NovelToon NovelToon
MAMA MUDA

MAMA MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan
Popularitas:186.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rossa Purnama

Nia seorang gadis yang baru lulus sekolah mengalami "kecelakaan" hingga mengakibatkan dia mengandung anak yang tak pernah ia harapkan.

Kekasih yang menodainya tanpa berdosa meninggalkannya tanpa rasa tanggung jawab. Menimbulkan kekecewaan dan frustasi hingga ingin menggugurkan kandungannya.

Namun akhirnya, Nia dipertemukan orang-orang baik yang menyayanginya. Bahkan, seseorang merubah hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rossa Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati ke Hati

Nia dilema memikirkan ucapan Febi siang tadi. Pasalnya, dia belum siap jika ternyata ibunya kecewa setelah mendapati berita kehamilannya. Tentu saja, ibunya menaruh harapan besar kepadanya karena dia anak satu-satunya.

Nia teringat saat ia masih kecil, ibunya sering bercerita tentang cita-citanya menjadi seorang dokter, namun karena keterbatasan biaya ibunya tak bisa mewujudkan apa yang dicita-citakannya. Lalu Nia berjanji mewujudkan cita-cita ibunya dengan menjadi dokter.

"Kalau gitu, biar Nia saja yang jadi dokter, Bu. Nanti Nia akan merawat Ibu jika Ibu sakit," ucap Nia kecil kala itu.

"Cita-cita itu harus kemauan sendiri, bukan karena terpaksa atau disuruh. Memangnya Nia mau jadi dokter?"

"Mau, Bu. 'Kan kalau jadi dokter Nia bisa sembuhkan banyak orang termasuk Ibu jika Ibu sakit." Nia bertutur sangat lucu.

Ya, selama ini ibunya banting tulang di negri orang hanya demi masa depan anaknya kelak.

Nia mondar-mandir dengan ponsel digenggam oleh kedua tangannya. Ia masih ragu untuk menelpon ibunya.

"Masih belum menelpon?" ucap Febi tiba-tiba keluar dari kamar.

Nia menggelengkan kepala, memasang wajah bimbang.

"Percaya sama Mbak. Ibumu akan menerima dengan lapang dada. Bicarakan semuanya dari hati ke hati tanpa ada yang ditutupi," ujar Febi memberi keyakinan.

"Mbak akan bantu bicara jika kamu tidak siap. Hubungi ibumu sekarang dan berikan ponselnya pada Mbak," tawarnya.

"Eng-enggak usah, Mbak. Biar aku saja."

Nia mencari nama kontak ibunya lalu menekan tombol warna hijau. Cukup lama tersambung mungkin karena jarak yang kian jauh. Setelah beberapa menit terdengar seseorang berbicara di sebrang sana.

"Assalaamu'alaikum. Apa kabar, Nduk? Lama sekali Ibu menunggu telpon darimu," ucap Ibu terdengar begitu gembira.

"Wa'alaikum salam. Kabar 'ku baik, Bu. Bagaimana dengan Ibu?"

"Alhamdulillah Ibu juga baik. Kamu pasti sibuk mempersiapkan kuliahmu, ya, Nduk. Ibu memakluminya, makanya Ibu gak berani telpon duluan takut mengganggu."

Nia bergeming. Mendengar ucapan ibunya itu membuatnya semakin tak sanggup menceritakan kejadian sebenarnya.

"Halo ... Halo ... ini masih tersambung 'kan, Nduk?" ujar Ibu saat mendapati lawan bicaranya tak terdengar suara sedikit pun.

"E-eh, iya, Bu. Masih ... masih tersambung," ucap Nia tergagap.

"Ada apa toh, Nduk? Kamu tak seperti biasanya?"

Nia menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan.

"Begini, Bu. Ada yang ingin Nia bicarakan, tapi Ibu harus tetap tenang selama mendengarkan."

"Ceritakan saja, ada apa? Kamu sedang punya masalah?"

"Nia gak kuliah tahun ini, Bu. Mungkin tahun depan baru bisa."

"Kenapa, Nduk? Gak dapat beasiswa? atau biaya daftarnya mahal? Berapa? Nanti ibu transfer." Ibunya terus menyerang dengan pertanyaan seputar kuliah membuat Nia semakin tak kuasa.

Kini tubuhnya gemetar, air matanya luruh, ia semakin bersalah pada ibunya itu. Febi yang melihat tubuh Nia bergetar memegang pundaknya dengan isyarat mata ia menganggukan kepalanya memberi keyakinan.

"Mohon maafkan Nia, Bu."

Suara Nia terdengar parau diiringi isak tangis membuat ibunya semakin kebingungan.

"Ada apa? Segeralah bercerita, Ibu akan mendengarkanmu."

"Ni-Nia ha-hamil, Bu," ucap Nia tergagap.

Hening!

Tak ada jawaban dari sebrang sana, membuat Nia semakin takut menerima kenyataan. Febi segera memeluk Nia, ia mengerti apa yang tengah dirasakan Nia. Cemas, sedih, bimbang semua jadi satu.

Panggilan masih tersambung namun tak kunjung ada jawaban, hanya isak tangis Nia yang terdengar memenuhi ruangan. Setelah berselang beberapa menit, mulai terdengar kembali suara disebrang sana.

"Nduk, Ibu yakin kamu tak akan melakukan hal diluar batas. Tolong ceritakan apa yang membuatmu mengalami kecelakaan tersebut?" tanya ibu, terdengar berusaha tenang namun suara paraunya tak bisa ia sembunyikan.

Nia menceritakan semua hal yang terjadi padanya. Sebelumnya, ibunya sudah tahu tentang hubungan Nia dan Angga. Tentu saja ibunya merestui mereka, karena selama ini yang ia tahu Angga adalah orang baik yang selalu Nia banggakan terhadapnya.

Saat Nia menceritakan perlakuan Angga malam itu, ibunya syok tak menyangka orang yang dikenalnya kekasih baik Nia namun tega melakukan hal itu, bahkan dengan tanpa dosa dia meninggalkan Nia sampai sekarang.

Kemudian Nia menceritakan keberadaannya sekarang dan mengenai rumahnya yang kini disewakan. Ibunya tak keberatan, mengingat alasan Nia meninggalkan rumah adalah demi janin yang dikandungnya yang menyangkut kehidupannya.

"Kalau begitu, apa perlu Ibu pulang menemanimu?" tanya Ibu setelah mendengar penjelasan Nia.

"Tak perlu, Bu. Nia baik-baik saja dengan Mbak Febi. Ibu tak perlu khawatir."

"Terima kasih, Nduk, karena mau merawat janin itu. Jangan pernah membencinya karena dia tak punya salah apa-apa. Rawatlah dia layaknya buah hati yang kamu inginkan."

"Terima kasih, Bu, karena sudah mengerti keadaanku."

"Kabari Ibu selalu, ya! Nanti kalau sudah menjelang lahiran Ibu akan pulang menemanimu."

"Terima kasih, Bu, terima kasih banyak."

"Sampaikan salam juga terima kasih pada Mbak Febi dari Ibu."

"Baik, Bu."

"Ibu akhiri panggilannya, ya, assalaamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam, Bu."

Kini Nia merasa lega, bebannya sedikit berkurang. Dipeluknya Febi yang sedari tadi menemani.

"Terima kasih, Mbak. Berkatmu aku bisa berterus terang pada Ibu."

"Iya, sama-sama. Mbak seneng dengernya, ternyata ibumu orang baik. Beruntung kamu punya Ibu sebaik itu, harus banyak-banyak bersyukur."

"Beruntung juga aku bertemu dengan orang sebaik Mbak. Lain waktu aku akan membalas semua kebaikan Mbak."

"Jangan terlalu difikirkan. Untuk saat ini fikirkan kesehatanmu juga janinmu."

"Baik, Mbak."

"Sebentar, Mbak ambilkan minum dulu untukmu. Kasian dari tadi nangis, pasti capek!"

Nia tersenyum, Febi beranjak untuk mengambil minum.

'Terima kasih, ya Allah, Kau telah menganugrahkan orang-orang baik di sekitarku' gumam Nia.

"Oh, iya, Mbak. Sudah dapat info lowongan kerja?"

"Belum, Dek. Tapi Mbak punya temen seorang apoteker yang bekerja di klinik, masih dekat tempatnya dari sini. Mungkin nanti bisa Mbak tanyakan."

"Eemmm, baik, Mbak, akan ku tunggu. Tolong usahakan, ya, Mbak. Aku siap kerja apa aja, bila perlu jadi OB atau asisten rumah tangga pun gak papa. Aku gak mau nambah beban Ibu. Biaya persalinan 'kan pasti mahal," ujar Nia penuh harap.

"Oke, Dek. Mbak akan usahakan cari pekerjaan yang layak juga gak bikin kamu capek. Sekuat apapun kondisi kamu, 'kan kita gak tau kondisi janin di dalam rahim, bisa jadi kamu kuat tapi kandunganmu tidak. Jadi kalo lagi hamil harus extra hati-hati dalam melakukan segala hal." Febi menjelaskan layaknya seorang perawat pada pasien.

"Siap, Suster!" jawab Nia sambil meletakkan tangan kanannya di kepala membentuk penghormatan.

"Huh, dasar! Dikasih tau malah meledek." Febi menjawab dengan nada kesal lalu menggasak rambut Nia dengan kasar.

1
Bubur Ketan
🥺🥺🥺
cinbar
Waah inspirasi nyata
Mala Mala Sdj
koq tiap masak gk prnh pake daging2an sih ayam kek sapi kek ikan kek...kan ibu hamil perlu tuh thor 😅🙏
Mala Mala Sdj
800 sbulan murah bgtt..kost kamar aja sm harganya :)
crt bagus tulisan dn tata bahas bagus 👍
Atmani Ani
anak siapa ya si feri
vi
Thor , jadi kapan up lagi Thor????
Niea Susanti
kalau yg ini masih lanjut gk kak.. bagus lo kok gk dilanjut.. ditungguin lo kk
Luluk Erna Faqih
klu yang ini masih ad kelnjutannya gk kak😁
Elinda Safitri
visual nya dong thor
Elinda Safitri
manggilnya raka dong thor ..jngn rak ..udh kaya rak piring
Elinda Safitri
dokter raka apa udh tau kalau nia sedang hamil
Elinda Safitri
tetangga tentu pada baik dn ramah ..karena blm tau kalau hamil diluar nikah ..
Cha_Cha: Setelah tau pun juga baik dan ramah kok.
total 2 replies
Cha_Cha
Kaak... kapan up? aku menunggu!!!
babylaaa
kapan up kak?
Cha_Cha
Lanjut, Thor! Semangaattt!
Cha_Cha: Ok kak😊😊😊
total 4 replies
Chalista Ensa
Kapan up lagii kak???
IG:samudra_lee_19: Cara gabung ke gc saya sekarang silakan buka novel KONTRAK PERNIKAHAN (end) bab terakhir ya. Ada info cara bergabung karena sekarang sudah banyak para penikung. Ini adalah salah satu solusi pencegahan kami. Kami melakukan ini supaya lebih hati-hati dalam menerima tamu.

Untuk sementara kami tolak ya, mohon maaf sebesar-besarnya. Silahkan masuk lagi ya sesuai pengumuman nya. Harap memaklumi keputusan kami bersama. 🙏🙏🙏

Kami tunggu kedatangan nya kembali😊.
total 1 replies
Wina Nurwenda
lanjuttt thorrr
Fatma Wati
nangis Thor
Bella Anggel
Lanjut Up Lagi Setiap Hari Sampai TAMAT Makin Penasaran Selanjutnya Ceritanya Bagus Dan Menarik Semangat Nulisnya Tetap Setia Dukung Karyanya Dan Menunggu Up Lagi Thorr 🙏🙏🙏💪
Mia Alfiya
kapan up lagi kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!