NovelToon NovelToon
Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:25.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Alvi Barta Jadul

Via menata kembali kehidupannya setelah orang tuanya meninggal dalam kecelakaan dan kakaknya berakhir dalam kondisi vegetatif di rumah sakit.
Saat inilah Ziga datang menawarkan sebuah pernikahan kontrak.
Apakah akhirnya mereka saling mencintai atau hanya sebatas kontrak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvi Barta Jadul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perkenalan keluarga

Di dalam mobil mereka berdua hanya terdiam, seolah-olah mereka sedang terhanyut pada pemikirannya masing masing.

Via masih memikirkan tentang keputusannya untuk menikah dengan Ziga, walau itu hanya sebatas pernikahan kontrak tapi hal tersebut sangat menggangu pikirannya.

Sementara Ziga berusaha menahan debar jantungnya yang semakin lama semakin kencang ketika duduk berdampingan dengan Via.

Ehm, mengapa harus seperti ini, aku belum pernah merasakan hal seperti ini terhadap wanita manapun. Bahkan tidak dengan Sarah sekalipun dia adalah kekasihku, gumam Ziga..

"Tolong antarkan aku ke butik Nadhya," pinta Via kepada Ziga.

Ziga mengernyitkan alisnya,

"Rumahmu dekat dengan butik Nadhya?" tanya Ziga.

Via menggelengkan kepalanya,

"Bukan, aku ingin mengembalikan ini pada Nadhya," jawab Via sambil menunjukkan. selembar cek yang tadi di berikan oleh Nadhya.

"Aku tidak mau berhutang terlalu banyak pada orang lain," tambah Via

Ziga menatap Via, dia kagum akan prinsip gadis cantik itu.

"Baiklah, Rik ke ZG butik!" perintah Ziga.

"Baik Tuan muda," jawab Erik singkat, kemudian Erik pun melajukan mobilnya menuju ZG butik.

Setibanya di depan butik, Via hendak terburu-buru turun. Tapi Ziga menarik tangannya tiba-tiba.

"Selesaikan urusanmu segera, jangan terlalu lama. Aku tunggu di sini," pesan Ziga pada Via yang di jawab dengan anggukan kepala oleh gadis itu. Kemudian Via segera berlari masuk ke dalam butik.

Masuk ke butik, Via segera menuju kantor Nadhya, yang membuat sahabatnya itu terkejut karena kehadiran Via yang tiba-tiba.

"Ada apa Vi? apa ada sesuatu yang terjadi pada Reza?" tanya Nadhya khawatir.

Via menggelengkan kepalanya,

"Tidak, aku hanya ingin mengembalikan ini," jawab Via sembari menyodorkan selembar cek pada Nadhya.

Nadhya menatap Via keheranan,

"Kenapa?" tanya Nadhya.

"Bukankah kau sangat membutuhkan uang ini," selidik Nadhya.

"Ziga telah membantu semua biaya perawatan kak Reza," jawab Via jujur.

"Jadi, aku ingin mengembalikan ini," tambah Via.

Nadhya bertambah bingung, namun ketika ia akan melanjutkan pertanyaannya, tiba-tiba ponsel Via berdering.

."Halo," jawab Via.

"Aku sudah selesai. Baik, aku akan segera ke sana," tambah Via dan langsung menutup teleponnya.

"Maaf Nadh, aku sedang terburu-buru, akan aku jelaskan nanti," ucap Via yang kemudian langsung melesat keluar dari butik meninggalkan Nadhya yang masih kebingungan.

"Ayo ke rumah!" ajak Via begitu masuk mobil Ziga.

"Daerah Permata Hijau Pak!" pinta Via pada Erik yang tengah mengemudi.

"Baik Nona," jawab Erik tanpa protes.

Pak, memangnya aku terlihat tua ya, keluh Erik dalam hatinya.

Sementara Ziga sendiri sibuk dengan laptopnya untuk mengurus beberapa pekerjaan.

Dengan Via sebagai penunjuk arah, akhirnya mereka pun tiba di depan sebuah rumah berpagar besi berwarna hijau. Rumah Via bukanlah sebuah rumah mewah, tapi rumah sederhana dengan taman bunga yang indah di halamannya. Rumah yang terlihat sejuk dan nyaman.

"Kau mau masuk?" tanya Via ragu-ragu, karna dia takut Ziga merasa tidak nyaman di rumahnya yang kecil dan sederhana ini.

"Tentu," jawab Ziga. Dan itu bukanlah jawaban yang di inginkan Via, karna sejujurnya dia tidak merasa nyaman membawa Ziga kerumah. Apalagi di rumah ada bibi Weny.

"Aku pulang," teriak Via dari pintu yang langsung di sambut oleh Inah, asisten rumah tangga di rumah Via.

"Nona Via sudah pulang?" tanya Mba Inah.

"Iya mba," jawab Via.

"Bibi Weny ada?" tanya Via.

"Ada di kamarnya Non," jawab Inah.

"Silakan duduk!" ucap Via kepada Ziga.

"Tunggu sebentar, aku akan memperkenalkan bibi Weny padamu," tambah Via.

Ziga tak menjawab, dia hanya menganggukkan kepalanya kemudian duduk di sofa ruang tamu.

"Mba, tolong buatkan minuman untuk tamu saya," pinta Via.

"Baik Non," jawab Inah yang kemudian langsung menuju dapur.

"Via segera beranjak naik ke atas., tapi baru beberapa langkah dia kembali kehadapan Ziga.

"Aku harus mengenalkanmu sebagai siapa?" tanya Via, dia menatap Ziga dengan kebingungan.

Ziga pun terdiam, dia nampak berfikir sejenak.

Jika aku bilang calon suami sepertinya itu tidak mungkin, bagaimana jika nanti Bibinya tidak setuju, bisa repot urusannya, fikir Ziga.

"Bilang saja aku kekasihmu," jawab Ziga.

"Tapi selama ini aku berada di luar negeri, jadi kita jarang bertemu," jelas Ziga.

Benar juga apa yang di katakan Ziga, batin Via. Itu adalah jawaban yang paling memungkinkan, fikir Via.

Via pun menganggukkan kepalanya, kemudian gadis cantik itu segera menuju kamar Weny.

Via mengetuk pintu kamar Weny.

"Bi, ini Via," panggil Via dari luar pintu.

"Masuklah Vi," jawab Weny dari dalam kamarnya.

"Apa bibi sibuk?" tanya Via ragu-ragu.

"Tidak, ada apa Vi?" tanya Weny penasaran.

"Apa kau baru saja menjenguk kakakmu?" tanya Weny lagi.

Via pun menganggukkan kepalanya.

"Bi, Via ingin mengenalkan seseorang pada bibi," ucap Via ragu-ragu.

"Siapa Vi?" tanya Weny penasaran, tak biasanya Via membawa seseorang ke rumah.

"Ehm ... kekasih Via Bi," jawab Via pelan, dia takut Weny akan menolak kedatangan Ziga.

"Baiklah, ayo temui dia," ucap Weny. Dan mereka berdua pun segera turun ke bawah untuk bertemu dengan Ziga.

1
Mama Pesek
ehh! punya pesawat pribadi? kenapa kemaren waktu ke NY, naik pesawat biasa dan booking pesawat kelas 1? 🤔🤔🤔
Mama Pesek
cie....udah sayang sayang aja nih.
Mama Pesek
yaelah....25thn, laki-laki lagi, masih panjang kali. ponakan 2 orang cewek umur segitu juga belum punya gandengan, tapi kami masih santai.
kalo 28 atau 29, mungkin lah mulai khawatir.
Anggiat Silaen
lnjuut kk ceritaa ny seruu.....akuu setia menanti 😊😊👍
Fita Dikiawang
ceritanya bagus
Feni Poenya Abel
👍👍😘😘
laili_TQ
Luar biasa
Aphry
kacang lupa akan kulitnya... cocok banget ama si Via
Ida Blado
heleh paling males kalau cerita hamil kembar,,,,bosen semia novel hamil anaknya kembar,dari yg 2 sampai 5
Ida Blado
aku paling seneng baca baagian begini trs ceweknya pergi dn tk pernah kembali,lalu si cowok hancur 😅
Oh Dewi
mampir ah mana tau seru.
Btw, aku pernah baca novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, itu keren banget. Kalo search jangan lupa tanda kurungnya
Ozell
lah salah siapa Via ... jgn nangis, jg sakit hati, kan km jg yg sdh buat ziga spt itu. ingat via, km itu sdh bersuami, km bilang mencintai suamimu eeeehhh malah perhatiin cowok lain, heredere
Ozell
sdh via, kamu cerai aja dg ,ziga, sbg balas budimu ke fello, ya nikah dgnya.... via tdk punya hati nurani yg baik.
Ozell
jika via belum bersuami, sah2 aja mau rawat felo, ini cewek tdk tau statusnya atau apalah, tensin dg via
Nurwana
menarik....
Nurwana
jgn terlalu berharap via klu kamu tdk mau terluka.
Nurwana
mudah-mudahan bukan via dluan yg jatuh cinta, melainkan ziga duluan.
Nurwana
AW AW AW .... panggilannya dah pake sayang.....
Febri Ana
cusss lanjuutt
Febri Ana
mantaapp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!