NovelToon NovelToon
Mantan Komandan Muda

Mantan Komandan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyelamat / Fantasi
Popularitas:673
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Bima mengira ia bisa mengubur masa lalunya yang kelam di Desa . Mantan komandan regu pasukan khusus ini memilih hidup bersahaja sebagai petani jagung dan pemancing di tepi sungai demi melarikan diri dari trauma perang. Namun, kedamaian yang ia bangun susah payah runtuh setiap kali ia teringat pada Joni, sahabat sekaligus anak buahnya yang gugur dalam pelukan Bima akibat terjangan peluru senapan mesin musuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bayangan masa lalu

Tak lama kemudian, Bima pun sudah kembali ke rutinitasnya di villa tepi danau. Suasana malam yang sunyi seolah menjadi pelindung terbaik bagi jiwanya yang selalu merindukan kedamaian setelah sekian lama hidup di tengah hiruk-pikuk pertempuran. Seperti biasa, dia duduk santai di balkon lantai dua dengan segelas kopi hitam hangat dan sebatang rokok yang menyala di jemarinya. Asap putih mengepul pelan, berkejaran dengan semilir angin malam yang berembus dari arah danau, menciptakan ketenangan tersendiri bagi pria itu.

Di tengah keheningan itu, pandangan mata Bima lamat-lamat menatap kosong ke arah kegelapan air yang luas. Pikirannya perlahan menariknya kembali untuk mengingat kejadian masa lalu di medan perang, tempat di mana hidup dan mati hanya dibatasi oleh selembar benang tipis. Namun, kali ini ada sesuatu yang berbeda yang mengusik ketenangannya secara mendalam. Ingatannya justru berputar pada raut wajah wanita paruh baya yang baru saja dia selamatkan dari kobaran api yang membakar mobil mewah siang tadi.

Bima tertegun di tempat duduknya. Jari yang menjepit rokoknya mendadak membeku di udara, membiarkan bara apinya menyala statis dalam kegelapan malam. Dia mulai berpikir keras dan menganalisis setiap detail garis wajah wanita itu yang terekam jelas dalam ingatannya sewaktu berada di rumah sakit.

Si ibu tadi... kenapa wajahnya terasa sangat familier? Kenapa strukturnya mirip sekali dengan foto usang yang diberikan oleh mendiang Joni di rumah sakit militer dulu?' batin Bima bertanya-tanya dengan perasaan yang berkecamuk.

Jantungnya sempat berdesir halus ketika bayangan masa lalu itu mendadak mengapung kembali ke permukaan. Selembar foto usang milik Joni yang merekam senyum seorang ibu paruh baya dan seorang gadis remaja mendadak terbayang sangat jelas di pelupuk matanya. Kemiripan visual itu terlalu identik untuk dianggap sebagai sebuah kebetulan belaka di dunia yang luas ini. Pertanyaan-pertanyaan besar mulai bermunculan di benaknya secara beruntun. Apakah wanita berumur 40-an tahun yang berhutang nyawa padanya siang tadi adalah benar-benar ibu kandung dari sahabat karibnya yang telah gugur di medan tempur demi melindunginya?

Bima terdiam cukup lama dalam posisi tersebut, menimbang-nimbang setiap kemungkinan serta konsekuensi yang ada di dalam kepalanya. Namun, dasar kepribadiannya yang sangat tenang dan tidak suka memaksakan kehendak, Bima akhirnya menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan untuk membuyarkan lamunan panjang itu. Dia mengetuk puntung rokoknya ke asbak perak di meja, lalu menyesap kopi hitamnya yang mulai mendingin hingga tandas tak bersisa.

"Ah, sudahlah," gumam Bima lirih pada kesunyian malam yang dingin. "Kalau memang berjodoh untuk bertemu lagi dengan mereka, ya pasti suatu saat nanti akan bertemu lagi melalui jalan apa pun. Kalau tidak, ya sudah... itu berarti memang belum takdirnya bagi kami untuk saling mengenal lebih jauh."

Dia memilih untuk tidak memikirkan hal itu terlalu dalam untuk malam ini karena tidak ingin merusak ketenangan batinnya. Baginya, jika Tuhan memang berniat menuntun langkah kakinya kepada keluarga Joni lewat jalur insiden kecelakaan siang tadi, maka waktu yang akan menjawab serta membuka semuanya secara alami tanpa perlu dia kejar dengan terburu-buru.

Hubungan masa lalu yang sempat terputus kini mulai menampakkan benang merahnya kembali secara perlahan.

Bima kemudian mengambil lagi sebatang rokok

untuk menemaninya dikeheningan itu

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!