" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .
......
Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .
" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .
" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .
" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.
" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.
next
yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 Ara tantrum
Ara langsung menatap kesekitar ruangan Sean yang jauh berbeda dari ruangan nya biasanya .
" Kalian keluarlah " ucap Sean pada beberapa bodyguard nya yang berjaga di dalam ruangan .
" Mmmh, nggak mau dekat Sayang lagi " ucap Ara mengusap air matanya dan duduk menjauh begitu Sean menurunkan nya di sofa .
Sean yang masih berdiri melepas jas nya sebelum duduk bersama Ara di sofa .
" Sini " Sean memegang sebelah tangan Ara dan menarik agar duduk lebih dekat padanya .
" Nggak mau, pembohong, jahat " kata Ara menepis tangan Sean yang akan menyentuhnya.
" Kamu yang jahat, mengabaikan aku semenjak kenal dosen itu " ucap Sean menarik dengan paksa Ara sampai duduk diatas pangkuan nya .
" Mmmh " Ara meronta-ronta diatas pangkuan Sean bahkan kembali tantrum .
Muachhh
Sean mengecup pipi Ara dengan rasa rindu sampai berkali-kali.
" Ihhhh, nggak mau " teriak Ara menghindari kecupan Sean .
Sean memegang tengkuk Ara lalu mencium bibirnya untuk pertama kali .
" Hwaaaa" Ara menangis histeris ketika Sean memaksanya .
" Menangis lagi aku perkosa " bisik Sean yang membuat Ara langsung terdiam membeku .
" Sean jahat " tangis Ara dengan suara gemetaran menatap Sean dengan air mata berjatuhan mendengar ancaman pria itu .
" Sudah berani melawan " ucap Sean mencium Ara lagi dengan brutal sampai Ara menangis terisak-isak.
Ara mendapati Sean dalam versi dominan yang jauh berbeda dari biasanya.
Tegas dan mendominasi!.
" Aku merindukanmu Baby, tidak ingin bertengkar sekarang" ucap Sean menaikkan kedua kaki Ara keatas sofa .
" Ara mau pulang " suara kecil Ara menatap dengan takut seisi ruangan Sean yang dijaga ketat sekali oleh bodyguard sampai dekat jendela pun ada .
" Pulangnya nanti, Aku ingin melepas rindu dulu pada pacar kecil ku ini " ucap Sean memiringkan duduk Ara dan mengecup kening nya .
" Hmmmm, Ara mau putus aja " kata Ara mengusap air matanya dengan perasaan sedih .
" Aku tidak mau" pernyataan tegas Sean .
" Terus mau apa?, Sayang udah tunangan , Ara, Ara , " Ara menatap Sean dengan tatapan hancur dan sedih sampai tubuhnya bergetar .
" Sayang kok jahat, pacaran sama Ara tapi tunangan nya sama yang lain " tangis Ara dengan begitu polos sama sekali tidak menutupi perasaan nya .
" Hwaaa, kalau nggak suka Ara putusin Ara dulu " mewek Ara terus mengusap air matanya yang jatuh tiada henti, mewakili hatinya yang sangat tersakiti .
" Emangnya kamu mau Aku putusin?" pertanyaan Sean yang bukannya iba malah gemas melihat Ara menangis seperti ini.
" Enggak" jawab Ara .
" Ara cinta banget sama Ayang, nggak mau putus " rengek Ara dengan serius memeluk leher Sean .
" Terus kalau nggak mau diputusin kenapa minta putus?" tanya Sean menahan tawa mengelus-elus punggung Ara yang menangis di pundak nya .
" Jadi Ayang beneran mau putusin Ara?" tanya Ara menatap Sean dengan mata berkaca-kaca.
" Mau nikah sama Tante itu" kata Ara tiba-tiba mengambil pistol dari pinggang nya dan mengarahkan ke pelipis Sean .
" Tuan muda" sepuluh bodyguard Sean langsung masuk kedalam ruangan begitu melihat gadis yang duduk di pangkuan Sean mengeluarkan pistol pada Sean .
" Ara " ucap Sean dengan suara tersendat benar-benar tidak expect kalau pacar kecilnya yang manja ini membawa pistol .
" Pokoknya Ayang nggak boleh nikah sama yang lain " teriak Ara kembali menangis terisak .
" Tidak Baby, aku tidak menikah dengan siapapun" ucap Sean mencoba mengalihkan perhatian Ara .
" Terus kenapa tunangan sama Tante itu?" pertanyaan Ara.
Dengan begitu sigap dalam sekali tarikan Bimo mengambil pistol dari tangan Ara .
" Ihhhh, balikin pistol Ara" teriak Ara begitu Bimo mengambil pistol nya .
" Nona ingin boss mati kan, kebetulan aku juga dendam padanya biar aku yang membunuhnya " ucap Bimo mengarahkan pistol itu pada Sean .
" Nggak" Kata Ara langsung memeluk dan melindungi kepala Sean bahkan menghadang pistol itu .
" Loh, katanya Nona mau membunuhnya " lesu Bimo menurunkan pistol itu .
" Itukan kalau dia menikah dengan wanita lain , Ara menyayangi nya , nggak mau dia mati " kata Ara dengan begitu tidak konsisten.
" Nona berita yang beredar itu hanya sebuah scandal, tuan muda setia padamu " pernyataan valid Bimo
" Nggak, kalian semua pembohong " kata Ara yang sangat kaget mengetahui fakta sebenarnya tentang siapa Sean .
Belum cukup sampai disitu jiwa Ara semakin berguncang mendengar bahwa Sean akan bertunangan dengan seorang wanita dan saat ingin menemui Sean untuk mendapatkan klarifikasi malah berita yang lebih gila lagi yang Ara dengar di perusahaan.
Bagiamana dia tidak tantrum .
" Kalian keluar dan tenanglah, pacarku ini tidak mungkin membunuhku " gemas Sean yang masih ingin mengecupi pacar kecilnya.
" Ara nggak mau dekat lagi, Ayang udah gatal dekat-dekat sama banyak wanita " ucap Ara turun dari pangkuan Sean dan duduk menjauh .
" Baby jika kamu terus mencueki pacarmu bukan tidak mungkin wanita lain akan lebih gatal pada pacarmu " ucap Sean sebagai pria dewasa punya cara tersendiri menghadapi pacar kecilnya .
" Ladeni saja semua wanita, bukankah Ayang kaya raya bisa pesan wanita manapun yang Ayang mau " kata Ara dengan suara bergetar kali ini dia menangis karena relung hatinya benar-benar tersakiti tidak lagi tantrum seperti sebelumnya .
" Baby, aku tidak begitu" ucap Sean yang langsung berubah cemas melihat Ara menangis dalam diam nya.
" Maaf jika selama ini aku tidak memberitahu kamu identitas asliku , Aku melakukan nya karena ingin tau kamu tulus mencintai ku atau hanya seperti wanita lain" ucap Sean.
" Ara tulus cinta sama Ayang, Ara mengejar Ayang karena emang suka sejak pandang pertama, Ara nggak tau kalau Ayang putra mahkota Brisbane grup " ucap Ara .
" Ara cuma mau Ayang jadi pasangan Ara" kata Ara menatap Sean dengan tatapan kosong.
" Tapi yaudah kalau Ayang mau memilih wanita yang lebih baik dari Ara nggak apa-apa itu hak Ayang " kata Ara mewek .
" Kita pu," Sean langsung mencium Ara beberapa kali tidak membiarkan dia melanjutkan ucapannya lagi .
" Baby, kamu adalah pasanganku satu-satunya nggak ada yang lain, kamu pemenangnya " ucap Sean menghapus air mata Ara.
" Udah cukup menangisnya " kata Sean mendekap Ara.
" Berhenti berpikir macam-macam " sambung Sean merapikan rambut Ara yang sudah berantakan .
" Ayang nggak beneran bakalan tunangan sama Tante itu kan?" tanya Ara .
Muachhh
" Tidak Baby " kata Sean mengecup kelopak mata Ara yang masih basah dengan air mata itu .
" Belum punya istrikan?" tanya Ara lagi .
" Belum Cintaku " ucap Sean mengecup pipi Ara berkali-kali.
" Cuma Ara kan pacar Ayang?" tanya Ara lagi .
" Iya " jawab Sean kini mengecup bibir Ara .
" Ara kenapa tadi sampai mengamuk di lantai dasar?" pertanyaan Sean setelah Ara cukup tenang .
" Mereka nggak bolehin Ara ketemu dan bilang Ayang udah mau tunangan " ucap Ara dengan polos .
" Terus kenapa kamu percaya?" ucap Sean sedikit heran tak biasanya Ara mudah di provokasi.
" Tante Shania yang bilang dan saat Ara tanya resepsionis mereka mengangguk " cerita Ara .
" Shania?" ulang Sean karena dia tidak melihat Shania ada disana ketika menjemput Ara kelantai dasar.
" Tante itu bilang banyak hal, terus katanya Ayang juga nggak cinta Ara dan bakalan ninggalin Ara nikah , Ayang baik cuma kerena kasihan sama Ara " ucap Ara menatap Sean dengan intens .
" Emang bener Ayang baik cuma karena kasihan sama Ara?" tanya Ara dengan polos menanti jawaban dari Sean yang hanya terdiam .
Dan harus lebih berjuang dengan keras lagi untuk mendapatkan restu. Bukan hanya Ara yang harus dituntut untuk mengikuti aturan di keluarga Sean saja
Ara pergi agak jauh dulu jujurly aku penasaran Ara anak siapa yah dari sekian novel kan mafia semua