Pertemuan yang tak baik belum tentu menjadi akhir yang buruk, karna seiring berjalannya waktu perasaan itu pasti akan muncul, contohnya perasaan jatuh cinta dan suka.
seperti kisah Jovandra dan adelliana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annaaluvv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 20
" Gua ada rasa sama Lo,,, semenjak di bukit hari itu,,, " Joan menjeda ucapannya, sedikit melonggarkan genggamannya.
" Gua awalnya ga yakin sama perasaan gua Li, gua masih bingung gua ga sama sekali jadiin Lo kebutuhan apalagi manfaatin kebaikan Lo, gua coba pahami dulu sebenernya gimana perasaan gua " Ujar Joan mengungkapkan rasa yang ada di hatinya, lega rasanya akhirnya itu bisa Liana dengar
Joan mengangkat tangan Liana " Jadi milik gua ya, Gua sayang sama Lo Liana "
" Udah Jo? " Tanya Liana, Joan terdiam beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk, Liana menundukkan kepalanya ke arah genggaman tangan Joan " Bisa lepasin tangan Lo sekarang? " Ujar Liana lagi
sempat ragu namun akhirnya Joan perlahan melepaskan genggamannya " Li? " Panggil Joan yang melihat Liana belum juga merespon akan hal yang baru saja Joan ucapkan tadi.
Liana kembali menatap Joan " Makasih Lo udah jujur soal itu Jo dan akhirnya gua bisa tau hal itu dari mulut Lo langsung " Ujar Liana, Liana memundurkan langkahnya sedikit menjauh dari Joan.
" Tapi kita gabisa sama sama Joan, Lo gaperlu tanya apa alasannya, Seiring berjalannya waktu juga Lo bakal ngerti " Ujar Liana menghela nafasnya lelah, Rasanya aneh sekali, pertama kalinya Liana merasakan sesak yang berbeda
" Gue gamau jadi masalah di hidup Lo jo "
Joan di sana menatap Liana kecewa, Bukan kecewa pada Liana namun kecewa pada dirinya sendiri, entah apa yang sudah terjadi pada Liana yang membuat Liana kini pelan pelan menjauh darinya.
Liana berbalik membelakangi Joan lalu berkata
" Soal perasaan gua sama Lo,,,, "
Liana meremas celananya sebelum melanjutkan ucapannya " Perasaan kita sama, tapi dunia ga izinin kita sama sama "
Setelah mengucapkan itu Liana bergegas pergi menerabas derasnya hujan, meninggalkan Joan yang terdiam termenung menatap kepergian Liana.
Pikirannya kini penuh dengan pertanyaan, apa yang terjadi sebenarnya? Joan pikir jatuh cinta semudah itu, Apa ketika dirinya tulus Ujiannya berbeda?
...----------------...
Jihan menunggu Liana di depan rumah Liana, Dirinya baru saja tiba di sana 30 menit lalu, Jihan sudah berjanji pada Liana untuk menginap karena kebetulan besok libur sekolah,Jihan di sana menunggu Liana yang belum juga datang, Jihan khawatir karena langit sudah gelap belum lagi hujannya deras.
Liana sebelumnya mengirim pesan bahwa Liana izin ke sekolah untuk mengantarkan tas ayahnya, Apa selama itu?
" Aduh ini anak kemana sih, kok belum pulang juga " gumamnya sembari melirik ponselnya sesekali.
Tak lama mata Jihan melihat Liana yang tengah berjalan pelan di jalan yang sudah tak jauh dari posisi Jihan, Jihan dengan cepat mengambil payung yang tergantung di dekat pintu dan langsung bergegas menghampiri Liana.
" LIANA!! Astaga kenapa Lo ga telpon gu- " Ucapan Jihan terhenti saat Liana memeluk Jihan dan menangis.
Jihan tak peduli dirinya ikut basah, lalu sebelah tangannya mengusap punggung Liana " Kok nangis, kenapa li? Ada apa? " Tanya Jihan khawatir, Liana tak kunjung menjawab pertanyaan Jihan, Alhasil Jihan melepaskan pelukannya dan segera membawa Liana masuk kedalam rumah.
Jihan dan Liana masuk kedalam kamar Liana, di dalam Jihan langsung mengambilkan handuk untuk Liana.
Liana masih diam, tak berbicara apapun pada jihan masuk kedalam kamar mandi dan menganti pakaiannya begitu saja, Membuat Jihan justru semakin khawatir.
Liana yang selalu Jihan lihat ceria, cerewet dan seakan bahagia selalu hidupnya, tak pernah bersikap seperti ini.
Beberapa saat kemudian Liana kembali, kini Liana menghampiri Jihan yang sedang duduk di tepi ranjangnya dan Liana langsung memeluk Jihan.
Jihan merapihkan rambut Liana yang masih berantakan dan basah " Kenapa Liana? Ga biasanya Lo kaya gini, nangis pula tadi " Ujar Jihan yang masih merapihkan rambut Liana.
Liana menghela nafasnya " Gue gatau Han, rasanya tuh baru kali ini gue rasain hal kaya gini, beda banget rasanya" Keluh Liana, lalu Liana pun menceritakan apa yang terjadi sebelumnya sampai Liana bisa seperti tadi.
Liana pun tak lupa menceritakan dirinya saat bertemu dengan Kinan juga.
Selesai menceritakan itu Jihan pun memahami apa yang sebenarnya Liana rasakan, walaupun Jihan tak pernah merasakan itu tapi jihan tau.
" Kalo merasa keputusan Lo itu Lo pikir yang terbaik ya udah,,,, tapi Li denger, perasaan Lo juga itu gak Lo sama Joan, orang lain yang bukan siapa siapa ga punya wewenang buat halang Lo berdua apalagi Lo berdua punya perasaan yang sama " Ujar Jihan, Liana di sana menidurkan kepalanya di atas paha Jihan.
" kecuali Lo Ambil milik orang itu jelas salah dan boleh itu orang marah dan misahin lo berdua, Lah sekarang dia siapanya Joan gue tanya? Pacarnya bukan, gebetan bukan, cuma temen doang kan, kalo dia punya rasa sama Joan tapi Joan ga punya rasa apa masih berhak dia marah " Kata Jihan, ini salah satu kelebihan Jihan kalo Liana lagi curhat, tercurahkan sudah isi hati Liana.
Jihan menarik selimut dan menyelimuti Liana yang tengah tertidur di pahanya " satu satunya cara biarin Joan tau dulu itu cewe punya rasa sama dia, biar dia sadar dia tuh ga punya hak buat ganggu Lo "
Liana memainkan jari Jihan sembari berpikir
" Tapi gue beda sama Joan, status keluarganya terlalu tinggi hanya " Ucap Liana membuat Jihan mendelik kesal, sepasrah itu kah Liana?
Jihan memukul pelan tangan Liana " Aduh Li, di luar sana ada kok cewenya tukang tahu bulat cowonya ceo perusahaan kalo mereka jodoh ya jodoh aja "
Liana melirik Jihan lalu tersenyum " Ada juga cewenya CEO cowonya tukang ayam warna warni, kemaren liat di sinetron " Candanya.
Jihan ingin marah namun yaa ini kan sifat Liana biasanya jadi Jihan sudah terbiasa, mereka berdua malah ketawa sekarang.
" Ga cocok gue galau ya han hehehe " Kata Liana, Liana bangun dan bersandar " Tapi gue gabisa ketemu Joan han, rasanya tuh gue langsung deg degan, tiba tiba lemes " Katanya.
Jihan pindah posisi dan merebahkan tubuhnya di samping Liana " ketemu setan Lo " Balas Jihan.
" Ihhh serius, gue tuh baru tadi bisa serius di depan dia sisanya konyol " Ujar Liana.
" Kalo dia masih ngejar Lo gimana tuh li? " Tanya Jihan yang membuat Liana semakin tak karuan.
" Yaa,,,, ya kabur aja " kata Liana, gugup jadinya mendengar Jihan mengatakan itu, bagaimana kalo ucapan Jihan benar, Harus bagaimana lagi Liana menghadapi Joan.
Jihan tersenyum jahil pada Liana " Gua yakin sih, dia ga akan diem aja Li " Jihan bangun dan mendekat ke arah Liana " HAYOLOOO DI KEJAR KECINTAAN "
" DIEM GAK!! "
...TO BE CONTINUED ...
Bantu like dan vote ya manteman lovlov🫰🏻
Next update setelah kontrak beres