WARNING!! HANYA UNTUK DEWASA!!
Cecilia tidak menyangka, baru saja pindah jiwa ke tubuh wanita lain malah terjebak jadi simpanan Tuan Douglas yang dingin.
Cecilia pun berpikir untuk bisa kabur dari jeratan Tuan Douglas, semakin Cecilia menjauh maka semakin kuat juga Tuan Douglas ingin memilikinya.
"Kau hanya milikku sayang, sampai kapanpun akan tetap menjadi milik ku!" Douglas
"Enak saja! Lebih baik aku mati saja daripada jadi simpanan!" Cecilia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Baking
Suasana di dapur utama sore itu terasa hangat dan jauh lebih tenang. Cecilia sedang berdiri di depan meja pulau dapur besar, sibuk mengenakan apron putih sambil menyiapkan bahan-bahan untuk membuat kue kering.
Tidak lama kemudian, langkah kaki tegap mendekat. Sebelum Cecilia sempat bereaksi, sepasang lengan kekar milik Douglas tiba-tiba melingkar erat di pinggangnya dari arah belakang. Pria itu menyandarkan tubuhnya, memeluk Cecilia dengan nyaman.
Melihat keintiman sang tuan rumah, para pelayan dan chef pribadi keluarga yang tadinya ikut membantu di sekitar meja langsung saling berpandangan. Tanpa dikomando, mereka secara serentak mengundurkan diri dan undur diri keluar dari dapur, sengaja memberikan waktu dan ruang privat bagi keduanya.
Sebenarnya, tindakan manis ini adalah bagian dari strategi baru yang disusun oleh Cecilia. Di dalam kepalanya, gadis itu merancang sebuah siasat cerdik.
"Aku akan bersikap manis, menjadi wanita penurut, tapi sekaligus tetap menjadi diriku sendiri ceplas-ceplos, bawel, dan cerewet tanpa henti! Mungkin dengan cara menyebalkan seperti itu, Douglas lama-kelamaan akan merasa bosan setengah mati padaku, lalu memutuskan untuk membuang dan melepaskanku dari rumah ini!"
Namun, kenyataannya sedikit melenceng dari rencana. Sejak pulang kerja tadi, Douglas sama sekali tidak melepaskan pelukannya, bahkan dengan santai ikut menemani Cecilia baking di dapur.
Douglas meletakkan dagunya di atas bahu Cecilia, mengamati saksama jemari lentik wanita itu yang tengah mencetak adonan kue di atas nampan.
"Kamu bisa membuat kue?" tanya Douglas dengan nada suara rendah dan santai di dekat telinga Cecilia.
"Bukannya dulu saat di apartemen, kamu bahkan tidak pernah sekalipun menginjakkan kaki di dapur, jangankan memasak."
Mendengar pertanyaan itu, Cecilia sempat tertegun kecil. Jantungnya berdegup sedikit lebih kencang karena menyadari pria itu mengawasi kebiasaannya dari masa lalu. Namun, ia segera menepis rasa gugupnya, berdehem pelan untuk menetralkan suara.
"Ehem! Tentu saja aku bisa!" jawab Cecilia membela diri dengan nada ketus.
"Asal kamu tahu ya, Tuan Douglas yang terhormat, manusia itu bisa belajar banyak hal kalau mau berusaha. Hanya saja dulu aku sengaja menyembunyikan keahlian maskotku ini darimu!"
Douglas hanya terdiam mendengarkan omelan itu, meskipun bibirnya menyunggingkan senyuman tipis. Sesekali, pria itu melirik bentuk adonan kue kering yang sedang dicetak oleh Cecilia, lalu berkomentar dengan nada mengejek.
"Bentuk adonanmu itu kenapa jelek sekali seperti cacing kepanasan?" cibir Douglas pelan.
"Apa itu pantas disebut kue kering? Kulihat bentuknya lebih mirip karya seni abstrak yang gagal."
Mendengar komentar pedas itu, amarah Cecilia langsung naik pitam.
"Hei!" seru Cecilia kesal, memutar tubuhnya setengah lingkaran dan langsung mencubit keras punggung tangan Douglas yang masih melingkar di pinggangnya.
"Aduh!" Douglas mengaduh pelan, meringis kesakitan akibat cubitan maut tersebut, meski sebenarnya rasa sakit itu tidak seberapa dibanding rasa hiburnya.
Cecilia menatap tajam dengan mata melotot, menunjuk-nunjuk wajah Douglas menggunakan sendok adonan.
"Sekali lagi kamu berani berkomentar buruk tentang bentuk kue buatanku, sumpah ya, Douglas... aku akan mencincangmu dan memasakmu jadi kue basah rasa daging manusia! Mau coba?!" ancamnya menggebu-gebu.
Alih-alih takut atau marah, Douglas justru terbahak kecil. Pria itu mengangkat sebelah tangannya, lalu dengan lembut mengecup pipi Cecilia dari samping sekilas.
"Baiklah, Chef. Ampun, jangan jadikan aku kue basah," kata Douglas menyerah dengan nada geli.
Setelah itu, Douglas kembali terdiam dan merapatkan pelukannya, seolah benar-benar menikmati momen santai sore itu bersama Cecilia. Di dalam lubuk hatinya, Douglas masih merasa takjub dan tidak menyangka bahwa Cecilia telah kembali seperti sedia kala, bahkan kini gadis itu jauh lebih cerewet, banyak bicara, dan ekspresif. Tapi anehnya, Douglas justru sangat menyukai sisi diri Cecilia yang seperti ini.
Sambil terus memeluk sang gadis, pikiran Douglas melayang ke mana-mana. Pria itu tiba-tiba merenung. Apakah sikap pembangkang, ketus, dan emosional yang ditunjukkan Cecilia sebelumnya adalah efek samping dari kehamilannya dulu? Dan sekarang, setelah keguguran itu terjadi, hormonnya kembali stabil sehingga sifat aslinya yang cerewet dan ceria ini muncul lagi?.
Douglas terus menduga-duga dalam hatinya, berusaha mencari alasan logis atas perubahan drastis mood wanita di pelukannya.
"Kenapa melamun begitu?" tanya Cecilia curiga, melirik Douglas dengan mata menyipit saat merasakan pelukan di pinggangnya sedikit mengendur.
"Jangan bilang kamu sedang merencanakan hukuman aneh lagi untukku ya?"
"Tidak," jawab Douglas singkat, manik biru tajamnya menatap lurus manik coklat Cecilia dengan intensitas yang membuat sang gadis salah tingkah.
"Aku hanya sedang berpikir... kamu jauh lebih cantik kalau sedang mengomel seperti ini."
Cecilia mendengus keras, memutar bola matanya malas. "Gombal! Sudahlah, lepasin tangannya! Aku harus memasukkan nampan kue ini ke dalam oven sebelum gosong gara-gara kamu ajak ngobrol terus!"
"Tidak mau," tolak Douglas manja, mengeratkan kembali dekapannya.
"Selesaikan dulu kue jelekmu itu dalam pelukanku."
"Douglas! Kamu ini ya... benar-benar kepala batu!" omel Cecilia panjang lebar, terus meronta kecil sementara dapur mansion dipenuhi oleh kehangatan yang tak pernah mereka duga sebelumnya.
Douglas malah semakin mempererat pelukannya sambil mengecup pipi Cecilia, jujur saja entah kenapa seluruh tubuh Douglas seolah nyaman memeluk Cecilia seperti ini.
Bersambung...
Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak.
ati2 cecil🤭🤭🤭
ati2 doughlas klo cecilia kabur🤣🤣🤣🤣
thor plis kasih doughlas pelajaran dong,jdi gemes nih🤣🤣🤣🤣
mungkin methong kedua kali cil baru bebas