NovelToon NovelToon
Takluknya Boss Kecil Mafia

Takluknya Boss Kecil Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Action
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: NoorBee

Aruna (25tahun) adalah wanita karir sukses, cantik, dan mandiri yang hidupnya terusik oleh teror "kapan nikah" dari orang tuanya. Lelah dengan tekanan tersebut, Aruna memutuskan melepas penat di sebuah kelab malam bersama sepupu-sepupunya. Malam itu, di bawah pengaruh alkohol, ia terlibat cinta satu malam (one night stand) dengan seorang pria tampan nan karismatik. Betapa terkejutnya Aruna saat terbangun di apartemen dan mendapati pria tersebut adalah teman akrab sepupunya sendiri. Syoknya bertambah berkali-kali lipat saat mengetahui fakta baru: pria itu ternyata seorang berondong yang usianya jauh di bawah Aruna. Hubungan tak terduga ini mendadak rumit ketika si pria enggan menjauh dan justru menawarkan solusi gila untuk menghadapi orang tua Aruna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NoorBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Jamuan makan malam dua keluarga

Tepat pukul tujuh malam, jalanan di depan kediaman mewah keluarga Fiki mendadak diblokir oleh barikade SUV hitam antipeluru berpengawal ketat. Sirene senyap dari patroli kawal pribadi membelah keheningan kompleks elite tersebut. Ratusan anak buah bersetelan jas hitam dengan earpiece langsung menyebar, membangun perimeter pengamanan super ketat yang menutup radius satu blok dari rumah.

Ini bukan lagi sekadar kunjungan keluarga biasa. Ini adalah pergerakan penuh dari seluruh pilar tertinggi dinasti Sterling.

Pintu limosin hitam lapis baja di barisan tengah terbuka. Sosok pertama yang turun adalah Caspian Alexandro, sang pemegang takhta tertinggi, yang melangkah keluar dengan setelan jas formal hitam yang memancarkan aura kepemimpinan sangat kuat. Di sebelahnya, sang istri, Valeri, turun dengan keanggunan seorang ratu dunia bawah dalam balutan gaun beludru biru tua yang mewah.

Menyusul di belakang mereka adalah Dominic, si sulung berwajah sedingin es yang bertindak sebagai kepala pengamanan malam itu. Di samping Dom, melangkah Bianca, anak perempuan satu-satunya di keluarga Sterling yang baru saja mendarat dari negeri tetangga. Ia tampil memukau dan anggun dengan gaun satin merah marunnya.

Begitu pintu utama jati rumah terbuka, rombongan besar Sterling disambut langsung oleh formasi lengkap keluarga besar Aruna. Di garda depan, berdiri Tommy Erros, sang kakek konglomerat sekaligus sahabat karib Caspian berdiri tegak didampingi istrinya, Tania. Di belakang mereka, Fiki dan Inda selaku orang tua Aruna, berdiri mendampingi putri mereka yang tampak luar biasa cantik malam itu. Aruna berdiri berdampingan dengan Gavin, yang rahangnya masih sedikit lebam akibat pukulan Fiki sebelumnya.

Tak jauh dari mereka, berdiri pula Ditto, anak bungsu Tommy, yang datang didampingi istrinya, Giska, serta kedua putra mereka, Ethan sang penerus takhta Erros dan Evan.

Kabar kehamilan Aruna yang sudah berjalan lima minggu ternyata telah disampaikan secara utuh kepada Tommy dan Tania sesaat sebelum rombongan Sterling tiba. Informasi itu seketika mengubah ketegangan skandal menjadi keharuan besar bagi keluarga besar Erros.

"Caspian, sahabat lamaku!" seru Tommy Erros dengan tawa renyah yang berwibawa. Ia langsung melangkah maju dan memeluk erat Caspian di ambang pintu. "Aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi dalam situasi luar biasa seperti ini!"

"Tommy," Caspian membalas pelukan itu dengan tepukan mantap di punggung sahabatnya, matanya berkilat penuh rasa hormat.

 "Maafkan kelakuan anak bungsu keluargaku yang bertindak terlalu impulsif pada cucu kesayanganmu. Namun aku pastikan, malam ini kami datang untuk membawa kehormatan tertinggi bagi Aruna."

Di sisi lain, Tania langsung memeluk Valeri dengan sangat hangat. "Astaga, Valeri, aku masih syok saat Fiki menelepon tadi. Tapi begitu tahu benih itu dari Gavin, rasa cemasku langsung hilang.Setidaknya, Aruna berada di tangan keluarga yang tepat."

Sementara para tetua saling melepas rindu, Bianca langsung melesat memotong barisan. Dengan gaya kasualnya yang anggun, ia melewati Gavin begitu saja dan langsung menggandeng kedua tangan Aruna.

"Kak Aruna! Astaga, lo cantik banget aslinya!" seru Bianca dengan mata berbinar penuh kekaguman, mengabaikan tatapan jengkel dari kembarannya, Gavin.

 "Gue langsung terbang begitu dapet kabar dari Ka Dom. Kenalin, gue Bianca, adik perempuan satu-satunya di rumah Sterling. Sekarang, gue resmi jadi garda pelindung terdepan lo kalau si bebal Gavin ini berani bikin lo mual atau stres selama hamil muda!"

Aruna tersenyum manis, pipinya merona merah karena merasa sangat diterima oleh putri tunggal Sterling tersebut. "Terima kasih banyak, Bianca."

Dominic yang melangkah di belakang adiknya kemudian mengangguk hormat kepada Fiki dan Inda.

 "Selamat malam, Om Fiki, Tante Inda. Pengamanan di luar sudah saya kunci total. Pertemuan malam ini akan bersih dari segala gangguan luar."

Fiki, yang melihat ketegasan Dom dan aura dari Caspian, menepuk bahu Gavin yang berdiri di sebelahnya.

 "Papa pegang janjimu, Gavin. Lihat seberapa besar keluargamu turun tangan malam ini demi melindungi anak dan calon cucuku."

"Saya tidak akan pernah mengecewakan Papa dan keluarga Erros," jawab Gavin mantap.

Tangan kanannya dengan posesif merangkul pinggang Aruna di depan seluruh pasang mata orang tua mereka.Di dalam ruang tamu yang megah, di bawah pendar lampu kristal yang hangat dan dikelilingi oleh barikade baja pengamanan ketat di luar dinding rumah, jamuan lamaran resmi aliansi dua dunia itu dimulai. Sebuah awal baru yang dipenuhi tawa, haru, dan restu mutlak yang akan mengikat takdir Gavin dan Aruna seumur hidup mereka.

***

Suasana di dalam ruang makan utama bergeser menjadi lebih formal namun hangat. Hidangan kelas atas disajikan bergantian, tetapi fokus utama semua orang di meja itu tetap tertuju pada masa depan Gavin dan Aruna.

Caspian mengangkat gelas kristalnya sedikit ke arah Tommy. "Pertemuan ini membawa kita kembali ke masa lalu, Tommy. Tapi malam ini, kita tidak sedang membicarakan bisnis atau wilayah kekuasaan. Kita membicarakan masa depan dinasti kita."

Tommy terkekeh, meletakkan pisau dan garpunya. "Aku setuju, Caspian. Sejujurnya, saat Fiki memberi tahu bahwa Aruna hamil, aku hampir mengirim seluruh pengawal Erros untuk menjemput Gavin. Tapi melihat caramu membawa seluruh pilar Sterling ke sini, amarahku runtuh."

Gavin yang duduk di sebelah Aruna langsung menegakkan punggungnya. Ia melirik Fiki, ayah Aruna, yang masih menatapnya dengan pandangan menguji.

"Papa Fiki, Mama Inda," Gavin membuka suara dengan nada rendah namun penuh penekanan.

"Saya tahu cara saya salah di awal, dan lebam di rahang saya ini adalah pengingat bahwa saya pantas mendapatkannya. Tapi di depan kakek, orang tua saya, dan seluruh keluarga besar, saya tegaskan bahwa Aruna dan anak kami adalah prioritas tertinggi saya sekarang."

Aruna menatap Gavin dari samping, jemarinya yang saling bertaut di bawah meja perlahan digenggam erat oleh tangan kiri Gavin. Kehangatan itu membuat debaran cemas di dadanya sedikit mereda.

Valeri, ibu Gavin, tersenyum anggun seraya menatap Inda.

"Inda, sebagai seorang ibu, aku mengerti kekhawatiranmu. Tapi percayalah, Sterling tidak pernah menelantarkan darah dagingnya. Mulai besok, tim dokter pribadi terbaik dan ahli gizi dari Sterling akan berkoordinasi dengan tim medis Aruna. Segala kebutuhan kehamilannya akan dijamin dalam pengamanan tingkat tertinggi."

Inda mengembuskan napas lega, senyumnya kini tampak tulus.

"Mendengar itu langsung dari Anda, Ibu Valeri, membuat beban di pundak saya terangkat. Aruna adalah putri kami, kebahagiaannya adalah segalanya."

"Panggil Valeri saja, Inda. Kita sudah menjadi satu keluarga sekarang," potong Valeri lembut namun tegas.

Di ujung meja yang lain, Bianca menyenggol lengan Ethan, sepupu Aruna yang duduk di dekatnya.

 "Heh, penerus takhta Erros. Muka lo jangan tegang-tegang amat kenapa? Ini acara lamaran, bukan sidang kartel."

Ethan mendengus pelan, berusaha menyembunyikan senyumnya di balik gelas air putih.

"Aku hanya sedang menghitung berapa lapis pengamanan yang dibawa kakakmu di luar, Bianca. Itu agak berlebihan untuk kompleks ini."

"Itu standar minimal untuk keselamatan calon anggota keluarga Sterling, Ethan," sahut Dominic dingin dari ujung meja, membuat Evan yang tadinya ingin ikut bercanda langsung terdiam karena segan dengan aura sang kepala pengamanan.

Tommy Erros kembali mengambil alih pembicaraan, tatapannya beralih serius pada Caspian, lalu ke arah Gavin dan Aruna.

 "Lalu, bagaimana dengan garis waktu pernikahan mereka? Kita tidak bisa menunggu terlalu lama, mengingat kondisi kehamilan Aruna yang sudah berjalan lima minggu."

Caspian meletakkan gelas kristalnya, suaranya yang berat langsung mengunci perhatian seisi ruangan.

"Besok pagi. Gavin dan Aruna akan melangsungkan akad dan pencatatan pernikahan secara sah di rumah ini."

Pernyataan itu sempat membuat seisi ruangan hening sejenak.

" Besok pagi adalah pernikahan inti yang sakral dan sah secara hukum serta agama. Kita datangkan pihak berwenang langsung ke sini. Kita tidak boleh memberi celah sedikit pun bagi rumor luar untuk berkembang demi melindungi kehormatan Aruna sejak hari pertama."Valeri menambahkan dengan senyuman anggunnya,

"Dan untuk perayaan besarnya, kita punya waktu dua minggu untuk mempersiapkan resepsi megah tertutup di hotel privat Sterling. Dengan begitu, Aruna tidak akan kelelahan besok, dan kita bisa mengunci semua pergerakan media dengan matang."

Tommy Erros mengetukkan jemarinya di meja, lalu tersenyum puas. "Keputusan yang sangat baik Caspian. Aku setuju. Besok pagi mereka sah menjadi suami istri, dan dua minggu lagi kita umumkan aliansi besar ini kepada dunia."

Fiki mengembuskan napas lega, akhirnya sisa kekesalannya pada Gavin mencair oleh rasa hormat terhadap proteksi luar biasa dari keluarga Sterling.

"Saya sepakat dengan keputusan ini. Besok pagi, anak saya akan resmi menjadi istrimu, Gavin."

Gavin beralih menatap Aruna yang tampak terkejut sekaligus tersipu mendengar betapa cepatnya ia akan menjadi seorang istri. Gavin berbisik pelan di dekat telinga Aruna,

"Besok pagi, kamu resmi jadi milikku sepenuhnya, Sayang. Bersiaplah."

Aruna merasa pipinya kembali memanas. Di tengah kepungan pria-pria berkuasa dan ketegangan aliansi besar ini, ia tahu bahwa mulai besok pagi, hidupnya akan berubah selamanya di dalam dekapan Gavin. Jamuan malam itu pun berlanjut dengan pembahasan detail persiapan kilat untuk akad besok pagi, mengunci takdir kedua dinasti tersebut.

****

1
Jingga
Menarik, fresh, menghibur
Alam2719
Thor, sehari up tiga kali yah????
QueenBee: di usahkan tiga kali yah, pagi, siang sama malam🙏🙏
total 1 replies
Alam2719
gw juga kecewa kalau jadi papa fiki
Alam2719
Thor, ganteng amat si gavin!!
QueenBee: iyah aku juga merasa dia ganteng banget🤣
total 1 replies
Musafa87
Thor thor, visul yang lain dong, 🤣🤣🤣
QueenBee: hahahaha.... oke aku usahakan yah kaaaa 😍
total 2 replies
Musafa87
Gavin lo ganteng amat!!!! sesuai ekspektasi gw 😍😍😍😍😍
QueenBee: terimakasih kaaa
total 1 replies
HD1
aruna run 🤣
hayroco
berondong obses🤣
hayroco
berondong meresahkan
Anonymous333
ih seru thor!!!
Anonymous333
vin, tokcer amat lo 🤣
Jingga
sumpah, seru 🤣🤣🤣
Jingga
anjrit, hamil 🤣🤣🤣🤣
Jingga
cantik banget cewenya 😍
Bocil323
thor kapan up lagi, rame dong 🤣🤣🤣
Bocil323
ighhh ko gemes 😍😍😍
Bocil323
wkwkwkwkwkkw malah di restuin sama om fiki 🤣🤣🤣
Bocil323
please banget, mau satu berondong yang kaya gini!!!
Bocil323
evan rey, usil banget loh 🤣🤣🤣
Bocil323
aaaahhhhh!!! asli bagus banget, suka banget!!!!! karakter cowonya kuat, dan cewenya cantik banget!!! dom juga kepala mafia tapi secy banget kata gw mah!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!