NovelToon NovelToon
KAISAR 100.000 DUNIA

KAISAR 100.000 DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Kaisar Tertinggi sang Kaisar Xuan Wu penguasa 100.000 Dunia. Perang Terakhir itu menyebabkan Jiwa nya bereinkarnasi ke tubuh lemah seorang pemuda berna Lin Fan. Lin Fan pemuda dari keluarga Lin cabang. hidup keseharian nya selalu mendapat penyiksaan dari sepupu nya Lin Hao. Lin Fan dulu sudah mati yang ada sekarang adalah Lin Fan dengan jiwa Kaisar Xuan Wu. dengan pengetahuan masa lalu sebagai Kaisar dia mulai merangkak dari Bocah Sampah mejadi kultivator hebat di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Tiga Jenius Kerajaan

Upacara penerimaan siswa baru Akademi Langit Biru diadakan di Plaza Bintang, sebuah lapangan luas berlapis marmer putih yang dikelilingi oleh patung-patung leluhur akademi. Ribuan siswa baru dari seluruh penjuru kerajaan berkumpul di sana, mengenakan jubah biru muda seragam yang melambangkan status mereka sebagai "Calon Langit".

Lin Fan berdiri di barisan tengah, tubuhnya sudah pulih sepenuhnya berkat pil pemulihan tingkat tinggi. Di sampingnya, Bao Da tampak gugup karena kerumunan yang padat, sementara Zhang Wei dan Mei Ling mengamati sekeliling dengan mata waspada.

Di panggung utama, Direktur Akademi, seorang pria tua berjubah emas dengan aura yang tak terukur, memberikan pidato singkat tentang disiplin dan ambisi. Namun, perhatian sebagian besar siswa tidak tertuju pada pidato itu, melainkan pada tiga sosok yang berdiri di sisi kanan panggung—mereka adalah "Tiga Pilar" angkatan ini, jenius-jenius yang telah masuk tanpa ujian karena bakat luar biasa mereka.

Elder Mo, yang berdiri di dekat Lin Fan, membisikkan identitas mereka:

Li Tianhao: Putra kedua dari Jenderal Li, penguasa militer utara. Ia menguasai Teknik Pedang Petir, memiliki temperamen meledak-ledak, dan sudah berada di puncak Tahap Pembukaan Meridian Tingkat 5. Ia dikenal arogan dan suka menindas yang lemah.

Su Qingxue: Putri tunggal dari Klan Su, klan alkemis terkaya di kerajaan. Ia dingin, cerdas, dan sudah bisa meracik pil tingkat menengah. Kekuatannya mungkin tidak seagresif Li Tianhao, tapi pengaruhnya sangat besar.

Gu Yichen: Seorang misteri. Tidak ada yang tahu asal-usulnya. Ia selalu mengenakan topeng setengah wajah dan membawa guci bambu di punggungnya. Konon, ia adalah satu-satunya orang dalam seratus tahun yang berhasil memasuki Ruang Ilusi selama lebih dari satu jam tanpa bergerak sedikitpun.

"Perhatikan mereka," kata Elder Mo. "Mereka akan menjadi sainganmu, atau mungkin... temanmu. Tergantung bagaimana kau bersikap."

Lin Fan menatap ketiga jenius itu. Matanya yang tajam menangkap detail kecil: Li Tianhao sering melirik ke arah kerumunan dengan tatapan meremehkan; Su Qingxue tampak bosan dan sedang membaca gulungan kecil; sedangkan Gu Yichen... matanya tertutup, seolah-olah ia sedang tidur, namun auranya stabil sempurna seperti batu karang.

Setelah pidato selesai, para siswa dibebaskan untuk memilih asrama dan kelas spesialisasi. Lin Fan memutuskan untuk menuju Perpustakaan Pusat terlebih dahulu untuk mencari informasi lebih lanjut tentang kurikulum.

Namun, saat ia berjalan melewati lorong marmer, sebuah bayangan besar menghalangi jalannya.

Li Tianhao berdiri di sana, diapit oleh empat pengawal pribadi. Ia tersenyum sinis, menatap Lin Fan dari atas ke bawah.

"Jadi, ini dia 'Sampah' dari Kota Qingyun? Jika sampah bisa lolos, apa semua orang di Qingyun itu SAMPAH?" tanya Li Tianhao, suaranya cukup keras untuk didengar siswa lain di sekitar. "Aku dengar kau hanya bertahan hidup karena keberuntungan dan trik kotor melawan Han Xiao."

Lin Fan berhenti. Wajahnya datar. " Keberuntungan adalah opini, Kemampuan itu Pasti."

Li Tianhao tertawa kasar. "Berani kau menjawab!"

"Aku menantangmu duel mini sekarang juga. Apa kau berani?.

"Jika kau bisa menahan tiga serangan pedangku, aku akan mengakui namamu. Jika tidak, kau harus berlutut dan meminta maaf karena telah mencemari udara akademi dengan kehadiranmu."

Sorakan kecil terdengar dari kerumunan yang mulai berkumpul. Duel antar siswa baru adalah hiburan umum.

Zhang Wei ingin maju, tapi Lin Fan menahannya dengan tangan. "Biar aku maju."

Ia melangkah ke tengah lingkaran yang terbentuk. Li Tianhao menarik pedangnya, yang berkilau dengan cahaya biru elektrik statis.

"Serangan pertama!" teriak Li Tianhao.

Ia menebas cepat, menciptakan busur listrik yang menyambar ke arah dada Lin Fan. Serangan itu cepat dan kuat, jauh di atas level rata-rata siswa baru.

Lin Fan tidak menghindar. Ia menggunakan Langkah Awan Hening untuk bergeser minimal, membiarkan busur listrik itu melewati bahunya, membakar sedikit ujung jubahnya.

"Serangan kedua!"

Li Tianhao menggeram, kali ini ia menusuk lurus ke arah jantung Lin Fan dengan kecepatan ganda.

Lin Fan mengangkat dua jari, menjepit bilah pedang Li Tianhao tepat di sepertiga bagian bawah. Dengan Jari Naga Sunyi yang diperkuat oleh Qi Fondasi Qi tipis (dari sisa energi yang ia kumpulkan selama perjalanan), ia menahan tusukan itu.

Kling!

Suara logam berdenting. Li Tianhao terkejut. Pedangnya terhenti total di udara. Anak ini punya kekuatan fisik selevel itu?

"Serangan ketiga!" raung Li Tianhao

Ia melepaskan ledakan Qi penuh, mencoba mendorong Lin Fan mundur dengan gaya brutal.

Lin Fan menghela napas. Ia tidak melawan dorongan itu. Ia justru menarik pedang Li Tianhao sedikit ke depan, lalu melepaskan jepitannya tiba-tiba sambil menginjak kaki Li Tianhao dengan ringan.

Li Tianhao kehilangan keseimbangan, tubuhnya terhuyung ke depan. Sebelum ia jatuh, Lin Fan sudah berada di belakangnya, menepuk punggungnya pelan.

"Kau terlalu kaku, Tuan Muda Li," bisik Lin Fan di telinganya. "Pedang petir membutuhkan fleksibilitas, bukan sekadar amarah."

Li Tianhao berputar, mukanya merah padam karena marah dan malu. Ia siap menyerang lagi, tapi sebuah suara dingin menghentikan langkahnya.

"Cukup."

Su Qingxue berjalan mendekat, diikuti oleh Gu Yichen yang masih terlihat mengantuk.

"Li Tianhao, mempermalukan diri sendiri di hari pertama bukanlah tanda kekuatan, tapi kebodohan" kata Su Qingxue datar.

 Matanya yang indah namun dingin menatap Lin Fan. "Dan kau... Lin Fan, kan? Teknik menjepit pedangmu menarik. Itu bukan teknik standar akademi."

Lin Fan membungkuk hormat. "Tentu bukan, Saya belum belajar di akademi, Nona Su."

Gu Yichen akhirnya membuka satu matanya. Ia menatap Lin Fan lama, lalu tersenyum tipis di balik topengnya. "Auramu... tenang. Terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja hampir dibunuh di jalan. Kau menyembunyikan sesuatu di jiwamu, Lin Fan."

Kalimat itu membuat bulu kuduk Lin Fan berdiri. Gu Yichen bisa merasakan efek Sutra Ketenangan Jiwa Kosong.

"Mungkin aku hanya pandai tidur," jawab Lin Fan ambigu.

Gu Yichen tertawa pendek. "Kita akan lihat nanti di kelas Pertarungan Jiwa. Jangan mengecewakanku."

Ketiga jenius itu pergi, meninggalkan Lin Fan di tengah kerumunan yang kini memandanginya dengan rasa hormat bercampur ketakutan. Ia baru saja menahan serangan Li Tianhao, salah satu pilar terkuat, tanpa terluka serius.

Bao Da berlari mendekati Lin Fan, matanya berbinar. "Gila! Kau menjepit pedangnya! Ajari aku caranya!"

Zhang Wei menggelengkan kepala, meski ia tersenyum.

"Kau baru saja membuat musuh seumur hidup, Lin Fan. Li Tianhao tidak akan melupakan penghinaan ini."

"Aku tahu," kata Lin Fan tenang. "Tapi setidaknya sekarang mereka tahu aku bukan target mudah."

Mei Ling mendekat, menurunkan suaranya. "Ada kabar buruk. Ayahku mendengar bahwa Han Xiao tidak kembali sendirian ke markasnya. Dia melaporkan kegagalan kepada majikannya. Dan majikannya... adalah Tetua Wang dari Dewan Kerajaan. Mereka berencana mengajukan mosi untuk mendiskualifikasi kamu dari akademi dengan alasan 'kecurangan penggunaan artefak terlarang' di gerbang kota."

Lin Fan mengerutkan kening. Politik. Selalu ada politik di balik setiap pertarungan.

"Biarkan mereka mencoba," kata Lin Fan dingin. "Aku punya saksi. Dan aku punya bukti."

Di matanya, api kompetisi telah menyala. Ia tidak hanya ingin lulus tapi Ia ingin mendominasi.

* Hook: Mosi diskualifikasi dari Tetua Wang. Bagaimana Lin Fan akan membela diri di depan dewan akademi? Dan apa rahasia di balik topeng Gu Yichen?

Cari tau di Bab Berikut nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!