NovelToon NovelToon
Jadi Janda? Siapa Takut?

Jadi Janda? Siapa Takut?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:20.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Rumi sudah tiga tahun menikah dengan Fathur. Sebenarnya rumah tangga mereka baik-baik saja. Hanya saja menjadi tidak baik-baik karena selalu di recoki oleh ibu dan keluarga Fathur lainnya.

Hingga akhirnya saat Rumi kembali hamil, namun untuk kedua kalinya juga dia harus kegu guran karena ulah sang ibu mertua. Bu Sri tak pernah ingin jika Fathur memiliki anak dari Rumi.

Rumi jelas marah dan pun cak amarahnya saat Bu Sri membawa mantan dari Fathur ke dalam kehidupan ruang tangga mereka. Fathur bahkan tak mampu untuk membela istrinya.

Apakah dengan kenyataan seperti ini Rumi siap menjadi janda? Ataukah dia malah lebih memilih bertahan dengan kenyataan seperti itu?

"Jangan banyak membantah jika kamu tak ingin di Jan da kan oleh Fathur!" ancam Bu Sri.

"Jadi Jan da? Siapa takut Bu!" jawab Rumi membuat suami dan ibu mertuanya melongo tak percaya.

Ikuti terus kisah Arumi selengkapnya. Jangan lupa baca sampai akhir, karena ada banyak keseruan dari Rumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi Janda? Siapa Takut? 32

Suasana rumah sakit di pinggiran kota itu tampak lengang saat senja menyapa. Di salah satu kamar bangsal kelas dua, Bu Sri terbaring lemah dengan selang infus yang menempel di tangan kirinya. Sebenarnya itu hanya jarum yang ditempel plester tanpa benar-benar menusuk pembuluh vena.

Sebuah trik yang mereka bayar mahal dari seorang oknum perawat gadungan kenalan Fajar. Mereka mulai menjalankan aksinya untuk menarik perhatian Fathur.

"Ingat Bu, wajahnya harus pucat. Jangan banyak bicara, cukup rintih saja nama Fathur," bisik Fajar mengkode Dona untuk memberikan make up pucat ke wajah Bu Sri.

Hana dan Intan berdiri di sudut ruangan, wajah mereka ditekuk masam karena terpaksa mengeluarkan uang masing-masing satu juta rupiah untuk biaya sandiwara mahal ini. Namun, demi melihat Fathur kembali menjadi ATM bagi ibu mertuanya membuat mereka akhinya tak punya pilihan. Dari pada harus mengeluarkan uang setiap bulannya untuk kebutuhan Bu Sri dan Elisa.

BRAAAAK

Pintu ruangan terbuka lebar. Fathur melangkah masuk dengan wajah panik, nafasnya membu-ru. Di belakangnya, Rumi berjalan tenang tanpa panik yang berlebihan seperti Fathur.

Baru tiba di rumah dinas, Fathur di hubungi melalui nomor intan olah Fikri. Mengabarkan kalau ibunya masuk ruang sakit. Nomor kakak dan adiknya sudah Fathur blokir sehingga mereka kesulitan menghubungi Fathur.

"Ibu! Ibu kenapa? Kenapa ibu bisa di rawat di sini?" Fathur langsung menghambur ke sisi ranjang.

Dia menggenggam tangan ibunya yang terasa dingin. Padahal sebelumnya Bu Sri sengaja memegang es batu saat mendengar Fathur sudah berada di parkiran rumah sakit. Ada Pak Bono dan Bu Siti yang berada di sekitar parkiran. Sehingga mereka bisa tahu kedatangan Fathur.

Bu Sri hanya mengerang pelan, matanya terpejam rapat. Aktingnya sangat bagus Bu Sri ini. Dia memang sudah cocok menjadi artis di serial ikan terbang.

"Fa... Fathur... maafkan Ibu, nak," suara Bu Sri di buat sangat lemas.

"Jangan banyak bicara dulu Bu," Fathur tak tega apalagi melihat napas Bu Sri di buat megap-megap.

"Mas Fajar, apa kata dokter?" Fathur menoleh ke arah kakaknya dengan mata berkaca-kaca.

Fathur benar-benar tertipu dengan akting Bu Sri. Apalagi akting mereka di lakukan di rumah sakit. Sehingga tak ada keraguan dan kecurigaan di hati dan pikiran Fathur. Fajar menghela napas panjang, memasang wajah paling sedih yang dia punya.

"Kata dokter, Ibu terkena serangan jantung ringan karena tensinya meninggi. Pemicunya adalah banyak pikiran dan tekanan batin yang di rasakan. Ibu kepikiran terus soal ucapan Rumi di depan rumah dinas tempo hari. Ibu merasa dibuang oleh anak laki-laki kesayangannya sendiri. Kamu lihat sendiri akibatnya Fathur! Baru punya sedikit uang saja kamu sudah begini! Membuat ibu tersik-sa lahir batinnya!" Fajar bicara panjang lebar.

"Bukan cuma itu, Mas. Ibu sampai jatuh pingsan berkali-kali dan kepalanya terbentur. Pinggangnya juga sama sampai kesulitan berjalan. semua itu karena ibu bingung mau bayar cicilan motor Elisa pakai apa. Belum lagi uang makan sehari-hari. Ibu merasa Mas Fathur sudah berubah sejak..." ia melirik Rumi dengan tatapan sinis.

Rumi terlihat hanya diam saja. Dia sudah tahu akhirnya akan kemana. Dia yang akan di salahkan seperti biasanya, sekarang tinggal melihat bagaimana keputusan Fathur.

Fathur menunduk, bahunya bergetar. Rasa bersalah mulai menggerogoti logikanya. Ia menoleh ke arah Rumi yang masih berdiri diam di dekat pintu. Dia bingung antara ibu dan istrinya. Apa mungkin keputusannya terlalu keras kepada ibunya.

"Kenapa harus menyalahkan Mas Fathur? Anak ibu bukan hanya Mas Fathur kan? Ada dua anak lelaki lainnya yang memiliki pekerjaan yang bagus dengan gaji besar. Bahkan ada dua menantu yang sangat hebat dan selalu ibu banggakan karena memiliki uang banyak. Lagi pula memangnya gaji Mas Fathur sebagai wakil manager itu sudah turun? Jelas belum lah. Gaji baru turun bulan depan. Kenapa rasanya semua orang heboh mempermasalahkan hal itu? Aku saja yang selama ini kesusahan makan bergizi setiap hari karena harus menutupi semua kebutuhan ibu mertua dan adik iparku nggak pernah berisik!" Rumi tak tahan lagi.

Dia tak peduli kalau Fathur marah padanya. Atau mungkin malah akan kembali ke stelan awal. Dia sudah tak takut jadi janda. Dari pada hidup bersama dengan orang yang tak bisa dia percaya sama sekali ucapannya.

"Rumi! Berani sekali kamu bicara seperti itu di saat seperti ini, Hah!" emosi Hana.

"Kenapa? Aku membicarakan kenyataan! Selama ini kalian hanya omong besar! Ngaku orang kaya memiliki segalanya, tapi patungan untuk biaya bulanan saja tidak mau,"

"Lihatlah Fathur! istri kamu memang sekarang sudah berubah! Kau harus mendidik dia dengan baik! Dia benar-benar sudah tak sopan dan kurang ajar!" Fikri yang menahan kesal dengan ucapan Arumi sedari tadi.

Rumi tidak membalas dengan amarah. Ia melangkah mendekat, menatap peralatan medis yang tampak janggal di mata tajamnya. Fathur hanya terdiam sedari tadi tak bisa memilih. Dia juga sudah berjanji kepada Rumi. Namun di depannya sang ibu sedang dalam keadaan tak sadarkan diri.

"Tapi bukankah aneh, Ibu didiagnosa jantung tapi tidak dipasang monitor detak jantung? Dan bau di ruangan ini... ini bukan bau obat rumah sakit, ini bau minyak angin yang menyengat untuk menutupi sesuatu."

"Cukup, Rumi!" bentak Hana.

"Mertuamu sudah sekarat begini, kamu masih sempat-sempatnya memfit-nah? Dasar wanita tidak punya hati! Kamu mau Ibu ma-ti baru kamu puas menguasai harta Fathur sendirian?"

Bu Sri tiba-tiba terbatuk hebat, badannya kejang-kejang kecil.

"Bu..." panggil Fathur mendekat begitupun dengan yang lain pura-pura panik.

"Fathur... kalau Ibu harus pergi sekarang... Ibu cuma mau kamu janji satu hal... lepaskan pembawa si-al ini dari hidupmu... Ibu tidak tenang kalau kamu masih bersamanya. Elisa, siapa yang akan menjaga Elisa kalau ibu perg... Uhuuuk ..." suara Bu Sri di buat parau.

Fathur berdiri tegak, matanya menatap Rumi dengan pandangan yang sulit diartikan. Di satu sisi, ada ibunya yang tampak meregang nyawa, di sisi lain ada istri dan calon anaknya.

"Mas..." Rumi mencoba meraih tangan istrinya, namun Fathur menghindar.

"Aku akan antar kamu pulang, tapi aku akan kembali lagi ke sini untuk mengurus Ibu. Dan soal ucapan Ibu tadi... Kita bicarakan lagi nanti di rumah setelah keadaan tenang." Fathur menggantung kalimatnya, membuat Bu Sri dan menantu lainnya menahan napas penuh harap.

Seringai tipis hampir saja lolos dari bibir Bu Sri jika ia tidak segera menahannya. Rencana mereka berhasil setengah jalan. Keraguan telah tertanam di hati Fathur, dan bagi mereka, itu adalah awal dari kembalinya aliran uang yang mereka dambakan.

Melihat Fathur yang mulai termakan provokasi, nyali Bu Sri semakin menjadi. Dia mulai meracau, suaranya sengaja dibuat parau dan terputus-putus, persis seperti orang yang sedang menjemput ajal.

"Fathur... Ibu merasa dingin sekali... Mungkin ini saatnya Ibu menyusul Bapakmu," rintih Bu Sri.

"Ibu ikhlas, asal kamu kembali jadi anak Ibu yang dulu. Jangan jadi anak durhaka karena memilih wanita yang tak memiliki perasaan itu! Uhuuuk... Uhuuuk... " napasnya di buat tersengal.

"Kamu antarkan dia saja Fathur! Keberadaan dia di sini malah akan memperburuk keadaan Ibu! Aku tak akan memaafkan kamu kalau sampai terjadi sesuatu kepada Ibu!" kesal Fajar melihat Fathur masih bimbang.

Rumi tidak bergeming. Alih-alih keluar dengan tangisan, ia justru melangkah maju hingga tepat berada di samping brankar Bu Sri. Matanya menatap lekat pada selang infus yang menggantung.

"Mas Fathur, kalau Ibu memang sakit parah karena jantung parah, kenapa tidak ada kabel EKG yang menempel di dadanya? Dan lihat selang infus ini..." Rumi dengan cepat menarik ujung selang yang ternyata hanya diselipkan di bawah bantal, bukan menusuk kulit.

"Astaga! Rumi, apa-apaan kamu?! Kamu mau membunuh Ibu?!" teriak Intan histeris, mencoba merebut selang itu.

"RUMIIII ..." bentak Fathur.

1
nely_48
asli nya hyang nakol kepala na s fathur 🔨🔨🔨
Muft Smoker
bukan hanya kerdiil tp km virus d hidup rumii 😒😒😒😒
Muft Smoker
baru sadar andaa ,,
terlambaat sudaaah ,,
😒😒😒
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
selamaaattt untuk kontraknyaa thoorrr
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
capek aku tuuhh
Oma Gavin
keluarga toxic banyak drama dan goblok nya fathur mudah percaya silahkan nikmati nanti penyesalan mu fathur
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
kira2 ada tokoh cowok baru GK Thor?? kok ada hastag #ceo ? kali2 Rumi cerai, trus dpt CEO beneran..bukan si oon pakthur anake mbok srikethek 👻👻👻🤣🤣
Diana Dwiari: rajendra kan calonnya rumi....wkwkwk
total 4 replies
gina altira
Udahlah Rum, daripada bayi dlm kandungan mu knp" mending kmu mundur aja. Biar waras.
mama
kok gk mok tinggal minggat sing adooohh wae leh rum2..seblm knp2 sm kandungan km nnti nyesel lo rum klu smpe itu terjadi..suami mcam fathur gk bakal berubah masih tetep nurut sm mak ny rum. gk perlu di pertahanan😭
Dew666
💃💃💃
nely_48
lepaskan rumi lah fathur,, kasian loh sm rumi hrs menjaga kewarasannya demi suami pecundang spt km fathur
Lovita BM
dan org pertama nanti yg ngegepin drama keluarga busuknya adalah Elisa selanjutnya Fatur sendiri, dan disaat itu Rumi sudah menjauh, wkwkwk mendahului othornya 🤣🤣
Muft Smoker: bagus kak ,, kdg2 kak author qta kasih arahan alur ny biar mntap ny makin pol 🤭🤭🤭🤭 ,,

hai kak author/Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
siti solihah
laki laki memang harus berbakti pada ibunya tadu dia tidak akan masuk surga jika tidak memuliakan istrinya... menurut saya rumi lepaskan saja suami yang tidak bisa adil antara ibu dan istrinya...jalani hidup lebih baik tanpa suami...
Arin
Itu resiko yang kamu ambil sendiri Fathur..... nikmati pernikahan mu dengan Rumi yang tinggal serumah tapi seperti orang lain. Ada tapi dianggap kasap mata
Oma Gavin
suami lucknut kekepin terus ibumu dan keluarga mu sampai modarrr dan lepaskan rumi biar bahagia dgn yg lain
gina altira
Nih ya Fathur itu plinplan banget,, dah lah Arumi mending dapetin lagi yang lebih baik lagi
Wildan Husni
aku nangis bacanya,,,,, sesakititu klo kita tdk dianggap apalagi oleh suami sendiri😭
Yuen
Kalau dari sinopsis anak ini akan gugur, lalu jodoh Rumi pasti anak Bu viona yang duda
Yuen
Kubilang jg apa mending cerai dari dulu, kecintaan bgt sama anak mami bau busuk
Yuen
Emaknya jahat anaknya gak ada yang bener amit2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!