NovelToon NovelToon
Membatasi Rasa

Membatasi Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Perjodohan
Popularitas:986
Nilai: 5
Nama Author: Sarifah31

Pernah gak sih, kamu sayang banget sama seseorang, tapi demi menjaga hati dan prinsip, kamu terpaksa bersikap sedingin es ke dia?

Itu yang dirasain Zaza. Waktu hatinya mulai telanjur jauh sama Rayyan, dia milih buat mundur perlahan. Gak ada chat basa-basi, gak ada modus pengen ketemu. Semua rindu dan riuhnya perasaan cuma dia tumpahin di sepertiga malam, langsung ke Pemilik Hati.
Rayyan pun sama. Dia kelihatan cuek dan gak peduli, padahal aslinya lagi berjuang mati-matian nahan rasa demi sebuah komitmen. Akhirnya, mereka berdua terjebak dalam kesunyian, sama-sama ngira kalau cinta mereka cuma bertepuk sebelah tangan.

Saling menjauh, tapi saling mendekat lewat doa apa mungkin cara sedekat ini malah bikin mereka makin jauh selamanya? Atau justru, menjaga jarak demi ibadah bakal berujung pada akhir yang gak terduga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarifah31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjemput Rida di Ujung Penantian

Hari yang dinanti akhirnya tiba di bawah langit Kota Malang yang bersih tanpa mendung. Halaman masjid jami yang terletak di pusat kota tampak asri, dipenuhi oleh sanak saudara dan kerabat dekat dari kedua belah pihak keluarga. Tidak ada kemewahan yang berlebihan, sesuai permintaan Zaza dan Rayyan yang menginginkan kesakralan di atas segalanya. Dekorasi bunga-bunga segar bernuansa putih dan merah muda lembut tertata rapi di sekitar meja akad, menciptakan atmosfer yang khidmat sekaligus menenangkan.

Di dalam ruang transit khusus, Rayyan duduk berdampingan dengan papanya. Pakaian kasual yang biasa ia kenakan kini berganti sepenuhnya dengan setelan jas putih bersih, lengkap dengan peci hitam yang membuatnya tampak sangat matang dan berwibawa. Tangannya beberapa kali terlihat meremas jemarinya sendiri, mencoba meredakan debaran jantung yang berdegup jauh lebih kencang daripada saat ia meluncur di atas papan skateboard.

"Gugup, Ray?" tanya Pak Dafril sambil menepuk bahu putranya dengan senyuman hangat.

Rayyan mengangguk jujur, mengembuskan napas panjang. "Iya, Pa. Rasanya beda banget. Tanggung jawabnya besar."

Pak Dafril tersenyum, tatapannya melembut penuh haru. "Papa bangga melihat kamu hari ini. Kamu berubah menjadi laki-laki yang jauh lebih baik sejak mengenal Zaza. Jaga dia dengan baik, pimpin dia dengan ilmu yang sudah kamu pelajari belakangan ini. Ingat, derajat seorang laki-laki dinilai dari bagaimana dia menghormati istrinya."

"Insyaallah, Pa. Mohon doanya," jawab Rayyan mantap. Saat petugas KUA mengisyaratkan bahwa waktu akad sudah tiba, Rayyan menegakkan punggungnya, melangkah keluar menuju ruang utama masjid dengan keyakinan penuh.

Sementara itu, di lantai atas masjid yang dibatasi oleh tirai pembatas jemaah perempuan, Zaza duduk bersimpuh di atas sajadah merah marunnya. Busana kebaya muslim modern berwarna putih dengan detail benang emas halus membalut tubuhnya dengan sangat anggun. Wajahnya yang tertutup niqab pink putih tampak tenang, namun kedua matanya mencerminkan riuh doa yang tak henti ia rapalkan di dalam hati.

"Zaza, Nak... calon suamimu sudah duduk di depan meja akad," bisik Umi yang duduk di sampingnya, mengusap punggung Zaza dengan penuh kasih sayang.

Zaza memejamkan mata sejenak, menundukkan kepalanya dalam-dalam. Di sepertiga malam terakhirnya sebagai seorang gadis beberapa jam lalu, ia telah menyerahkan seluruh akhir dari perjalanannya membatasi rasa ini kepada Allah. Dan sekarang, saat-saat penentuan itu telah tiba.

Melalui pengeras suara masjid yang bergema syahdu, suara Pak Zain, abi Zaza terdengar bergetar namun tegas memulai khotbah nikah, disusul dengan ucapan ijab yang lantang:

"Ananda Ahmad Rayyan Dafril bin Abdul Dafril, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak kandung saya, Fatiah Azahra Zain, dengan maskawin seperangkat alat salat dan perhiasan emas tiga puluh gram dibayar tunai."

Tanpa jeda, dengan satu tarikan napas yang mantap dan lantang, suara Rayyan menggema memenuhi seisi ruangan masjid:

"Saya terima nikah dan kawinnya Fatiah Azahra Zain binti Ahmad Zaini dengan maskawin tersebut dibayar tunai!"

"Saksi? Sah?"

"Sah!"

"Alhamdulillah..."

Air mata Zaza seketika luruh melewati batas niqab-nya saat kalimat "Sah" bergaung memecah keheningan masjid. Benteng es yang selama ini ia pasang kokoh untuk menjaga diri, keheningan di koridor kampus, dan air mata di sepertiga malam, kini telah bermuara pada garis akhir yang sah dan penuh berkah. Rasa yang dulu ia batasi dengan ketat, kini telah dihalalkan sepenuhnya oleh langit.

Zaza perlahan dituntun turun oleh Umi menuju ruang utama tempat Rayyan menunggu. Saat langkah kakinya berhenti tepat di depan meja akad, Rayyan berdiri dan berbalik. Untuk pertama kalinya, mereka berdiri berhadapan tanpa ada jarak dua langkah pembatas, tanpa ada rasa bersalah saat saling memandang.

Rayyan melangkah mendekat, perlahan mengulurkan tangan kanannya. Kali ini, Zaza tidak lagi menyatukan kedua telapak tangannya di dada atau berjalan pergi menghindar. Dengan bismillah yang terucap lirih di dalam hati, Zaza mengulurkan jemarinya, menyentuh dan mencium punggung tangan Rayyan yang kini telah resmi menjadi imam dan suaminya.

Sentuhan kulit yang pertama itu mengirimkan desir hangat yang luar biasa ke dalam dada mereka berdua.

Rayyan kemudian meletakkan telapak tangan kanannya di atas ubun-ubun Zaza, memejamkan mata, lalu merapalkan doa kebaikan dengan suara rendah yang bergetar penuh haru. Zaza mendengarkan dengan khusyuk, mengaminkan setiap bait kalimat yang keluar dari mulut suaminya.

Saat Rayyan selesai berdoa, Zaza mendongakkan wajahnya. Netra teduhnya menatap langsung ke dalam sepasang mata elang yang kini memancarkan binar kebahagiaan yang teramat sangat.

"Terima kasih sudah menjaga rasa ini sampai di titik yang halal, Zaza," bisik Rayyan dengan senyuman paling tulus yang pernah ia miliki dalam hidupnya.

Zaza tersenyum di balik niqab-nya, matanya melengkung indah membentuk sudut yang dipenuhi rasa syukur. "Terima kasih juga karena sudah menjemput rasa ini melalui jalur yang diridai-Nya, Mas Rayyan."

Di bawah naungan kubah masjid jami Kota Malang dan disaksikan oleh rida kedua orang tua mereka, dua hati yang sempat terjebak dalam kesunyian dan kesalahpahaman itu kini telah menyatu. Jarak yang kemarin mereka jadikan sebagai ibadah, kini telah bertransformasi menjadi sebuah kedekatan suci yang akan mereka rajut bersama hingga ke jannah. Kisah "Membatasi Rasa" telah usai, digantikan oleh babak baru tentang bagaimana mengalirkan rasa cinta yang tak lagi berbatas di bawah naungan berkah-Nya.

1
Nurul
mending ta'aruf saja, Zaza
Nurul
mulai terbayang, cepat beristighfar
Xlyzy
kalau merasa ga pantas seharusnya harus bisa merubah diri agar pantas untuk nya
Xlyzy
Dilema si ini jadi nya mau nolak gimana sama orang tua
Xlyzy
Tapi ga harus di jodohin jugak sih cukup kenalkan mereka dulu kalau mereka saling suka baru nikahkan mereka
Cimol krispy
padahal temenan aja nggak di larang loh za
Sarifah_Aini97: bukan mahram kak
total 1 replies
Cimol krispy
jadi dari tadi kamu bikin heboh koridor karna nyariin Zaza ya rayyan
Miu.Nuha
barangkali jodohny ya itu rayyan
beruntung kalo perjodohan itu mengarah kesana 😙
Miu.Nuha
makanya...
bikin abang rayyan bingung
si eneng berada dijalur lain sih 😁
Filan
doanya pakai gue /Facepalm/
Sarifah_Aini97: Wkwk iya nih, biar doanya terasa lebih akrab dan personal langsung ke pencipta-Nya 🤣
total 1 replies
Filan
susah sih ya, kalau dia masih belom bisa sholat. gimana bisa jadi imam?
Filan
langsung sholat malam aja nih... sholat wajibnya gimana, Ray? /Chuckle/
Filan
menghindar nih ceritanya
Filan
skateboard apa udah jadi bagian dirinya? 😅
Aquarius97 🕊️
bagus Rayyan.. awalnya berubah karena Zaza, tapi lama2 dari hati yaa

. sampai kamu gak bisa meninggalkan sholat hehe
Three Flowers
semoga doa Rayyan terkabul, karena dia sudah meminta dengan jalan yang benar
Three Flowers: okay kakak
total 2 replies
Three Flowers
Rayyan dapat hidayah sejak bertemu Zaza
Three Flowers
bau-bau mau dijodohkan, apalagi calonnya baru lulus dari luar negeri
Three Flowers
seperti dikejar hantu, ya😅
Mega Siregar
hindari siapa tuh, za🤭?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!