NovelToon NovelToon
Jangan Jatuh Cinta Lagi, Altair

Jangan Jatuh Cinta Lagi, Altair

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Romantis / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Mengubah Takdir / Pernikahan Kilat
Popularitas:84
Nilai: 5
Nama Author: Ladies_kocak

Altair seorang eksekutor miskin di rumah Andrea's. Motifnya untuk balas dendam kepada kepala keluarga itu karena sudah menghilangkan nyawa kedua orang tuanya. Tapi dia malah jatuh cinta kepada anak kesayangan keluarga itu membuatnya dijebak dan mati di tangan mereka.

Dia di beri kesempatan kedua untuk tidak menjadi bodoh dan jatuh cinta. Di kehidupan ini dia menuntaskan dendamnya. Dan siapa sangka dia malah berhubungan dengan anak angkat keluarga itu, Aquilla.

Akankah dendamnya terbalaskan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ladies_kocak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 : Adik angkat baru

Jam menunjukkan pukul 14.20 di Supermarket Mitra Segar.

Meski udara dari AC sentral cukup dingin, keringat Aquilla tetap membasahi seragam merah marunnya. Sudah enam jam ia berdiri, berjalan, dan memindahkan barang. Kakinya pegal luar biasa, punggungnya pun terasa kaku.

Hari ini ia tidak bertugas di kasir. Mbak Dina memindahkannya ke bagian display dan stok. Tugasnya menyusun barang, mengecek tanggal kedaluwarsa, dan mengangkut kardus dari gudang. Pekerjaan yang dulunya tak pernah ia bayangkan akan ia lakoni.

Tangannya kini kasar dan kapalan. Kuku-kukunya tak lagi tercantikkan oleh manikur mahal, bahkan ada yang patah dan menghitam karena terjepit kardus. Namun, ia tetap mengerjakannya diam-diam tanpa mengeluh lagi.

Saat sedang berjongkok menata tumpukan mi instan dengan rambut diikat asal dan wajah polos tanpa make-up, sebuah suara yang tak asing menegurnya dari belakang.

"Eh... itu bukannya Aquilla?"

Aquilla menoleh perlahan. Jantungnya berdesir hebat.

Di ujung lorong, berdiri Maya dan Rania. Mantan sahabat satu gengnya dulu. Mereka tampil mencolok dengan pakaian serba glamor, riasan tebal, tas branded, dan sepatu hak tinggi yang berdentang nyaring di atas keramik.

Maya melipat tangan di dada dengan senyum sinis. "Beneran lo, Qui? Gue kira gue salah lihat."

"Astaga... Nona manja sekarang jadi karyawan supermarket? Dunia benar-benar terbalik," tawa Rania terkekeh pelan namun cukup menyindir.

Aquilla perlahan berdiri. Rasa malu dan serbuan emosi membuatnya gemetar. Ia tahu berita statusnya sebagai anak angkat di keluarga Andrea's sudah tersebar luas. Ia dipojokkan, dihina, sekaligus dijadikan kambing hitam. Tapi ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk mandiri dan berdiri di atas kakinya sendiri.

"Gila ya," lanjut Rania sambil mengipas hidungnya. "Dulu angkat belanjaan aja minta tolong satpam, sekarang angkat kardus sendiri."

"Paling juga didepak sama keluarga Andrea's," timpal Maya menunjuk kardus di tangan Aquilla. "Kasian banget hidup lo, jatuh banget."

Aquilla menarik napas dalam-dalam. Ia menegakkan punggungnya dan menatap mereka berdua lurus-lurus.

"Gue kerja karena gue mau," tegas Aquilla tenang. "Gue mau belajar mandiri dan cari uang sendiri. Dulu gue emang manja, tapi sekarang gue mau berubah. Ada yang salah?"

"Berubah jadi miskin maksudnya?" cibir Maya.

"Lebih terhormat cari uang sendiri daripada cuma bisa minta ke orang tua tapi mulutnya nyakitin orang lain," balas Aquilla tenang tapi menohok.

Rania tersentak, "Lo nyindir gue?"

"Yang merasa aja," jawab Aquilla singkat.

Suasana lorong mendadak tegang. Beberapa pengunjung dan karyawan mulai melirik. Saat Maya hendak membalas lagi, langkah kaki yang tegap mendatangi mereka.

"Berisik banget."

Suara berat dan dingin itu memotong perdebatan.

Ryan muncul. Pemuda berusia 17 tahunan berpakaian kaos hitam polos dan celana cargo itu berdiri pas di samping Aquilla. Meski usianya masih muda, tatapan matanya tajam dan penuh tekanan—aura khas yang biasa ia bawa saat memimpin gengnya di luar sekolah.

Sebenarnya, Ryan ditugaskan oleh Altair untuk mengawasi Aquilla dari jauh. Namun melihat situasi ini, ia tidak bisa tinggal diam.

"Ada masalah, Mbak?" tanya Ryan santai sambil membusungkan dada, pas berada di depan Aquilla bagai perisai.

Maya dan Rania tertegun sejenak. Rania lalu tertawa remeh, "Oh, ini brondong lo, Qui? Kasihan banget, seleranya turun drastis."

"Mulutnya dijaga ya," potong Ryan datar. Tatapannya menembus dingin. "Gue bukan brondong atau pacar Mbak Aquilla. Gue adiknya. Gue disuruh Bang Altair buat nemenin istrinya biar nggak diganggu lalat."

Ryan lalu melirik tas yang dipeluk Maya. "Lagian Mbak, kalau mau menghina orang kerja, ngaca dulu deh. Tas KW supernya kelihatan banget tuh, jahitan miringnya kentara."

Wajah Maya seketika merah padam karena malu.

Ryan menatap Rania ganti, lalu melangkah setengah tindak ke depan dengan aura mengancam. "Dan kalau gue denger kalian berdua sebut nama Mbak Aquilla dengan nada gak sopan lagi... gue pastikan urusannya bakal panjang sama gue. Gue nggak main-main."

Ancaman tenang namun serius itu sukses membungkam mereka. Maya dan Rania yang ketakutan langsung menarik troli mereka dan buru-buru pergi dari lorong tersebut.

Begitu situasi kembali sepi, aura menakutkan Ryan menghilang seketika. Ia menoleh ke Aquilla dengan raut khawatir.

"Mbak Aquilla nggak apa-apa?" tanyanya lembut.

Aquilla menghela napas lega dan tersenyum tipis. "Gak apa-apa. Makasih ya, Ryan, udah ngebela gue."

"Udah tugas dari Bang Altair, Mbak," jawab Ryan agak canggung sambil menggaruk kepalanya.

"Tapi akting lo bagus banget tadi," puji Aquilla terkekeh. "Mereka sampai percaya kita adek-kakak beneran."

Ryan tersenyum ramah. "Anggap beneran juga boleh, Mbak. Lagian gue anak tunggal, mau kok punya kakak kayak Mbak Aquilla."

"Beneran? Dulu gue sombong lho," gurau Aquilla.

"Gak masalah, yang penting hati Mbak tulus," ujar Ryan sambil mengulurkan tangannya. "Kenalan ulang deh. Aku Ryan Alexander."

Aquilla menyambut uluran tangan itu dengan tawa kecil yang hangat. "Aquilla Queensha. Salam kenal, Dek."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!