ini adalah cerita fantasi yang saya buat untuk merealisasikan hayalan-hayalan yang sering berputar-putar didalam kepala.
Sakaki Kaimura, tuan muda pertama dari keluarga Sakaki yang berasal dari ayahnya, ia juga tuan muda dari keluarga Chen yang berasal dari ibunya.
pada suatu hari saat menghadiri pesta Sakaki yang pada saat itu sedang berada di taman di culik. dan pada saat sampai di tengah hutan hitam kematian kereta yang di tumpangi nya di tabrak oleh binatang monster hingga terbalik. Sakka Memanfaaatkan moments tersebut dan melarikan diri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neko-san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 8
[ Kotak hitam penyegelan: kotak yang menyegel Item yang memiliki kekuatan dahsyat, cara untuk membukanya cukup memberi energi padanya secara berkala, atau anda bisa meneteskan darah untuk mengambil alih kepemilikan ]
Sratt
Sakka menggores sedikit jari telunjuknya, perlahan darah keluar. Ia berjalan cepat Karena lukanya akan segera pulih, dengan segera ia meneteskan darahnya pada kotak hitam yang berukuran 5cm x 1,5m. Seketika kotak hitam itu bercahaya lalu perlahan terbuka.l menampilkan benda yang di segel di dalamnya.
" Hem? Tulang? " dengan intens Sakka menatap tulang?, namun jika lebih teliti ini mirip seperti sebuah kaki, laba-laba!.
" ini terlihat seperti kaki laba-laba, dan ini seperti kaki laba-laba bayangan, terlihat dari bagian kakinya terdapat seperti kain hitam yang menempel, namun nampaknya ia telah berevolusi dan naik tingkat menjadi [Abyssal Spider Shadow Monarch] , ya ini memang [Abyssal Spider Shadow Monarch ] yang melegenda itu, wow walaupun hanya kakinya aku bisa melihat secara langsung [ Abyssal Spider Shadow Monarch ]" menggali ingatannya Mathilda ingat bahwa kaki di depannya ini persis seperti entitas kuno yang melegenda [ Abyssal Spider Shadow Monarch ].
[ Apprisal ]
[ Legh of Abyssal Spider Shadow Monarch]
[ kaki makhluk kuno yang melegenda, di potong dengan sangat baik dan presisi tepat di bagian tulang yang menyambungkan tubuh dan kaki, empat pasang kaki yang sempurna ]
rerarity: SSS
Deskripsi: bahan yang sangat bagus untuk dijadikan senjata.
[ Status ]
Nama : Sakaki Kaimura.
Umur : 5 tahun
Aura : Orange Core
Mana : Circle 3
Julukan : Son of clan Sakaki
Skill : Weapon Master, Encanment , Martial Art, Magic, apprisal, Manipulation element, Manifestation Element, Combining Elements, Slash, Claws, Dragon form.
Pasif Skill : Life Drain, Grow-up 5X, Mana Amplification, Devouring, Linguistik, Dragon Body Tempering, Circulation Dragon Breathing , Dragon Wings, Dragon Transformasion.
Blessing: Spirit Of Mana, Aura Master, Combat Master, Master of Blacksmit, Dragon King Blessing, Absolute Mastery Of The Elements.
" Saat mencoba Skill [ Devouring ] ini" dalam kepala sakka saat ini muncul ide gila yang terinspirasi dari komik yang pernah ia baca , dan sekarang mencoba untuk eksperimen.
[ Devouring: Skill pasif yang dapat menelan, mengekstrak, dan menyerap. Baik itu status Fisik, Aura, Mana, atau karakteristik bentuk yang di serap dan menyatukannya dengan tubuh sang pengguna. ]
Deskripsi: karena skill Devouring ini masuk dalam kategori skill pasif yang mana seharusnya masuk dalam skill aktif. Devouring milikmu, lebih efektif dan efisien dari Skill Devouring tipe aktif.
" Mathilda perintah Sevens Sister, dengan kecepatan maksimal berkumpul di sini, aku akan melakukan uji coba Skill milikku, dan efeknya mungkin para monster di sini akan mengamuk dan jika kau seorang diri yang menjagaku kau tidak akan kuat " tubuh Sakka perlahan di selimuti oleh Aura hitam pekat, di belakangnya tampak sebuah mulut hitam yang di penuhi oleh gigi terbuka lebar, dan itu pertanda dari Skill Devouring sedang di aktifkan.
" Sevens Sister berkumpul, Tuan Muda butuh perlindungan kalian " Mathilda segara mengirimkan telepati kepada Sevens Sister, yang mana membuat seluruh Sevens Sister dengan kecepatan penuh berkumpul di lokasi tempat Tuan Mereka berada.
Swoosh Swoosh Swoosh Swoosh Swoosh Swoosh Swoosh.
Tujuh kesatria wanita muncul dengan serempak dari arah yang berbeda, namun jika dalam komposisi party, party Mereka bisa di katakan kompleks, ada Warior sebagai Attack Male Damage Physical dengan Broadsword sebagai senjata, Tank untuk Tauntin mengunakan perisai dan kapak besar, Marksman sebagai Range Damage menggunakan panah saat musuh jauh dan ketika musuh di dekatnya ia akan menggunakan Magic Gun, Spell Caster untuk memberika Debuff pada musuh atau memberika Buff pada rekan setimnya dengan staff sebagai perantara mana, Assassin sebagai finiser atau pengintai dengan dual dagger sebagai senjata utama kunai dan shiriken sebagai senjata pendukung, dan tak lupa Clerick sebagai healer dan sihir tipe perlindungan yang mengunakan perisai bundar dan mace untuk bertahan juga menyerang dan terakhir Wizard yang memberikan Magic Damage mengunakan Grimore sebagai catalis.
" kalian sudah datang, kalau begitu tolong jaga aku! " Sakka melirik sedikit, lalu fokus kembali ke pada kaki laba-laba depannya.
Perlahan [ Legh of Abyssal Spider Shadow Monarch ] mulai terserap kedalam tubuh Sakka, tak lama setelah itu tubuh bocah lima tahun itu bergejolak baju yang ia kenakan mulai robek dan hancur, di punggung perlahan muncul tiga pasangan kaki laba-laba, dan satu di kedua lengannya.
Aaaargh
Proses itu sangat menyakitkan, selain menumbuhkan kaki, tubuhnya pun di rekonstruksi ulang mulai dari tulang yang retak lalu sembuh kembali agar tulang di tubuhnya bisa sama kerasnya dengan kaki laba-laba yang di serap, daging dan otot miliknya mengeras dan menguat juga. Teriakan memilukan Sakka terus terdengar, para monster menjadi gelisah karenamya juga Aura yang Sakka tibulkan saat proses itu pun mengundang rasa cemas dan was-was para monster.
Gelombang monster pecah, Sevens Sister dan Mathilda bersiap melakukan penjagaan, Clerick merapalkan mantra perlindungan, Spell Caster memberikan Buff pada setiap rekannya.
..........
" huuuh,,,,huuuh,,,,huuuh,,,,huuuh, akhirnya proses menyakitkan itu selesai juga " dengan napas memburu dan tubuh penuh keringat. Sakka akhirnya bisa bernapas lega, proses memang menyakitkan namun tidak ada yang namanya makanan gratis, selalu ada bayaran untuk setiap tindakan.
sekarang tubuhnya telah menguat, otot dan daging miliknya seperti besi, tulang tubuhnya pun bisa di sandingkan kekerasan dengan emas.
Sriiing Sriiing Sriiing
Kaki laba-laba berwarna hitam mengkilat layaknya besi dapat muncul dimana saja di area Lengan Sakka sesuai Dengan keinginannya.
" Sevens Sister, Mathilda mundur!, aku ingin menguji kekuatan ku setelah menyerap delapan kaki [ Abyssal Spider Shadow Monarch ] sekuat apa aku sekarang. [ Lance Of Spider Legh ] "dengan tangan kiri mejulur ke samping, sebuah kaki laba-laba yang hitam layaknya tombak besi 50cm muncul di punggung Lengan Sakka membuat Sevens Sister dan Mathilda terpesona, yah umur mereka tak jauh beda hanya selisih lima tahun masih bisa lah ya.
[ Element Manifestation ]
+
[ Element Manifestation ]
+
[ Combining Element ]
\=
[ Dark Drill Wind ]
Angin berputar di sekitar [ Lance Of Spider Legh ] layaknya sebuah bor angin hitam berputar kian kencang seiring dengan langkah Sakka yang berlari menuju kawanan monster yang menatapnya Dena bengis dan haus darah.
swoosh duuuar
Lebih dari 20 monster leyap saat Sakka mengayunkan tangannya kedepan bersama dengan itu [ Dark Drill Wind ] terbang kearah tinju Sakka berayun yang ternyata mengarah pada monster di depannya.
Melihat kawanannya mati serigala darah melolong sedih dan membabi buta menyerang Sakka dengan cakar dan taringnya . [ Lance Of Spider Legh ] milik Sakka sama kerasnya dengan emas, dan sama tajamnya dengan obsidian. Tanpa takut Sakka menahan kaki serigala darah dengan tangan kiri sedangkan tangan kanannya mengepalkan dan meninju dada dari serigala darah sepersekian detik pukulannya menempel pada permukaan kulit dari serigala darah [ Lance Of Spider Legh ] langsung keluar lalu menembus langsung dada serigala darah sampai ke punggung nya.
Seketika serigala darah memuntahkan darah dan tak lama setelah itu serigala darah serigala malang itupun mati dan menjadi nutrisi bagi Sakka
.
.
.
setelah dua jam lamanya kawanan serigala darah mulai berlari terbirit-birit, setelah Sakka membantai lebih dari ratusan serigala, pada akhirnya dari seribu serigala tak sampai 20 ekor saja yang tersisa, mayat berceceran dimana-mana, juga bahan berkualitas tinggi banyak berserakan.
" Mathilda, angkut semuanya kita pulang"........
.
.
.
.
To Be Continued