NovelToon NovelToon
Kembalinya Dewa Kematian

Kembalinya Dewa Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:147.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seseorang yang kembali ke masa lalunya. Seorang pendekar kuat yang berhasil mendapatkan pusaka untuk mengulang waktu.

Sembilan tahun telah berlalu semenjak kembalinya dia ke masa lalu. Banyak hal yang telah ia ubah. Kekuatannya juga perlahan mendekat ke puncak kekuatannya di kehidupan pertama.

Namun ancaman lain akhirnya muncul. Sejarah telah berubah karena campur tangannya. Kini ia harus bersiap menghadapi musuh lain yang rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengumpulkan Para Pengikut

Malam telah menyelimuti langit ketika dua sosok akhirnya tiba di Dua Pedang Petir.

Swusss...

Dua garis cahaya melesat melewati puncak-puncak gunung sebelum perlahan menurunkan ketinggian. Tak lama kemudian, Boqin Changing dan Patriark Wang Zhou mendarat dengan ringan di halaman kediaman patriark.

Tap. Tap.

Suasana sekte jauh lebih tenang dibandingkan siang hari. Hanya beberapa lentera yang masih menyala, menerangi jalan setapak yang membelah halaman.

Wang Zhou mengembuskan napas pelan.

"Akhirnya kembali juga."

Boqin Changing menganggukkan kepala kecil.

"Perjalanan kali ini cukup panjang."

Patriark Wang Zhou memandang pemuda di depannya beberapa saat, lalu tersenyum tulus.

"Chang’er, terima kasih."

"Kalau bukan karena bantuanmu, misi kali ini mungkin tidak akan berakhir sebaik ini."

Boqin Changing tersenyum tipis.

"Tidak perlu berterima kasih. Bagaimanapun juga, aku hanya kebetulan bisa ikut dalam perjalanan ini."

Wang Zhou menggeleng sambil tertawa kecil.

"Kau selalu berkata begitu. Padahal semua orang tahu siapa yang benar-benar menyelesaikan misi ini."

Boqin Changing hanya mengangkat bahu.

"Yang penting misinya selesai."

Keduanya saling memberi hormat.

"Kalau begitu, aku permisi."

"Hati-hati di jalan."

Swusss...

Boqin Changing kembali melayang ke udara sebelum menghilang menuju kediamannya sendiri.

Tak lama kemudian, Boqin Changing mendarat tepat di halaman rumahnya.

Ia memandang sekeliling. Halaman rumahnya kini terlihat sunyi. Lampu-lampu minyak masih menyala redup, sementara udara malam bertiup pelan melewati pepohonan di halaman.

Boqin Changing berjalan menuju pintu depan.

Tok... Tok... Tok...

Tak lama kemudian terdengar langkah kaki dari dalam rumah.

Krekk...

Pintu perlahan terbuka.

Ehuang Baiye berdiri di balik pintu. Saat melihat siapa yang datang, kedua matanya langsung membelalak.

"Chang'er? Kau sudah pulang? Misimu sudah selesai?"

Boqin Changing tersenyum hangat.

"Sudah, Bu. Misinya berjalan lancar."

Wajah Ehuang Baiye langsung dipenuhi rasa lega.

"Syukurlah... ayo cepat masuk."

Boqin Changing menganggukkan kepala sebelum melangkah masuk ke dalam rumah.

Namun baru beberapa langkah berjalan, ia merasakan sesuatu. Ibunya masih berdiri di belakang sambil terus memperhatikannya dari atas hingga bawah.

Boqin Changing berhenti.

"Ibu? Ada apa?"

Ehuang Baiye segera menghampirinya.

"Kau baik-baik saja?"

"Apakah kau terluka?"

"Selama di perjalanan kau makan dengan baik?"

"Kau tidak memaksakan diri, kan?"

"Kalau kelelahan jangan dipendam sendiri."

Pertanyaan demi pertanyaan keluar tanpa jeda. Boqin Changing yang biasanya selalu tenang kini hanya bisa berkedip beberapa kali.

"Ibu... aku baik-baik saja. Tidak ada luka. Dan aku juga makan dengan teratur."

Ehuang Baiye masih belum tampak puas.

"Benarkah? Jangan berbohong pada ibu."

Di sudut ruangan Long Aotian dan Wu Xing yang sejak tadi duduk santai hanya bisa menundukkan kepala. Bahu keduanya bergetar pelan.

Mereka benar-benar sedang berusaha keras menahan tawa. Pemandangan di depan mereka terlalu langka. Siapa sangka pria dengan julukan Dewa Kematian yang membuat seluruh Kekaisaran Qin gemetar, justru diperlakukan seperti anak kecil ketika pulang ke rumah.

Long Aotian bahkan buru-buru membalikkan wajahnya ke arah lain. Kalau tidak, ia benar-benar akan tertawa keras.

Di dalam hatinya ia terus mengulang satu kalimat.

"Kalau para musuh Tuan Besar melihat pemandangan ini... mungkin mereka tidak akan percaya."

Boqin Changing tentu menyadari reaksi kedua pengikutnya. Sudut matanya sempat melirik ke arah mereka. Tatapannya berkata jelas...

"Kalian berdua nanti lihat saja nanti."

Namun di depan ibunya, ia sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa.

Sementara itu Ehuang Baiye kembali bertanya,

"Kau sudah makan?"

Boqin Changing baru saja membuka mulut.

"Sud..."

Namun Ehuang Baiye langsung memotongnya.

"Sepertinya belum. Sebentar. Ibu panaskan dulu makan malam."

Tanpa menunggu jawaban putranya, ia langsung bergegas menuju dapur.

"Chang'er pasti lapar."

Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yang menjauh.

Begitu Ehuang Baiye menghilang ke dapur, suasana ruang tamu mendadak berubah.

Boqin Changing perlahan menoleh. Tatapannya jatuh kepada Long Aotian dan Wu Xing. Senyumnya masih sama. Namun entah mengapa, senyum itu justru terasa lebih mengerikan daripada wajah marah.

Ia melangkah perlahan.

Tap... Tap...

"Apa... yang lucu di sini?"

Long Aotian langsung menegakkan punggungnya.

"T-Tidak ada, Tuan Besar. Aku hanya..."

Ia melirik Wu Xing secepat kilat.

"...baru saja mendengar cerita lucu dari Wu Xing."

Wu Xing yang tiba-tiba dijadikan kambing hitam langsung membelalakkan mata. Namun melihat tatapan Long Aotian yang memohon, ia buru-buru mengangguk secepat ayam mematuk.

"B-Benar! Aku yang bercerita."

Boqin Changing menganggukkan kepala perlahan.

"Ah.. Begitu..."

Senyumnya semakin tipis.

"Kalau begitu... ceritanya pasti sangat lucu. Kenapa tidak kalian ceritakan juga kepadaku?"

Ia kembali melangkah satu langkah mendekati keduanya.

Tap.

Long Aotian dan Wu Xing refleks menelan ludah. Keringat dingin mulai muncul di dahi mereka.

"T-Tuan..."

Namun sebelum Boqin Changing sempat melangkah lebih jauh, terdengar suara dari arah dapur.

"Chang'er!"

Ehuang Baiye berteriak cukup keras.

"Tolong bantu ibu sebentar! Api tungkunya tidak mau menyala!"

Boqin Changing berhenti melangkah. Ia memejamkan mata sesaat, lalu mengembuskan napas pelan. Tatapannya kembali beralih kepada Long Aotian dan Wu Xing.

"Kalian... beruntung."

Setelah mengucapkan itu, ia langsung berbalik menuju dapur.

"Baik, Ibu. Aku datang."

Begitu sosok Boqin Changing menghilang ke balik pintu dapur, Long Aotian dan Wu Xing serempak menjatuhkan tubuh mereka ke sandaran kursi.

"Huuuft..."

Keduanya mengembuskan napas lega hampir bersamaan. Long Aotian mengusap dahinya yang dipenuhi keringat.

"Hampir saja..."

Wu Xing mengangguk berkali-kali.

"Benar. Aku tadi benar-benar mengira kita akan dihajar oleh Tuan Besar."

Long Aotian melirik ke arah dapur, lalu berbisik pelan.

"Untung masih ada Nyonya."

Wu Xing spontan mengangguk setuju.

"Di rumah ini... sepertinya hanya Nyonya yang bisa menyelamatkan kita dari Tuan Besar."

...******...

Keesokan paginya, langit di atas Sekte Dua Pedang Petir tampak cerah. Kabut tipis masih menyelimuti lereng-lereng gunung, sementara cahaya matahari perlahan menembus sela-sela pepohonan.

Di salah satu aula yang berada cukup jauh dari keramaian murid, empat sosok telah berkumpul.

Boqin Changing berdiri di depan dengan kedua tangan berada di belakang punggungnya. Tatapannya tenang seperti biasa.

Di hadapannya berdiri tiga orang yang telah lama mengikutinya. Long Aotian, Wu Xing. dan Yan Luo. Ketiganya berdiri tegak sambil menunggu ucapan Boqin Changing.

Suasana aula begitu tenang hingga hanya suara embusan angin yang terdengar dari luar. Boqin Changing akhirnya membuka pembicaraan.

"Dalam beberapa hari lagi... aku akan meninggalkan sekte ini....”

Ucapan itu langsung membuat ketiga pengikutnya mengangkat kepala. Long Aotian menjadi orang pertama yang bertanya.

"Tuan Besar akan pergi? Bukankah kita belum lama di sini."

Boqin Changing menganggukkan kepala pelan.

"Ada sesuatu yang ingin kupastikan."

Tatapannya perlahan beralih ke arah luar aula, seolah sedang memikirkan sesuatu yang cukup penting.

"Selama perjalanan sebelumnya... aku menemukan beberapa petunjuk yang menurutku tidak sesederhana yang terlihat."

Ia berhenti sejenak.

"Aku harus mencari tahu kebenarannya sendiri."

Ketiga orang di hadapannya tidak menyela. Mereka memahami sifat Boqin Changing. Jika sampai mengadakan pertemuan khusus seperti ini, berarti persoalan tersebut bukanlah sesuatu yang sepele.

Beberapa saat kemudian, Boqin Changing kembali menoleh kepada mereka.

"Karena itu... aku membutuhkan bantuan kalian."

Long Aotian langsung mengepalkan tangan.

"Perintahkan saja, Tuan Besar."

Wu Xing mengangguk mantap.

"Kami siap."

Yan Luo yang sejak tadi paling pendiam pun akhirnya membuka mulut.

"Apa yang harus kami lakukan?"

Boqin Changing tersenyum tipis.

"Aku sudah memikirkan semuanya. Kalian bertiga akan menjalankan tugas yang berbeda."

Tatapannya menyapu wajah Long Aotian, Wu Xing, dan Yan Luo satu per satu.

"Kalian pasti bisa melakukannya.”

Ia berhenti sejenak sebelum kembali berkata dengan nada tenang,

"Aku akan membagi tugas kepada kalian."

Ketiga pengikutnya langsung memasang ekspresi serius, menunggu perintah berikutnya. Namun Boqin Changing justru terdiam, membiarkan suasana aula kembali diselimuti keheningan. Hanya suara angin yang berembus pelan melewati jendela, seakan menjadi pertanda bahwa sesuatu yang jauh lebih besar akan segera dimulai.

1
Raju
hadeeeeech.....
ta apalah !!
biar alurnya lambat asal selamat
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍👍
Nanik S
Baru kejutan si Tuan muda menyerah 👍👍👍
Nanik S
Wkwkwkwkwk Tuan besar kalah sama Boqin Feng...🤣🤣🤣🤣
yayat
diracunin ayahnya untuk mancing n dpt ijin dr ibunya boqin ga berkutik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe ayoooo mancing mania 👍🤣
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hiburan 🌽🔥
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Wu Xing tepat untuk tetap diSekte, karena dia Ketua Sekte yang ikut Boqin Changing ke Kaisaran Qin. selain menjaga Sekte bisa juga melatih orang diSekte.
Zainal Arifin
libur ???
Joedhi Ghenitz
sangat bagus, keren
Akhmad Baihaki
🤭🤭🤭🤭🤭
Blue Manusia Biasa
kacian Wu Xing🤣🤣
Nurhasnah Yolanda
mana kelanjutanya
bogel
top markotop
A 170 RI
menjaga kedua orang tuaku🤣🤣🤭
Xiao Shuxiang
VOTE MELUNCUR
Mamat Stone
/Shhh/
Mamat Stone
/Bye-Bye/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!