NovelToon NovelToon
Hanya Ibu Untuk Anakmu, Mas!

Hanya Ibu Untuk Anakmu, Mas!

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:80.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Alysia percaya pernikahannya adalah jawaban atas doa setelah bertahun-tahun hidup sendiri. Saat Demian datang melamarnya, dia mengira akhirnya menemukan laki-laki yang memilih dirinya, bukan karena belas kasih, bukan karena keadaan, melainkan karena cinta.

Namun kenyataan yang menunggunya jauh lebih menyakitkan. Demian adalah duda muda dengan seorang anak kecil yang kehilangan sosok ibu. Dan Alysia baru menyadari satu hal setelah resmi menjadi istrinya. Dia tidak pernah benar-benar hadir sebagai perempuan yang dicintai. Dia hanya dipilih karena dianggap paling tepat menjadi ibu bagi anak Demian. Arkhasa.

“Aku menikahimu supaya anakku punya ibu.”
Kalimat itu mengubah segalanya.
Untuk pertama kalinya, Alysia memilih berhenti menunggu dicintai. Dia memutuskan pergi, meski harus meninggalkan anak yang sudah dia sayangi seperti darah daging sendiri.

Namun saat Alysia benar-benar menjauh, Demian mulai menyadari sesuatu yang terlambat dia pahami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alysia 5

"Damian... Terima kasih karena kamu menerima undanganku untuk bisa bertemu kembali di sini. Sejujurnya, selain masalah pekerjaan, ada hal lain yang ingin aku bicarakan denganmu!" ujar Berlian yang duduk di depan Damian dengan pakaian yang sangat terbuka.

Terlihat dengan jelas jika tujuannya adalah memikat Damian. Wanita yang sama dengan yang di lihat oleh Alysia tadi. Berlian melakukan gerakan yang menggoda di depan Damian. Namun Damian masih duduk bersandar melihat Berlian. Dia menerima tawaran Berlian karena menghargai ayahnya yang tak lain adalah klien di perusahaannya.

"Silahkan! Bukankah memang aku di minta ke sini oleh ayahmu bukan karena masalah pekerjaan? Tapi karena memang dia memaksaku untuk menemuimu!" jawab Damian dingin. Tapi Berlian tak peduli.

"Kita sudah beberapa kali bertemu tapi kamu selalu bersikap dingin padaku, Damian! Apa kamu benar-benar tak tertarik padaku? Aku sangat cantik, sexy dan kita bisa sering bertemu seperti ini kan? Apalagi bersamaku akan sangat menguntungkan untuk perusahaanmu itu!"

"Kau tahu aku punya istri kan?" jawab Damian dingin.

"Aku tahu. Tapi aku juga tahu kalau pernikahanmu tak seindah seperti kelihatannya kan? Aku tahu kau tak mencintainya kan?" ujar Berlian percaya diri.

"Apa maksudmu?" tanya Damian menaikkan sedikit nada bicaranya.

Dia tak suka dengan ucapan orang yang terlalu ikut campur urusan rumah tangganya.

"Kalau kau bahagia dan setia, tak mungkin kamu datang menemuiku. Bahkan beberapa kali kan? Istrimu tak akan tahu kan?" Berlian meremehkan.

"Jaga batasanmu, Nona Berlian!"

"Tapi aku menginginkanmu lebih dari malam malam Damian!" Berlian semakin menjadi.

Tatapan Damian tajam ke arah Berlian. Walau dia memang menikah dengan Alysia dan selalu membawanya saat acara kantor besar bersama dengan kolega. Dan selalu memainkan peran yang begitu bagus. Dia akui selama enam tahun belum ada cinta untuk wanita yang setia merawat dirinya dan juga anaknya tanpa mengeluh.

Tapi mendengar ucapan itu dari orang lain membuat Damian murka. Dan Berlian malah semakin menjadi mencoba merayu Damian. Karena dia merasa punya kesempatan besar mendapatkan pria di depannya.

Damian sulit sekali di taklukkan. Untuk makan malam ini saja dia harus meminta ayahnya mengan-cam Damian. Dan itu sudah beberapa kali. Tapi selama itu pula Berlian tak sanggup membawa Damian ke dalam pelukannya dan memiliki pria itu.

Saat Damian baru saja akan membalas kembali ucapan Berlian. Ponsel yang berada di dalam saku kemeja mahalnya bergetar hebat.

Damian melirik ponselnya. Matanya menyipit saat melihat deretan notifikasi dari aplikasi mobile banking.

Transaksi berhasil: Rp 45.000.000 di butik X.

Transaksi berhasil: Rp 202.000.000 di toko perhiasan Y.

Transaksi berhasil: Rp 15.000.000 di brand sepatu Z.

Ra-hang Damian menge-ras. Bukan karena nominalnya yang bagi Damian tidak seberapa, melainkan karena siapa yang melakukan transaksi tersebut. Alysia.

Istri yang selama enam tahun ini hampir tidak pernah menyentuh kartu kredit utama miliknya, kecuali untuk kebutuhan dapur atau kebutuhan sekolah Arkhasa yang nominalnya selalu di kontrol sendiri oleh Alysia.

"Ada masalah, Dam?" tanya Berlian menyadari perubahan aura Damian yang mendadak dingin.

"Tidak ada," jawab Damian singkat, mematikan layar ponselnya dengan gera-kan kasar. Namun, dia tidak bisa lagi fokus pada pembicaraan Siska.

Pikirannya terganggu dengan transaksi itu. Dan dia harus memastikan kepada Alysia sendiri. Namun, dia dilema karena sudah mengatakan kepada Alysia kalau dia akan pergi ke Singapura dan tak akan pulang. Gengsinya mulai muncul.

Damian berdiri dari kursinya dengan gerakan yang sangat mendadak, membuat denting suara gelas kristal di atas meja beradu karena getaran meja yang tersenggol. Tatapannya pada Berlian bukan lagi sekadar dingin, melainkan tajam, seolah wanita di depannya hanyalah pengganggu yang baru saja membuang waktunya yang sangat berharga.

Damian sudah tak bisa lagi menahan diri dengan pikirannya yang tertuju kepada Alysia. Dan hal yang tak biasa istrinya lakukan selama enam tahun ini.

"Cukup, Berlian," ucap Damian datar, suaranya rendah namun penuh penekanan.

"Sampaikan pada ayahmu bahwa aku sudah memenuhi kewajibanku untuk datang. Jangan pernah lagi mencoba mencampuri urusan rumah tanggaku, apalagi menganggap dirimu tahu segalanya tentang posisiku dengan istriku."

Berlian terkesiap, senyum percaya dirinya memudar.

"Damian, tunggu! Kita belum selesai..."

"Aku sudah selesai," potong Damian tanpa menoleh sedikit pun.

Tanpa memedulikan tatapan pengunjung restoran lain yang tertuju pada mereka, Damian melangkah lebar menuju pintu keluar. Begitu sampai di area parkir yang dingin, dia segera mengeluarkan ponselnya. Jemarinya mengetik pesan singkat dengan gerakan cepat, meski egonya berteriak agar dia tidak melakukannya.

Dia ingin mengirim pesan kepada Alysia, tapi gengsi dan egonya jauh lebih besar. Apalagi mereka tak sedekat itu dalam komunikasi. Kecuali masalah Arkhasa.

'Siapa yang menggunakan kartu itu? Dan untuk apa semua itu? Apa itu kamu? Kenapa tidak biasanya? Apa kamu sedang marah?'

Namun, pesan itu gagal dia kirim, Damian justru mengumpat pelan. Dia merasa konyol. Dia baru saja memberi tahu Alysia bahwa dia sedang dalam perjalanan bisnis ke Singapura, dan sekarang dia sendiri yang memancing kecurigaan.

"Sial. Kenapa aku jadi seperti ini!" umpatnya.

Dia memanggil sopirnya.

"Jadwal Singapura dibatalkan. Sekarang, antar aku pulang. Jangan lewat jalur utama, cari jalan tercepat."

Selama perjalanan, pikiran Damian terus dipenuhi oleh notifikasi bank tadi. Alysia, wanita yang selama enam tahun hidup dalam bayang-bayang kesabarannya, wanita yang bahkan tidak pernah meminta tas bermerek atau perhiasan mahal untuk dirinya sendiri, tiba-tiba menghabiskan ratusan juta dalam satu waktu.

Bahkan selama ini untuk setiap galla dinner dan acara penting, selalu dirinya yang menyiapkan untuk Alysia. Istrinya itu hanya pasrah dan menggunakan yang di perintah Damian tanpa banyak protes.

Apakah Alysia akhirnya lelah? Apakah dia sedang merencanakan sesuatu? Atau mungkinkah dia tahu tentang pertemuannya dengan Berlian?

Ketakutan yang selama ini tidak pernah dia sadari. Ketakutan akan kehilangan sosok yang selalu ada di rumah, kini menghantam dadanya dengan telak.

Setibanya di rumah, suasana hening. Rumah itu terasa jauh lebih luas dan dingin dari biasanya. Damian melangkah masuk dengan langkah terburu-buru.

"Bapak sudah pulang?" sapa salah satu asisten rumah tangga.

"Kemana Alysia dan Arkhasa? Kenapa rumah sepi?" tanya Damian.

"Oh ibu belum pulang, tadi bilang kalau mereka akan ke mall. Karena ibu bilang bapak tak pulang, jadi mau mengajak Den Arkhasa jalan-jalan biar nggak bosan..." jawab Bibi.

"Hubungi Alysia dan minta dia segera pulang!" jawab Damian membuat bibi terdiam.

'Kenapa nggak telepon sendiri? Ibu kan istrinya?' Bibi hanya bisa membatin dari pada kena semprot.

1
Muft Smoker
Mantaap👍👍👍👍
Muft Smoker
waah alhamdullah udh tamat dg ending yg di harap kan ,,
HAPPY ,,
mom zie ,,
makasih buat kerja keras ny sehinggga menghasil kan cerita hebat yg memberi kami para pembaca pelajaran ,,
sukses trus buat mom zie ,,
Dan sehat selalu ,,
sampai bertemu lgi di cerita kk yg baru ,,
luph2 sakebon pak rt ,,
🫰🫰🫰🫰🥰🥰🥰🥰🥰😁😁😁😁
Ambu Rinddiany Thea
Alhamdulillah happy ending maaak ... bahagia dah klo seperti ini mah 🥰🥰🥰
nely_48
happy ending 🥰🥰🥰🥰🥰
terimaksih kk outhor untuk semua karya-karya mu, sukses sll untuk karya baru mu 🥰🥰🥰🥰🥰
nely_48
akhirnya Dimitri sehan kembali, bs hidup bersama dgn Damian n alysia menjaga arkhasya n elano
nely_48
semangat sembuh Dimitri
nely_48
welcome home adik elano
Ambu Rinddiany Thea
Alhamdulillah ya Dimitri udh mau berjuang untuk sembuh total, semoga kebahagiaan terus menyertai kalian semua , d jauh kan dari orang2 yg berniat jahat ... aamiin .🥰🥰
Muft Smoker
cepat sembuuuh Dimitri ,, msh ad arkha yg menunggu km pulang tanpa harus balik lgi ke RSJ ,, 😁😁
Ambu Rinddiany Thea: betul itu
total 1 replies
nely_48
semangat sembuh n kembali normal Dimitri
nely_48
selamat ya alysia atas kelahiran baby boy nya
Muft Smoker
akhirny keluarga mereka kembali utuh ,, meski Dimitri Blum sepenuhny pulih ,, meski tanpa meylan Dan bu chintya yg terlambaat menyadari kesalahan ny ,,
tp melihat mereka saat ini ,, bukan kaah hanya kebahagiaan yg mereka rasakan ,,
nely_48
syukur lah akhirnya Dimitri sembuh n normal kembali
waw alysia mau melahirkan pas lg berkunjung d RSJ tempat Dimitri d rawat,, sing lungsur lancar ya alysia proses melahirkan nya
nely_48
lekas pulih n normal kembali Dimitri
Muft Smoker
Luka seorang anak akibat ke egiosan sang ibu demi ambisi ,,
nely_48
semoga bu cyntiya tenang d alam sana, klau nanti ketemu sm meylin trs gelud d alam sana awas jgn balik lg ya bu cyntiya
Muft Smoker: ok ,, aq juga dukung 1000% kak ,,
😂😂
total 7 replies
nely_48
astaga Dimitri 🤭
Muft Smoker
yaaaaa Rian ,, Ari maneeeh ,, ulah di omongkeun heula atuuh ,,
hoyong di kadek siga na si Rian ,, jdi ngareog kan si Dimitri ,,
buru geura di ais si Dimitri na ku maneh ,,😒😒😒😒😒😒😒😒
Ambu Rinddiany Thea
dih ari s rian weh gawe ath bet ngomng kitu , jempe we nya kedeui ngomng kituna ges nepi rs ..😩
Ambu Rinddiany Thea: dasar mudasir ya mak 🤣
total 4 replies
nely_48
Dimitri km jgn ngamuk d jln,, nanti ngamuk nya pas udh ketemu ibu mu
nely_48: 🤭🤭 kasian sm perawat n Riyan ath ngamuk d jln mh
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!