NovelToon NovelToon
Hanya Ibu Untuk Anakmu, Mas!

Hanya Ibu Untuk Anakmu, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Alysia percaya pernikahannya adalah jawaban atas doa setelah bertahun-tahun hidup sendiri. Saat Demian datang melamarnya, dia mengira akhirnya menemukan laki-laki yang memilih dirinya, bukan karena belas kasih, bukan karena keadaan, melainkan karena cinta.

Namun kenyataan yang menunggunya jauh lebih menyakitkan. Demian adalah duda muda dengan seorang anak kecil yang kehilangan sosok ibu. Dan Alysia baru menyadari satu hal setelah resmi menjadi istrinya. Dia tidak pernah benar-benar hadir sebagai perempuan yang dicintai. Dia hanya dipilih karena dianggap paling tepat menjadi ibu bagi anak Demian. Arkhasa.

“Aku menikahimu supaya anakku punya ibu.”
Kalimat itu mengubah segalanya.
Untuk pertama kalinya, Alysia memilih berhenti menunggu dicintai. Dia memutuskan pergi, meski harus meninggalkan anak yang sudah dia sayangi seperti darah daging sendiri.

Namun saat Alysia benar-benar menjauh, Demian mulai menyadari sesuatu yang terlambat dia pahami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alysia 5

"Damian... Terima kasih karena kamu menerima undanganku untuk bisa bertemu kembali di sini. Sejujurnya, selain masalah pekerjaan, ada hal lain yang ingin aku bicarakan denganmu!" ujar Berlian yang duduk di depan Damian dengan pakaian yang sangat terbuka.

Terlihat dengan jelas jika tujuannya adalah memikat Damian. Wanita yang sama dengan yang di lihat oleh Alysia tadi. Berlian melakukan gerakan yang menggoda di depan Damian. Namun Damian masih duduk bersandar melihat Berlian. Dia menerima tawaran Berlian karena menghargai ayahnya yang tak lain adalah klien di perusahaannya.

"Silahkan! Bukankah memang aku di minta ke sini oleh ayahmu bukan karena masalah pekerjaan? Tapi karena memang dia memaksaku untuk menemuimu!" jawab Damian dingin. Tapi Berlian tak peduli.

"Kita sudah beberapa kali bertemu tapi kamu selalu bersikap dingin padaku, Damian! Apa kamu benar-benar tak tertarik padaku? Aku sangat cantik, sexy dan kita bisa sering bertemu seperti ini kan? Apalagi bersamaku akan sangat menguntungkan untuk perusahaanmu itu!"

"Kau tahu aku punya istri kan?" jawab Damian dingin.

"Aku tahu. Tapi aku juga tahu kalau pernikahanmu tak seindah seperti kelihatannya kan? Aku tahu kau tak mencintainya kan?" ujar Berlian percaya diri.

"Apa maksudmu?" tanya Damian menaikkan sedikit nada bicaranya.

Dia tak suka dengan ucapan orang yang terlalu ikut campur urusan rumah tangganya.

"Kalau kau bahagia dan setia, tak mungkin kamu datang menemuiku. Bahkan beberapa kali kan? Istrimu tak akan tahu kan?" Berlian meremehkan.

"Jaga batasanmu, Nona Berlian!"

"Tapi aku menginginkanmu lebih dari malam malam Damian!" Berlian semakin menjadi.

Tatapan Damian tajam ke arah Berlian. Walau dia memang menikah dengan Alysia dan selalu membawanya saat acara kantor besar bersama dengan kolega. Dan selalu memainkan peran yang begitu bagus. Dia akui selama enam tahun belum ada cinta untuk wanita yang setia merawat dirinya dan juga anaknya tanpa mengeluh.

Tapi mendengar ucapan itu dari orang lain membuat Damian murka. Dan Berlian malah semakin menjadi mencoba merayu Damian. Karena dia merasa punya kesempatan besar mendapatkan pria di depannya.

Damian sulit sekali di taklukkan. Untuk makan malam ini saja dia harus meminta ayahnya mengan-cam Damian. Dan itu sudah beberapa kali. Tapi selama itu pula Berlian tak sanggup membawa Damian ke dalam pelukannya dan memiliki pria itu.

Saat Damian baru saja akan membalas kembali ucapan Berlian. Ponsel yang berada di dalam saku kemeja mahalnya bergetar hebat.

Damian melirik ponselnya. Matanya menyipit saat melihat deretan notifikasi dari aplikasi mobile banking.

Transaksi berhasil: Rp 45.000.000 di butik X.

Transaksi berhasil: Rp 202.000.000 di toko perhiasan Y.

Transaksi berhasil: Rp 15.000.000 di brand sepatu Z.

Ra-hang Damian menge-ras. Bukan karena nominalnya yang bagi Damian tidak seberapa, melainkan karena siapa yang melakukan transaksi tersebut. Alysia.

Istri yang selama enam tahun ini hampir tidak pernah menyentuh kartu kredit utama miliknya, kecuali untuk kebutuhan dapur atau kebutuhan sekolah Arkhasa yang nominalnya selalu di kontrol sendiri oleh Alysia.

"Ada masalah, Dam?" tanya Berlian menyadari perubahan aura Damian yang mendadak dingin.

"Tidak ada," jawab Damian singkat, mematikan layar ponselnya dengan gera-kan kasar. Namun, dia tidak bisa lagi fokus pada pembicaraan Siska.

Pikirannya terganggu dengan transaksi itu. Dan dia harus memastikan kepada Alysia sendiri. Namun, dia dilema karena sudah mengatakan kepada Alysia kalau dia akan pergi ke Singapura dan tak akan pulang. Gengsinya mulai muncul.

Damian berdiri dari kursinya dengan gerakan yang sangat mendadak, membuat denting suara gelas kristal di atas meja beradu karena getaran meja yang tersenggol. Tatapannya pada Berlian bukan lagi sekadar dingin, melainkan tajam, seolah wanita di depannya hanyalah pengganggu yang baru saja membuang waktunya yang sangat berharga.

Damian sudah tak bisa lagi menahan diri dengan pikirannya yang tertuju kepada Alysia. Dan hal yang tak biasa istrinya lakukan selama enam tahun ini.

"Cukup, Berlian," ucap Damian datar, suaranya rendah namun penuh penekanan.

"Sampaikan pada ayahmu bahwa aku sudah memenuhi kewajibanku untuk datang. Jangan pernah lagi mencoba mencampuri urusan rumah tanggaku, apalagi menganggap dirimu tahu segalanya tentang posisiku dengan istriku."

Berlian terkesiap, senyum percaya dirinya memudar.

"Damian, tunggu! Kita belum selesai..."

"Aku sudah selesai," potong Damian tanpa menoleh sedikit pun.

Tanpa memedulikan tatapan pengunjung restoran lain yang tertuju pada mereka, Damian melangkah lebar menuju pintu keluar. Begitu sampai di area parkir yang dingin, dia segera mengeluarkan ponselnya. Jemarinya mengetik pesan singkat dengan gerakan cepat, meski egonya berteriak agar dia tidak melakukannya.

Dia ingin mengirim pesan kepada Alysia, tapi gengsi dan egonya jauh lebih besar. Apalagi mereka tak sedekat itu dalam komunikasi. Kecuali masalah Arkhasa.

'Siapa yang menggunakan kartu itu? Dan untuk apa semua itu? Apa itu kamu? Kenapa tidak biasanya? Apa kamu sedang marah?'

Namun, pesan itu gagal dia kirim, Damian justru mengumpat pelan. Dia merasa konyol. Dia baru saja memberi tahu Alysia bahwa dia sedang dalam perjalanan bisnis ke Singapura, dan sekarang dia sendiri yang memancing kecurigaan.

"Sial. Kenapa aku jadi seperti ini!" umpatnya.

Dia memanggil sopirnya.

"Jadwal Singapura dibatalkan. Sekarang, antar aku pulang. Jangan lewat jalur utama, cari jalan tercepat."

Selama perjalanan, pikiran Damian terus dipenuhi oleh notifikasi bank tadi. Alysia, wanita yang selama enam tahun hidup dalam bayang-bayang kesabarannya, wanita yang bahkan tidak pernah meminta tas bermerek atau perhiasan mahal untuk dirinya sendiri, tiba-tiba menghabiskan ratusan juta dalam satu waktu.

Bahkan selama ini untuk setiap galla dinner dan acara penting, selalu dirinya yang menyiapkan untuk Alysia. Istrinya itu hanya pasrah dan menggunakan yang di perintah Damian tanpa banyak protes.

Apakah Alysia akhirnya lelah? Apakah dia sedang merencanakan sesuatu? Atau mungkinkah dia tahu tentang pertemuannya dengan Berlian?

Ketakutan yang selama ini tidak pernah dia sadari. Ketakutan akan kehilangan sosok yang selalu ada di rumah, kini menghantam dadanya dengan telak.

Setibanya di rumah, suasana hening. Rumah itu terasa jauh lebih luas dan dingin dari biasanya. Damian melangkah masuk dengan langkah terburu-buru.

"Bapak sudah pulang?" sapa salah satu asisten rumah tangga.

"Kemana Alysia dan Arkhasa? Kenapa rumah sepi?" tanya Damian.

"Oh ibu belum pulang, tadi bilang kalau mereka akan ke mall. Karena ibu bilang bapak tak pulang, jadi mau mengajak Den Arkhasa jalan-jalan biar nggak bosan..." jawab Bibi.

"Hubungi Alysia dan minta dia segera pulang!" jawab Damian membuat bibi terdiam.

'Kenapa nggak telepon sendiri? Ibu kan istrinya?' Bibi hanya bisa membatin dari pada kena semprot.

1
nely_48
jd curiga klau bu cyntiya itu bkn ibu kandung Damian n antara bu cyntiya n pak Kuncoro ada jalinan kasih terselubung
nely_48
semangat damian
maya ayu
bagussssss
maya ayu
akhirnyaaaaaaaaa......






lanjut lg thooorrrr🥳🥳🥳🥳
nely_48
langkah awal yg berani untuk melaporkan ibu kandung sendiri k polisi,, semangat Damian
nely_48
semangat dam
Oma Gavin
modarrr kalian bertiga saatnya mempertanggung jawabkan perbuatan kalian kuncoro selingkuhan nya cynthia sedangkan berlian terobsesi sama damian keluarga gila
Ambu Rinddiany Thea
tah kitu ari jadi lalaki tegas punya prinsip. ulah kahasut kunu teparuguh
Muft Smoker
jgn mudah memaafkan ddamian ,, biar dy membuktikan dlu semua ucapan ny ,,
biar dy juga merasakan apa yg km rasakan Selama 6th Alysia ,,
Ma Em
Apakah Alysia akan memaafkan Damian karena selama enam thn Alysia selalu diacuhkan dan tdk dianggap istri sama Damian , kalau menurut ku lbh baik Alysia pergi saja jgn mau kembali pada Damian .
Ambu Rinddiany Thea
bentar lagi juga bucin akut s damian mah 🤭 apalagi udh d kasih sesuatu ma alisya 🫣😁
Nasir: Kak, mampir di cerita saya ya "Dinikahi Papa Pacarku."
total 1 replies
Elina thea
si Damian banyak alasan,mau menjelaskan di saat waktu yg tepat katanya...waktu yg tepat itu kapan?
cowok yg kayak gini nich...yg berpotensi menghancurkan rumah tangga sendiri,usia boleh dewasa tapi sifatnya yg masih belum dewasa....cerai aja sich alysia,di luar sana masih banyak laki-laki yg lebih dari si Damian,ngapain kamu masih mempertahankan laki laki yg masih belum selesai sama masa lalunya...cuman buang waktu juga nyakitin dirimu sendiri aja.
Ambu Rinddiany Thea
tenang dam masih ada jalan menuju roma ..
Muft Smoker
jgn hanya byak bicara Damian ,,
bukti kan dg tindakan mu
nely_48
sok lah Damian buktikan kesungguhan mu
Lee Mba Young
Cihh masih gk berani cerita masih bertele tele. masih nyimpen rahasia. Banci.
Elina thea
si Damian ini bertele tele DECH...katanya minta kesempatan untuk berbicara sama alysia,saat ada kesempatan dia malah minta waktu buat memberi penjelasan soal ibunya Arkha,minta kesempatan kedua tapi dia sendiri malah masih ragu buat jujur...udah alysia cerai aja sich buat apa juga peduli sama anak yg bukan anakmu,toh anak itu kan masih ada bapaknya...jadi udah cerai aja,bebaskan semua penderitaanmu.
Lee Mba Young
Buang saja laki model bgitu alisya. laki gk mandiri, hidup di setir ortu.
6th sia sia buang waktu.
cerai trus upgrade diri ntar semoga dpt jodoh yg lebih Dr Damian. yg penting gk di setir ortu plus laki yg terbuka dng masa lalu serta yg sdh moveon.
Muft Smoker
jgn mudah luluh Alysia ,, biar Damian merasakan penderitaan mu Selama 6th di abaikan ,,
jika km tlah melihat kesungguhan serta bukti bahwa Damian bnr2 berubah ,, baru deh kesempatan mau km kasih atau gx ,,
Agunk Setyawan
6 tahun gak dianggap istri dijadiin pajangan rumah aja jgn mau luluh alsya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!