NovelToon NovelToon
Setelah Putri Kandung Itu Kembali.

Setelah Putri Kandung Itu Kembali.

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Sci-Fi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cumi kecil

Selama bertahun-tahun, Bee Catleen hidup sebagai putri kesayangan keluarga Luwis. Meskipun berstatus anak angkat, Bee selalu menerima cinta dan kasih sayang yang membuatnya merasa tidak pernah berbeda dari anggota keluarga lainnya.

Namun semuanya berubah ketika Jelita, putri kandung keluarga Luwis yang hilang selama lima belas tahun, akhirnya kembali.

Perlahan, perhatian yang dulu menjadi miliknya mulai beralih. Bee hanya bisa tersenyum dan berpura-pura bahagia demi melihat keluarganya kembali utuh. Di balik tawa ceria dan sifat humorisnya, Bee menyimpan luka yang tidak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun.

Hari demi hari, Bee hidup dengan topeng kebahagiaan, hingga takdir mempertemukannya dengan seorang pria yang mampu melihat kesedihan yang ia sembunyikan rapat-rapat.

Untuk pertama kalinya, ada seseorang yang memilihnya tanpa ragu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23 MASIH ACARA MAKAN MALAM.

Jelita yang sejak tadi terus mencari kesempatan untuk mendekati kak Juna akhirnya berdiri dari kursinya, Dengan senyum manis, ia mengambil beberapa potong daging panggang, sayuran, dan saus favorit yang tersedia di meja prasmanan. Ia menyusun makanan itu serapi mungkin di atas sebuah piring.

"Kak Juna."

Kak Juna mengangkat sedikit kepalanya. "Iya?"

"Aku ambilin makanan buat Kakak." Tanpa menunggu jawaban, Jelita langsung meletakkan piring itu tepat di depan kak Juna. "Semoga Kakak suka."

Suasana meja seketika menjadi hening.

Kak Juna menatap piring itu beberapa detik. Lalu mengalihkan pandangannya kepada Jelita, Tatapannya tetap datar. "Hebat juga."

Jelita langsung tersenyum berbunga-bunga.

"Terima kasih, Kak."

Namun kalimat berikutnya membuat senyumnya membeku. "Ternyata selain magang di perusahaan..." kak Juna berhenti sejenak. "...kamu juga bisa menjadi pelayan." Nada bicaranya dingin tanpa sedikit pun berniat bercanda.

Jelita langsung terdiam. Wajahnya memerah karena malu. "Ka-kak..."

Di sampingnya, Xian buru-buru menundukkan kepala agar tawanya tidak terdengar ,Ia berdeham pelan sebelum berbisik kepada Jelita. "Lebih baik kamu duduk lagi, Pak Juna kurang suka kalau ada yang terlalu melayani seperti itu."

Jelita menggigit bibirnya pelan. "Baik..."

Dengan langkah pelan, ia kembali ke kursinya.

Xian mengembuskan napas lega Dalam hati ia bergumam, "Ya ampun... baru kali ini ada orang yang begitu nekat menempel terus sama Juna."

"Aku saja yang sudah berteman bertahun-tahun kadang kena tatapan dinginnya."

Sementara itu... Bee sama sekali tidak ikut memperhatikan kejadian tersebut, Ia justru sedang tertawa bersama Kriss dan beberapa karyawan lainnya.

"Kriss, itu dagingnya jangan diambil semua."

"Lapar."

"Bohong."

"Kamu mah rakus."

"Hahaha..." Suasana di meja Bee penuh canda.

Jelita yang melihat Bee tetap tertawa tanpa memedulikannya, diam-diam menatap Bee dengan tajam. "Dia sengaja, ya? Kenapa dia selalu terlihat tenang?"

Bee kemudian berdiri. "Aku mau ambil makanan lagi sebentar."

"Oke." Kriss mengangguk.

Bee berjalan menuju meja prasmanan. Ia baru saja mengambil beberapa potong sayur ketika seseorang berdiri di sampingnya.

Bee menoleh.

"Kak Juna?"

Belum sempat Bee berkata apa-apa... Kak Juna mengambil penjepit makanan. Lalu meletakkan beberapa potong daging panggang ke atas piring Bee.

"Makanlah."

Bee membelalakkan matanya. "Hah? Kak... Ini..." Bee benar-benar terkejut.

Ia bahkan refleks melihat ke kanan dan kiri. "Kak, aku bisa ambil sendiri."

Kak Juna tetap memasang wajah datarnya. "Kamu tadi lebih banyak ambil sayur, Dagingnya juga dimakan. Supaya tenagamu tetap ada."

Bee tersenyum canggung. "Terima kasih, Kak."

"Iya." kak Juna kemudian kembali ke tempat duduknya seolah tidak terjadi apa-apa.

Sementara Bee masih berdiri memandangi piringnya.

"Ya ampun... Kak Juna ngapain sih..." gumam bee

Dari kejauhan...

Jelita mengepalkan kedua tangannya, Tatapannya dipenuhi rasa iri. "Tadi aku mengambilkan makanan untuk Kak Juna... Malah ditolak mentah-mentah. Sekarang..." geram Jelita "Dia sendiri yang mengambilkan makanan untuk Bee?" Rahang Jelita mengeras. Ia berusaha tetap tersenyum, tetapi matanya sudah dipenuhi rasa kesal.

Tak hanya Jelita.

Beberapa karyawan yang melihat kejadian itu ikut saling berpandangan. "Eh... tadi Pak Juna ngambilin makanan buat Bee?"

"Aku nggak salah lihat kan?"

"Anak magang itu beruntung banget."

"Bahkan aku yang sudah kerja bertahun-tahun belum pernah diperlakukan begitu."

Kriss yang mendengar bisikan itu hanya melirik Bee. "Wah..."

Bee kembali ke meja dengan wajah masih sedikit bingung. "Kenapa semua lihat aku begitu?"

Kriss terkekeh. "Karena kamu baru saja bikin satu kantin iri."

Bee mengerutkan dahi. "Iri?"

"Iya."

"Pak Juna ngambilin makanan buat kamu."

Bee langsung menggeleng cepat. "Itu cuma kebetulan."

Kriss malah tertawa. "Iya... iya... kebetulan."

Di sisi lain.

Xian sejak tadi memperhatikan semua kejadian itu.

Sudut bibirnya terus terangkat menahan tawa.

Ia menyenggol pelan lengan kak Juna. "Katanya jangan sentuh orangmu, Tapi... Kamu sendiri yang ngambilin makanan buat dia."

Kak Juna tetap tenang menyantap makanannya. "Aku cuma memastikan anak magangku makan."

Xian tertawa pelan. "Iya. Alasanmu bagus. Tapi wajahmu tadi nggak bisa bohong."

Kak Juna hanya melirik tajam ke arah Xian.

Sedangkan Xian kembali tertawa kecil, merasa sangat terhibur melihat sahabatnya yang biasanya dingin kini tanpa sadar menunjukkan perhatian-perhatian kecil kepada Bee.

1
Daniel Kang
💪semangat bee
Lin-khay💞
Halo kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!