CERITA INI SAMBUNGAN DARI NOVEL SEBELUMNYA YANG BERJUDUL SAMA ,TAPI DI SINI KITA AKAN BERFOKUS PADA CERITA IVAN DAN ANGGI
Anggi yang awalnya hanya gadis biasa dan hidup pas²an tapi semuanya berubah setelah kepergian sang ayah untuk selama nya di mana dokter yang menangani ayah nya berjanji pada ayah nya sebelum meninggal
Hingga hubungan keduanya menjadi saudara tak kalah orang tua dokter mengangkatnya jadi anak Namun ada yang membuat Anggi tidak tenang saat perasan nya mulai tumbuh pada sang dokter.
nanti kita akan selingi dengan Brian dan Alex ya 😘😘😁
bagaimana kisah keduanya ?? apa kah mereka akan bahagia atau mereka akan memiliki jalan yang berbeda ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Adik
" Masih sakit " Anggi menggeleng pelan " Tidak seperti semalam " Jawab Anggi dengan helaan napas terputus .
Anggi harus bangun saat semua orang belum bangun sebab tidurnya terusik karena ulah Ivan yang tiba-tiba saja bermain di area bawahnya .
" Aku ingin seperti ini " Ujar Ivan memeluk Anggi dari belakang keduanya masih dalam keadaan naked.
" Aku harus sekolah kak " Ujar Anggi serius .
" Ya Aku tahu, kakak juga harus ke rumah sakit " Jawab Ivan .
' Kakak " Panggil Anggi pelan .
" Yes baby " Jawab Ivan mencium pundak Anggi yang masih basah .
" Kalau ayah sama ibu tahu ...."
" Tidak perlu memikirkan apa pun,itu akan menjadi urusanku paham " Anggi menggaguk pelan .
' Tapi kakak akan menikah ....."
" Aku tidak akan menikah dengan siapa pun " jawab Ivan tegas .
" Itu berarti denganku juga " Tanya Anggi polos ,entah kenapa dia bisa bertanya begitu hingga dia langsung menutup mulutnya dengan cepat .
" Apa kamu ingin menikah dengan ku " Tanya balik Ivan sambil membalikkan tubuh Anggi ,kini keduanya saling berhadapan .
" Jawab " Ujar Ivan mengelus pipi Anggi merapikan anak rambut yang menutupi wajah polos Anggi .
" Mau ' Jawabnya jujur ,Ivan menarik sudut bibirnya lalu mencium bibir Anggi dengan lembut .
" Kamu adik ku baby " Bisik Ivan setelah melepaskan ciumannya .
Mendengar jawaban Ivan membuat Anggi terdiam tapi detik kemudian dia tersenyum menatap Ivan.
" Iya Kak " Jawab Anggi.
" Bangun ayo, Anggi harus ke sekolah kakak juga kan " Anggi mengalihkan pembicaraan.
" Anggi " Ivan menahan tubuh Anggi yang akan bangun " Dengarkan kakak dulu " Lanjutnya lagi.
" Sudah mau jam 6 kak , aku ada les pagi ,baru tidak ada ibu yang akan membuat kan bekal " Ujar Anggi lembut .
" Biar bibi ...."
" Ayo bangun ,aku mandi ya kakak " Anggi langsung berlari ke arah kamar mandi dengan tubuh polosnya meninggalkan Ivan yang terdiam di atas tempat tidur dengan posisi tubuhnya yang bertumbuh dengan lengan kanannya .
Di dalam kamar mandi Anggi tertawa karena kebodohannya yang secara terang-terangan menjawab ingin menikah dengan Ivan .
" ha ...ha..ha bahkan ini lebih lucu dari lawakan " Ujar Anggi tertawa hambar .
lalu menatap dirinya dari pantulan kaca di mana tubuhnya di penuhi dengan tanda hasil karya Ivan bahkan bagian pahanya pun tidak lepas dari sasaran nya .
perlahan Anggi membasahi tubuh nya dengan shower yang sudah menyala ,padahal ingin sekali rasanya berendam karena seluruh tubuhnya terasa remuk apa lagi bagaikan bawahnya tapi entah kenapa semuanya itu hilang saat mendengar ucapan Ivan tadi ,semuanya meluap mengikuti hembusan angin hingga dia bisa berlari ke arah kamar mandi .
Sedangkan di luar Ivan membereskan kekacauan yang ada di kamar adik nya ,lalu memakai kembali pakaiannya semalam membuka sprei di mana di sana terlihat jelas tanda yang berwarna merah bahkan di selimut nya pun ada .
Huh
Ivan meletakan kain itu di keranjang kotor lalu mendekati pintu kamar mandi .
Tok ...tok ....
" Jangan lama Berendam nya Dek, kakak ke kamar dulu mau mandi " Ujar Ivan lembut .
" Iya kak " Ivan meninggalkan kamar Anggi menuju kamarnya .
🪵
🪵
15 menit sudah cukup untuk Anggi ,lalu dia ke luar dari kamar mandi dia menatap sekeliling nya sudah rapi begitu juga tempat tidur yang sudah polos tidak ada lagi seprei nya .
Anggi membawa kakinya ke arah ruangan ganti untuk bersiap-siap
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Anggi menatap ke arah samping saat ada yang menarik kursi kosong di sampingnya .
Cup
" yakin mau sekolah " Anggi menggaguk lalu kembali fokus pada roti yang ada di tangan nya .
" Nanti Kaka yang antar ke sekolah " Anggi hanya diam saja " Bibi sudah siapkan bekal Anggi " Tanya Ivan menetap pelayan yang tidak jauh dari mereka .
" Sudah Den " jawab Pelayan sopan.
" Bibi bisa kebelakang " Pelayan mengaguk , lalu meninggalkan kan kedua orang itu .
" Kamu marah " Anggi menatap Ivan lalu menggeleng ,Ivan tidak bertanya lagi dia mengambil sarapan yang sudah di siapkan pelayan .
🪵
🪵
Selesai sarapan keduanya langsung ke luar dari rumah di mana mobil Ivan sudah berada di depan pintu .
Anggi masuk dalam mobil begitu juga Ivan tapi saat keduanya berada dalam mobil ponsel ivan berdering dan itu panggilan dari ibunya .
" Hallo Bu "
" Kamu sudah mau kerja " Tanya Widya lembut .
" Ya ini sekalian antar Ade " Jawab Ivan sambil melirik ke arah Anggi yang lagi memasang seat belt nya .
" jangan pulang larut ya ,kasian Adenya jika sendirian di rumah " Nasehat Widya lembut .
" Iya ,ibu tenang saja " Jawab Ivan memasang seat belt nya lalu menyalakan mobilnya .
" iya sudah hati² ,ibu ma pergi juga sama ayah ini " Ujar Widya lembut .
" Iya Bu ,salam buat ayah " Ujar Ivan lalu mematikan Panggilan nya .
" Kenapa ? " Anggi menatap lalu tersenyum " Tidak " Jawab Anggi lembut .
Ivan mengambil tangan Anggi menyatukan kedua tangannya yang di selipkan di sela jari keduanya .
" Kiss " Anggi mendekatkan wajahnya mencium bibir Ivan membuat pria itu tersenyum lalu membalas ciuman Anggi .
" Siap " Anggi hanya mengaguk ,lalu kembali menatap ke arah luar jendela .
Ivan menjalankan mobilnya , meninggalkan rumah besar itu !
Sepanjang perjalan Anggi hanya menatap ke arah luar tanpa peduli dengan Ivan yang terus mencium tangan nya .
" Masih sakit " Anggi menggeleng tanpa menatap Ivan " Lalu " Anggi kembali menggeleng hingga membuat Ivan menepi kan mobilnya ke samping jalan .
" Kenapa kak " Tanya Anggi menatap Ivan .
" Kamu yang kenapa ? Sejak tadi kamu banyak diam " Tanya balik Ivan menatap Anggi .
" Aku tidak papa Kak " Jawab Anggi .
" Jika tidak enak badan ,kamu di rumah saja " Anggi menggeleng " Anggi baik² saja kak " Ivan tidak bertanya lagi memilih kembali menjalankan mobilnya mengantar Anggi ke sekolah .
Beberapa menit kemudian mobil Ivan sudah berada di area parkir mobil ,Anggi langsung melepas kan seat belt nya lalu menatap Ivan yang juga menatap nya .
Cup
" Makasih " Ujar Anggi lalu ke luar dari mobil Ivan tidak lupa membawa tas ranselnya Sedangkan Ivan hanya diam saja tanpa ekspresi.
Hingga wanita itu mulai menghilang dari pandangan nya baru Ivan menjalankan mobilnya meninggalkan sekolah Anggi menuju rumah sakit .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Anggi menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘
lanjut dong kak 🙏