mohon dikoreksi ya teman2 mungkin ada kata atau alur yang masih kurang bagus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jestimjaber, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari pertama
Hari ini tepat nya pada hari Selasa, adalah hari dimana Vara dan Anna pertama kali nya mereka akan bekerja/magang di kantor Advokat. Mereka harus sampai kantor pada pukul 08.00 pagi hari.
dan Vara memutuskan untuk otw dari rumah pada pukul setengah 8 karena perjalanan dari rumah ke kantor membutuhkan waktu sekitar 20 menit, itu pun kalau tidak macet.
"Selamat pagi Bu" Sapa mereka berdua kompak, kepada Bu Sefti selaku advokat dan pemilik kantor tersebut.
kemarin memang mereka berdua disuruh oleh HRD untuk menemui Bu Sefti terlebih dahulu agar mereka diarahkan dan dibimbing.
"Pagi, Kalian anak magang baru itu kan?" tanya Bu Sefti, Anna dan Vara mengangguk
"Ayo kalian ikut saya keruangan, nanti saya jelaskan" tanpa berlama lama lagi mereka berdua mengikuti Bu Sefti keruangan nya.
setelah sudah dibagi penempatan nya dan cara kerja nya mereka segera diantar oleh asisten pribadi nya Bu Sefti ke ruangan yang sudah dibagikan oleh Bu Sefti tadi.
"Silahkan masuk saja ya mba, pak Sena sudah menunggu di dalam" ujar asisten pribadi Bu Sefti
Vara mengangguk dan tak lupa mengucapkan terimakasih, lalu dengan sedikit kegugupan nya ia mengetuk pelan pintu ruangan tersebut.
Tok tok tok
Tidak ada jawaban, hingga tak lama suara menggelar seorang pria dari dalam mengagetkan lamunan Vara.
"Masuk"
Vara membuka pelan pintu tersebut, tatapan nya langsung menuju ke arah meja besar yang di depan nya ada seorang pria yang duduk dengan pakaian rapi dan juga wajah yang tegas nan tampan.
Pria tersebut berdiri menyambut Vara dengan senyuman indah yang terukir di wajah nya, Vara pun mengikuti arahan pria tersebut untuk duduk di kursi yang di tunjukan.
"Kamu Vara ya, salam kenal ya. Saya Sena orang orang kantor biasa panggil saya Mas Sena atau pak Sena" pria tersebut mengulurkan tangan nya untuk menyalami Vara.
"Betul pak saya Vara, baik pak Sena"
Setelah mereka saling mengenalkan diri Vara pun dijelaskan cara kerja dia nanti, tentu nya karna dia hanya anak magang kerja nya cuma membantu. meski hanya membantu tapi Vara berharap nantinya ia bisa mendapatkan pengalaman untuk masa depan nya kelak.
"Vara nanti jam 11 saya ada urusan diluar, kamu tolong rapikan berkas-berkas yang ada dimeja saya ya. Sudah ada nomor nya tinggal kamu susun" perintah pak Sena
Vara mengangguk dan menyanggupi nya, setelah pak Sena dan asisten nya keluar ia langsung menuju ke meja atasan nya itu untuk menata berkas sesuai perintah nya tadi.
Makan siang pun tiba, Vara karena anak baru ia masih malu untuk keluar beli jajan atau pun membeli makanan, apalagi ruangan Vara dan Anna berjauhan jadi mereka tidak bisa istirahat bersama
_Vara:Na lu dah makan siang belum, gue laper banget tapi gue malu keluar nya_
_Anna:sorry var, gue diajak keluar sama Bu Vero..ini lagi makan_
Begitulah kira kira isi chat mereka, Vara pun menghalau disisi lain ia lapar tapi dia malu keluar sendiri apalagi belum kenal siapa siapa.
Tok tok tok
Vara terkejut mendengar suara ketukan pintu dari luar, ia takut pak Sena sudah kembali. Ia malu kalau sampe pak Sena tau ia masih berada di ruangan nya saat jam makan siang begini.
Tapi dengan berat hati ia berdiri dan membuka pintu nya dengan pelan.
" Hallo, Vara kan?" tanya seorang perempuan berwajah cantik, berambut pendek dan berkulit putih bersih.
Yang tidak lain tidak bukan ia pasti orang yang bekerja dikantor ini juga, Vara langsung menganggukkan kepala.
"Saya Rani, saya pegawai juga disini"
Perempuan tersebut mengulurkan tangan nya untuk bersalaman, dengan senang hati Vara menyalami perempuan tersebut dengan sopan.
"Saya diperintah pak Sena untuk mengajak kamu makan siang, apa kamu sudah makan?" Vara kaget
_Bagaimana bos nya itu bisa tau, apa dia memantau aku dari CCTV. Aduh gawat malu banget aku_
Gumam Vara dalam hati.
Pertama kali masuk kerja ini, Vara benar benar disambut baik dan ramah oleh orang-orang kantor, entah itu atasan maupun pegawai.
Meskipun ada beberapa kejadian yang membuat Vara kesal, tapi itu tentu nya karna kesalahan dia sendiri yang terlalu malu-malu dan akhirnya ia kelaparan wkwk seperti tadi waktu makan siang.
...****************...