Zavier terpaksa harus mencari seorang wanita untuk di jadikan istri secepatnya, karena di paksa oleh sang kakek yang sedang sakit parah. Sebagai seorang pewaris tunggal dirinya di tuntut oleh sang kakek untuk memiliki istri di usianya yang ke 27 tahun, hal ini membuat Zavier hampir gila.
Sementara itu di sisi lain, Sofia yang baru saja kehilangan sang papa, kini menjadi yatim piatu hidup menderita di tangan mama dan adik tirinya. Namun sebuah teragedi tak terduga terjadi, mama tiri Sofia tiba-tiba menjual Sofia kepada seorang laki-laki tua demi uang. Namun pada akhirnya hal ini malah membuat jalan bagi Sofia bertemu dengan Zavier.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
"Astaga ada apa ini?" tanya mama Rusita yang saat ini menghampiri tuan Ex.
"Rusita, kalian benar-benar licik, berani-beraninya kalian mencoba menipu ku!" kata tuan Ex dengan tatapan marah dan dua anak buah di belakang nya.
"Menipu apa? Apa yang anda maksud saya tidak mengerti, bagaimana kalau kita duduk dulu bicara dengan hati dingin," ujar Rusita yang notabene nya sangat takut dengan tuan Ex apalagi dia membawa anak buahnya.
"Tidak perlu! Aku hanya ingin kau menyerahkan Sofia! Di mana kau menyembunyikan nya!?" kata tuan Ex dengan nada suara tinggi.
Seketika Rusita terdiam, mata nya terbelalak dia tidak mengerti apa yang di maksud tuan Ex sekarang.
"Tuan Ex, bukan kah seharusnya sekarang Sofia ada bersama dengan mu? Kenapa kau malah mencarinya ke tempat ku? Dia kan sudah sepenuhnya aku serahkan kepada mu," kata Rusita jujur.
"Apa katamu? Kau masih bisa bersandiwara rupanya, kau sama sekali tidak takut dengan ku ya?" Tuan Ex yang emosional menghampiri mama Rusita dan kemudian mencekik lehernya.
"Ah, sakit, tolong tuan Ex lepaskan aku, aku tidak berbohong, dia memang tidak ada di sini," kata mama Rusita berusaha menahan rasa cekik di tengorokan nya.
"Aku tidak percaya, kalian berdua cepat' geledah tempat ini, temukan wanita itu!" perintah Ex kepada kedua anak buahnya.
"Baik boss," kata mereka yang kemudian Tampa banyak basa-basi langsung mengerjakan tugas yang telah di perintahkan.
Sementara para pelayan memutuskan untuk menyembunyikan diri di kamar mereka masing-masing, mereka tidak mempedulikan Rusita yang kini berada di tangan Ex.
"Dia benar-benar tidak ada di sini, bagaimana bisa aku menyembunyikan nya dari ku tuan Ex," kata Rusita yang wajahnya kini telah memerah.
"Diam kau," kata tuan Ex tak percaya.
Tiga puluh menit pun berlalu begitu cepat, anak buah tuan Ex kembali ke sisi tuan Ex tanpa membawa siapapun.
"Boss dia benar-benar tidak ada di sini, kami sudah mencarinya ke seluruh tempat," kata mereka kepada sang boss.
"Kurang hajar! Rusita, katakan di mana kau menyembunyikan nya!" ungkap tuan Ex kembali mengencang kan cekikan nya.
"A-aku, be-benar-benar, tidak tau," jawab mama Rusita dengan susah payah.
"Aku tidak percaya! Kau tidak mau memberitahu ku, aku akan membunuhmu di sini sekarang juga!" kata tuan Ex sambil terus memperkuat cekikan nya.
Kebetulan pada saat itu Tara dan juga Samuel sudah kembali ke mansion, mereka kaget melihat mama Rusita tengah di siksa oleh tuan Ex.
"Astaga! Mama!" teriak Tara sambil berlari menghampiri mama nya.
"Hey tuan, apa yang sedang kau lakukan? Kenapa ini?" kata Samuel yang membuat tuan Ex melepaskan tangan nya dari leher mama Rusita.
Terlihat merah bekas cengkraman tersebut meliputi leher mama Rusita.
"Hah, hah!" kata Rusita terengah-engah.
"Kalian berdua, kalian juga pasti ikut menyembunyikan Sofia kan? Katakan di mana dia, jika tidak aku tidak akan tinggal diam," kata tuan Ex menujuk Rusita, Tara dan Samuel.
"Menyembunyikan apa? Kami sedang sibuk mempersiapkan pernikahan ku dan kak Samuel, kami sudah menyerah kan Sofia kepada mu, untuk apa kami mengambil dan menyembunyikan nya lagi? Sedangkan kau tau sendiri kami menjualnya karena ingin menyingkirkan nya," jelas Tara panjang lebar.
"Ya, itu benar," kata Samuel.
"Iya tuan Ex Tara benar untuk apa kami melakukan hal yang tidak berguna? Memang nya bagaimana dia bisa hilang?" tanya Rusita penasaran.
Tuan Ex terdiam, dia akhirnya benar-benar menyadari kalau ia telah salah paham dan kelaurga tirinya Sofia yabg jahat ini tidak akan mungkin menyembunyikan Sofia.
"Malam itu saat kau mengantar dia ke kamar ku, aku tidak berhasil menidurinya, dia kabur dari kamar itu dan menghilang," kata tuan Ex dengan amarah yang sudah mereda.
"Apa? Kabur dan menghilang?" kata Tara dan mama nya serempak.
"Iya, dan aku tidak mau tau, aku sudah membeli dia dengan harga yang sangat mahal aku kau kalian mencari nya, aku tidak bisa menemukan gadis itu!" Kata tuan Ex dengan nada mengancam.
"Ka-kami harus mencarinya?" ujar Tara.
"Ya, jika tidak maka kau lah yang akan aku ambil untuk menggantikan Sofia, kau mengerti hm?" kata tuan Ex sambil tersenyum kepada Tara.
"Tuan Ex jaga bicaramu, dia adalah calon istri ku," kata Samuel.
"Ma, bagaimana ini?" tanya Tara gemetar.
Wajah sang mama juga seketika pucat pasi mendengar ucapan tuan Ex barusan, dia hampir tak bisa berkata-kata.
"Aku tidak bercanda, dan kau Samuel jangan mencoba ikut campur terlalu jauh, jika kau masih menghargai perusahaan papa mu, jika tidak aku bisa membuat kalian bangkrut dalam beberapa menit," ungkap tuan Ex sambil tersenyum kepada Samuel.
Seketika Samuel terdiam mendengar ucapan tuan Ex, nyali nya yang hanya sebesar biji kacang hijau pun seketika ciut.
"Aku beri kalian waktu satu Minggu mulai dari sekarang, jika kalian tidak menyerahkan Sofia di hari ke tujuh maka, aku akan mengambil Tara," ucap tuan Ex menunjuk wajah Tara.
"Tuan Ex jangan begitu, kami pasti akan menemukan nya, iya kami pasti akan mencari nya," jawab mama Rusita dengan wajah takut.
"Bagus! Ayo kita pergi dari sini," kata tuan Ex lagi kepada dua anak buahnya.
Mereka pun berlalu pergi meninggalkan mansion tersebut, kini Tara, Samuel dan Rusita hanya bisa diam dengan perasaan cemas masing-masing.
"Arghhhhh! Sial! Benar-benar sial! Sofia tidak ada habis-habisnya menyusahkan kelaurga kita ma!" ucap Tara mulai mengamuk.
"Iya, mama juga tidak habis fikir, bisa-bisa nya dia kabur dan sekarang sasaran tuan Ex malah kita!" kata mama Rusita bolak-balik tak tenang memikirkan kejadian ini.
Sementara itu Samuel memutuskan untuk ijin pulang dengan alasan ada urusan yang harus dia selesaikan.
Sejujurnya Samuel tidak ingin terlibat masalah dengan tuan Ex karena dirinya tau perusahaan sang papa berdiri sampai sekarang karena bantuan tuan Ex.
"Kita harus menemukan Sofia ma, aku tidak mau jadi gantinya,aku tidak mau, aku ingin menikah dengan kak Samuel," kata Sofia yang kini sangat khawatir.
"Tenang lah, kau tenang dulu, mama jadi tidak bisa berfikir, kalau kau seperti ini, mama juga tidak mungkin menyerah kan dirimu ke tua bangka itu," ujar Rusita sambil menenangkan Tara.
Sementara itu di sisi lain.
"Siho, apakah Zavier sudah kembali?" ujar kakek Wiliam yang saat ini duduk di kursi roda nya.
Keadaan nya sudah sedikit membaik.
"Tidak kek, dia sudah tidak kembali beberapa hari, kata Glen dia sekarang sedang banyak urusan," ungkap Siho yang menjaga sang kakek.
"Kenapa dengan nya? Ini pertama kalinya dia tidak kembali begitu lama ke mansion," ujar sang kakek khawatir.
"Sudah lah, Kakek tidak perlu khawatir, di sini ada aku, perusahaan cukup besar kek, mungkin saja Zavier sedang mendapat urusan bertumpuk di perusahaan," kata Siho dengan lembut.
Sang Kakek teridam, sejujurnya ia sangat khawatir dengan Zavier.
Bersambung ....