NovelToon NovelToon
Menggantikan Majikanku Dalam Perjodohan

Menggantikan Majikanku Dalam Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Rosa Evalina, hanya seorang anak pelayan yang menggantikan Ibunya menjadi pelayan di rumah keluarga Hartanto. Lalu, tiba-tiba anak dari majikannya meminta dia untuk menggantikannya dalam sebuah perjodohan. Tidak bisa menolak, akhirnya dia terjebak dalam permainan sandiwàra ini.

"Seharusnya aku tidak pernah jatuh cinta padamu, karena nyatanya kamu tetap tidak akan di takdirkan untukku"

Sementara Albyan Danuel, seorang pria tampan yang sudah matang. Memiliki pribadi yang hangat, lembut dan sopan. Dia yang tidak pernah mengenal cinta, akhirnya menemukan perempuan yang membuatnya nyaman. Namun, apa yang akan terjadi ketika dia tahu jika perempuan itu hanyalah seseorang yang bersandiwara?

Bisakah mereka bersama dalam kisah yang berliku, tentang cinta yang dimulai dari sandiwara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiba-tiba Bertemu

Eva kembali menjalani hari-harinya seperti biasa, bekerja di rumah Tuan Hartanto. Sejak kecil, Eva selalu ikut ke rumah ini bersama sang Ibu yang memang bekerja disini. Namun, baru setahun lalu Ibunya menutup usia. Dan sekarang Eva yang menggantikannya disini. Tetap bekerja disini sebagai seorang pelayan. Dia tidak malu, meski pendidikannya cukup memadai untuk bisa mendapatkan pekerjaan lebih dari ini. Tapi, Nona Laila yang menjadi alasan dia tetap disini. Gadis itu selalu menganggapnya seperti saudara sendiri, sehingga Eva bisa nyaman tetap tinggal disini.

"Eva, ada lowongan jadi sekretaris Tuan nih. Kamu mau ya?" ucap Ibu Lisma.

Eva mendongak, dia sedang menyiapkan makanan di atas meja makan. Melirik ke arah Laila yang duduk disana.

"Tidak usah memikirkan Laila lagi, kamu sudah seharusnya mendapatkan pekerjaan yang lebih bagus. Bukan berarti jadi pelayan disini juga tidak baik ya. Tapi sayang pendidikan yang sudah kamu tempuh, kalau hanya jadi pelayan di rumah ini" ucap Tuan Hartanto.

Terlihat Laila yang menghela napas pelan. "Iya, dulu memang salahku karena menganggap Eva harus tetap di rumah ini. Tapi sekarang, kamu boleh kok bekerja di tempat lain, Eva"

Eva langsung tersenyum, bukan dia tidak mencintai pekerjaannya saat ini, tapi benar kata Tuan Hartanto, jika dia juga harus mulai mencari pekerjaan lain yang sesuai dengan pendidikan yang pernah dia tempuh.

"Benar ya Nona? Saya boleh bekerja di tempat lain?"

"Iya"

Eva tersenyum, dia berjalan ke arah Laila dan memeluknya dari belakang kursi yang di duduki Laila. "Terima kasih Nona, pokoknya meski saya sibuk, saya tidak akan melupakan Nona. Kita bisa bermain disini setiap saya libur ya"

"Iya, awas saja sampai melupakan aku"

"Tidak akan"

Tuan dan Nyonya di rumah ini tersenyum melihat kedekatan Eva dan anaknya yang sudah seperti saudara sekandung.

"Jadi, kamu mau melamar di tempat saya?" tanya Tuan.

Eva sedikit berpikir, lalu dengan yakin dia menggeleng. "Saya ingin mencoba mencari pekerjaan sendiri Tuan. Bukan saya tidak berterima kasih karena sudah diberikan kesempatan bekerja di Perusahaan Tuan, tapi saya hanya ingin mencoba saja"

"Kenapa susah-susah sih Eva? Mendingan di Perusahaan Papa saja, kamu sudah pasti diterima" ucap Laila.

"Em, saya hanya ingin mencoba saja, Nona"

"Yasudah, apapun keputusan kamu. Tapi, kalau kamu juga belum mendapatkan pekerjaan itu, kembali saja kesini dan temui saya" ucap Tuan Hartanto.

Eva mengangguk sambil tersenyum, sudah bisa membayangkan bagaimana dia bisa merasakan bekerja di sebuah Perusahaan hasil kerja kerasnya sendiri.

"Eva, kalau ada apa-apa jangan pernah merasa sungkan ya, kembali saja kesini dan temui kami. Selama bisa, kami akan selalu membantu" ucap Ibu Lisma.

Eva hanya mengangguk, dia benar-benar beruntung bisa mengenal keluarga ini. Semuanya benar-benar baik dan begitu peduli padanya.

"Iya Bu, Tuan, terima kasih banyak atas kebaikan kalian semuanya"

*

Akhirnya hari ini adalah hari terakhir Eva bekerja sebagai pelayan di rumah ini. Dia kembali ke rumah orang tuanya yang sudah lama di tinggalkan. Sejak Ibunya meninggal, Eva juga tidak lagi kembali ke rumah ini. Meski jantungnya berdebar kencang karena sebuah kenangan yang langsung terlintas dalam ingatan.

Rumahnya sekarang sepi, hening, tanpa canda tawa dirinya lagi dan Ibu. Kepergian sosok Ibu adalah hal yang paling membuatnya hancur.

"Bu, Eva kembali. Sekarang Eva akan memulai hidup baru dengan pekerjaan baru. Seperti yang pernah Ibu katakan, jika aku harus bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik"

Eva masih terus mengingat tentang ucapan Ibunya semasa hidup. Selalu mengusahakan agar Eva mendapatkan pendidikan yang layak dan sepadan dengan orang-orang, agar anaknya bisa mendapatkan kehidupan dan pekerjaan yang lebih baik daripada dirinya.

"Bukan berarti jadi pelayan di rumah seseorang tidak baik, tapi jika bisa Eva harus mendapatkan pekerjaan lebih baik dari ini ya. Ibu akan sangat bangga sekali, karena usaha Ibu untuk membuat Eva mendapatkan pendidikan terbaik, akhirnya membuahkan hasil"

"Iya Bu, aku akan berusaha memberikan yang terbaik untuk Ibu"

Percakapan di dapur sederhana ini menjadi bayangan yang perlahan hilang dari pandangan mata, hanya meninggalkan jejak rasa rindu dan bahagianya. Eva menatap sekelilingnya yang teras sepi dan sunyi.

"Bu, aku akan berusaha sesuai keinginan Ibu. Doakan Eva dari sana ya"

Eva menyimpan tasnya di dalam kamar, lalu dia mulai membersihkan rumah ini. Beberapa debu menempel dan harus segera di bersihkan. Seharian dia hanya bersih-bersih di rumah.

Selesai mandi, Eva tiduran di tempat tidurnya. Handuk masih menggulung rambutnya yang basah, menatap langit-langit kamar dengan tatapan menerawang. Tiba-tiba saja bayangan makan malam bersama Byan terlintas dalam bayangannya, ketika pria itu mengelus kepalanya dan senyumannya yang ramah dan sopan.

Eva tersenyum tanpa sadar mengingat kejadian itu. Namun seketika sadar, dia langsung bangun terduduk. Menggeleng cepat mengusir pikirannya itu.

"Apa sih Eva, kenapa kau tersenyum karena mengingatnya. Ah, tidak tidak! Kau tidak boleh sampai jatuh cinta pada pria itu"

Jatuh cinta? Benarkah itu, pikirannya terlalu jauh, sementara Eva saja tidak pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya. Ini aneh, jika dia langsung tahu jika yang dia rasakan adalah cinta.

"Apasih Eva, kamu itu belum pernah jatuh cinta. Jadi, jangan berpikir berlebihan"

Hari ini Eva pergi berbelanja untuk makan malam, di rumah itu sudah tidak ada stok makanan apapun. Dia pergi ke mini market untuk membeli beberapa kebutuhan dan bahan makanan.

Eva menatap kiri kanan saat akan menyeberang setelah selesai belanja. Namun, sebelum kakinya melangkah, sebuah mobil hitam tiba-tiba berhenti di depannya. Eva terdiam, dia menatap bingung pada mobil hitam itu. Merasa asing dengan mobilnya, dia tidak tau siapa pemilik mobil itu.

Ketika kaca jendela mobil terbuka, Eva langsung tertegun. Matanya mengerjap kaget beberapa kali. Pria yang berada di balik kemudi sambil tersenyum padanya.

"Hai Laila, kenapa kamu ada disini?"

Eva terdiam, untuk beberapa saat masih mencoba mengatur pikirannya yang tiba-tiba kosong saat melihat Byan yang berada di dalam mobil itu.

"Laila?" Byan sampai menjentikan jarinya untuk menyadarkan Eva yang malam melamun. "Kamu kenapa?"

Eva mulai tersadar dari terkejutnya, dia mengusap tengkuk lehernya sendiri. Pikirannya berputar mencari jawaban yang tepat. "Em, saya sedang main di rumah teman. Ini belanja dulu untuk disana, Mas Byan kenapa ada disini?"

"Oh, aku baru pulang dari lokasi proyek. Apa kamu akan pulang sekarang? Biar aku antar"

"Tidak, tidak usah" Eva menjawab terlalu cepat, dan dia menyadari itu. Sampai akhirnya dia berusaha tersenyum. "Em, aku 'kan mau ke rumah teman. Masa malah pulang, sudah terlanjur janji"

"Oh begitu, baiklah. Aku pergi dulu ya, hati-hati di jalan"

"Iya, Mas Byan juga hati-hati"

Mobil di depannya akhirnya melaju kencang, Eva menghembuskan napas lega. "Syukurlah dia tidak curiga"

Bersambung

Jangan pada nabung bab ya, tolong like komen juga.

1
sunaryati jarum
Semoga karyawan yang dipecat ke.depannya tidak membuat masalah
sunaryati jarum
Akhirnya terurai juga masalah mereka,Laila sungguh hatinya baik dan bertanggung jawab apa yang dilakukannya.Semoga orang tua Byan menerima Eva.
sunaryati jarum
Jujur saja tentang perasaan kamu Eva
sunaryati jarum
Baru mampir
Les Tary
semoga org tua Abyan menerima Eva
Sastri Dalila
👍👍👍
Lianty Itha Olivia
enk dan bagus punya kayak abyan
Lianty Itha Olivia
ra ISO ngomong
Les Tary
Bagus Abyan klu ada karyawan yg semena mena pecat aja💪
Milla
Serius thorrr aku g nabung bab loh benaran tiap up aku baca thor malahan aku nunggu2 update tan lo karena penasaran ama kisah nyaa byan dan eva soalnya juga tinggal byan kan yang belum punya pasangan 🥰
Milla
Thor aku g nabung bab kok cius deh suwer begitu ada update tan aku langsung gass poollllll 🤗 🥰 semangat up thorrrr 💪
Mita Paramita
gak Thor sekali update langsung baca . ceritanya seru gini kok🔥🔥🔥
Mita Paramita
lanjut eva😍😍😍
Sastri Dalila
👍👍🤣
Les Tary
Nah klu jujur jadi lega tinggal jalani dengan baik💪💪
Oma Gavin
siapa disini yg suka nabung bab tolong author nya yg sudah bikin cerita gratis bantu baca
vania larasati
lanjut
Pujiastuti
semoga eva dan byan tetap bisa bersama karena mereka saling mencintai
Pujiastuti
hayooooo lu laila byan marah tu, ayo kasih penjelasan kasihan kalau eva jadi dimarahin sama byan
Les Tary
Semoga Byan mau memaafkan Eva
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!