NovelToon NovelToon
Tawanan Mantan Suami

Tawanan Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Sinopsis:

Lima belas tahun setelah perpisahan yang dipenuhi salah paham, Helena kembali bertemu dengan Arthur Fernando, mantan suami yang tak pernah berhenti mencarinya. Di balik perceraian mereka, tersimpan konspirasi musuh yang ingin menghancurkan klan Fernando. Kini, saat kebenaran terungkap, Arthur bertekad merebut kembali Helena, meski harus menjadikannya tawanan cinta yang tak pernah padam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Data di Malam Hari

Malam telah menyelimuti Jakarta. Cahaya lampu-lampu kota berkelap-kelip di balik jendela kaca mansion megah milik Arthur Fernando. Rumah itu luas, bergaya arsitektur klasik Eropa, dengan lorong-lorong panjang dan perabotan antik yang mahal. Namun, di balik kemewahannya, rumah ini terasa sunyi. Sangat sunyi. Sudah lima belas tahun Arthur tinggal di sini sendirian, ditemani hanya oleh para asisten rumah tangga yang bekerja diam-diam di balik pintu.

Arthur masih duduk di ruang kerja pribadinya di lantai dua. Hanya lampu meja yang menyala, menerangi wajah tegasnya yang dipenuhi rasa penasaran yang tak kunjung padam. Di atas mejanya, segelas wiski sudah hampir habis. Matanya menatap layar laptop, menunggu.

Tak lama, terdengar suara langkah kaki di tangga. Aldi muncul di ambang pintu, mengenakan kemeja lengan panjang berwarna abu-abu. Di tangannya, dia membawa sebuah map tebal berwarna cokelat.

"Pak Arthur, saya sudah mendapatkan datanya," ucap Aldi, suaranya datar namun penuh makna. Dia berjalan mendekat dan meletakkan map itu di atas meja kayu ek di hadapan Arthur.

Arthur menegakkan tubuhnya. Dadanya berdegup kencang, tapi dia berusaha terlihat tenang. "Langsung saja, Aldi. Apa yang kamu temukan? Jangan ada yang ditutupi."

Aldi menghela napas sejenak, lalu membuka map tersebut. Dia mengeluarkan beberapa lembar dokumen dan foto. "Pertama, tentang keberadaannya. Selama lima belas tahun terakhir, Helena Virgina tidak pernah menggunakan identitas aslinya secara mencolok. Dia benar-benar tahu cara menghilang. Tidak ada jejak di media sosial, tidak ada akun bank atas namanya di Jakarta, dan semua tagihan listrik, telepon, serta kendaraan atas nama perusahaan tempat dia bekerja."

Arthur menyipitkan mata, tangannya meraih foto-foto yang ada di atas meja. Foto-foto itu menunjukkan Helena di berbagai tempat. Ada foto dirinya sedang berjalan di trotoar Surabaya dengan mengenakan blus putih, ada foto dirinya sedang berada di sebuah kafe sederhana, dan ada foto saat dia sedang tersenyum bersama beberapa orang di sebuah kantor.

"Tapi saya berhasil melacak alamat domisilinya," lanjut Aldi. "Selama lima belas tahun ini, Helena tinggal di Surabaya. Dia tidak pernah pindah ke kota lain. Dia menetap di sebuah kompleks perumahan menengah di daerah Gubeng, Surabaya. Rumahnya terbilang sederhana, bukan apartemen mewah seperti yang biasa dia tinggali saat masih menjadi istri Anda."

Arthur memandangi foto rumah yang diperlihatkan Aldi. Sebuah rumah dua lantai dengan pagar besi rendah, cat temboknya sudah agak pudar, tetapi halamannya terlihat rapi dengan beberapa pot bunga. Jauh dari kemewahan mansion tempat Arthur tinggal sekarang.

"Lalu pekerjaannya?" tanya Arthur, suaranya bergetar halus.

"Dia bekerja di sebuah perusahaan konstruksi skala menengah bernama Jaya Bangun Persada. Posisinya sebagai kepala bagian keuangan dan administrasi. Gajinya cukup untuk hidup layak, tidak lebih. Selama lima belas tahun, dia tidak pernah berganti pekerjaan. Dia benar-benar membangun hidupnya dari nol, Pak. Seolah-olah dia sengaja memilih hidup yang jauh dari sorotan."

Arthur menelan ludah. Perasaannya campur aduk. Ada rasa sakit, marah, tapi juga kagum. Helena yang dulu dia kenal adalah wanita yang gemar berpesta, suka memakai perhiasan mahal, dan selalu menjadi pusat perhatian. Kini, wanita itu memilih hidup tenang di Surabaya, bekerja di kantor yang biasa-biasa saja, tanpa riwayat hidup yang mencolok.

"Apakah dia menikah lagi, Aldi?" tanya Arthur, suaranya terdengar lebih rendah, seolah dia takut mendengar jawabannya.

Aldi menggeleng. "Tidak, Pak. Selama lima belas tahun, statusnya tetap lajang. Tidak ada catatan pernikahan, tidak ada catatan perceraian kedua, dan tidak ada nama pria lain yang tercatat dalam dokumen kependudukannya. Dia hidup sendirian. Tapi..." Aldi menjeda, ragu.

"Tapi apa?" desak Arthur.

"Saya menemukan satu hal yang janggal, Pak. Data yang saya gali menunjukkan bahwa ada pihak lain yang sengaja menghapus jejak Helena selama bertahun-tahun. Ada anomali di sistem kependudukan. Sepertinya ada seseorang dengan akses tinggi yang dengan sengaja menutupi keberadaannya, membuatnya seperti 'hilang' dari radar publik. Saya baru bisa melacaknya karena saya menggunakan jalur khusus."

Arthur berhenti sejenak, kepalanya berdenyut. "Ada pihak lain? Kamu yakin? Siapa?"

"Saya belum bisa memastikan identitasnya, Pak. Tapi polanya sangat terstruktur. Seolah-olah ada 'tangan bayangan' yang melindungi Helena dari pencarian. Mungkin keluarganya? Atau mungkin..." Aldi menatap Arthur. "...orang dari masa lalu Anda yang tidak ingin Helena ditemukan."

Arthur mengepalkan tangannya. Dulu, saat perceraian mereka terjadi, banyak pihak yang mengatakan hal buruk tentang Helena. Keluarganya sendiri, orang tua Arthur, bahkan beberapa sahabat dekat Arthur saat itu. Mereka mengatakan Helena adalah wanita mata duitan yang menikahi Arthur demi harta, lalu kabur saat semua uang sudah dia dapatkan. Tapi Arthur tidak pernah percaya sepenuhnya. Karena dia mengenal Helena. Wanita itu tidak pernah meminta uang sepeser pun dari dia.

"Ada yang sengaja menutupi jejaknya?" Arthur bergumam, matanya menyala. "Kemungkinan besar, itu adalah orang yang juga membuat Helena pergi. Dan yang paling aku sesali selama lima belas tahun ini adalah aku tidak pernah bertanya langsung padanya. Aku hanya percaya pada kata-kata orang lain."

Aldi memandang bosnya dengan tatapan simpati. "Pak, data ini baru permulaan. Saya bisa menggali lebih dalam. Siapa saja yang berinteraksi dengan Helena, riwayat keuangan, dan jejak komunikasi. Tapi maaf, untuk saat ini, informasi yang saya dapatkan sebatas ini."

Arthur mengambil salah satu foto Helena yang paling jelas—foto dia di depan kantornya, sedang tersenyum tipis. Arthur mengusap wajah Helena di foto itu dengan ujung jarinya, dadanya terasa sesak.

"Cukup, Aldi. Ini sudah lebih dari cukup. Kamu sudah melakukan pekerjaan yang luar biasa." Arthur menatap Aldi, lalu meletakkan foto itu di atas meja. "Untuk langkah selanjutnya, aku ingin kamu tetap diam. Jangan bilang siapa pun tentang data ini. Aku sendiri yang akan menghadapi Helena."

Aldi mengangguk. "Apakah Anda ingin saya menyiapkan transportasi ke Surabaya, Pak?"

Arthur tersenyum kecil, senyuman yang menyimpan tekad. "Siapkan pesawat pribadiku. Besok pagi, aku akan terbang ke Surabaya. Bukan untuk urusan bisnis, Aldi. Ini urusan hidup dan mati."

Aldi sedikit terkejut, tapi dia mengangguk. "Baik, Pak. Semua akan saya siapkan."

Aldi pamit pergi, meninggalkan Arthur sendiri di dalam ruangan yang semakin sunyi. Arthur kembali menatap foto di depannya. Ditemani gelas wiski yang sudah kosong, dia mengingat kembali momen-momen di mana Helena tersenyum, tertawa, dan memeluknya.

"Helena, kamu pikir kamu bisa lari dari aku selamanya?" bisik Arthur pelan, angin malam yang masuk dari celah jendela membawanya pada kegelapan. "Kamu salah besar. Dulu, aku terlalu bodoh dan lemah. Aku terlalu cepat mempercayai fitnah. Tapi sekarang, aku sudah tahu siapa musuhku. Dan aku akan mencari jawabannya. Di mana pun kamu sembunyi, aku akan menemukanmu."

Matanya menatap foto itu untuk terakhir kalinya sebelum dia memasukkannya ke dalam saku jasnya. Besok, Surabaya.

Besok, dia tidak hanya akan bertemu dengan calon klien bisnis. Besok, Arthur akan bertemu dengan mantan istrinya. Dan dia tidak akan pulang sebelum semua rahasia tentang kepergian Helena terungkap.

Malam itu, Arthur tidak bisa tidur. Di mansion besar itu, hanya ada suara detak jam dinding yang mengiringi langkah kakinya yang mondar-mandir di lantai marmer. Hatinya berdegup kencang, siap menantang badai di masa depan. Tidak peduli seberapa besar rahasia yang Helena simpan, Arthur bersumpah, dia akan membongkarnya satu per satu.

Dan kali ini, dia tidak akan membiarkan Helena pergi lagi. Bahkan jika harus menjadikannya tawanan dalam lingkaran cintanya yang belum pernah padam.

1
Mamah Dini11
semoga kalian tetap bersama saling berbagi kasih sayang saling mencintai mungkin james pindah sekolah dn kmu helen tak usah kerja lgi arthur udh udah banyak uang ,
Mamah Dini11
pada. ke. mana ya thor ko sepi
Mamah Dini11
semoga arthur selamat , tolong thor selamatkan arthur dia baru bertemu dgn masa lalunya dn blm mengetahui semuanya
Mamah Dini11
alhmdulilah james selamat semoga kedepan nya gk ada hendra2 yg kain nya , james satukan ke dua orang tuamu biar punya kluargfa lengkap kmu james anak hebat
Mamah Dini11
blm juga arthur menemui anaknya mengenal anaknya dekat sm anakny udh ada yg nyulik berarti hilang nya helena , ada tim musuh yg mencarinya , dan arthur kmu kalah malah musuhmu yg nenang duluan , semoga james baik2 saja dan cepat kembali ke pelukan helena , kasian helen yg berjuang sendirian tiba2 anaknya hilang di culik enak bener tuh penculik , ayo arthur basmi musuh2mu jgn beri ampun , dn apa sih maunya .
Mamah Dini11
semangat arthur 💪 semoga semua masalahmu cepat selesai cepat terbongkar semua yg berkaitan dgn helena
Mamah Dini11
semoga kedepan nya kmu dn anakmu lbh bahagia sm arthur tentu nya jemputlah helen masa depan kaluan dgn senyuman , dan hadapilah orang2 yg julid dn gk suka sm kmu arthur ada bersamamu helen , jgn pergi lgi james berhak tau siapa ayahnya .lanjut
Mamah Dini11
kenapa msh meragukan mantanmu hel dia baik mbok jum baik , kalau kmu msh cinta lihat arthur juga sampai sekarang msh sendiri ,itu tandanya lelaki setia sm pasangan ,dan hel bersatu lagi kalian kasian james dia butuh sosok seorangf ayah, dn seberat apapun badai yg akan datang hadapilah sm kalian berdua di rasa arthur tdk akan tinggal diam diai pasti bisa mengatasinya , kmu percayakan sm mantannu
Mamah Dini11
beri alasan yg masuk akal arthur ke teman2 nya helena yg masuk akal biar mereka gfk hawatir
Mamah Dini11
tenang helen arthur tdk seburuk yg kamu pikirkan, asal kmu berkata jujur aja apa adanya ok
Mamah Dini11
kayaknya arthur orang baik dehh tpiii kenapa ada perceraian, dn berharap arthur tdk melakukan yg membuat helena bersedih ya malah sebaliknya
Mamah Dini11
semoga pertemuan mu dgn mantan suamimu membawa ke baikan helena bkn menambah ke sedihan , dan moga aja membongkar ke salahpahaman yg berlarut dn pd akhirnya menuju ke bahagian kmu dan anakmu pantas mendapatkan nya
Mamah Dini11
ya kadang2 suka membingungkan cerita di novel mh he he
Mamah Dini11
permisi ikutan nimbrung thor 🙏
Ita Putri
masak horang kaya nunggu 15 th dulu baru dapat orang kepercayaan yg punya kemampuan hebat baru sekarang
Rian Moontero
mampiiirr👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!