[TAMAT]
Ketika terbangun, Abella berada di dalam sebuah novel yang dimana tokoh utamanya, sang ratu, yang memiliki nama yang sama dengannya mati di tangan sang raja.
Dan berita buruknya, ia adalah ratunya sekarang.
By @yooazaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yooazaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. Raja vs Pangeran
Abella berdiri di depan pintu ruang kerja dengan tatapan kosong. Di samping nya raja dan pangeran memeluk nya secara bersamaan, entah apa yang sedang terjadi yang pasti kini kedua nya tengah memperebutkan nya.
Awalnya ia pergi kesini karena mendengar pangeran pergi ke ruang kerja raja. Tapi ketika ia tiba, mereka justru memulai aksi berdebat untuk merebutkan diri nya.
Beberapa saat yang lalu,
"Jangan dekati ibunda" raja yang sedang menulis di jurnal nya menoleh menatap pangeran yang berdiri di depan nya.
"Atas dasar apa kau mengatakan hal itu?" tanya raja sambil menaikkan alis nya.
"Ibunda selalu merasa tak nyaman jika ayahanda disana, apa ayahanda pikir aku tak tahu" ujar pangeran dengan mulutnya yang di majukan, bahkan ketika marah pangeran masih terlihat lucu.
"Bagaimana jika ku bilang tidak mau?"
"Sudah ku bilang jauhi ibunda, ibunda punya ku"
"Tapi dia ratu ku" raja tersenyum penuh kemenangan.
"Ayahanda sejak dulu juga tidak peduli dengan ibunda, lebih baik lanjutkan saja seperti itu. Biar nanti aku yang menikahi ibunda ketika besar" raja menatap putra kesal, walaupun yang berbicara seperti itu putra nya sendiri
"Tidak boleh, dia milikku"
Disaat yang bersamaan, pintu diketuk lalu menampilkan Abella di baliknya.
Dan terjadilah kejadian seperti ini.
"Mmm.. bisa lepaskan terlebih dahulu?" Abella akhirnya angkat bicara.
"Berjanjilah satu hal," ucap raja.
"Ibunda, pilih Lucius atau ayahanda?" sambung pangeran.
"Hah?"
Abella menatap mereka satu persatu yang kini menatapnya, menunggu jawaban darinya. Ia hanya bisa menghela nafas panjang sambil menaruh tangannya di kening nya, pusing menghadapi tingkah dua orang di depannya. Beruntung Ruth datang dan membuat Abella tidak perlu ambil pusing untuk menjawab pertanyaan itu.
"Yang Mulia, makan siang sudah siap" Ruth berkata sambil membungkuk, tapi ia tersentak begitu melihat ekspresi raja nya yang menatap nya kesal.
"Kalau begitu lebih baik kita kesana"
"Ibunda" rengek Lucius yang meminta Abella menggendong nya. Abella terkekeh dan langsung mengabulkan permintaan pangeran.
Kini giliran pangeran yang tersenyum penuh kemenangan sambil menata raja yang hanya bisa mengepalkan tangan sambil mengikuti mereka ke ruang makan.
Aksi merebutkan Abella tidak berhenti sampai disana. Kemana pun Abella pergi, mereka berdua pasti akan mengekori mereka. Tentu saja hal itu membuat Abella risih karena kebebasannya hilang.
Bukan hanya Abella, tapi juga Ruth yang kewalahan menggantikan tugas raja yang di tinggalkan dan juga Albert, guru pelajaran pangeran yang tidak pernah berhasil membujuk pangeran untuk mengikuti kelasnya. Sampai sampai kedua nya datang menghadap ke Abella dan memohon agar raja dan pangeran mengerjakan apa yang harus mereka lakukan.
"Kembalilah ke kegiatan kalian masing masing" ujar Abella pada akhirnya ketika mereka bertiga sedang duduk di taman sambil menikmati teh.
"Ibunda tidak suka pada Lucius?" pangeran menatap Abella dengan mata yang berkaca kaca.
"Lebih tepat nya tidak suka jika pangeran malas belajar, dan juga Yang Mulia, bukankah anda punya banyak pekerjaan?"
"Biarkan saja, Ruth bisa di andalkan" kata raja santai lalu menyeruput teh nya.
"Jika kalian berdua tidak mau melakukan kegiatan kalian, aku akan pindah ke istana lama ku"
"Ratu ku, apa kamu pikir kamu bisa mengancam ku dengan mudah?" tanya raja sambil mendekatkan wajah nya ke wajah Abella.
"Apa Yang Mulia tahu jika saya tidak takut dengan anda?" Abella membalas tatapan raja dengan malas, semakin lama ia sudah terbiasa dengan raja dan bahkan semakin berani untuk membalas perkataan nya.
"Lucius tidak akan malas belajar lagi, jadi ibunda jangan marah" cicit pangeran dengan wajah yang menunduk, tangannya saling di kait kan karena takut.
"Kalau begitu pergi temui Robert, dia sudah menunggu mu di perpustakaan"
"Apa Lucius boleh bertemu ibunda lagi setelah selesai?" tanya nya dengan wajah memelas.
"Tentu saja" jawab Abella, tangannya di ulurkan dan mengelus kepala pangeran.
Setelah pangeran pergi bersama Luke, Abella kembali menatap raja yang masih setia duduk disini. Tidak ada niatan di benak raja untuk pergi meninggalkan Abella apalagi mengurus pekerjaannya.
"Bukankah saya sudah meminta anda untuk kembali mengurus pekerjaan anda?"
"Dan bukankah aku sudah bilang untuk memanggil namaku tanpa bahasa formal?"
Abella yang geram bangkit dari kursi nya dan berjalan meninggalkan raja. Raja yang menyadari Abella meninggalkannya langsung mengejar dan menarik tangannya.
"Ingin pergi kemana, huh?"
"Lepaskan" Abella semakin sebal dengan sikap raja yang sesuka nya mengatur orang termasuk diri nya.
"Hei, apa kamu marah?" kini raja menggenggam kedua lengan Abella, mau tak mau mereka saling bertatapan.
"Lepaskan" ulang Abella.
"Jawab pertanyaanku" raja mencengkram lengan Abella lebih kuat saat Abella meronta.
"Apa mau mu, hah?" seru Abella, tak peduli jika ia tidak menggunakan kalimat formal ataupun membentak raja. Diri nya sudah kehabisan kesabaran dengan pria yang sial nya adalah suami nya itu.
Tubuh Abella yang awalnya terus meronta kini membeku. Raja memeluk nya dengan erat.
"Kumohon berhenti marah dan menolak ku terus terusan" pinta raja tanpa enggan melepaskan pelukan nya.
Muka Abella memerah dengan tingkah raja seketika, ia tidak bisa berpikir jernih sekarang. Tapi melihat raja yang memeluknya erat di tambah nada bicara nya yang memelas membuatnya luluh.
"Selesaikan pekerjaanmu" ucap Abella pada akhirnya.
"Apa kau sudah tidak marah?" raja melepas pelukan nya, tetapi tangan nya masih berada di kedua pundak Abella.
"Selama kau tidak menyebalkan dan menyelesaikan pekerjaan mu"
"Baiklah, jangan marah padaku lagi. Sampai nanti"
Raja melepaskan cengkraman pada pundak Abella, kemudian mencium kening nya sebelum pergi meninggalkan Abella yang bengong ke ruang kerja nya.
TBC
@yooazaa
Bantu vote dan share nya ya!
sukaaaaa😻😻😭