NovelToon NovelToon
Suamiku Spesial

Suamiku Spesial

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Fantasi / Perjodohan
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Liora terpaksa menandatangani perjanjian pranikah dan dinikahkan dengan Alexander, seorang pria berkebutuhan khusus yang diasingkan keluarganya di sebuah desa terpencil. Ia pun pergi ke desa itu untuk merawat suaminya yang asing baginya. Namun, semakin lama merawat Alex, Liora mulai menyadari ada keanehan dan ketakutan dari warga sekitar terhadap pria itu. Ia pun curiga, jangan-jangan Alex tidak seperti yang terlihat. Di balik keterbatasannya, Alex ternyata menyimpan rahasia besar yang menjadi alasan keluarganya membuangnya. Liora kini harus mengungkap kebenaran di balik pengasingan suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Malam Pertama di Desa

Suara pintu rumah yang terbuka memecah keheningan di antara suara tawa kecil Alex yang masih asyik berlari-larian di ruang tamu. Liora yang baru saja akan mengambil salah satu mobil-mobilan untuk diajak balapan, segera menoleh ke arah pintu. Seorang wanita paruh baya dengan rambut disanggul rapi melangkah masuk. Ia mengenakan seragam pembantu berwarna putih dan krem, dengan senyuman yang hangat di wajahnya yang sudah mulai keriput. Wanita itu membawa dua koper besar berwarna krem di kedua tangannya, dan di belakangnya, seorang sopir pria berseragam hitam mengangkat beberapa tas kain berisi barang-barang yang tampak cukup berat.

"Oh, Nona Liora, Anda sudah sampai ternyata!" sapa wanita itu dengan suara ramah yang sedikit bernada terkejut namun gembira. "Saya Emi, kepala pembantu keluarga Theodore. Saya yang biasanya merawat rumah ini dan menjaga Alexander selama ini. Saya sudah mendengar kabar dari pihak keluarga, bahwa Anda akan tinggal di sini mulai hari ini."

Liora segera berdiri dari lantai, merapikan pakaiannya yang sedikit kusut, lalu memberi sedikit hormat pada wanita yang ternyata lebih tua dari ibunya itu. "Halo, Emi. Saya Liora. Terima kasih banyak sudah merawat Alex dengan sangat baik selama ini. Rumah ini tampak sangat bersih dan rapi."

Emi tertawa kecil, suaranya renyah dan menghangatkan. "Ah, Alex sudah seperti anak saya sendiri. Sudah empat tahun saya merawatnya di sini. Setiap dua minggu sekali, saya pasti datang untuk membersihkan seluruh rumah, mencuci pakaiannya, mengecek persediaan makanan di dapur, dan memastikan Alex tetap sehat. Ia memang anak yang istimewa, tapi hatinya sangat bersih dan suka bermain. Saya percaya Anda akan bisa merawatnya dengan baik."

Emi meletakkan kedua koper besar itu di dekat tangga kayu yang menuju ke lantai dua. Lalu ia berjalan menaiki anak tangga itu dan memberi isyarat pada Liora untuk mengikutinya.

"Mari, Nona. Saya akan tunjukkan kamar Anda. Sebenarnya, pihak keluarga sudah menyiapkan satu kamar khusus untuk Anda sejak dua minggu lalu. Tempat tidur baru, lemari pakaian, dan meja rias. Semuanya sudah dicuci dan dibersihkan."

Liora mengikuti langkah Emi. Setibanya di lantai dua, Emi berhenti di depan sebuah pintu kayu berwarna putih dengan gagang kuningan yang mengilap. Ia membuka pintu itu, dan Liora langsung disambut oleh pemandangan sebuah ruangan tidur yang cukup luas dan sangat bersih.

Kamar itu berbau harum pewangi ruangan beraroma lavender. Seprai putih bersih membentang rapi di atas tempat tidur ukuran queen, dengan selimut tebal berwarna abu-abu muda yang dilipat sempurna di ujung kakinya. Ada dua bantal empuk dengan sarung bantal berenda halus. Di sudut ruangan, terdapat sebuah meja rias kayu jati dengan cermin oval besar dan sebuah kursi berlapis kain sutra. Di sisi lain, sebuah lemari pakaian dua pintu yang terbuat dari kayu yang sama dengan meja rias, sudah terbuka dan tampak kosong, siap diisi dengan barang-barang Liora.

"Kamar ini bersebelahan langsung dengan kamar Alexander," jelas Emi sambil menunjuk ke dinding sebelah kanan. "Jadi Anda bisa mengawasinya dengan mudah jika ada apa-apa di malam hari. Namun, saya juga memasang kunci di pintu ini, jadi jika Anda butuh privasi dan ingin menenangkan diri, Anda bisa menguncinya. Saya pikir itu penting untuk kenyamanan Anda."

Liora berjalan perlahan ke tengah kamar. Ia membuka tirai jendela besar yang menutupi dinding belakang. Jendela itu menghadap langsung ke halaman belakang rumah, di mana terlihat sebuah peternakan kecil dengan beberapa ekor ayam yang mulai berkumpul mendekati kandang. Angin senja masuk melalui celah jendela yang sedikit terbuka, membawa udara segar khas pedesaan yang baru pertama kali Liora rasakan.

"Terima kasih banyak, Emi. Kamarnya sangat cantik. Ini… jauh lebih baik dari yang saya bayangkan," ucap Liora, suaranya sedikit tercekat.

Emi tersenyum lembut, matanya menyoroti rasa iba. "Saya tahu ini bukan keputusan yang mudah untuk Anda, Nona. Tetapi percayalah, hidup di sini tidak akan seburuk yang Anda kira. Alexander tidak pernah menyakiti siapa pun. Ia hanya ingin diajak bermain dan diperhatikan. Saya yakin, perlahan-lahan, Anda akan merasakan ketenangan di desa ini."

Mata Liora terasa perih. Ia menelan ludah dan mengangguk perlahan. Ia belum siap untuk memikirkan tentang ketenangan. Saat ini, ia hanya bisa merasa sesak.

Emi lalu melihat ke arah jam dinding yang bergantung di lorong lantai dua. Jarum pendek sudah menunjuk hampir pada angka enam. "Nona, hari sudah mulai sore. Saya harus segera kembali ke rumah utama Theodore di kota sebelum malam benar-benar gelap. Sopir sudah menunggu di bawah. Sebelum saya pergi, izinkan saya memberi tahu satu hal lagi."

Emi menuntun Liora turun ke lantai bawah, menuju ruang makan yang terletak di sebelah dapur. Di atas meja makan kayu panjang yang sudah dilapisi taplak putih, terdapat beberapa piring tertutup. Emi membuka tutup salah satunya.

"Ini adalah makanan malam saya. Saya memasaknya sebelum berangkat ke sini. Ada ayam goreng tepung, sayur sop bening dengan wortel dan jagung manis, serta nasi putih yang masih hangat. Jika sudah dingin, Anda bisa menghangatkannya sebentar di kompor. Saya juga sudah menyiapkan jus buah di kulkas. Alex biasanya makan malam sekitar pukul tujuh. Jadi Anda bisa mengatur waktu makannya bersama."

Liora menatap hidangan yang masih mengepul itu. "Emi… Anda benar-benar luar biasa. Terima kasih sudah mempersiapkan semua ini."

Emi tersenyum. "Sudah tugas saya. Dan sekarang, saya harus benar-benar pergi."

Emi menuruni tangga dengan cepat. Sebelum benar-benar melangkah keluar pintu, ia berjongkok di dekat Alex yang masih asyik menyusun balok kayu di ruang tamu. Ia mengelus rambut Alex yang berantakan dengan penuh kasih sayang.

"Alex, mama Emi pulang dulu ya. Tante Liora akan temani kamu makan malam nanti. Kamu harus patuh sama Tante Liora, jangan rewel, dan jangan buang mainan di mana-mana ya," bisik Emi lembut.

Alex mengangkat wajahnya yang bersih, matanya berbinar. Ia tersenyum lebar, lalu melambaikan tangannya yang masih memegang balok kayu. "Dadah, Emi! Emi hati-hati!"

Setelah pintu depan tertutup dan suara langkah kaki menghilang, rumah itu kembali sunyi. Hanya ada suara jam dinding di ruang tamu yang berdetak perlahan, dan suara napas Alex yang masih sibuk dengan mainannya.

Liora mengambil napas dalam-dalam. Kini ia benar-benar sendirian di sini. Hanya ia dan suaminya.

Ia masuk ke dapur, memanaskan kembali makanan dengan kompor gas kecil. Aroma ayam goreng dan sop sayur mulai memenuhi ruangan, mengusir sedikit kesunyian. Ia menyiapkan dua piring besar dan dua gelas jus.

"Alex, sudah waktunya makan malam!" panggil Liora dengan suara pelan namun jelas.

Alex segera berlari kecil ke arah meja makan. Ia menatap piring di depannya dengan mata berbinar. "Wah! Ayam! Ayam kesukaan Alex!"

Liora tersenyum kecil. Ia duduk di kursi di seberang Alex. Mereka berdua mulai makan. Alex makan dengan lahap, tangannya yang masih sedikit canggung memegang sendok, namun ia tetap berusaha mengambil makanan sendiri. Sesekali ia tertawa kecil dan bercerita tentang ayam-ayam di peternakan belakang yang telah ia beri nama satu per satu.

"Yang putih itu namanya Putih! Yang hitam itu Hitam! Yang cokelat itu namanya Kopi!" ujar Alex sambil menyuap nasi.

Liora mendengarkan dengan sabar, memancing Alex untuk terus bercerita. Ia bahkan ikut tertawa beberapa kali. Untuk sejenak, Liora lupa kalau ia ada di sini karena paksaan. Ia hanya melihat seorang anak laki-laki berusia lima tahun di balik tubuh dewasa itu, dan ia ingin melindunginya.

Makan malam usai. Liora mencuci piring dan gelas di wastafel. Di luar, langit sudah berubah menjadi warna oranye keemasan, lalu perlahan-lahan bertukar menjadi ungu tua yang diselingi bintang-bintang pertama yang mulai berkelip. Suara jangkrik menggantikan suara burung. Angin malam berembus pelan, menggoyang dedaunan di halaman.

Liora membantu Alex menyikat giginya di kamar mandi, lalu mengantarnya ke kamar tidurnya. Alex naik ke tempat tidur tanpa protes, dan ia menarik selimut hingga ke dagunya.

"Liora, kamu mau tidur di sebelah?" tanya Alex lugu.

Liora tersenyum dan menggeleng. "Alex tidur sendiri ya. Kamar Liora ada di sebelah. Alex bisa panggil Liora kalau butuh sesuatu."

"Oke! Selamat tidur, Liora!" ucap Alex dengan polosnya.

Liora menutup pintu kamar Alex setengah terbuka, agar ia bisa mendengar jika ada suara. Lalu ia berjalan ke kamarnya, menutup pintu, dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang baru.

Ia menatap langit-langit kamar yang diterangi cahaya remang-remang lampu kamar. Di luar, suara jangkrik bersahut-sahutan. Rumah besar yang megah ini kini hanya berisi mereka berdua. Liora meremas selimutnya erat-erat.

"Ini baru malam pertamaku di sini," bisiknya pada dirinya sendiri.

Air matanya perlahan mulai jatuh membasahi pipi. Ia menangis, tetapi ia menangis dalam diam, agar Alex tidak mendengarnya. Liora menutup matanya, dan membiarkan malam itu merangkulnya dalam kesunyian. Hidupnya di desa ini benar-benar telah dimulai. Bersama suami yang polos, dan malam yang begitu sunyi.

1
Ilfa Yarni
oooo jadi gitu tp syukurlah udah ga ada rahasia lg diantara mereka dan jg bisa bersikap sebagaimana mestinya dan skr kalian bisa menghadapi masalah bersama2
Ilfa Yarni
aku jg penasaran bukan km saja liora
wulaniii
gais like dan komen kalo bisa tonton yah biar dapet komisi 🤣
Alia Chans
Hadir Thor, penasaran banget ama lanjutan nya ...🤭🤭

saling support sabi kali😉
Muhajir Al musyaffa
halo kak aku punya karya loh mampir yu kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!