NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Terlarang

Gairah Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Sekali saja kita melangkah melewati batas ini, Arden... semuanya tidak akan pernah sama lagi."

Alyssa tidak pernah menyangka pernikahannya akan menyeretnya ke dalam pusaran dosa yang terlarang. Sebagai istri yang berbakti, ia selalu menekan keinginan pribadinya demi menjaga kehormatan keluarga besar suaminya.

Namun, benteng pertahanan itu runtuh saat Arden—adik iparnya—kembali dari luar negeri.

Arden bukan lagi remaja tanggung yang dulu ia kenal. Pria itu telah menjelma menjadi sosok dewasa yang penuh pesona, perhatian, dan diam-diam menawarkan kehangatan yang tak pernah Alyssa dapatkan dari suaminya sendiri.

Di sisi lain, Arden tersiksa. Semakin ia mencoba menjauh, semakin ia mendambakan Alyssa—wanita yang seharusnya haram untuk ia sentuh.

Kini, keduanya terjebak dalam tarik ulur perasaan yang menyiksa. Antara kesetiaan pada keluarga, atau menyerah pada godaan gairah yang candu.

Saat batas suci itu akhirnya dilanggar, siapkah mereka membayar harga yang teramat mahal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.23

Anton menghela napas pelan, lalu menatap Indah yang kini tertunduk di hadapannya.

"Mulai besok, berhenti mengurusi hidup orang lain," ujar Anton dingin dan tegas, sebelum akhirnya berbalik meninggalkan Indah untuk melihat kondisi Feli di kamar.

Indah mengerjap pelan, tertegun. Baru kali ini ia melihat suaminya marah besar seperti itu. Ada rasa takut kehilangan yang mendadak merayap di hatinya. Demi meredam amarah sang suami, Indah memutuskan untuk patuh dan bergegas menyusul Anton ke kamar anaknya.

Sementara itu, ribuan kilometer dari Jogja, pesawat yang membawa Alyssa dan Arden akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.

Setelah melewati proses pemeriksaan dan mengambil koper mereka di baggage claim, Arden dan Alyssa berjalan bersama menuju area penjemputan. Di sana, Arden mengusap lembut punggung tangan Alyssa, memberi tanda bahwa mereka harus mulai berpisah demi menjaga kerahasiaan.

"Hati-hati di jalan ya, Sa. Mungkin... aku baru akan pulang ke rumah besok," beritahu Arden.

"Kenapa besok?" tanya Alyssa bingung.

"Biar Mama gak curiga kenapa kita bisa pulangnya barengan," balas Arden menenangkan.

Alyssa mengangguk paham. Tak lama kemudian, taksi pesanan Alyssa tiba. Sopir taksi langsung turun dan membantuk membukakan bagasi mobil. Arden ikut membantu mengangkat koper-koper Alyssa ke dalam bagasi—termasuk koper milik Adrian yang sempat ditinggal.

Saat memegang gagang koper kakaknya itu, Arden mendengus kesal. Ingin rasanya ia membuang koper milik Adrian itu ke tong sampah saking gemasnya.

Setelah memastikan Alyssa masuk ke dalam taksi dengan aman, Arden berdiri di pinggir jalan, menatap taksi biru itu meluncur menjauh hingga menghilang di balik keramaian lalu lintas bandara.

Arden menghela napas panjang, baru saja hendak berbalik untuk menuju area parkir.

"Arden?"

Sebuah suara memanggil namanya dari arah belakang. Arden terkejut dan refleks membalikkan badan.

Sepasang matanya membelalak sempurna saat melihat siapa sosok yang berdiri di hadapannya saat ini.

"Kamu..."

*

*

Taksi yang membawa Alyssa akhirnya berhenti tepat di depan kediaman mewah Keluarga Narendra. Alyssa menghela napas panjang, mencoba memantapkan hatinya untuk menghadapi rentetan pertanyaan dari sang mertua.

"Loh, Non Alyssa sudah pulang!" seru Bi Sri kaget. Melihat Alyssa turun dari taksi, wanita setengah baya itu dengan cepat menghampiri dan membantu membukakan bagasi.

"Terima kasih banyak ya, Pak," ucap Alyssa ramah seraya memberikan uang tip kepada sopir taksi.

"Sama-sama, Nona," balas sopir tersebut tersenyum sebelum kembali menjalankan mobilnya.

Bi Sri menarik koper besar milik Alyssa. Matanya celingukan menatap sekeliling. "Loh, Mas Adrian mana, Non? Kok gak pulang bareng?"

Alyssa tertunduk sebentar, meremas jemarinya sendiri. "Mas Adrian... dia ada urusan pekerjaan mendadak, Bi. Jadi dia langsung pergi dari bandara."

Bi Sri menggeleng-gelengkan kepala. "Astaga, Mas Adrian ini... kok tega biarin istri pulang sendirian. Ya sudah, ayo Non masuk, istirahat dulu."

Bi Sri mengantar Alyssa menuju kamar utama di lantai atas menggunakan lift.

"Mama ada di mana, Bi?" tanya Alyssa pelan di dalam lift.

"Nyonya besar lagi ada acara arisan di luar dari tadi pagi, Non," jawab Bi Sri.

Begitu sampai di dalam kamar Adrian dan Alyssa, Bi Sri menaruh koper di sudut ruangan.

"Makasih ya, Bi. Nanti di koper ada oleh-oleh yang sudah Alyssa siapkan buat Bibi sama Mila," ujar Alyssa tersenyum tulus.

"Aduh, makasih banyak ya, Non. Kalau Non Alyssa butuh apa-apa atau merasa gak enak badan, langsung panggil Bibi ya!"

"Iya, Bi..."

Pintu kamar pun tertutup rapat begitu Bi Sri melangkah keluar. Seketika itu juga, rasa hampa dan kesepian yang luar biasa langsung menusuk dada Alyssa. Kamar mewah ini terasa sangat dingin. Ia berjalan pelan lalu merebahkan tubuhnya di tepi tempat tidur, menatap ponsel di genggamannya yang sunyi tanpa notifikasi. Alyssa sendiri bingung... sebenarnya Notifikasi dari siapa yang sedang ia harapkan? Adrian... atau Arden?

Sementara itu, ribuan kilometer dari Jakarta...

Di sebuah kafe estetik di kawasan Myeongdong, Seoul, Adrian sedang menemani Hanum menikmati hidangan penutup. Namun, fokus Adrian terbagi. Pria itu berulang kali membolak-balik layar ponselnya. Harusnya, hari ini adalah jadwal kepulangannya dari Bali bersama Alyssa. Tapi kenyataannya, ia justru berada di negara lain bersama Hanum.

"Astaga... pasti Mama marah banget kalau tahu aku gak pulang bareng Alyssa," gumam Adrian cemas tanpa sadar.

Hanum yang menyadari perubahan raut wajah Adrian seketika menghentikan sendoknya. Wajah mewahnya mendadak tertekuk tajam.

"Kamu kenapa sih, Mas? Dari tadi gelisah terus, gak betah ya liburan sama aku? Ya udah, ayo kita pulang ke Indonesia sekarang kalau gitu!" ketus Hanum tajam.

"Bukan begitu, Num... Aku cuma khawatir sama situasi di rumah—"

"Kamu udah mulai ada rasa ya sama Alyssa?!" potong Hanum cepat, menatap Adrian dengan tatapan menuduh dan penuh rasa iri.

"Bukan, Hanum! Aku cuma—"

"Kalau kamu memang lebih mementingkan perasaan dia, pergi sana! Temui istri sah mu itu!" Hanum berdiri kasar sampai kursi yang didudukinya terdorong ke belakang.

"Aku sadar kok, Mas... Aku ini cuma istri siri. Istri simpanan yang gak dianggap dan harus selalu ngalah!"

Tanpa mendengarkan penjelasan Adrian lagi, Hanum menghentakkan kakinya dan berjalan cepat meninggalkan kafe.

"Hanum! Hanum, tunggu!" Adrian panik setengah mati. Ia meletakkan beberapa lembar mata uang Won di atas meja tanpa menghitung kembalian, lalu berlari menyusul Hanum.

Adrian berhasil mengejar Hanum di pinggir jalan raya Seoul yang ramai. Pria itu langsung menahan pergelangan tangan Hanum.

"Hanum, tolong jangan begini. Aku minta maaf, ya? Aku gak maksud gitu..."

Hanum menepis tangan Adrian kasar, matanya berkaca-kaca—sebuah akting air mata buaya yang sangat sempurna.

"Lepas, Mas! Aku tahu aku bukan prioritas kamu, aku sadar. Mas yang sadar!" Tangis Hanum makin menjadi-jadi, sengaja memancing perhatian orang-orang yang sedang lalu lalang di area tersebut.

Adrian makin panik. Rasa bersalah dan takut kehilangan Hanum seketika menguasai pikirannya.

"Nggak, Num! Aku cinta sama kamu dan kamu akan selalu jadi prioritasku!" tegas Adrian seraya menggenggam erat kedua bahu Hanum. "Dengar... aku janji, aku akan cari cara buat menceraikan Alyssa!"

Hanum menghentikan tangisnya sesaat, mendongak menatap Adrian dengan mata berembun.

"Beneran?"

"Iya, Sayang... Beneran. Sudah ya, jangan nangis lagi," bujuk Adrian penuh rasa penyesalan, lalu membawa Hanum ke dalam pelukannya yang hangat.

Di dalam dekapan Adrian, tangis Hanum pelan-pelan mereda. Wajah yang tadi tampak nelangsa seketika berganti dengan senyuman miring yang begitu licik.

'Alyssa, Alyssa... Kamu memang isri sahnya Mas Adrian, tapi akulah pemenangnya! Ya, aku pemenangnya!' sorak Hanum dalam hati, merasa sangat puas berhasil membuat Adrian bertekuk lutut di bawah kendalinya.

Bersambung ....

1
jumirah slavina
jangan dengerin s' Maya itu., lakukan yang hati'mu mau biar tenang jiwa raga'mu...
jumirah slavina: Aku pengen jambak bibir s' Han Kak

🤭🤣
total 2 replies
jumirah slavina
makan tuh istri licik'mu., dasar Suami durjana.,
jumirah slavina
gak usah sok panik., itu hasil dari perkataan'mu., dasar playing victim
AriNovani: /Joyful//Joyful/
total 3 replies
jumirah slavina
sudah tau sama² selingkuh masih d'suruh sama²., aneh s' Mama
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
SALAH.,
mana sih Suami'y.,
wwooii Suami Indah yang gak Indah.,
bawa pulang noh istri durjana'mu itu
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 6 replies
jumirah slavina
semoga s' Indah yang tak Indah ini ke gigit lidah'y sendiri 🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻
jumirah slavina
enak aja., kuras harta'y.,
AriNovani: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 7 replies
jumirah slavina
lihat nih Ma Anak'mu., nih yang mau Kamu pertahankan rumah tangga'y.,
Virna Vaina Voona
biarin si Adrian sama Hanum aja.. biar si Alyssa bahagia sama arden
jumirah slavina
semua ini gegara Otor., Al.,

🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
wwooii Anton., ancam istri durjana lu.,

Intan : kali ini klo Kamu bikin ulah., mengganggu siapapun termasuk Alis., Aku akan mengembalikan Kamu sm Kakak'mu
AriNovani: samaa /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
ngapain jawab terserah., seret keluar sambil bilang

KAMU BOLEH BALIK KE SINI KLO SUDAH BAWA SURAT CERAI
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 6 replies
jumirah slavina
dana darurat gundul'mu kui., dasar playing victim
AriNovani: /Chuckle//Chuckle/🤣🤣
total 1 replies
jumirah slavina
sama pensil Alis wwooii
AriNovani: /Chuckle//Chuckle//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
s!alan... s!alan... kau yang s!alan bedeb4h
🌺🌺: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
liburan seorang diri., auto menggembel dia., duit habis beli tas🤣🤣🤣
jumirah slavina: Papa gundul'nu kui.,

🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
s' Indah yang gak Indah ini mesti d'wewelin cabe sekilo tiap hari
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
jumirah slavina
ck... s' Mama... bisikin Aku.,. Ma... rahasia apa itu ??
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
ya cerai lh., nikah sm sArden
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
udah sah dia... udah sahhhh...
s' Han ini bebener ya...
astagaaaaaaaa...

Han : ko' nyalahin Aku Jum., ini semua gegara Otor lo., bukan Aku

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina: Terpaksa Menikahi Tuan Muda

karya Lasheira
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!