinta
tragis
bunga cinta
eleh eleh, manja cuy
bunga cinta
Tatiana kah
bunga cinta
waduh, ikut curiga
bunga cinta
ohooo, dunia gelap mr H
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!