NovelToon NovelToon
MERESET TAKDIR SUAMIKU

MERESET TAKDIR SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Time Travel / Diam-Diam Cinta
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Tepat di hari perceraian mereka, Kirana Zhafira menyaksikan Damar Rafardhan tewas mengenaskan akibat tertabrak truk demi menyelamatkan cincin pernikahan mereka yang terjatuh. Kirana keliru menilai pernikahan dingin mereka selama dua tahun sebagai tanda ketidakpedulian. Namun, rahasia pilu membubung saat ibu mertuanya menyerahkan dompet Damar yang berisi foto pernikahan mereka dan cincin berlumuran darah kering.

Penyesalan terdalam menghantam Kirana begitu menyadari betapa sang suami sangat mencintainya dalam diam. Di tengah keputusasaan dan rasa sepi yang mencekam, keajaiban waktu terjadi. Kirana terbangun dan mendapati dirinya terlempar ke masa dua minggu sebelum tragedi maut itu merenggut Damar.

Berbekal kesempatan kedua dari semesta, Kirana bertekad meruntuhkan dinding es di antara mereka. Ia bersumpah akan mengejar cinta Damar, mengubah takdir tragis yang mengintai, dan memperjuangkan akhir bahagia yang tertunda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PELINDUNG DALAM SUNYI

"Kak Damar, maafkan aku. Maaf karena selama dua tahun ini aku telah merahasiakan masa laluku yang kelam darimu," ucap Kirana dengan suara yang parau dan terputus-putus menahan tangis. Setelah mengetahui semuanya, "Seandainya waktu dua tahun lalu aku bisa lebih jujur dan terbuka, mungkin pernikahan kita tidak akan pernah mengalami kesalahpahaman begitu lama."

Damar menatap istrinya dengan kehangatan dan kelembutan. Ia tidak ingin melihat wanita yang dicintainya itu terus didera oleh penyesalan atas masa lalu yang bukan merupakan kesalahannya. Dengan perlahan, Damar menarik tubuh mungil Kirana ke dalam dekapan hangatnya, membiarkan istrinya menangis meredakan beban di dada.

"Sudahlah, Kiran. Jangan menangis lagi dan jangan menyalahkan dirimu sendiri," kata Damar menenangkan istrinya. "Semua hal itu sudah berhasil kita lewati bersama. Yang paling penting bagi kita sekarang adalah kita masih memiliki waktu dan kesempatan untuk memperbaiki segalanya dari awal."

Kirana mengangguk pelan di dalam pelukan Damar, mencoba meredakan isak tangisnya yang mulai mereda.

"Lalu, soal Rusiadi, kamu tidak perlu merasa khawatir lagi mulai sekarang," lanjut Damar dengan nada suara yang mendadak berubah menjadi sangat dingin dan tegas. "Aku akan segera menyuruh para anak buahku untuk melacak dan meringkus bajingan kurang ajar itu secepat mungkin."

Kirana mendongakkan kepalanya, menatap lurus ke dalam manik mata Damar yang memancarkan kilat kemarahan yang tertahan.

"Dua tahun yang lalu, aku tidak bisa membalaskan dendam dan rasa sakit hatimu karena bajingan itu sedang mendekam di dalam penjara atas kasus yang lain," bisik Damar dengan rahang yang mengeras. "Maka dari itu, karena sekarang dia sudah berani menampakkan dirinya kembali, inilah waktu yang paling tepat bagiku untuk membalaskan semua perbuatannya padamu."

Tanpa membuang waktu lebih lama, Damar memanggil sang asisten pribadi, dan langsung meperintahkan agar Ricko agar mencari Rusiadi dan Ricko langsung menyanggupinya.

Setelah Ricko melangkah pergi meninggalkan ruangan CEO, keheningan kembali menyelimuti mereka berdua. Damar menatap jam dinding, lalu beralih menatap wajah Kirana yang masih menyisakan rona pucat di kedua belah pipinya.

"Kiran, sekarang sudah masuk jam makan siang. Ayo kita keluar sebentar untuk mencari makan agar kondisimu bisa sedikit lebih membaik," ajak Damar dengan lembut, mencoba mengalihkan perhatian istrinya.

Kirana menggelengkan kepalanya dengan pelan, raut wajahnya masih menampakkan sisa syok yang mendalam atas kemunculan nama sepupunya. "Aku sedang tidak ingin keluar ruangan, Kak. Pikiranku masih sangat kacau untuk pergi ke tempat umum."

Damar mengembuskan napas panjang, memahami betul kondisi psikologis istrinya saat ini. "Baiklah kalau begitu, kita tidak perlu keluar. Aku akan menyuruh sekretaris di depan untuk memesankan makanan dan kita makan di dalam ruangan ini saja."

Beberapa saat kemudian, beberapa menu makanan hangat sudah tersaji di atas meja di depan sofa panjang. Di sela-sela aktivitas makan siang mereka yang berlangsung dengan cukup tenang, seuntai pertanyaan yang selama ini mengganjal di benak Kirana akhirnya meluncur begitu saja dari bibirnya.

"Kak, bolehkah aku bertanya sesuatu hal yang mengganjal di hatiku?" tanya Kirana sembari meletakkan sendoknya perlahan.

Damar menghentikan kunyahannya, menatap istrinya dengan saksama. "Tentu saja boleh, Sayang. Apa yang ingin kamu tanyakan?"

"Mengapa waktu itu Kak Damar tidak langsung menceraikanku saja setelah tahu kalau aku terlibat dalam kasus pelecehan di masa sekolah?" tanya Kirana dengan tatapan mata yang berkaca-kaca kembali. "Padahal, dulu semua teman-teman dekatku langsung menjauh dan mengucilkan aku begitu saja setelah kejadian mengerikan tersebut tersebar."

Damar meletakkan sendoknya ke atas piring, lalu menatap lekat sepasang manik mata Kirana dengan pandangan yang penuh akan pengertian yang mendalam.

"Kiran, dengarkan aku dengan baik. Kejadian buruk di masa lalu itu sama sekali bukan merupakan kesalahanmu," ucap Damar dengan suara yang sangat tegas namun lembut. "Lagian kejadian itu juga tidak sampai membuat dirimu ternodai olehnya, jadi seharusnya teman-temanmu tidak bertindak kejam dengan menjauhkan diri darimu seperti itu."

Kirana terdiam mendengarkan penuturan suaminya.

"Seharusnya, sebagai orang-orang terdekat, mereka memberikan dukungan moral yang besar kepadamu agar kamu bisa segera sembuh dan tidak terjebak dalam trauma yang berkepanjangan," lanjut Damar, meluapkan pandangan pribadinya atas ketidakadilan yang pernah diterima oleh istrinya.

Kirana kembali terdiam meresapi ketulusan hati pria di hadapannya, hingga akhirnya seulas senyuman haru terukir samar di bibirnya. "Terima kasih banyak, Kak Damar. Terima kasih karena sudah mau menerima diriku apa adanya dan juga tetap melindungiku selama ini."

Damar tersenyum manis, lalu mengulurkan tangannya dan mengelus puncak kepala Kirana yang tertutup oleh selembar kain hijab yang anggun.

"Kamu tidak perlu terus-menerus mengucapkan terima kasih, Kiran," tutur Damar dengan nada yang sangat hangat. "Sebab, menjaga dan melindungimu dari marabahaya apa pun sudah menjadi kewajiban mutlak bagiku sebagai seorang suami."

Damar menggeser posisi duduknya menjadi lebih dekat pada Kirana lalu ia menarik pundak istrinya agar bersandar di dada bidangnya.

"Kiran, berjanjilah satu hal padaku mulai hari ini," ucap Damar sembari menundukkan kepala untuk menatap wajah istrinya dari atas. "Jangan pernah lagi merahasiakan apa pun dariku, sekecil apa pun itu bentuknya."

Kirana mendongak sedikit, menatap rahang tegas suaminya. "Janji tentang apa, Kak?"

"Bila ada sesuatu hal yang terasa mengganjal atau membuat hatimu tidak tenang, sebaiknya langsung kamu utarakan padaku secara langsung," pinta Damar dengan penuh kesungguhan. "Aku ingin hubungan pernikahan kita ke depannya tidak perlu lagi mengalami kesalahpahaman yang tidak berguna."

Kirana langsung mengangguk dengan mantap, memantapkan hatinya untuk menjadi sosok istri yang lebih baik lagi. "Baiklah, Kak Damar. Kiran janji akan selalu terbuka dan memperbaiki segalanya dari awal, agar hubungan rumah tangga kita bisa menjadi semakin dekat dan hangat."

Damar tersenyum penuh rasa puas mendengarnya. Ia menundukkan kepalanya sedikit lebih dalam, dan mengecup puncak kepala Kirana dengan penuh rasa kasih sayang yang membuncah. Namun, di tengah kedamaian sesaat itu, sebuah ingatan lain tentang masa lalu mendadak melintas di benak Kirana, memicu rasa penasaran baru.

"Kak Damar, ada satu hal lagi yang ingin aku tanyakan sejak lama," ucap Kirana sembari mendongakkan kepalanya kembali.

Damar mengusap lengan istrinya yang berada di dalam rangkulannya. "Tanyakan saja, Sayang. Ada apa?"

"Mengapa selama dua tahun pernikahan kita ini, Kak Damar tidak mengizinkan aku berkunjung ke rumah Mama?" tanya Kirana dengan raut wajah penasaran. "Padahal, Mama katanya sangat ingin bertemu dan mengenal diriku lebih dekat sebagai menantunya."

Damar seketika terdiam seribu bahasa mendengarkan pertanyaan menohok tersebut. Setelah mengembuskan napas pendek, Damar akhirnya memilih untuk memberitahukan alasan yang sebenarnya terjadi kepada Kirana.

"Dulu, aku merasa sangat takut jika membawamu langsung menemui keluarga besarku, Kiran," jawab Damar dengan jujur, menatap lekat mata istrinya. "Aku takut kalau Mamaku nanti secara tidak sengaja akan bertanya terlalu jauh tentang latar belakang masa lalumu, dan aku tahu pertanyaan seperti itu pasti akan kembali mengorek luka lama yang membuat traumamu bangkit."

Kirana tersentak pelan, tidak menyangka bahwa alasan di balik pengasingan dirinya dari keluarga besar suaminya adalah demi kebaikannya sendiri.

"Jadi, pada saat itu aku berpikir bahwa menghindari pertemuan jauh lebih baik dilakukan, daripada nanti kamu harus merasa tidak nyaman dan tersiksa di tengah-tengah keluargaku," jelas Damar mengakhiri penuturannya.

Kirana akhirnya tahu dan menyadari satu fakta besar lagi bahwa Damar benar-benar sangat melindungi dirinya dari segala arah. Suaminya sengaja menjauhkan dirinya dari orang tuanya agar tidak bertanya secara mendalam. Karena bagaimanapun, seorang ibu pasti selalu memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar mengenai bagaimana latar belakang istri dari anak laki-lakinya. Dan pastinya, itu akan menyeret kembali kehidupan Kirana di masa lalu. Makanya, ia juga mengingatkan ibunya agar tidak ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka. Kirana semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang Damar, berjanji untuk membalas semua kebaikan pria ini.

1
Radya Arynda
baby damar otw lah😃😃😃😃
Nia nurhayati
monggo mas damar puas"in dahh🤣🤣🤣
Lia siti marlia
adehhhh kak damar ketagihan nya 🤭🤭🤭itu adik bandel banget 😁😁😁
Lia siti marlia
wis mau unboxing lagi damar 🤗🤗🤗🤗🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
bukannya kemaren udah melebur y apa belum sempat unboxing
Nia nurhayati
semoga Samar selamat ya ..agar Kira na tidak sedih lagii
Lia siti marlia
aduhhh semoga sama damar selamat dari kejahatan c clenning sevice itu 🥺🥺🥺ayo ricko kamu harus gercep lindungi bosmu itu
Lia siti marlia
cie cie masa masa bucin mulai terealisasikan 🤭🤭🤭meskipun bahaya mengintai untumgnya punya asisten yang gercep seperti ricko dan kawan kawan 😁😁😁
Nuzul Lina
seru dan menarik banget cerita nya
Lia siti marlia
semangat buat kiran sama damar untuk mengubah masa depan yang kelam🤗🤗💪💪💪
Radya Arynda
semangaaaat💪💪💪💪
Mira Hastati
bagus
Radya Arynda
semangaaat,,jangan menyerah kirana,,, hadapi semua ber sama damar suami mu,,,kamu harus bisa💪💪💪💪💪
Lia siti marlia
akhirnya terkuak sudah rahasia itu 😁😁semoga kedepannya cinta kalian semakin erat 🤗🤗
Lia siti marlia
akhirnya cinta damar sama kirana terbalaskan juga 🤗🤗🤗 semangat juga buat kiran cari terus sumber malapetaka suamimu 🤗🤗🤗
Radya Arynda
semangaaat💪💪💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjuuutttt thor
GANBATEEE NEE 😁🤗💪
dome🌬️🌀🌀🌀
tengkiyuuu Thor....sudah kasih bab terbaikkk🤗🤗🤗
semangat yaa update nyaa😁😁😁
semoga benang takdir bisa terurai dan dalang dibalik Kematian damar bisa terungkap semuanya . semangat kiran, jaga damar dr takdir tragis nya 💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat update yaa thor. makasih update nyaaa.. jangan lama lama yaa crazy up ok😁a😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
akhirnya,,,,,.😁kalau ga ada keinginan kuat agar sembuh ga akan bisa lepas rasa trauma nya... hebas kiran demi laki2 yg dicintai dan dikasihi nya. rela kuat melawan rasa traumanya... heemmm semoga takdir buruk bisa berubah🤗🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!