NovelToon NovelToon
Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Action
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Jiang Yuan—18 tahun, hidup terasing di Desa Daun Hijau. Ketika desanya dihancurkan oleh kelompok misterius dari Aula Jiwa, ia terpaksa melarikan diri demi menyelamatkan nyawanya.

Di ambang kematian, Jiang Yuan diselamatkan oleh Wang Ning, seorang tetua kuat dari Sekte Bulan Kabut. Melihat bakat dalam dirinya, Wang Ning menjadikan Jiang Yuan sebagai murid dan membawanya memasuki dunia kultivasi.

Kini, Jiang Yuan harus bertahan di dunia yang kejam dan penuh bahaya, menempuh jalan menuju puncak kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Persiapan sebelum pergi

Keesokan harinya, sinar matahari pagi baru saja mulai menyingsing di balik puncak-puncak gunung, menyapu kabut tipis yang masih bergelayut di antara pepohonan kuno Puncak Teratai.

Di dalam gua kultivasinya, Jiang Yuan tengah bersiap untuk perjalanan yang akan segera ia mulai.

Pemuda itu mengenakan jubah berwarna hitam pekat yang terbuat dari sutra halus berkualitas tinggi, pemberian Wang Ning sebagai bekal untuk misinya.

Jubah itu pas di tubuhnya, tidak terlalu longgar namun juga tidak sempit, memungkinkan gerakan bebas saat bertarung. Dengan warna hitam yang gelap dan bersih, jubah itu memberinya kesan misterius dan dingin yang sangat sesuai dengan kepribadiannya.

Rambut hitamnya yang panjang diikat rapi ke belakang dengan sebuah pita sutra berwarna perak, menyingkapkan wajahnya yang tampan dan tegas.

Biasanya, rambutnya sering terurai dan sedikit berantakan karena kesibukannya berkultivasi. Namun hari ini, dengan penampilan yang rapi dan terawat, ketampanan Jiang Yuan terpancar lebih jelas dari biasanya.

Jiang Yuan melangkah di dalam gua yang sunyi, mengumpulkan gulungan-gulungan teknik yang berserakan di lantai batu.

Dengan satu sentuhan pikirannya, cincin penyimpanan di jarinya berkedip samar, menyerap setiap gulungan ke dalam ruang penyimpanannya yang tak terlihat. Beberapa botol kecil berisi pil obat juga ia masukkan, memastikan persediaannya cukup untuk perjalanan yang mungkin panjang.

Setelah semuanya rapi, Jiang Yuan duduk bersila di tengah gua. Ia memejamkan matanya, mengatur napasnya menjadi perlahan dan teratur.

Kesadarannya meluncur masuk ke dalam dirinya, tenggelam ke dalam Lautan Dou Qi yang luas dan dalam.

Di dalam Lautan Kesadarannya, langit kini tampak biru dan cerah. Tidak seperti pertama kali ia bertemu Bing Bi, ketika awan-awan hitam pekat menggantung mengancam.

Kini, lautan Dou Qi keperakan bergulung lembut di bawah kakinya, berkilauan seperti lautan bintang yang tak bertepi.

Namun, ada yang berbeda di salah satu sisi lautan itu. Sebagian area telah membeku, berubah menjadi hamparan es yang berkilauan indah.

Di tengah-tengah area es tersebut, sebuah ayunan dari kristal es menggantung dengan anggun, tempat yang kini menjadi favorit Bing Bi untuk bersantai.

Melihat sosok wanita itu yang tengah berayun santai dengan mata terpejam, Jiang Yuan perlahan mendekat. Langkah kakinya yang ringan menciptakan riak-riak kecil di permukaan lautan Dou Qi yang ia injak.

"Oh, Jiang Yuan!" Bing Bi membuka matanya begitu merasakan kedatangan pemuda itu.

Dengan gerakan lincah yang anggun, ia melompat turun dari ayunan kristalnya. Kakinya yang mulus mendarat dengan lembut di atas permukaan es, tidak meninggalkan goresan sedikit pun.

"Senior Bing, aku—"

"Senior?" Alis Bing Bi yang lentik terangkat tinggi. Ekspresi wajahnya yang biasanya dingin kini berubah menjadi sedikit tersinggung, meski jelas ia hanya berpura-pura. "Apa aku terlihat tua bagimu?"

Jiang Yuan terdiam. Ia menelan ludahnya dengan berat, merasakan tekanan dari tatapan mata biru pucat wanita itu yang tajam.

"Lalu... bagaimana?" tanyanya hati-hati.

Bibir merah Bing Bi melengkung membentuk senyuman yang menggoda. Ia melangkah mendekat, jari telunjuknya yang dingin menempel lembut di dada Jiang Yuan.

"Panggil aku... Kak Bing saja."

Jiang Yuan mengangguk, sedikit lega karena tidak harus menggunakan sebutan yang lebih formal yang bisa menyinggung perasaan wanita misterius ini.

"Baiklah, Kak Bing." Ia menarik napas sebentar, lalu melanjutkan. "Hari ini ada yang harus kulakukan. Aku akan menghadiri pelelangan besar untuk mengambil Tulang Phoenix Abadi atas perintah Guru Ning."

Pandangannya lurus menatap Bing Bi, penuh ketulusan.

"Jadi, aku berharap Kak Bing bisa membantuku untuk memilih barang-barang bagus nantinya. Aku hendak memanfaatkan kesempatan yang Wang Ning tawarkan padaku. Bukan berarti aku akan menghabiskan semua hartanya, tapi setidaknya aku akan membeli beberapa barang berguna setelah mendapatkan Tulang Phoenix Abadi itu."

Bing Bi menyilangkan kedua lengannya di bawah puncak kembarnya yang padat. Gerakan itu secara tidak sengaja mendorong bagian dadanya yang membusung ke atas, namun wanita itu tampak sama sekali tidak peduli.

Senyum percaya diri menghiasi bibirnya.

"Itu saja? Baiklah, Kakak ini akan membantumu," ucapnya dengan nada bangga. "Pengetahuanku tentang artefak dan ramuan kuno masih jauh lebih luas daripada siapa pun di dunia ini. Dengan aku di sisimu, kau tidak akan pernah tertipu oleh barang palsu."

Jiang Yuan mengangguk puas. Namun, ia belum selesai. Dari cincin penyimpanannya, ia mengeluarkan beberapa tanaman obat berwarna hijau keperakan yang memancarkan cahaya redup. Daun-daunnya berkilauan seperti permata, menguar aroma segar yang menenangkan.

"Ini, Kak Bing." Ia mengulurkan tangannya. "Rumput Roh. Berguna untuk meningkatkan kekuatan jiwa. Aku pikir ini akan membantu Kak Bing untuk menjaga jiwamu yang perlahan memudar."

Mata Bing Bi langsung berbinar. Wanita itu bergerak cepat bagaikan bayangan, meraih Rumput Roh dari tangan Jiang Yuan dalam sekejap.

Jari-jarinya yang mulus mencengkeram tanaman obat itu dengan hati-hati, seolah memegang harta yang paling berharga di dunia.

"Bocah," ucapnya, suaranya bergetar sedikit oleh emosi yang jarang ia tunjukkan. "Kau benar-benar baik!"

Mata wanita itu tak berhenti memandangi Rumput Roh di tangannya.

Ia menghirup aroma segarnya dengan nikmat, merasakan energi halus yang menyusup ke dalam jiwanya melalui indra penciuman.

Jiang Yuan hanya tersenyum kecil. Meski Bing Bi sering bersikap angkuh dan dingin, ia tahu bahwa di balik semua itu, wanita ini sebenarnya menyimpan rasa terima kasih yang besar.

Hubungan mereka mungkin dimulai dari kontrak yang saling menguntungkan, namun seiring waktu, ikatan di antara mereka perlahan-lahan mulai terasa lebih dalam.

"Karena kau sudah begitu baik," ucap Bing Bi setelah puas menikmati Rumput Roh di tangannya, "maka aku akan memberitahumu sesuatu."

Jiang Yuan memiringkan kepalanya, rasa ingin tahu muncul di matanya. "Apa itu?"

Bing Bi menatapnya dengan tatapan misterius. "Cairan dari wanita yang kau minum sebelumnya, sebenarnya sangat bermanfaat untuk tulangmu. Dengan cairan itu, fondasi Ranah Dou Shi-mu menjadi lebih stabil daripada kebanyakan kultivator di tingkat yang sama."

Jiang Yuan seketika memegangi lehernya, ekspresi wajahnya berubah menjadi campuran antara jijik dan terkejut.

Kenangan tentang rasa aneh minuman keemasan itu masih segar di ingatannya, membuat perutnya mual setiap kali ia mengingatnya.

"Tidak terduga..." gumamnya dengan suara serak. "Tapi tetap saja, aku tidak mau meminumnya lagi. Itu terlalu menjijikkan."

Bing Bi tertawa terbahak-bahak. Tawanya yang merdu bergema di seluruh Lautan Kesadaran, menciptakan riak-riak kecil yang menyebar di permukaan Dou Qi.

"Lucu sekali," ucapnya di antara tawa. "Ekspresi wajahmu saat itu... benar-benar tak terlupakan."

Jiang Yuan menghela napas, menggelengkan kepalanya pelan. Namun di balik rasa jijiknya, ia menyimpan informasi itu di dalam benaknya.

Jika cairan aneh itu benar-benar bermanfaat, mungkin suatu hari ia akan menanyakannya lagi kepada Wang Ning, tapi dengan lebih banyak pertanyaan dan jauh lebih sedikit keraguan.

"Baiklah, Kak Bing," ucapnya setelah Bing Bi berhenti tertawa. "Aku harus pergi sekarang. Ruan Mei pasti sudah menungguku."

Bing Bi mengangguk, matanya yang biru pucat berkilauan penuh harapan. "Hati-hati di luar sana, Jiang Yuan. Dan jangan lupa, kalau kau melihat barang yang menarik, panggil aku."

"Baiklah, Kak Bing."

Dengan lambaian tangan kecil dari Bing Bi, pemandangan di sekitarnya mulai memudar. Dan dalam sekejap, Jiang Yuan kembali membuka matanya di dalam gua kultivasi yang sunyi.

Ia bangkit berdiri, merapikan jubah hitamnya sekali lagi, dan melangkah keluar dari gua.

Sinar matahari pagi menyambutnya dengan hangat, dan di kejauhan, ia sudah bisa melihat sosok Ruan Mei yang berdiri dengan tangan terlipat di dada, menunggu dengan ekspresi jutek yang sudah menjadi ciri khasnya.

"Lambat sekali," ucap Ruan Mei ketus saat Jiang Yuan mendekat.

Jiang Yuan hanya tersenyum kecil. "Maaf, ada urusan yang harus diselesaikan."

"Hmph!" Ruan Mei membuang muka, namun tidak berkata lebih jauh.

Bersama-sama, mereka berdua melangkah menuju gerbang Puncak Teratai, meninggalkan gua kultivasi dan semua rahasia yang tersembunyi di dalamnya.

Di belakang mereka, di dalam Lautan Kesadaran Jiang Yuan, Bing Bi kembali duduk di ayunan kristalnya dengan Rumput Roh di tangannya. Seulas senyuman tipis menghiasi bibir merahnya.

"Semoga berhasil, bocah," bisiknya lirih di antara gemerincing es yang berkilauan.​

...---...

...[ Ilustrasi: Ruan Mei ]...

1
yayat
sungguh kuat mental jian
yayat
dapat bonus extra ni dari tetua ning
Cecilia: tinggal tunggu mainnya😋
total 1 replies
emg gw pikirin?
yh, ini mc ga naif, ga asal ambil harta, best deh
emg gw pikirin?
mc msi cool2 dsnii
emg gw pikirin?
suka dchhh sama mc gni
Gege
belom kunjung ada adegan kulit bertemu kulit dan bulu bertemu dengan bulu dalam adegan kultivasi ganda untuk meningkatkan kekuatan sang MC..💪😄🤣🤭
Cecilia: hampir ini🗿 dikit lagi, besok keknya
total 1 replies
Cecilia
besok ku up sampe bab 40
yayat
ditunggu
Cecilia
letsgooo, tungguin next bab gaes
Tsumuri Makabe
bagus, mc op, licik
Tsumuri Makabe
lesgooo jiang yuann
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
hmmm, awal yg bagus
asammanis
kurus dagingnya dikit
yayat
apa ni yg diminta ga mungkin minta nganu kn haha
Gege
di tunggu proses penyatuan yin yang dalam tajuk kultivasi ganda mempraktekkan isi kitab kamasutra 99 gerakan, guna memanen energi..🤣😄..makin banyak hareem makin kuwatt MC nyaaaah...💪
Cecilia: nantikan aja bab 39nya wkwk, bentar lagi🗿
total 1 replies
yayat
wah hal apa ni lanjut
Fajar Fathur rizky
gambar wang ning thor
Cecilia: ntar di bab 39 pas mereka nganu
total 1 replies
Zed Wara
13. Da da
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!