NovelToon NovelToon
Pacar Kecil Tuan Muda

Pacar Kecil Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi / Beda Usia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:28k
Nilai: 5
Nama Author: mul

" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .

......

Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .

" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .

" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .

" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.

" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.


next

yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 Ara tantrum

Ara langsung menatap ke sekitar ruangan Sean yang jauh berbeda dari ruangannya biasanya.

"Kalian keluarlah," ucap Sean pada beberapa bodyguard-nya yang berjaga di dalam ruangan.

"Mmmh, nggak mau dekat Sayang lagi," ucap Ara mengusap air matanya dan duduk menjauh begitu Sean menurunkannya di sofa.

Sean yang masih berdiri melepas jasnya sebelum duduk bersama Ara di sofa.

"Sini," Sean memegang sebelah tangan Ara dan menarik agar duduk lebih dekat padanya.

"Nggak mau, pembohong, jahat," kata Ara menepis tangan Sean yang akan menyentuhnya.

"Kamu yang jahat, mengabaikan aku semenjak kenal dosen itu," ucap Sean menarik dengan paksa Ara sampai duduk di atas pangkuannya.

"Mmmh," Ara meronta-ronta di atas pangkuan Sean bahkan kembali tantrum.

Muachhh

Sean mengecup pipi Ara dengan rasa rindu sampai berkali-kali.

"Ihhhh, nggak mau," teriak Ara menghindari kecupan Sean.

Sean memegang tengkuk Ara lalu mencium bibirnya untuk pertama kali.

"Hwaaaa," Ara menangis histeris ketika Sean memaksanya.

"Menangis lagi, aku perkosa," bisik Sean yang membuat Ara langsung terdiam membeku.

"Sean jahat," tangis Ara dengan suara gemetaran menatap Sean dengan air mata berjatuhan mendengar ancaman pria itu.

"Sudah berani melawan," ucap Sean mencium Ara lagi dengan brutal sampai Ara menangis terisak-isak.

Ara mendapati Sean dalam versi dominan yang jauh berbeda dari biasanya.

Tegas dan mendominasi!

"Aku merindukanmu, Baby, tidak ingin bertengkar sekarang," ucap Sean menaikkan kedua kaki Ara ke atas sofa.

"Ara mau pulang," suara kecil Ara menatap dengan takut seisi ruangan Sean yang dijaga ketat sekali oleh bodyguard sampai dekat jendela pun ada.

"Pulangnya nanti, aku ingin melepas rindu dulu pada pacar kecilku ini," ucap Sean memiringkan duduk Ara dan mengecup keningnya.

"Hmmmm, Ara mau putus aja," kata Ara mengusap air matanya dengan perasaan sedih.

"Aku tidak mau," ucap tegas Sean.

"Terus mau apa? Sayang udah tunangan, Ara, Ara," Ara menatap Sean dengan tatapan hancur dan sedih sampai tubuhnya bergetar.

"Sayang kok jahat, pacaran sama Ara tapi tunangannya sama yang lain," tangis Ara dengan begitu polos sama sekali tidak menutupi perasaannya.

"Hwaaaa, kalau nggak suka Ara, putusin Ara dulu," mewek Ara terus mengusap air matanya yang jatuh tiada henti mewakili hatinya yang sangat tersakiti.

"Emangnya kamu mau aku putusin?" tanya Sean yang bukannya iba malah gemas melihat Ara menangis seperti ini.

"Enggak," jawab Ara.

"Ara cinta banget sama Ayang, nggak mau putus," rengek Ara dengan serius memeluk leher Sean.

"Terus kalau nggak mau diputusin, kenapa minta putus?" tanya Sean menahan tawa mengelus-elus punggung Ara yang menangis di pundaknya.

"Jadi Ayang beneran mau putusin Ara?" tanya Ara menatap Sean dengan mata berkaca-kaca.

"Mau nikah sama tante itu," kata Ara tiba-tiba mengambil pistol dari pinggangnya dan mengarahkan ke pelipis Sean.

"Tuan Muda," sepuluh bodyguard Sean langsung masuk ke dalam ruangan begitu melihat gadis yang duduk di pangkuan Sean mengeluarkan pistol pada Sean.

"Ara," ucap Sean dengan suara tersendat, benar-benar tidak expect kalau pacar kecilnya yang manja ini membawa pistol.

"Pokoknya Ayang nggak boleh nikah sama yang lain," teriak Ara kembali menangis terisak.

"Tidak, Baby, aku tidak menikah dengan siapa pun," ucap Sean mencoba mengalihkan perhatian Ara.

"Terus kenapa tunangan sama tante itu?" tanya Ara.

Dengan begitu sigap, dalam sekali tarikan, Bimo mengambil pistol dari tangan Ara.

"Ihhhh, balikin pistol Ara," teriak Ara begitu Bimo mengambil pistolnya.

"Nona ingin Boss mati, kan? Kebetulan aku juga dendam padanya, biar aku yang membunuhnya," ucap Bimo mengarahkan pistol itu pada Sean.

"Nggak," kata Ara langsung memeluk dan melindungi kepala Sean bahkan menghadang pistol itu.

"Loh, katanya Nona mau membunuhnya," lesu Bimo menurunkan pistol itu.

"Itu kan kalau dia menikah dengan wanita lain, Ara menyayanginya, nggak mau dia mati," kata Ara dengan begitu tidak konsisten.

"Nona, berita yang beredar itu hanya sebuah skandal, Tuan Muda setia padamu," ucap valid Bimo.

"Nggak, kalian semua pembohong," kata Ara yang sangat kaget mengetahui fakta sebenarnya tentang siapa Sean.

Belum cukup sampai di situ, jiwa Ara semakin berguncang mendengar bahwa Sean akan bertunangan dengan seorang wanita, dan saat ingin menemui Sean untuk mendapatkan klarifikasi, malah berita yang lebih gila lagi yang Ara dengar di perusahaan.

Bagaimana dia tidak tantrum.

"Kalian keluar dan tenanglah, pacarku ini tidak mungkin membunuhku," gemas Sean yang masih ingin mengecupi pacar kecilnya.

"Ara nggak mau dekat lagi, Ayang udah gatal dekat-dekat sama banyak wanita," ucap Ara turun dari pangkuan Sean dan duduk menjauh.

"Baby, jika kamu terus cuek pacarmu, bukan tidak mungkin wanita lain akan lebih gatal pada pacarmu," ucap Sean sebagai pria dewasa punya cara tersendiri menghadapi pacar kecilnya.

"Ladeni saja semua wanita, bukankah Ayang kaya raya, bisa pesan wanita mana pun yang Ayang mau," kata Ara dengan suara bergetar, kali ini dia menangis karena relung hatinya benar-benar tersakiti, tidak lagi tantrum seperti sebelumnya.

"Baby, aku tidak begitu," ucap Sean yang langsung berubah cemas melihat Ara menangis dalam diamnya.

"Maaf jika selama ini aku tidak memberitahu kamu identitas asliku, aku melakukannya karena ingin tau kamu tulus mencintaiku atau hanya seperti wanita lain," ucap Sean.

"Ara tulus cinta sama Ayang, Ara mengejar Ayang karena emang suka sejak pandang pertama, Ara nggak tau kalau Ayang putra mahkota Grup Brisbane," ucap Ara.

"Ara cuma mau Ayang jadi pasangan Ara," kata Ara menatap Sean dengan tatapan kosong.

"Tapi yaudah, kalau Ayang mau memilih wanita yang lebih baik dari Ara, nggak apa-apa, itu hak Ayang," kata Ara mewek.

"Kita pu," Sean langsung mencium Ara beberapa kali, tidak membiarkan dia melanjutkan ucapannya lagi.

"Baby, kamu adalah pasanganku satu-satunya, nggak ada yang lain, kamu pemenangnya," ucap Sean menghapus air mata Ara.

"Udah cukup menangisnya," kata Sean mendekap Ara.

"Berhenti berpikir macam-macam," sambung Sean merapikan rambut Ara yang sudah berantakan.

"Ayang nggak beneran bakalan tunangan sama Tante itu, kan?" tanya Ara.

Muachhh

"Tidak, Baby," kata Sean mengecup kelopak mata Ara yang masih basah dengan air mata itu.

"Belum punya istri, kan?" tanya Ara lagi.

"Belum, Cintaku," ucap Sean mengecup pipi Ara berkali-kali.

"Cuma Ara, kan, pacar Ayang?" tanya Ara lagi.

"Iya," jawab Sean kini mengecup bibir Ara.

"Ara, kenapa tadi sampai mengamuk di lantai dasar?" tanya Sean setelah Ara cukup tenang.

"Mereka nggak biarin Ara ketemu dan bilang Ayang udah mau tunangan," ucap Ara dengan polos.

"Terus kenapa kamu percaya?" ucap Sean sedikit heran, tak biasanya Ara mudah diprovokasi.

"Tante Shania yang bilang, dan saat Ara tanya resepsionis, mereka mengangguk," cerita Ara.

"Shania?" ulang Sean karena dia tidak melihat Shania ada di sana ketika menjemput Ara ke lantai dasar.

"Tante itu bilang banyak hal, terus katanya Ayang juga nggak cinta Ara dan bakalan ninggalin Ara nikah, Ayang baik cuma karena kasihan sama Ara," ucap Ara menatap Sean dengan intens.

"Emang bener Ayang baik cuma karena kasihan sama Ara?" tanya Ara dengan polos menanti jawaban dari Sean yang hanya terdiam.

1
Linda Ayu Tong-Tong
bagus sean...dan ara ayolah dewasalah sedikit..umurmu jg gk remaja lagi lo..hey
Linda Ayu Tong-Tong
katerlaluan gk sih thor ara ini..jgn gtu lah..kasih dia sifat dewasa dikit..
Yel
ara kapan sih bisa dewasanya 🤣 bikin salah paham trs, ksian sean
Linda Ayu Tong-Tong
akhirnya nicholas koit jg..jahat sih🤣🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
gaaaaass lanjut kak..iiih keren daddy nya ara..tuh kamu harus banyak belajar dri daddy ara sean...
Dewi kunti
semangat seaaaaann
Yel
sean sweet bet 😭
Dewi kunti
hadeeeeehhh cinta buta
Dewi kunti
melupakan kali yaaaa
Yel
chapter 100 pun gas ini mah 🤣
Arin
Kalau sampai Nicholas tau Ara di mana, berarti Irene yang bocorkan informasi nya
Linda Ayu Tong-Tong
waduh masa ara mau diculik
Adinda
Ara anaknya Alex sama lala ya Thor,berarti lala punya kakak cowok dua ya
Yel
nikah nikah nikah 🤭
Arin
Namanya perempuan.... biarpun Ara dari keluarga kaya. Kalau di belikan pacar pasti gak nolak lah..... apalagi kalau yang di belikan barang mahal yang limited edition🤭🤭🤭
Yel
jgn lupa acara nikah nya thor, udh 50an chap soalny 😍
Linda Ayu Tong-Tong
kpn mreka nikah thor..dah gk sabaaarrr
Linda Ayu Tong-Tong
iiih baguussss🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
wakakaka ara lu ngajari camermu ngambekk🤣🤣🤣🤣🤣
Yel
ihiww double date 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!