NovelToon NovelToon
TAKDIR

TAKDIR

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:271.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: nazwa talita

Setelah sama-sama merasakan sakit hati yang paling dalam, Bima dan Renata menata hati mereka, sampai akhirnya, Renata dan Bima kembali menemukan kebahagiaan bersama pasangannya masing-masing.

Namun, takdir ternyata kembali mempertemukan mereka dalam situasi yang sama-sama sulit.

Lalu, akankah takdir kembali berpihak pada mereka setelah mereka berdua sama-sama merasa kehilangan?


Yuk, kepoin kisah Bima dan Renata. Seperti biasanya, jangan lupa sedia tisu, karena cerita ini banyak mengandung bawang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 8 NIKAH KONTRAK

"Bima, maukah kamu menikah denganku?"

Bima menatap perempuan di depannya sambil mengerutkan dahi.

"Apa kamu bilang?"

"Menikahlah denganku!" Karina berucap dengan penuh keyakinan, membuang rasa malu dalam hatinya. Sepertinya, dia memang harus segera menikah dengan laki-laki pilihannya agar sang paman tidak bisa mengambil alih harta warisan yang seharusnya menjadi miliknya.

Awalnya, Karina sudah sangat yakin akan menikah dengan Randy, laki-laki yang sudah menjadi kekasihnya dari semenjak SMA. Namun, tidak disangka, saat Karina ingin menceritakan masalahnya pada Randy dan mengajaknya menikah, pria itu justru mengkhianatinya.

Siang itu, saat dirinya akan memberikan kejutan pada sang kekasih, Karina justru dikejutkan oleh suara laknat yang berasal dari kamar Randy. Merasa penasaran, gadis cantik itu dengan perlahan mendekati kamar kekasihnya.

Saat itu juga, dunianya serasa hancur saat melihat Randy yang sedang bersemangat memacu tubuhnya di atas tubuh seorang perempuan. Perempuan yang tak lain adalah anak dari pamannya.

"Ah, sial! Kenapa kenangan sialan itu justru muncul sekarang?" Karina menggeram dalam hati.

Kejadian itu sudah berlalu sebulan yang lalu, tetapi, rasanya masih baru kemarin terjadi. Rasa sakitnya bahkan sampai sekarang masih begitu terasa.

Bajingan!

"Apa saat ini kamu sedang melamarku?" Bima mencibir.

"Sebenarnya kamu ini perempuan macam apa, sampai-sampai berani melamar pria yang baru kamu kenal selama satu hari?" lanjut Bima sambil tersenyum dengan begitu menyebalkan. Sementara Karina melotot dengan wajah merah padam.

"Tentu saja aku perempuan baik-baik!" Karina berteriak kesal.

"Oh, ya?" Bima menatap Karina dari ujung kaki sampai ujung kepala, seolah sedang menelanjangi gadis cantik itu.

Bima akui, gadis bernama Karina itu memang sangat cantik. Meskipun wajahnya terlihat pucat, tetapi tetap tidak bisa menyembunyikan kecantikannya.

"Lalu, kenapa kamu mengajakku menikah?"

"Aku ...." Mata bulat Karina menatap pria yang saat ini juga sedang menatapnya tajam.

"Aku ingin kamu menolongku. Anggap saja, sebagai ganti rugi karena kamu telah menabrakku," ucap Karina.

"Ganti rugi?" Bima menatap Karina dengan pandangan mencibir.

"Kenapa aku harus ganti rugi? Jelas-jelas kamu yang salah dalam hal ini. Kalau kamu tidak bodoh dan ceroboh, aku juga tidak mungkin menabrakmu!"

"Kamu!" Karina berteriak mendengar ejekan pria di depannya itu.

"Aku tidak bodoh! Kalau saja anak buah paman tidak mengejarku, aku juga pasti tidak akan ada di hadapan mobilmu saat itu!" Karina kembali berteriak kesal. Gadis itu kemudian memegangi kepalanya yang terasa sakit.

Mulutnya mendesis, saat luka di kepalanya itu kembali terasa sakit. Melihat Karina meringis kesakitan, Bima kemudian mendekati gadis itu.

"Sebaiknya kamu istirahat dulu. Jangan terlalu banyak mikir." Bima membantu membaringkan tubuh Karina. Pria itu mengatur ranjang agar perempuan itu bisa berbaring dengan nyaman.

Karina menghembuskan napas panjang, mencoba menghalau rasa sakit di kepalanya.

"Apa perlu aku panggilkan dokter?" Suara Bima berubah lembut. Pria itu menatap Karina dengan rasa khawatir.

Memang benar, seandainya gadis itu tidak dikejar-kejar oleh anak buah pamannya, tidak mungkin tiba-tiba dia muncul di hadapan mobilnya.

"Tidak perlu. Aku baik-baik saja." Karina menjawab dengan pelan. Amarah dan kekesalannya pada Bima musnah sudah.

Mereka berdua kemudian terdiam. Bima merapikan rambut Karina sambil memeriksa perban di kepala gadis itu. Laki-laki itu menarik napas lega, kemudian menarik tangannya dari kepala Karina.

"Bima, apa kamu benar-benar tidak bisa menolongku?" Suara Karina terdengar lirih. Perempuan itu bahkan tidak membuka matanya.

"Aku akan menolongmu, tetapi, bukan menolongmu dengan cara menikah denganmu." Bima menghentikan jarinya yang sedang bermain di atas layar ponsel. Laki-laki itu sedang menunggu kabar dari Renata yang sejak kepergiannya seolah ditelan bumi. Perempuan itu bahkan tidak mengirimi pesan apa pun padanya.

Mengingat Renata, hati Bima kembali berdenyut nyeri. Laki-laki itu menarik napas panjang, membuat Karina membuka matanya.

"Kenapa kamu tidak mau menolongku dengan cara menikah denganku?"

"Kamu pikir pernikahan itu mainan? Kita bahkan belum saling mengenal. Dasar bodoh!"

"Aku tidak bodoh!"

"Kalau kamu tidak bodoh, kamu pasti tidak mungkin mengajak pria asing yang bahkan baru kamu kenal untuk menikah denganmu!"

"Kamu belum mengenalku sama sekali. Apa kamu tidak takut kalau aku ini ternyata orang jahat?"

"Kalau kamu jahat, kamu tidak mungkin menolongku." Karina menatap Bima dengan seksama.

"Aku tahu, pernikahan itu bukan permainan. Aku hanya ingin kamu menolongku agar aku bisa lepas dari paman. Aku tidak mau kalau sampai paman dan keluarganya kembali merebut apa yang seharusnya menjadi milikku."

"Kalau aku menikah dengan pria yang dipilih oleh pamanku, aku yakin, dia pasti akan kembali menguasai harta orang tuaku. Apa aku salah jika kali ini aku ingin mempertahankan apa yang seharusnya menjadi milikku?" lanjut Karina. Berharap, pria dingin di depannya itu mau menolongnya sekali lagi.

"Nikah kontrak." Karina kembali berucap sambil terus menatap Bima.

"Apa?" Bima mengerutkan keningnya.

"Nikah kontrak seperti yang ada di novel-novel yang pernah aku baca."

"Kita menikah di atas perjanjian, setelah itu kita juga yang tentukan kapan pernikahan itu akan berakhir. Bagaimana? Mudah bukan?" Bima melongo mendengar kalimat demi kalimat yang keluar dari bibir seksi Karina. Tidak menyangka kalau gadis itu mengatakan tentang pernikahan seperti sedang mengatakan tentang makan apa hari ini.

"Sepertinya, selain bodoh, kamu juga gila. Kamu menyamakan pernikahan seperti di dunia novel yang kamu baca?"

"Menikah kontrak? Mengakhiri pernikahan? Kenapa aku harus bertemu dengan gadis bodoh seperti dirimu?"

"Aku tidak bodoh!"

"Hanya wanita bodoh yang menginginkan nikah kontrak!"

"Kamu benar-benar menyebalkan, Bima!"

"

1
Gintania nia
bagus
Annie Soe..
Devaann qu padamuu,,
Tulus banget siy kamu,
Cinta tanpa syarat asalkan yg dicintai bahagia,,
Elisa Nursanti Nursanti
bintang 5,like,favorit,bunga,kopi sudah kukirim padamu thoor
Farida Dewi
bagus banget
Nenk Jelita
mn takdir 2 blom update jg
lma bgt y
pasti udh bnyk yg nunggu
Irin Sumariyah
bagus👍👍
Nenk Jelita
knp takdir 2 blm update y
Dah lama bgt
dewi bumi
Bagus thor
Nenk Jelita
mana takdir2
Lilis Rikawati
semangat terus Thor sehat selalu
Lilis Rikawati
seru Thor sy br naca
Nenk Jelita
aku seneng Bima dan Karina
klo Renata munafik cinta tapi dipendam
Nenk Jelita
mana takdir dua
Alhamdulillah aku pminat takdir ..maafkan aku istriku..cinta Karmila ...lihat aku seorang sllu ku tunggu update nya tiap hari
ayo update lagi takdir 2 Bima ditunggu secepat mungkin
Wiji Lestari
cerita nya bikin penasaran
Tao Tao Chandra
aku pembaca setia thor...dr awal ku mau renta sm bima.knp jd gini crita y..Asli sedih,kecewa...knp sm devan..pdhl d sini tokoh utama y jls2 mrk..knp tdk d lnjutkan dgn mrk2.knp musti hdir tokoh2 baru..yg mnurut aku cmn tim rame2.pdhl kan bs dr tokoh2 lama bs masuk utk crita khdupn mrk,truz slng bntu nuat bima sm renata y....
Made Elviani
aku pendukung setia Bima utk Renata ......... season Takdir 2 lanjut up d sini ato ganti lapak Thor
Nazwatalita: Ganti lapak Kak
total 1 replies
yuli93
bagus
Sanie Iza
hadir
IKa Mariana
Awalnya optimis k Bima Renata bakal disatuin...tp sejak Bima nikah sama cewek lain jujur aku sbg readers yg ngikutin kisah mereka dr awal agak kecewa krn yg di sakitin Bima Renata tp malah nikah dan bahagua dgn perempuan lain dan sejak itu aku stop ngikutin..maaf ya Thor
Ningsih Shery
jujur thor saya adalah pembaca setia novel kisah Bima Renata hampir setiap membaca terharu biru dgn ceritama ntah knp setelah author munculkan tokoh devan ceritanya jadi lain chemestry tidak dapat ceritanya seperti berjalan ditempat padahal banyak yang menyaran dari para reader yg menurut pandangan saya saran reader itu sangat cerdas dan dapat membantu membangun narasi ceritamu tp author mengenyamoingkan karena menuruti sebagian reader yg lain yng menginginkan hadirnya tokoh devan ,,, padahal tokoh devan sendiri tidak ada dalam prolog awal,,, sy termasuk yg berhenti membaca ,,, jika sy membuka novel takdir hanya membaca comment2nya saja ,,, terus terang saya mo kepoin sampai nggak ini tuntas dgn sempurna seperti sempurnanya ceritanya diawal ,,, hari ini aku baru temukan jawabannya,, sebenarnya saya adalah penggemar karrya2mu thor udh byk yg saya baca tp semenjak cerita bima renata dicerita lanjutannya tdk sesuai menurut pandangan saya sy betul2 total tdk pernah mengunjungi karyamu lagi ,,, maaf ya thor,,, karena tidak mau lagi udh enak2 baca cerita keluar jalur sedih thor
Ratih Novitasari: betul, stl tahu ada tokoh karina yg tyt bima cinta sama dia, saya jg berhenti baca novel ini.skrg cm buka bab terakhir aja krn ada pengumuman
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!