NovelToon NovelToon
Terikat Takdir

Terikat Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Menikahi tentara / Perjodohan
Popularitas:147.5k
Nilai: 5
Nama Author: Safira

Jodoh itu rahasia Allah. Takdir juga Allah yang menentukan. Tidak ada siapapun makhluk di dunia ini yang tau selain Dia.

Alea Widya Laksono (35 tahun) dinyatakan telah sembuh usai tiga tahun menjadi pasien di rumah sakit jiwa. Di usianya yang semakin bertambah, kedua orang tuanya cemas karena jodoh tak kunjung datang untuk putri mereka.

Suatu hari Alea akhirnya pasrah untuk menerima perjodohan yang disodorkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria yang berasal dari kalangan militer. Lelaki itu bernama Mayor Prabu Rasyid Wicaksono (38 tahun) yang berstatus duda tanpa anak.

Konon kabarnya, pernikahan Mayor Prabu sebelumnya harus kandas karena masalah ranjang. Desas-desus beredar bahwa sang suami yang menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) tersebut menderita impo_ten.

Apakah benar faktanya seperti itu? Benang merah seperti apa yang pada akhirnya mengikat takdir antara Mayor Prabu dengan Alea.

Simak kisah mereka.💋
Bagian dari Novel : Permata Hatiku🍁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 - Jadi Konten Kreator

"Anak-anak juga undang Kinan, tapi aku gak tau dia bakal datang apa gak. Kenapa?"

"Gak apa-apa," jawab Prabu.

"Hubunganmu dengan Kinan tetap baik kan walau kalian udah bercerai?"

"Hem,"

"Syukurlah kalau kalian berdua baik-baik saja,"

Prabu pun mengakhiri panggilan bersama Satya.

Sejenak, Prabu menghela nafas beratnya. Jujur, ia dilema perihal datang atau tidak ke acara bersama teman-temannya tersebut.

Ada rasa trauma yang muncul dalam benak Prabu. Ia hanya takut memori lama yang buruk terulang kembali.

Prabu segera memutuskan keluar kamar untuk bergabung di meja makan dengan Alea.

Di area dapur, Bik Sari tengah curi-curi senyumnya.

"Ternyata tadi lama di dalam kamar, komandan lagi sibuk ngad0n toh. Hehe..." batin Bik Sari cekikikan.

Bik Sari tentu mampu menebak hal itu dengan sangat baik karena rambut keduanya saat ini terlihat setengah basah.

Lagi pula tadi Prabu dan Alea cukup lama di dalam kamar padahal sudah waktunya makan siang. Keduanya memang terlambat makan siang karena baru saja menyelesaikan permainan panas di atas ranjang di siang hari dan kini sibuk mengisi perut yang sudah berteriak minta diisi.

Setelah makan siang, keduanya berada di kamar untuk istirahat. Kini keduanya sedang berpelukan di atas ranjang. Hanya saling memeluk saja, tidak lebih.

"Mas, aku boleh bikin konten gak?" tanya Alea secara tiba-tiba.

"Konten gimana?"

"Konten keseharian ku jadi ibu Persit di sini dengan segala kegiatanku baik di rumah maupun kalau semisal kita sedang pergi liburan atau ada acara," jawab Alea.

"Boleh selama ada batasnya," jawab Prabu mengizinkan.

Alea sebenarnya dulu pernah membuat konten dengan akun pribadi hanya untuk sekadar coba-coba dan mengisi waktu luang. Akan tetapi sejak menerima perjodohan dari Prabu, Alea sudah tak pernah membuat konten atau memposting apapun di akun pribadinya. Alea sedang fokus menjadi calon ibu Persit kala itu.

"Yang bener? Mas Prabu kasih izin?" cecar Alea sedikit tak percaya.

"Hem,"

"Makasih banyak Mas," ucap Alea seraya semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Prabu.

"Tapi ini gak gratis,"

"Hah, maksudnya gimana Mas?"

"Gak gratis, artinya kamu harus bayar karena aku udah kasih izin bikin konten."

"Bayar berapa?" tanya Alea dengan mimik wajah polosnya.

"Bukan dibayar dengan uang, tapi yang lain." Prabu tersenyum menyeringai penuh makna.

"Dengan apa, Mas?"

"Nanti malam gantian kamu yang di atas," bisik Prabu menjawabnya.

"Astaga, Mas Prabu!" sungut Alea setelah paham maksud ucapan Prabu barusan.

BUGH !!

Sebuah bo_geman di lengan Prabu seketika mendarat dari kepalan tangan Alea saking gemasnya. Prabu seketika tertawa karena melihat wajah Alea yang sedang kesal padanya tapi menggemaskan karena tampak memerah malu.

Malam hari Alea yang memang sudah mencintai dan bergantung hidup pada Prabu, ia rela melakukan permintaan sang suami yang sedang ingin gaya bercinta women on top.

Prabu sendiri juga heran mengapa tubuhnya begitu cepat bereaksi terutama megalodonnya yang selalu ingin bersarang masuk ke milik sang istri.

☘️☘️

Keesokan harinya.

Alea membuat akun baru khusus untuk konten dirinya sebagai Ibu Persit. Ia merekam dan membagikan video dan gambar kesehariannya mulai urusan bersih rumah hingga dapur.

Tak lupa berkebun ala hidroponik miliknya di halaman depan juga ia bagikan pada khalayak publik. Alea juga berkeliling ke rumah-rumah tetangga sesama ibu Persit di sana untuk melihat sekaligus merekam kegiatan peduli lingkungan di komplek rumah dinas.

Hasilnya, ia tak menyangka jika banyak akun yang tertarik mem-follow dirinya. Like dan komen positif juga bertebaran di setiap video yang dibagikan oleh Alea. Ia sungguh tak menyangka banjir antusias dari warganet untuknya.

Siang ini kebetulan ada acara rujakan bersama ibu-ibu Persit di aula komplek rumah dinas. Mereka semua berkumpul di sana.

"Wah, Bu komandan belum genap dua hari berkebun udah banjir komentar di akunnya. Bentar lagi fyp nih," ucap Bu Dinda.

"Bener Bu Dinda, aku lihatnya jadi ikut seneng dan bangga kegiatan lingkungan kita bisa ditonton banyak orang berkat Bu komandan. Idenya brilian sekali," sahut Bu Yuni ikut memuji Alea.

"Aku kok malah takut ya," sahut Bu Ratu.

"Hah, takut kenapa Bu Ratu?" tanya Bu Dinda. Ibu-ibu Persit yang lain seketika ikut menyimak.

"Ya, takut jadi tindak kejahatan siber. Zaman sekarang kita perlu hati-hati sama medsos," ujar Bu Ratu dengan nada terkesan menyudutkan Alea.

"Loh, Bu komandan kan gak menyebutkan lokasi komplek rumah dinas kita di mana. Jakarta kan luas dan ada beberapa wilayah yang dijadikan komplek rumah dinas TNI. Jadi aku yakin enggak ada masalah yang seperti ditakutkan Bu Ratu tadi," bela Bu Yuni.

"Lebih baik jaga-jaga, Bu."

"Maaf, Bu Ratu. Saya sudah berusaha perketat informasi pribadi, lokasi maupun satuan kita di konten yang saya bagikan di sosial media. Saya sangat paham hal-hal yang dikhawatirkan Bu Ratu," ucap Alea sejenak menjeda kalimatnya.

"Saya selaku ketua ranting di sini pastinya tak mungkin membuat anggota yang lain sebagai bahan untuk memicu target kejahatan siber. Bahkan di konten yang sudah beredar, dominan hanya menampakkan wajah saya. Selebihnya beberapa wajah ibu Persit yang lain hanya sepersekian detik dan sudah saya minta izin juga sebelumnya. Tak ada masalah," imbuhnya.

Alea juga berusaha menjelaskan pada semua ibu Persit agar tidak salah paham ke depannya. Alea sama sekali tak ingin meraup keuntungan pribadi dalam membuat dan membagikan konten dalam akunnya yang menyangkut lingkungan komplek rumah dinas.

Tujuan Alea hanya ingin berbagi ilmu penghijauan dan berkebun di lahan terbatas terutama di Jakarta.

Ibu-ibu Persit lain pun akhirnya paham dan tetap mendukung langkah Alea di dunia sosial media. Bu Ratu semakin tak suka melihat Alea dipuji oleh ibu-ibu Persit yang lain.

"Bu Ratu kan juga main tok-tok. Bahkan dulu pernah fyp. Seingat saya ada postingan Bu Ratu yang dulu itu dengan jelas tertera nama satuan kita karena papan nama di depan komplek ini ibu video juga. Buktinya kita di sini sampai sekarang baik-baik saja kan," ucap Bu Yuni.

"Yah sosial media dulu sama sekarang kan beda Bu Yuni," ucap Bu Ratu.

"Lah bedanya apa, Bu?"

"Dulu kan masih sepi, sekarang udah ramai. Orang-orang makin ganas dan jahat," jawab Bu Ratu.

"Loh bukankah video fyp Bu Ratu itu kalau gak salah posting sekitar enam bulan yang lalu. Artinya masih di tahun yang sama dengan postingan Bu komandan. Kecuali Bu Ratu posting pas zaman perang kemerdekaan dulu. Nah itu jelas beda waktu dan zaman," ucap Bu Yuni.

"Dasar menyebalkan! Kenapa sih orang-orang ini pada ngebelain istri komandan? Pe_let apa yang dia pakai sampai begini?" batin Bu Ratu dengan perasaan kesal karena gagal meraih simpati dan dukungan dari ibu-ibu Persit yang lain.

Bersambung...

🍁🍁🍁

1
Patrick Khan
lanjut kak..q siap ngereog salto jungkir walik
Iccha Risa
wokey Teh ntar tlpn damkar... kalo ga bisa air keran juga boleh🤭
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘭𝘰𝘩 𝘢𝘭𝘦𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘦𝘳 𝘵𝘶𝘩🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sebenarnya kamu siapa Amelia 🤭
Maharani Rani
lanjuttttttt
Nena Anwar
duh gk sabar nunggu up selanjutnya 🤭
Nena Anwar
iri bilang boss 🤣
Aditya hp/ bunda Lia
pemadam ambil airnya darimana Thor cantik yang solehot susah nuju halodo tarik kieu 🤭
Ruwi Yah
siapkan mental buat part berikutnya
Teh Euis Tea
huhuhuhu di suruh nunggu lg buat tau jawaban siapa amelia? 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Ayuk Witanto
jadi dah Dig dug
Ayuk Witanto
kok takutnya yang di liat Alea dulu pak Hendra yah
Ayuk Witanto
sirik aja kau😒
Iccha Risa: ya tuh ga mampu sih kayak Bu komandan 🤭
total 1 replies
Sugiharti Rusli
padahal kan baru sadar, eh dulu saat Prabu menikahi Kinan, ayahnya masih segar-bugar kan yah,,,
Sugiharti Rusli
tapi kenapa si Prabu langsung menanyakan tentang makam si 'Amelia' yah ke ayahnya
Sugiharti Rusli
wah sepertinya akan terjadi huru-hara lokal yah dengan sadarnya pak Hendra dari komanya tuh,,,
Arum Dyah
kenapa gk jujur aja sih prabu sma istrimu... kasihan alea prabu..
kaylla salsabella
wih makin deg deg an
dyah EkaPratiwi
gemesh sama prabu kenapa g bilang sama alea
Siti Kamisah Hasnul
ditunggu updatenya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!