Sinopsis:
Lima belas tahun setelah perpisahan yang dipenuhi salah paham, Helena kembali bertemu dengan Arthur Fernando, mantan suami yang tak pernah berhenti mencarinya. Di balik perceraian mereka, tersimpan konspirasi musuh yang ingin menghancurkan klan Fernando. Kini, saat kebenaran terungkap, Arthur bertekad merebut kembali Helena, meski harus menjadikannya tawanan cinta yang tak pernah padam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19: Pengakuan Robert
Ruangan itu terasa semakin dingin. Arthur dan Helena duduk di sofa berhadapan dengan Robert, yang duduk di kursi utama ditemani oleh istrinya, Maria. Udara di ruang tamu megah itu terasa berat. Helena menatap Robert dengan mata penuh pertanyaan. Arthur menggenggam tangan Helena erat, jari-jarinya sedikit gemetar.
Robert menghela napas panjang. Matanya menatap Helena dengan tatapan yang sulit dibaca. "Helena, maafkan aku. Selama lima belas tahun ini, aku tahu di mana kamu berada. Aku tahu kamu tinggal di Surabaya. Aku juga tahu kamu bekerja di perusahaan konstruksi. Dan aku tahu..." Robert berhenti, matanya menatap Helena dengan tatapan sedih. "...aku tahu kamu memiliki seorang anak bernama James."
Helena tersentak. "Apa? Bapak tahu? Selama ini Bapak tahu?"
Arthur juga terkejut. "Ayah? Apa maksudmu? Kamu tahu Helena di mana selama ini? Dan kamu tidak pernah memberitahuku?"
Robert menunduk, menatap lantai sejenak, lalu kembali menatap Arthur. "Maafkan aku, Arthur. Aku sengaja menyembunyikan keberadaan Helena darimu. Bukan karena aku membencinya, bukan karena aku tidak ingin kalian bersatu kembali. Tapi karena aku ingin melindungi kalian berdua."
Arthur berdiri, wajahnya memerah. "Melindungi? Ayah, kamu menyembunyikan istriku dariku! Kamu menyembunyikan anakku dariku! Selama lima belas tahun, aku mencari Helena. Aku mengeluarkan uang puluhan miliar untuk mencari jejaknya. Dan kamu tahu di mana dia berada?"
Robert mengangguk pelan. "Aku tahu, Arthur. Dan aku menyesal. Tapi aku melakukannya dengan alasan yang kuat."
Maria, ibu Arthur, yang selama ini diam, akhirnya berbicara. "Arthur, dengar dulu ayahmu. Dia tidak melakukannya dengan sengaja untuk menyakitimu. Ada ancaman besar yang mengintai keluarga kita. Ancaman yang tidak pernah kamu ketahui."
Arthur menatap ibunya. "Ancaman? Apa ancaman yang membuat kalian menyembunyikan Helena?"
Robert menghela napas panjang. "Lima belas tahun lalu, saat kamu menikahi Helena, ada seseorang di dalam keluarga kita sendiri yang tidak menyetujui pernikahan itu. Orang itu adalah adik iparku—pamanmu, Arthur. Namanya Hendra."
Arthur membelalak. "Paman Hendra? Tapi dia sudah lama tidak berhubungan dengan kita."
Robert menggeleng. "Dia tidak pernah pergi, Arthur. Dia hanya bersembunyi. Dia adalah orang yang menghancurkan pernikahanmu. Dia menyebarkan fitnah bahwa Helena hanya menikahimu demi uang. Dia juga mengancam akan membunuh Helena jika dia tidak pergi. Dan dia memiliki jaringan yang sangat kuat. Aku tahu dia akan berusaha mencelakakan Helena."
Helena menunduk, air matanya mulai mengalir. "Selama ini aku mengira keluarga Bapak tidak menyukaiku. Tapi ternyata Bapak justru melindungiku?"
Robert mengangguk. "Maafkan aku, Helena. Aku tidak bisa memberitahumu secara langsung karena aku takut Hendra akan mengetahuinya. Jadi aku diam-diam melindungimu dari belakang. Aku yang memastikan kamu bisa bekerja di perusahaan konstruksi itu. Aku yang memastikan kamu dan James tidak pernah kekurangan. Dan aku yang memastikan Arthur tidak bisa menemukanmu, karena aku takut Hendra akan menargetkan kamu jika Arthur kembali mencarimu."
Arthur menatap ayahnya, matanya berkaca-kaca. "Jadi, selama lima belas tahun ini, kamu melindungi Helena di belakang layar, dan kamu tidak memberitahuku?"
Robert menunduk. "Aku tidak punya pilihan, Arthur. Hendra sangat berbahaya. Jika dia tahu kamu mencoba mencari Helena, dia akan langsung bergerak. Dan aku tidak ingin kehilangan kalian berdua."
Helena menangis, memeluk Arthur. "Arthur, aku tidak tahu. Aku selalu mengira Bapak dan Ibu membenciku."
Maria berdiri, berjalan mendekati Helena, dan duduk di sampingnya. "Kami tidak pernah membencimu, Helena. Kami hanya ingin melindungimu. Dan kami juga ingin melindungi Arthur."
Helena menatap Maria. "Tapi sekarang James sudah diculik. Apa yang harus kami lakukan?"
Robert menghela napas. "Hendra adalah dalang di balik penculikan James. Dia tahu James adalah cucuku. Dia ingin menggunakan James untuk memaksa kita menyerah. Mungkin dia ingin meminta tebusan, atau mungkin dia ingin menghancurkan keluarga kita selamanya."
Arthur mengepalkan tangannya. "Aku tidak akan membiarkan Hendra menyakiti James. Aku harus mencari dia."
Robert mengangguk. "Kami akan membantu. Aku sudah memiliki tim yang siap bergerak. Kami telah memantau Hendra selama bertahun-tahun. Dan sekarang, saatnya kita menghadapinya."
Arthur menatap ayahnya. "Tapi kenapa kamu baru bicara sekarang, Ayah? Kenapa tidak dari dulu?"
Robert menunduk, suaranya bergetar. "Karena aku takut, Arthur. Aku takut jika aku memberitahumu, kamu akan langsung bertindak dan membahayakan dirimu sendiri. Aku sudah kehilangan banyak hal dalam hidup ini. Aku tidak ingin kehilangan anakku juga."
Arthur menatap ayahnya dengan tatapan campuran antara marah dan sedih. "Ayah, kamu harusnya percaya padaku. Aku bukan lagi anak kecil. Aku bisa melindungi diri sendiri. Dan aku juga bisa melindungi keluargaku."
Robert mengangguk. "Maafkan aku, Arthur. Aku hanya ingin melindungi kalian."
Helena menatap Robert dan Maria. "Bapak, Ibu, terima kasih sudah melindungiku selama ini. Tapi sekarang, James dalam bahaya. Aku tidak bisa diam. Aku harus mencari anakku."
Robert berdiri. "Kami akan membantu. Aku akan mengerahkan semua sumber dayaku. Kami akan menemukan James. Dan kami akan memastikan Hendra tidak akan pernah menyakiti kalian lagi."
---
Malam itu, Arthur dan Helena tidak bisa tidur. Mereka duduk bersama, menunggu kabar dari tim yang dikerahkan Robert. Helena berbaring di pangkuan Arthur, menangis pelan.
Arthur mengusap rambut Helena dengan lembut. "Hel, aku janji. Aku akan menemukan James. Dan aku akan membawanya pulang dengan selamat."
Helena menatap Arthur, dengan mata yang merah dan penuh ketakutan. "Arthur, bagaimana jika Hendra menyakiti James? Bagaimana jika dia...?"
Arthur menutup mulut Helena dengan lembut. "Jangan pernah berpikir seperti itu. James adalah anak yang kuat. Dia akan bertahan. Dan kita akan menyelamatkannya."
Pukul 02.00, telepon Arthur bergetar. Itu Aldi.
"Pak, kami mendapatkan petunjuk. Ada laporan dari salah satu saksi yang melihat sebuah mobil hitam melintas ke arah pantai utara. Ada kemungkinan James berada di gudang tua di daerah sana."
Arthur langsung berdiri. "Siapkan tim. Kita bergerak sekarang."
Helena juga bangkit. "Arthur, aku ikut."
Arthur menatap Helena. Dia ingin menolak, tapi melihat tatapan Helena yang penuh tekad, dia tidak bisa. "Baik. Tapi kamu harus tetap di belakang. Jangan mengambil risiko."
Helena mengangguk. Dia berdoa agar James masih selamat. Dan dia berdoa agar mereka bisa sampai tepat waktu.