NovelToon NovelToon
Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:62.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Sejak SMA, Amelia Hartono diam-diam mencintai Evan Cristian. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali setelah lulus kuliah, Amelia mengira Tuhan akhirnya mengabulkan cintanya. Sebagai pewaris tunggal keluarga Hartono, Amelia yang polos dan kesepian menyerahkan seluruh kepercayaan kepada pria yang dicintainya.

Namun, cinta itu ternyata hanyalah jebakan.
Satu per satu aset perusahaan berpindah tangan. Pernikahan yang selama ini diyakininya sah ternyata palsu. Bahkan, bayi yang dikandung dan dilahirkannya dengan taruhan nyawa ternyata bukan darah dagingnya. Amelia hanyalah seorang ibu pengganti yang ditipu.

Di balik semua itu berdiri Evan Cristian dan istri sahnya, Carolin Baskara, model papan atas sekaligus putri keluarga konglomerat Baskara. Namun, saat semuanya hancur, Elang Anderson teman lamanya muncul kembali, pria yang diam-diam pernah jatuh cinta padanya kini membantunya.

"Kau boleh menangis hari ini, Amelia. Tapi besok, aku akan memastikan mereka yang menangis di hadapanmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

"Mas ... apa maksud kamu bilang cerai?" Suara Carolin bergetar antara marah dan panik.

"Kamu sudah gila, ya? Kamu lebih memilih membela perempuan ini daripada aku? Aku istrimu, Mas! Aku nggak mau cerai!"

Tatapan Evan tetap dingin. "Tapi, aku mau."

Kalimat singkat itu seolah menghantam Carolin tanpa ampun. Wajahnya langsung memucat.

"Mas ... kamu serius?"

Tanpa menjawab lagi, Evan menggenggam pergelangan tangan Laras dengan hati-hati.

"Ayo masuk."

Laras tampak ragu. "Tapi, Tuan ... mari kita selesaikan ini baik-baik. Saya nggak enak kalau Tuan bertengkar terus dengan Nyonya gara-gara saya." Laras mencoba melepaskan tangannya.

"Tuan, tolong bicara baik-baik dengan Nyonya. Saya nggak ingin rumah tangga Tuan hancur karena kehadiran saya."

Namun, Evan menghentikan langkahnya. Ia menoleh menatap Laras.

"Justru kamu yang selalu berusaha mengalah. Kamu selalu memikirkan orang lain. Kamu merawat Aurora siang malam tanpa mengeluh. Kamu tahu bagaimana menjadi seorang ibu."

Tatapan Evan kemudian beralih kepada Carolin.

"Sedangkan Carolin ... dia bahkan tidak terlihat seperti seorang ibu. Yang dia tahu hanya membuat keributan. Setiap hari yang dia lakukan hanya marah-marah."

Ucapan itu membuat dada Carolin naik turun menahan amarah.

"Kamu ... Kamu berani membandingkan aku dengan perempuan rendahan ini? Lihat saja, Mas! Perempuan ini sudah berhasil memengaruhimu!" Carolin melangkah cepat. Tanpa aba-aba, ia kembali menjambak rambut Laras dengan kasar.

"Akh!" Laras menjerit kesakitan. "Nyonya ... lepaskan ... kamu perempuan ular! Dasar perebut suami orang! Berani sekali kamu menghancurkan rumah tanggaku!" Carolin terus menarik rambut Laras tanpa belas kasihan.

Air mata Laras langsung menetes.

"Nyonya ... sakit ... tolong..."

Melihat itu, kesabaran Evan benar-benar habis.

"Carolin!" Bentaknya menggelegar. Dengan gerakan cepat, Evan melepaskan jambakan Carolin dari rambut Laras.

"Cukup! Jangan pernah sentuh Laras lagi!"

Tatapan Evan begitu tajam hingga membuat Carolin terdiam sesaat.

"Kamu membentakku demi dia?"

"Iya!"Jawaban Evan terdengar tegas.

"Karena yang salah sekarang adalah kamu. Kamu sudah kelewatan. Setiap hari kamu hanya mencari masalah. Sementara Laras selalu memilih diam."

Carolin menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca. Ia tidak pernah menyangka pria yang dulu rela melakukan apa pun demi dirinya. Kini berdiri di depan perempuan lain untuk melindunginya.

Sedangkan, Laras menundukkan kepala sambil memegangi rambutnya yang masih terasa nyeri.

Di balik wajahnya yang tampak lemah dan penuh air mata... Sudut bibirnya nyaris terangkat membentuk senyum tipis. Sedikit demi sedikit, rumah tangga Evan dan Carolin mulai runtuh tepat di depan matanya.

Emosi Evan benar-benar berada di puncaknya. Tanpa memberi kesempatan Carolin untuk kembali menyerang Laras, ia meraih pergelangan tangan istrinya dengan kuat.

"Mas! Lepasin aku!" Carolin berusaha memberontak.

"Aku bilang lepas!"

Namun, Evan tidak menggubrisnya.

"Ayo keluar." Suaranya terdengar dingin dan tegas.

"Mas, kamu mau bawa aku ke mana? Mas Evan!" Carolin terus berusaha menarik tangannya, tetapi tenaga Evan jauh lebih kuat.

Pria itu menyeret Carolin menuju pintu utama. Para pelayan yang melihat kejadian itu hanya mampu saling berpandangan. Tidak ada yang berani ikut campur.

Pintu rumah terbuka.

Langit di luar mulai gelap. Cahaya senja telah berganti dengan lampu-lampu halaman yang menyala redup. Evan mendorong Carolin keluar hingga wanita itu kehilangan keseimbangan.

"Mas! Aku istrimu! Berani-beraninya kamu mengusir aku demi perempuan itu!" Carolin terus berteriak sambil memukul dada Evan.

"Aku nggak terima! Kamu dengar nggak? Aku nggak akan pernah terima!"

Evan tetap memasang wajah datar.

"Aku sudah muak dengan semua keributan ini. Kalau kamu belum bisa mengendalikan emosimu, jangan masuk ke rumah."

Seketika wajah Carolin berubah.

"Kamu mengusir aku?"

"Iya!"

Plak!

Carolin memukul lengan Evan berkali-kali.

"Kamu jahat! Kamu berubah! Semua gara-gara perempuan itu!"

Namun, Evan sama sekali tidak bergeming. Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, ia melangkah mundur ke dalam rumah.

Pintu utama ditutup tepat di depan wajah Carolin.

"Mas Evan! Buka pintunya!" Carolin terus menggedor pintu sekuat tenaga.

"Mas! Aku istrimu! Kamu nggak bisa ngelakuin ini!" Suara teriakannya terdengar hingga ke halaman depan.

Di dalam rumah, Laras yang sedari tadi memeluk Aurora tampak cemas.

"Tuan ... kasihan Nyonya. Tolong bukakan pintunya. Nanti tetangga bisa salah paham."

Evan menggeleng pelan.

"Tidak, biarkan saja."

"Tapi, Tuan..."

"Laras." Evan memotong ucapan wanita itu.

"Fokus saja pada Aurora. Dia lebih membutuhkanmu sekarang. Soal Carolin ... biar aku yang mengurus."

Laras terdiam.

Ia menatap Aurora yang tertidur tenang di pelukannya, lalu mengangguk pelan.

"Baik, Tuan."

Sementara itu, di luar rumah, Carolin masih menggedor pintu tanpa henti.

'Akhirnya, perempuan itu diusir juga,' Laras tersenyum sinis dan berjalan ke arah kamar Aurora.

1
Lianty Itha Olivia
dlm cerita slalu byk org jahatnya
mimief
wkwkwkwk
aku ambil kuaci dulu Thor
mau liat keributan mereka.
panik ga,panik donk ah🤣
❥␠⃝ ͭ🍁MI💋🅛🅚-🅒🅘🅣🅡🅐👻ᴸᴷ
kayaknya setelah semua masalah selesai Laras melakukan operasi lagi kewajah Amelia lagi biar makin meyakinkan kasus yang menyeret mereka biar hukumannya makin berat
mimief: kyk nya ga deh
dr percakapan elang sama Laras kemarin
mang Amelia dibikin udah ga ada
mungkin hukuman mereka malah tambah berat
total 1 replies
Oma Gavin
mampusss kalian semua
SasSya
semua akan terkuak satu persatu
kalian bersekongkol untuk menipu dan merampok Amelia
Les Tary
ga kenal dari hongkong🤣🤣
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣loh kok dr hongkong
total 1 replies
mimief
gas keun
habisi jangan bersisa
biar mereka merasakan neraka dunia yg dulu mereka ciptakan buat dirimu
mimief: setujuu bangett
enak amet idup kyk ga punya dosa sm sekali 😌
total 2 replies
Les Tary
Carolina wajib nyusul Evan kepenjara dulu mereka berdua telah menghancurkan hati Amelia
Jaya Fandi
luaar biasa sekali kamu lang,,semoga engkau mendapatkan jodohbyg luaar biasa sprt mama ara
SasSya
Bagus!
memainkan peran begitu epic
sampai semua orang tidak ada yg Sadar 👍
Dewi Ansyari
Tunggu saja kamu Carolin dan Evan sebentar lagi balasan buat perbuatan kalian selama ini pada Amelia akan membayar harganya
Dewi Ansyari
Bagus Tian Baskara semakin kamu emosi ,makasih Laras lebih mudah mendapatkan semua haknya,dan juga keadilan untuknya yg sebagai Amelia akan mendapatkan hak atas semaunya 😔
Dewi Ansyari
Tunggu saja kehancuranmu Evan😡😡😡
Dewi Ansyari
Akhirnya Laras benar2 bisa bebas dari kandang harimau Rvan
merry
bgss tu seret Caroline juga dan klurga y kn istri tua evan otomatis nikmati hrta ya laras dan parah laras dijadiin wadah benih mrk itu termsk nipu dan tindakan ilegal terhdp laras,,,
merry
heran sm evan harta yg dia nikmatin ko gk sdr dri gt ya 🤔🤔🤔santai ajjh
Rarik Srihastuty
aku thor, pemasaran dengan cerita Kenzo
Aisyah Alfatih: nanti aku rilis ya, tamat elang... biar nggak keteter up nya 😬😬
total 1 replies
neny
carolin ini gmn ya,,apa2 mau nya langsung beres,,percuma dng jalan tenang pun semua nya akan terkuak,,dan siap2 ajh senyum kemenangan,senyum kekuasaan dan senyum kesombongan itu sebentar lg akan hilang,,tunggu ajh
neny
heheehee,,carolina,,emng siape elo,,helloo,,ibu kandung nya tuh amelia,,cek ajh ath ke lab,,lagian km jg sebnyar lg akan nyusul evan,,🤣🤣
Makin seru ajh nih,,
Aditya hp/ bunda Lia
gak sabaaarrrrrrr ... pake banget aku mau tau gimana si Evan sama si Carolin dan bapaknya pas tau kelakuan mereka sebenarnya dan itu menghancurkan semuanya ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!