NovelToon NovelToon
Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat)

Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat)

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:459k
Nilai: 4.8
Nama Author: ZmLing

Truth Or Dare?
Permainan yang sudah tidak asing lagi kita dengar.
Lalu bagaimana jika yang dipilih adalah tantangan dan isi tantangan nya adalah "Menaklukkan Hati Seorang Pembunuh"?

Itulah yang di alami oleh Barbara Alexio. Di malam acara perpisahan kampusnya, ia terjebak dalam permainan yang menguji adrenalin itu dan mendapatkan tantangan yang tidak masuk akal.

Ia diberi waktu tiga bulan oleh teman-teman nya.

Mampukah ia menyelesaikan tantangan tersebut?
Atau justru dirinya yang terjebak dalam permainan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZmLing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Photo Shoot

"Yakin Fel aku pake ini? Ini brand mewah loh, sedangkan aku baru pemula." Barbara bertanya ragu. Pasalnya Barbara dipercaya untuk mengenakan pakaian dari salah satu brand terkenal didunia.

"Yakin." Felix menjawab cuek.

Barbara sangat gugup.

"Tu tuan ini yang akan menjadi partner Nona Barbara nanti." Ucap salah satu staf pada Felix dengan takut.

Felix menelisik penampilan pria yang dikenalkan itu dari atas sampai bawah.

"Aku Jay." Ucap pria itu mengulurkan tangannya.

" Bawa dia ganti pakaian nya." Felix memberi perintah pada staf nya lalu berbalik memperhatikan persiapan Barbara.

"Cantik Bar." Felix memuji penampilan Barbara.

"Nggak usah kamu kasih tau juga aku tau." Barbara merasa percaya diri.

"Nanti kamu bakal dipasangin sama satu cowok, nggak masalah kan?" Felix mendekati Barbara setelah para staf tata rias pergi dari ruangan tersebut.

"Asal kamu nggak keberatan aja." Barbara menjawab santai lalu berbalik melihat dirinya di cermin.

"Fel, fotoin aku." Barbara meminta Felix untuk memotret dirinya.

Felix malah memeluk nya dari belakang dan mengambil foto mereka melalui pantulan cermin didepan mereka.

"Ih Fel, bukan gitu. Fotoin aku sendiri. Mau aku kirim ke Papa sama Mama." Barbara merengek kesal sedangkan Felix hanya tersenyum.

"Tuh kan cakep kalo senyum gitu. Udah cepat fotoin." Barbara memuji dengan niat.

Felix pasrah mendapat gombalan dari Barbara. Ia pun memotret Barbara.

"Kirim ke hp ku." Barbara memerintah pada Felix, karena tadi Felix memakai ponselnya sendiri.

"Nona Barbara udah siap?" Salah satu staf menghampiri mereka.

"Udah kok. Udah mau mulai ya?" Barbara bertanya memastikan.

"Iya Nona." Staf tersebut menjawab sopan sambil sedikit melirik ke arah Felix yang sedang tersenyum sambil melihat ponselnya.

"Fel, aku keluar dulu." Barbara ijin pada Felix dan hanya dibalas anggukan dari Felix tanpa mengangkat kepalanya.

Barbara pun keluar mengikuti langkah staf tersebut. Diruang pemotretan, tampak Jay sedang bersiap.

Saat Barbara masuk, Jay tampak terpana melihat kecantikan Barbara.

"Kayak nya enak nih." Batin Jay dalam hati.

Jay memang terkenal playboy.

"Nona Barbara, ini Jay. Dia yang akan menjadi partner Nona nanti." Staf tadi memperkenalkan Barbara pada Jay.

"Jay." Jay mengulurkan tangannya sambil menelisik penampilan Barbara dari atas sampai bawah dengan tatapan liar.

"Barbara." Ucap Barbara singkat dan menerima uluran tangan Jay.

Jay menggenggam erat tangan nya dengan niat menggoda. Barbara menepisnya sekuat tenaga.

"Ayo kita mulai sesi photo shoot nya." Fotografer mengarahkan para model kedepan kamera dengan background kain hitam putih.

Sesi photo shoot pun dimulai. Barbara sedikit canggung, namun dengan arahan dari fotografer akhirnya Barbara dengan cepat belajar dan luwes bergaya.

Jay berusaha untuk semakin dekat dan menempel pada Barbara. Barbara masih berusaha profesional dan tidak menghiraukan nya.

Jay malah semakin menjadi, satu tangannya yang berada di belakang Barbara bergerak meraba bahkan meremas bokong Barbara.

Barbara mulai merasa tidak nyaman.

"Felix." Barbara memanggil Felix yang kebetulan memang baru masuk kedalam ruangan itu.

Felix tersenyum hanya pada Barbara. Barbara memberi kode dengan mata nya agar sesi photo shoot dihentikan sejenak.

"Frans, stop bentar." Felix memerintahkan kepada fotografer nya untuk berhenti sejenak.

"Okay. Break tiga puluh menit." Frans menurut pada Felix dan mengarahkan pada model untuk istirahat.

Secepat kilat Barbara langsung menghampiri Felix.

"Ada apa?" Felix bertanya lembut sambil membenarkan anak rambut Barbara yang terurai.

"Aku nggak nyaman sama itu orang Fel. Matanya jelalatan. Tangannya nyentuh aku terus." Barbara terpaksa mengadu.

"Ya Udah, sesi selanjutnya aku aja yang gantiin." Felix menawarkan dirinya untuk menjadi model. Felix memang mempunyai kriteria yang cocok.

Barbara mengangguk. Lebih baik disayat pisau Felix daripada dilecehkan seperti itu.

"Frans, sesi selanjutnya aku yang jadi partner Barbara." Felix memberitahu pada Frans.

Felix dan Frans memang cukup dekat karena Felix selalu percaya pada hasil kerja Frans dan Frans juga tidak jauh berbeda dengan nya, sama sama hobby membunuh, hanya saja Frans tidak segila Felix.

"Yakin?" Frans bertanya sanksi.

Pertama kalinya Felix menawarkan dirinya menjadi model.

Felix mengangguk yakin.

"Pakaian untuk sesi selanjutnya kasih ke saya." Felix meminta pakaian pada staf nya.

"Ini Tuan." Staf nya memberikan pada Felix.

Felix pun segera menuju ke ruang ganti untuk mengganti pakaian nya.

"Bar, kamu nggak papa?" Frans mendekati Barbara dan bertanya.

"Emang kenapa?" Barbara malah balik bertanya.

"Aneh aja, untuk pertama kalinya Felix nawarin diri jadi model. Padahal biasa aku maksa juga dia nggak mau." Frans menjelaskan.

"Kalian dekat?" Barbara malah penasaran dengan hubungan mereka.

"Bisa nggak bisa iya. Tergantung keadaan aja." Frans berucap santai.

"Kamu pacaran sama Felix?" Frans kembali bertanya.

Uhuk uhuk

Barbara tersedak air mineral yang diteguk nya.

"Bisa iya bisa nggak. Tergantung keadaan." Barbara menjawab dengan kalimat yang Frans lontarkan pada nya tadi.

"Kamu tahu siapa dia?" Frans lagi-lagi bertanya.

Barbara mengangguk.

"Gak takut?" Pertanyaan Frans tidak ada hentinya.

Barbara menggeleng.

"Yakin?"

Barbara mengangguk.

"Semoga beruntung Bar." Frans pun kembali ke tempatnya untuk memeriksa hasil foto nya tadi.

Felix keluar dari ruang ganti.

"Oh my, cakep banget." Barbara memuji Felix dalam hati.

"Kenapa?" Felix bertanya bingung saat melihat Barbara melamun.

"Nggak." Barbara segera menggelengkan kepalanya.

"Ini nggak rapi Fel." Barbara bangkit dari duduknya dan merapikan rambut Felix.

"Makasih sayang." Felix memberanikan diri memanggil Barbara dengan sebutan sayang.

Deg deg deg

Jantung Barbara ingin keluar dari tempatnya.

"Jangan sampai aku yang cinta duluan sama dia. Jangan sampai Tuhan. Bukan takut mati, tapi aku nggak mau gagal nyelesain tantangan ku lagi." Barbara membatin.

"Udah siap?" Frans bertanya sedikit berteriak.

Felix dan Barbara mengangguk bersamaan. Mereka kemudian berjalan beriringan kedepan kamera.

Felix ternyata cukup pandai dalam berpose dan mengatur ekspresi nya. Barbara tambah kagum saat matanya selalu berpapasan dengan mata tajam Felix.

Felix mendampingi Barbara hingga sesi photo shoot berakhir, sedangkan Jay yang kesal sudah meninggalkan ruangan itu.

"Udah kan?" Felix bertanya pada Frans yang juga pertanyaan nya tertuju pada para staf yang bertanggung jawab.

"Sip." Frans memberi kode tanda sudah selesai.

"Bar, aku keluar dulu. Nanti kalo kamu udah selesai langsung tunggu aku di mobil. Gak usah kemana-mana. Kalo aku lama juga kamu jangan nyariin, pokok nya tunggu aja." Felix memberi perintah pada Barbara dan segera keluar dari ruangan itu tanpa menunggu jawaban Barbara.

Barbara hanya bisa menurut. Ia pun keluar dari ruangan itu dan segera mengganti pakaian nya.

"Ternyata cuma photo shoot aja bisa makan waktu seharian yah." Barbara menggerutu saat ia melihat jam di ponselnya yang sudah menunjukkan pukul delapan malam.

"Felix ngapain sih?" Barbara bertanya penasaran pada diri sendiri.

"Astaga. Jangan-jangan ... " Barbara segera menyelesaikan kegiatannya dan segera mencari keberadaan Felix.

...~ **To Be Continue ~...

*********

Like dan komentar jangan lupa.

Makasih.

Selamat berbuka puasa**.

1
Marisya
bagus baguss. cerita nya keluarga keluarga psyco semua ya 😆
Marisya
aq demen niih cerita komplex dan ga gampang ditebak kyk gini. nice thor
Marisya
felix psikopat dan possesive. lbh baik frans dikit kyaknya pling gak dia gak smpe ngebunuh janin tak berdosa
❄️ sin rui ❄️
begron luar, tapi kaga bahasa anak jakarta banget 😒😒😒😒
Nefertari
aaaarrrrgghhhh jijik banget tuh dgn jalang
Lisa Sasmiati
ngeri Thor 😮😰
Lisa Sasmiati
hadiah untuk mu Thor 💐
Lisa Sasmiati
ooh aku suka 😍😍🥰
Lisa Sasmiati
ternyata orang tua nya Barbara baik dan hangat 😍😊 macam anak kepada Felix hingga Felix merasa sangat nyaman dan bahagia 😮🥰
Lisa Sasmiati
seorang psikopat yang kalau udah jatuh cinta ke banyak kan bucin dan posesif ya 😰😮🤭
Lisa Sasmiati
kalo aku sih lebih pisah dan pulang ke Australia dari pada menderita karena cinta yg mengerikan 😰🤨
Lisa Sasmiati
kok aku jadi ngeri sendiri ya 😰😰kalo emang cinta kenapa harus nyakitin pasangannya 🤨😮
Lisa Sasmiati
jadi harus nebak ya Thor 😮😊 Felix jadi nikah Ama Barbara atau tidak itu sih pilihan yg sulit ya karena hanya authorlah yg tahu 😊🤭
Lisa Sasmiati
mulut mereka lebih tajam dari pada pisaunya Felix 🤨🤨 walaupun aku nggak setuju mereka di bunuh tapi apa daya tangan tak sampai 😎
Lisa Sasmiati
bunga untuk mu Thor 👍👌
Lisa Sasmiati
ceh 🤨😮 psikopat 😡😡
Lisa Sasmiati
pastinya feliix lagi mau mgebunuh orang tuh jgn jgn Jay ya 😰😮 astaga 😱😱
Lisa Sasmiati
semua pasti ada sebab dan akibatnya moga aja dgn adanya Barbara Felix bisa mendptkan kasih sayang dari Barbara 😮🤨😊 emang Barbara emaknya Felix 😊🤭
Lisa Sasmiati
yuk lanjut
Lisa Sasmiati
aneh aja hobby membunuh orang emaknya Felix tuh dulu ngidam apa ya 🤨🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!