Pramita Ayu Nugraheni, seorang front office assistant di sebuah hotel berbintang 4. Cantik, supel, dan cerdas.
Rahadian Daffa Atmaja, pria muda, tampan, dan ramah. General manager di hotel milik orang tuanya.
Mereka terlibat dalam berbagai situasi yg akhirnya menghadirkan rasa yg berbeda. Cinta.
Bagaimana kisah cinta mereka?Yuk baca ceritanya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nopheeta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Panggilan darurat
Setelah berganti pakaian, Mita
bergegas untuk pulang.
Bruk!!
"Astagfirullah, Mit!"
"Sorry, sorry. Aku buru -
buru" jawab Mita pada Deni yang tak sengaja ia tabrak saat berjalan
keluar.
"Buru- buru yo buru- buru ,
tapi gak usah nabrak nabrak orang po'o!" jawab Deni gusar.
"Cepet - cepetan, Den.. Ada
panggilan darurat"
" Panggilan darurat?"
"Bos satunya memanggil"
jelas Mita.
"Duluan ya.. Sorry, masku sayang…"
ujar Mita berlari meninggalkan Deni yang masih cemberut dan mengepalkan tangan
padanya.
***
Jalanan Surabaya tak pernah ada kata
sepi. Mita mengurangi laju motornya saat memasuki jalan Kamboja di kota
tersebut. Lalu ia hentikan motornya saat memasuki sebuah gerbang sekolah
bertuliskan Sekolah Menengah Kejuruan.
Perlahan ia membuka helm dan menyapa
penjaga yang ada di pos keamanan.
" Pagi, Pak Jay" sapa Mita
dengan senyum lebar.
"Bu Mita?" tanya satpam
yang Mita panggil pak Jay tadi dengan mata yang masih menyelidik.
" Iya, Pak" sahut Mita
sambil membuka penutup muka yang sedari tadi masih membungkus wajahnya.
"Oalah tak kira siapa.
Pangling. Gak biasanya dandan gini" ujar pak Jay masih dengan mengamati
penampilan Mita yang lebih casual hari itu.
" He he langsung dari tempat
kerja satunya ,Pak. Belum pulang ke rumah. Takut keburu ditunggu bu bos ."
jelasnya menjawab penasaran penjaga keamanan itu.
" Oke oke pahamlah saya"
jawab pak Jay terkekeh.
"Tinggal saja bu Mit motornya.
Biar saya parkirkan nanti" tawar pak Jay.
"Terimakasih,pak Jay "
Mita meninggalkan kunci motor dan helmnya
disana bersama sebotol minuman ringan dingin yang sengaja ia beli untuk pak
Jay. Lalu melangkah menuju ke kantor kepala sekolah.
***
Tok tok tok
" Silahkan masuk"
terdengar suara dari balik pintu yang Mita ketuk.
" Pagi ,Bu" sapa Mita pada
perempuan setengah baya yang tampak sangat berwibawa itu.
" Silahkan duduk"
jawabnya sambil menghentikan aktifitasnya di depan laptopnya.
" Terimakasih. Sebelumnya maaf
kalau saya kurang sopan datang ke sekolah karena saya langsung dari hotel
kesini. Saya takut ibu menunggu terlalu lama." jelasnya sebelum perempuan
itu berkomentar lebih tentang penampilannya yang menggunakan kemeja casual.
Untung saja ia masih tertolong dengan bawahan celana bahan dan bersepatu.
" Ya, ndak apa- apa . Saya
maklum."
" Ada apa, Bu?"
“ Begini, ada undangan dari diknas
terkait kerjasama sekolah dengan dunia industri. Rencana awal saya akan datang
bersama bu Anggun selaku Kakom Perhotelan. Namun tadi pagi bu Anggun mengirim
pesan tidak bisa mengikuti acara tersebut dikarenakan putranya sakit di rumah
sakit. Beliau merekomendasikan bu Mita untuk menggantikan.”
“Saya?” tanyanya tidak percaya.
“ Iya. Biar bu Mita mulai latihan
untuk mendampingi siswa. Saatnya yang muda berkarya.” jelas bu Rahma, ibu kepala sekolah.
“ Bisa kan?”
“ Dimana dan kapan bu?”
“ Besuk jam 09.00. Undangannya akan
saya share ke bu Mita nanti.”
“ Iya, Bu. Ada yang lain lagi?”
“Saya rasa cukup. Besuk langsung
kesana atau ke sekolah dulu?
“ Langsung kesana saja , Bu.
Kemungkinan saya langsung dari hotel” jelasnya.
“ Baik. Sampai ketemu disana besuk.
Untuk administrasi nanti bisa ke TU ya”
“ Baik, Bu. Permisi.”
***
Keluar dari ruangan kepala sekolah, kepala Mita tambah
pusing. Bukan karena harus ikut mendampingi kepala sekolah melainkan jatah
istirahat yang ia gadang gadang sirna pula. Seminggu ini dia full masuk pagi
malam tanpa istirahat cukup. Pagi masuk di sekolah karena mempersiapkan akreditasi sekolah,sementara
malam harinya ia masuk kerja di hotel.
Wajahnya sayu namun mulai tersenyum melihat lalu
lalang anak-anak yang begitu ceria. Sebuah kenikmatan yang tak mungkin ia
pungkiri.
😁