Lin Meilin adalah agen intelijen modern papan atas yang ditakuti karena keahliannya dalam taktik pertempuran dan racun mematikan.
Namun, sebuah misi rahasia untuk merebut kembali Giok Dinasti Long yang hilang di luar negeri justru berakhir tragis. Meilin dikhianati oleh rekan seperjuangannya sendiri hingga sekarat.
Saat tetesan darah Meilin menyentuh permukaan giok kuno tersebut, keajaiban mistis terjadi. Jiwanya terlempar melintasi waktu dan terbangun di dalam tubuh Permaisuri Lin—seorang wanita berkedudukan tinggi namun memiliki kepribadian yang sangat lemah dan penakut.
Di dunia kuno ini, Permaisuri Lin baru saja diracun oleh selir kesayangan kaisar dan dibuang hingga terabaikan di Istana Dingin yang sunyi.
Kini, tidak ada lagi permaisuri lemah yang bisa ditindas! Dengan jiwa agen rahasia yang haus akan keadilan, Meilin bangkit untuk mengacak-acak seisi istana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amber Mist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33: Labirin Besi dan Sengatan Senjata Rahasia
Menggunakan memori taktisnya tentang pola enkripsi labirin militer abad ke-21, Meilin memimpin Pasukan Serigala Hitam bergerak lincah melewati celah-celah dinding baja yang bergeser. Langkah kakinya sangat ringan dan presisi, menghindari ubin-ubin lantai yang memiliki sensor tekanan mekanis.
Namun, tepat saat mereka berhasil menembus area aula tengah labirin, sebuah gemerincing logam yang masif terdengar bergaung dari arah kegelapan depan.
Dari balik bayang-bayang pilar batu, belasan sosok prajurit bertubuh raksasa melangkah keluar dalam formasi lingkaran yang ketat. Mereka adalah pasukan boneka besi kuno (terracotta warriors), namun tubuh mereka telah dimodifikasi sepenuhnya oleh Davin. Kain pelindung tradisional mereka diganti dengan pelat baja modern, dan di tangan kanan masing-masing boneka tersebut, terpasang sebuah senjata silinder besi raksasa dengan mekanisme pegas otomatis beruntun—senjata pelontar panah otomatis (crossbow mekanis) abad ke-21.
Klik! Klik! Klik!
"Formasi perisai besi! Berlindung!" teriak Gao Zan dengan panik.
Syuut! Syuut! Syuut! Syuut!
Ratusan anak panah besi hitam melesat dari moncong senjata boneka-boneka tersebut dengan kecepatan dan daya penetrasi yang luar biasa besar, menciptakan suara desingan angin yang memekakkan telinga. Anak panah mekanis tersebut tidak didasari oleh Qi, melainkan murni bertenaga pegas hidrolik modern yang kekuatannya mampu menembus perisai baja tradisional pasukan istana.
Beberapa pengawal Serigala Hitam di barisan depan terlempar ke belakang, perisid mereka hancur berkeping-keping akibat hantaman proyektil besi yang bertubi-tubi.
Meilin tidak tinggal diam. Kebengisan seorang pembunuh elit meledak dari dalam jiwanya. Ia melepas jubah bulu dombanya, melesat maju dengan gerakan zigzag yang sangat lincah, memanfaatkan pilar-pilar batu labirin sebagai perlindungan taktis dari lintasan panah otomatis musuh.
"Long Feng! Incar roda gigi penggerak di balik leher besi mereka! Itu adalah pusat kendali mekanisnya!" teriak Meilin sambil melompat di udara.
Long Feng yang melihat wanitanya menerjang ke tengah hujan panah maut seketika membakar seluruh kekuatan dalamnya hingga ke taraf puncak. Raungan naga keemasan meledak dari pedangnya saat ia melompat setinggi sepuluh meter, menerjang lurus ke arah barisan boneka besi di sisi kanan.
Bum! Blar!
Tebasan pedang horizontal Long Feng yang dilapisi Qi emas murni menghantam telak leher tiga boneka besi raksasa, menghancurkan roda gigi internal mereka hingga mengeluarkan percikan api dan membuat tubuh mekanis tersebut ambruk menjadi tumpukan logam tak berguna di atas lantai marmer.
Bersamaan dengan itu, Meilin bergerak secepat hantu malam di sisi kiri. Ia meluncur rendah di atas lantai yang licin, menyusup ke bawah jangkauan senjata boneka keempat, dan menusukkan belati perangnya yang telah dilapisi cairan asam korosif tingkat tinggi tepat ke dalam celah persendian lutut besi sang boneka.
Sssss... Klek!
Cairan asam buatan Meilin melelehkan poros hidrolik boneka tersebut dalam sekejap, membuatnya kehilangan keseimbangan dan tumbang menghantam lantai. Meilin dengan lincah melompat ke atas kepala boneka yang jatuh, menjadikannya pijakan untuk meluncurkan jarum beracunnya ke arah celah mata boneka kelima.
Hanya dalam waktu kurang dari lima menit, kombinasi maut dua dimensi antara kekuatan destruktif masif Long Feng dan eksekusi taktis forensik milik Meilin berhasil melumpuhkan belasan pasukan boneka besi modifikasi Davin hingga menjadi rongsokan logam yang berserakan di aula tengah labirin.
Long Feng mendarat dengan anggun di samping Meilin, napasnya memburu pendek. Tanpa memedulikan sisa debu pertempuran, lengan kekarnya langsung bergerak kasar menyergap pinggang ramping Meilin, menarik tubuh wanita itu masuk ke dalam pelukannya dengan gairah posesif yang teramat pekat.
"Kau aman, Rubah Kecil?" bisik Long Feng dengan suara bariton serak yang penuh dengan intensitas emosional, tangannya mencengkeram tengkuk leher Meilin untuk merapatkan wajah cantik istrinya ke dadanya yang bidang dan panas. "Setiap kali melihatmu berdansa di antara senjata-senjata aneh duniamu itu, rasanya aku ingin mengunci tubuhmu di dalam tendaku dan tidak membiarkanmu melihat dunia luar lagi."
Meilin menaruh telapak tangannya di atas dada Long Feng, merasakan debaran jantung suaminya yang berdegup kencang karena rasa takut kehilangan yang mendalam. Sebuah senyuman licik namun luar biasa memikat terukir di bibirnya.
"Tenanglah, suamiku. Pasukan boneka ini baru permulaan," bisik Meilin, sepasang mata elangnya menatap tajam ke arah koridor gelap di ujung aula—tempat di mana getaran frekuensi dari Fragmen Segel Inti Waktu yang asli memancar semakin kuat dan panas. "Davin tahu kita telah menembus pertahanan keduanya. Mari kita melangkah masuk untuk menagih seluruh utang darah masa lalu kita."
Hembusan angin dari ruang altar utama Makam Terlarang tidak lagi sekadar dingin, melainkan terasa seperti sayatan ribuan silet es tak kasat mata. Ketika Lin Meilin dan Kaisar Long Feng melangkah menembus sisa-sisa kabut labirin, mereka tiba di sebuah aula melingkar raksasa yang dipahat dari kristal es abadi. Di tengah-tengah aula tersebut, berdiri sebuah altar es setinggi sepuluh meter yang memancarkan pendaran cahaya hijau zamrud yang teramat pekat dan menyilaukan mata.
Di atas altar, Fragmen Segel Inti Waktu yang asli melayang di udara, berputar lambat dalam frekuensi getaran mekanis yang sangat tinggi. Getaran itu menciptakan distorsi visual di sekelilingnya, seolah-olah ruang dan waktu di dalam aula tersebut sedang ditarik paksa masuk ke dalam lubang hitam.
Dan di depan altar tersebut, berdiri sesosok pria tinggi tegap dengan pelindung baja hitam. Panglima Davin. Ia sedang menempelkan sebuah alat pemindai logam modern—yang ia rakit dari sisa komponen Giok masa depan—ke dinding altar, mencoba mempercepat proses pelepasan energi energi destruktif fragmen tersebut.
"Kau terlambat tiga menit dari kalkulasi taktisku, Meilin," Davin berbalik perlahan, suara dinginnya bergema rendah di dalam aula es yang sunyi. Sepasang mata dinginnya melirik ke arah Meilin yang kini berdiri bersanding dengan Long Feng di ambang pintu masuk. "Sistem pengaman biner dan pasukan boneka besiku harusnya bisa menahanmu selama sepuluh menit. Tampaknya kau telah mempelajari banyak hal dari pendekar kuno di sampingmu itu."
Meilin melangkah maju dua langkah, belati perangnya tergenggam erat di tangan kanannya dengan presisi militer. Liontin fragmen giok kedua di lehernya bergetar sangat hebat, terasa panas seolah ingin menyatu kembali dengan inti segel di atas altar.
"Permainan topengmu sudah selesai, Davin," bisik Meilin, suaranya sedingin es musim dingin daratan Bei. "Kau menggunakan energi fragmen ini untuk mengancam eksistensi Dinasti Long hanya demi memancingku kemari. Utang darah kita di gudang bawah tanah pelabuhan London... akan kuselesaikan dengan kepalamu malam ini."
Davin terkekeh sinis, sebuah tawa yang terdengar sangat meremehkan. "Membalas dendam? Meilin, kau terlalu naif. Aku tidak hanya memancingmu kemari untuk membalas dendam. Begitu hitungan mundur energi segel ini mencapai titik nol dalam sepuluh menit ke depan, distorsi waktu akan membuka portal dimensi tunggal secara penuh. Kita berdua bisa kembali ke abad ke-21 dengan membawa kekuatan kultivasi dunia ini! Kita bisa menguasai organisasi The Ghost dan mendikte seluruh hukum dunia modern!"
semangat up nya kak, Terima kasih sdh up beberapa bab kak😍😍.. utk jam berapa nya kau up terserah aja ya.. aku selalu menantikan kelanjutan cerita mu ini.. semoga sampai tamat 😍😍😍
semangat ya
semoga sampai tamat ya😍😍
semangat up nya💪💪