NovelToon NovelToon
Pergi Dengan 1 Milyar

Pergi Dengan 1 Milyar

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Single Mom / Lari Saat Hamil
Popularitas:107.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Kanaka kecewa berat mengetahuinya jika kekasih sekaligus suster pribadinya, meninggalkannya demi uang 1 milyar tawaran dari Ayahnya. Sejak dia buta karena kecelakaan 2 tahun yang lalu, Zea begitu tulus menjaganya hingga ia jatuh cinta. Namun cinta tulusnya, kalah dengan uang 1 milyar.

8 tahun berlalu, saat Naka sudah bisa melihat setelah menjalani operasi kornea mata, ia bertemu dengan seorang wanita bernama Zara. Janda dengan satu anak laki-laki itu, memiliki suara yang mirip sekali dengan Zea. Fakta akhirnya terkuak, ia tahu jika Zara ternyata adalah Zea. Kebencian pada wanita itu, membuat Naka membalas dendam dengan cara memisahkan Zea dengan putranya. Ia ingin Zea merasakan kehilangan seperti apa yang ia rasakan dulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

Meski takut, Zea meyakinkan diri sendiri jika pilihannya tak mungkin salah. Ia tetap keluar, meski menarik gagang pintu dengan tangan gemetaran. Dengan langkah yang teramat berat, berjalan menuju dapur, mengambil air segelas dari dispenser lalu meneguknya hingga tandas.

Pyar

Ia yang tak sadar tengah melamun, sampai menjatuhkan gelasnya.

"Astaga Zea, ada apa?" Bi Nuning yang ada di dapur langsung mendekati Zea. Ia kaget melihat wajah piasnya. "Zea, ada apa?"

"Eng, enggak ada apa-apa," Zea menunduk, ingin membersihkan pecahan gelas, namun bahunya ditahan Bi Nuning.

"Kamu duduk aja, biar Bibi yang beresin," menarik Zea menuju kursi di dapur, memintanya duduk. Setelah semuanya beres, ia kembali menghampiri Zea, mengajak gadis itu ke dalam kamarnya untuk mengobrol agar lebih nyaman. Tak lupa mengunci pintu agar tak ada yang masuk mengingat kamar tersebut bukan hanya ia yang menempati, tapi satu orang lagi. "Ada apa Zea, cerita sama Bibi?" bujuknya.

"Gak ada apa-apa, Bi," Zea menggeleng sambil memasang senyum palsu. Keduanya duduk bersebelahan di atas ranjang.

"Jangan bohong, kamu pasti ada masalah. Bibi dengar, kamu dipanggil Tuan Very, ada masalah apa?" raut wajahnya tampak cemas.

Zea tertunduk sambil meremat sprei, ragu untuk cerita.

"Apa ada kaitannya dengan hubungan kamu dengan Tuan Naka?"

Deg

Zea kaget, mengangkat wajah, menatap Bi Nuning. "Bibi tahu?"

Bi Nuning mengangguk, "Hampir semua orang di rumah ini tahu," ia menggela nafas berat. "Kalau saja Bibi tahu sejak awal, Bibi pasti sudah menasehati kamu, sayangnya Bibi juga baru tahu. Zea," ia meraih tangan Zea, menggenggamnya. "Kadang, sadar diri itu perlu."

Air mata Zea meleleh. Ia bukan tak tahu soal itu, tapi ia kalah melawan hatinya, egonya, keinginannya. Cinta membuat ia lupa dengan status sosialnya.

"Kamu dan Tuan Naka itu berbeda, kalian tidak setara. Zea, ibarat kata, kamu hanya gadis biasa, tapi yang ingin kamu raih, bukanlah buah di atas pohon atau burung yang terbang di langit, tapi yang ingin kamu raih adalah bulan, mustahil Zea."

Zea makin sesenggukan.

"Jangan melawan Tuan Very, hanya itu yang bisa Bibi sarankan saat ini. Lagipula, Tuan Naka dalam kondisi tak bisa melihat sekarang, dia tak tahu seperti apa wajahmu. Bagaimana jika saat dia bisa melihat nanti, dia ternyata tidak menyukaimu. Kamu memang cantik, tapi ingat, masih banyak di luar sana wanita yang lebih cantik yang dengan mudah akan bisa didapatkan Tuan Naka. Jangan sampai, kamu hanya berdarah-darah sendirian, tapi nantinya kamu disia-siakan. Fikirkan lagi, Ze."

Sebenarnya itu juga yang dikhawatirkan Zea. Meski sejauh ini Naka terlihat tulus, tapi hati manusia bisa berubah. Sekarang cinta, belum tentu tahun depan masih sama. Di tengah perasaan gundah gulana, ia tiba-tiba merasakan mual, buru-buru dia keluar kamar, berlari menuju kamar mandi.

Hoek hoek hoek.

Bi Nuning yang khawatir, menunggu Zea di depan pintu kamar mandi. "Ze, kamu sakit?" tanyanya begitu Zea keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat.

"Beberapa hari terakhir ini aku mual Bi, mungkin masuk angin," memijat sendiri bahu dan tengkuknya yang terasa pegal.

"Kamu sudah datang bulan?" Bi Nuning tiba-tiba kepikiran sesuatu.

"Maksudnya?"

"Kamu sudah datang bulan atau belum?" Bi Nuning tampak geregetan. "Bibi takut kalau ternyata kamu hamil."

Reflek, Zea menutup mulutnya yang menganga dengan telapak tangan. "Enggak, gak mungkin," ia menggeleng cepat. Selama ini Naka selalu mengeluarkan di luar, dan sejauh ini aman-aman saja, tapi mungkinkah sekarang...

"Ze, coba kamu cek, kamu pastikan."

Sepanjang hari Zea gelisah, takut jika benar-benar hamil. Ia sampai tak bisa konsentrasi bekerja.

"Ze, kenapa tehnya tawar, kamu gak kasih gula?" Naka masih memegang gelas teh sereh bikinan Zea yang rasanya tak seperti biasanya.

"Masa sih," Zea mengambil gelas di tangan Naka, mencicipinya sedikit. "Astaga, aku sepertinya lupa ngasih gula. Sebentar ya, aku tambahan gula dulu. "

"Gak usah," tahan Naka, memegang lengan Zea yang ingin berdiri. "Kamu ada masalah? Kamu banyak diam hari ini? Ada apa Ze, cerita sama aku?"

"Gak ada."

"Jangan bohong. Kalau kamu butuh uang, bilang aja. Apa keluarga kamu di kampung butuh uang?"

"Gak ada, aku baik-baik saja."

Tak mau terus kepikiran, hari ini Zea putuskan untuk membeli tes pack, dan keesokan harinya baru ia gunakan.

Dan pagi itu, tubuhnya gemetar, lututnya lemas melihat dua garis merah pada tes pack. Tubuhnya limbung, sampai berpegang pada dinding agar tidak jatuh.

"Zea, kamu didalam?" teriak seseorang dari luar. "Buruan, aku kebelet."

"I, iya," Zea buru-buru menyeka air mata, mencuci muka lalu keluar. Ia kembali ke kamar untuk menyimpan testpack, memasukkan ke dalam salah satu bagian tas, takut ada yang menemukan benda itu. Kepalanya terasa sangat berat, dan tubuhnya lemas.

Suara dering ponsel membuat Zea yang yang duduk di lantai, memaksakan diri untuk bangun, mengambil ponsel yang ada di atas meja. Perasaannya langsung tidak enak melihat panggilan dari kakaknya subuh-subuh seperti ini.

Dugaannya semakin kuat saat menjawab panggilan, yang terdengar adalah suara tangisan Nisa.

"Ada apa, Mbak?" tanya Zea cemas.

"Ibu Ze, Ibu."

"Ibu kenapa?" Zea makin gelisah.

"Ibu kecelakaan, ditabrak mobil dini hari tadi saat mau ke pasar."

Tubuh Zea langsung luruh, ponselnya sampai terjatuh karena gemetaran. Ibunya biasa ke pasar dini hari sebelum subuh untuk kulakan sayur dan bahan makanan lainnya untuk dijual kembali keliling.

1
Mah_Rika
😂😂janda emang menggoda Zal
Daulat Pasaribu
semangat berjuang naka.smoga zea cepat luluh
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Ada benernya omongan Naka, terserah Zea keputusan ditangan Zea
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Gpp Zea Naka mau nyenengin ansknya
jumirah slavina
Aku setuju
jumirah slavina: apa'y yang Aku juga wwooii

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
apa jawaban Naka Thor pas Ze minta lamar Papa'y
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

betul itu 🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
astagaaaaaaaa... 🤣🤣🤣🤣
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
sebenarnya apa yang di katakan naka ada benarnya lho zea...kalau kalian berdua belum menikah, dan naka minta restu sama bapaknya. otomatis tuan verry akan mencari keberadaan kamu dan bisa saja menyakiti kamu sama arka. tapi kalau kamu menikah dulu tanpa harus meminta restu. naka bisa setiap saat datang melindungi kalian berdua. lagian naka laki2 mau ada restu atau tidak kan naka bisa tetap menikah. kalau kalian berdua sudah menikah, tuan verry tidak bisa berkutik. kalaupun mau mencoret naka dari KK, pasti naka tak perduli. karena yang naka mau kamu sama arka.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
emang zea lem alteco 😂 sampai kamu maunya nempel2 terus. makanya cepat sono minta restu sama bapak kamu. supaya bisa nempel2 terus sama zea. tapi kok curiga sama bapak kamu naka, takutnya bapak kamu diam2 menyukai zea 🤣 apalagi video rekaman itu! pasti masih bapak kamu simpan. takutnya bapak kamu sering mantengin tubuh poloss zea 🫢 achhhh seyemmmm 🤭
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
emang kamu cantik zea..kalau kamu enggak csntik. mana mungkin naka mau sama kamu 😂
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
belum saatnya naka 🤭 zea masih jaga hati jaga diri, dan tidak mau di katakan memanfaatkan keadaan. takutnya nanti di kira zea wanita matre. padahal tak ada istilah wanita matre, tapi realistis saja. tapi di sini, posisi zea masih serba salah. arka memang anak kamu, tapi zea bukan siapa2mu. meskipun kamu bilang mencintai zea. tapi kalian kan masih belum menikah dan restu juga masih belum di dapat. jadinya yaa jangan paksa zea menerima pemberian kamu. akan ada saatnya zea akan menerima apapun pemberian kamu naka...
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
suara naka lebih terdengar merdu di telinga arka, di bandingkan suara kamu zea 😂 makanya apapun yang di katakan naka, arka langsung acc. pokoknya anak laki2 lebih Pro sama ayahnya, daripada sama ibunya. makanya kamu bikin anak lagi zea 😂
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
pokoknya selama ada ayah naka, apapun keinginan kamu pasti terkabulkan arka 😁 ayah naka kan punya kantong ajaib 🤭
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
inilah bentuk kebahagiaan kecil yang di rasakan arka...zea. rasa bahagia yang selama ini tidak pernah arka rasakan. bermain di time zone dengan ayahnya. semoga saja, naka mampu meluluhkan hati ayahnya dan bisa mendapatkan restu untuk menikahimu. apalagi kini sudah ada arka..siapa tahu hadirnya arka membawa keberuntungan untuk hubungan kalian berdua.
Hani Ekawati
Ya begitulah emak emak, milih hadiah nya kira kira bisa bermanfaat.😁
Hani Ekawati
Bisa banget si Naka bilangnya bisa dituker hadiah😂😁
Chalimah Kuchiki
jadi aslinya lebih cakep ya...
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
ngamok dahhhh
Ratna Komala
nah loh syaratnya zea denger naka,sanggup kamu ayo semangat Naka wujudkan impianmu dgn menikah i zea membangun keluarga yg bahagia ❤️
Rahmawati
nah bagus tuh syaratnya, tuan very harus ikut melamar Zea, biar runtuh tuh kesombongan tuan very
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!