Setelah sang ayah—ketua mafia legendaris—tewas misterius, Livana ikut terlempar ke dunia novel dan menjadi Bellamy, si antagonis manja yang ditakdirkan mati tragis.
Kejutan besar menantinya! Jiwa sang Papa ternyata ikut bertransmigrasi menjadi ayah Bellamy. Namun, sang Papa terikat Sistem Novel yang akan mengurangi umurnya jika ia berani mengubah alur cerita.
Untungnya, jiwa barbar Livana adalah sebuah glitch yang kebal dari hukuman Sistem!
Menggunakan celah ini, duet maut ayah-anak mafia ini kompak bekerja sama mengacak-acak plot, menendang parasit manipulatif, dan memikat Dallas—si penguasa bayangan yang dingin.
Dua jiwa mafia vs satu Sistem Novel. Siapa yang akan menang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9: Perangkap Pagi Hari dan Sisa Kopi Beracun
Malam yang panjang dan brutal itu akhirnya berganti dengan fajar yang perlahan menyingsing dari balik jendela kaca kamar hotel. Di atas ranjang king size yang berantakan, Lucianna terbaring diam dengan selimut yang menutupi tubuhnya hingga sebatas dada. Seluruh badannya terasa remuk dan menyakitkan akibat perlakuan kasar yang ia terima semalam.
Namun, di balik rasa sakit fisiknya, kilat kelicikan perlahan kembali ke matanya. Sepanjang malam, ia terpaksa menahan rasa perih dan menikmati setiap sentuhan brutal itu demi satu tujuan: harta dan status sebagai nyonya Enrique di masa depan. Meskipun hatinya tercabik-cabik karena setiap kali Javier mendesah, mengerang, hingga mencapai puncak gairah, mulut pria itu tidak pernah sekalipun menyebut namanya. Javier selalu memanggil nama Bellamy.
"Eungh..." Javier melenguh lambat, terbangun karena sinar matahari yang menusuk matanya. Kepalanya terasa sangat pening akibat sisa alkohol semalam.
Javier memegangi pelipisnya, lalu perlahan menoleh ke samping. Detik itu juga, seluruh pasokan udara di paru-parunya seolah tersedot habis. Matanya membelalak lebar melihat Lucianna yang sedang terisak pelan membelakanginya, dengan bahu yang bergetar hebat.
"L-Lucianna?" suara Javier parau, bergetar karena syok yang luar biasa. Ia menyibak selimut dan melihat noda merah serta kondisi mereka berdua. "Astaga... apa yang sudah kulakukan?!"
Lucianna tidak menjawab, ia justru menenggelamkan wajahnya ke bantal dan menangis semakin histeris, sengaja memperlihatkan memar di pergelangan tangannya akibat cengkeraman kasar Javier semalam.
"Luciana, aku... aku minta maaf!" Javier dengan panik membalikkan tubuh Lucianna, memegang bahunya dengan gemetar. Ingatan semalam mendadak berputar samar di otaknya—ingatan di mana ia merasa sedang menjinakkan Bellamy yang membangkang. "Semalam aku... aku di luar kendali. Aku mengira kau..." Javier menghentikan kalimatnya, tidak berani melanjutkan bahwa ia mengira wanita itu adalah Bellamy.
"Kenapa, Javier? Kenapa kau melakukan ini padaku?!" tangis Lucianna pecah dengan akting yang sangat sempurna. Ia menatap Javier dengan mata sembap penuh luka buatan. "Aku tulus mengkhawatirkanmu yang mabuk, tapi kau malah memperlakukanku seperti wanita murahan! Dan sepanjang malam... kau terus memanggil nama Bellamy! Kau menganggapku sebagai dia?!"
Jantung Javier serasa dihantam palu besar. Rasa bersalah yang teramat sangat langsung mengubur ego tingginya. "Maaf... demi Tuhan, Lucianna, maafkan aku. Aku benar-benar mabuk berat karena campuran minuman itu."
"Hargaku sudah hancur, Javier! Bagaimana aku bisa menatap Ibuku lagi?!" Lucianna memukul dada Javier dengan lemah, meratap dengan sangat dramatis.
Javier langsung menangkap kedua tangan Lucianna, menatapnya dengan tatapan penuh rasa bersalah dan keputusan mutlak. Perangkap Lucianna berhasil total; rasa tanggung jawab seorang pewaris Enrique telah terkunci.
"Hapus air matamu, Lucianna," ucap Javier, suaranya memberat namun tegas. "Aku tidak akan lari. Aku laki-laki dan aku akan bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi semalam."
Lucianna menahan isakannya, menatap Javier dengan tatapan tidak percaya yang dibuat-buat. "B-Bertanggung jawab? Apa maksudmu?"
"Kita akan menikah," jawab Javier tanpa ragu. "Aku akan bicara pada Papaku minggu depan setelah pesta gala. Aku akan menjadikanmu pasangan resmiku, dan tidak akan ada seorang pun—termasuk Bellamy— yang bisa menghina atau mengusirmu lagi."
Di balik pelukan hangat Javier yang mencoba menenangkannya, sebuah seringai kemenangan yang sangat lebar terukir di wajah Lucianna. 'Bellamy Guinevere... kau pikir kau bisa mendepakku? Sekarang, aku akan melompat lebih tinggi darimu!' batinnya bersorak puas.
...****************...
Sementara itu, di kediaman Guinevere, suasana pagi hari terasa begitu hangat dan berbeda dari biasanya. Di dalam kamar utama, sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah gorden, menyinari Diane yang sedang duduk di tepi ranjang dengan senyuman lembut yang sudah bertahun-tahun tidak pernah muncul di wajahnya.
James—atau Sylvester—berdiri di depan cermin besar sambil merapikan kancing kemejanya. Ia melirik istrinya melalui pantulan kaca, lalu berjalan mendekat.
"Mengapa kau terus menatapku seperti itu, Diane? Apa ketampanan suamimu ini mendadak bertambah pagi ini?" rayu James dengan nada berat yang santai.
Diane terkekeh, pipinya merona merah muda. "Kau benar-benar berubah, James. Biasanya kau langsung pergi ke kantor tanpa menoleh padaku, bahkan mengabaikan sarapan yang kubuat."
James berlutut di depan Diane, mengambil kedua tangan wanita itu dan mengecupnya dengan takzim. Bagi Sylvester, kehangatan keluarga seperti ini adalah kemewahan yang tidak pernah ia dapatkan di dunia bawah tanah dulu. "Mulai sekarang, prioritasku adalah kau dan Bellamy. Aku sudah terlalu lama membiarkan orang-orang luar memanfaatkan kebaikan keluarga kita."
Diane menatap James dengan mata berkaca-kaca karena bahagia. "Terima kasih, James..."
Tepat saat James ingin membalas ucapan istrinya, sebuah teriakan histeris dari arah paviliun belakang memecah ketenangan mansion mewah tersebut.
"Astaga! Tolong! Tuan James! Nyonya!" suara seorang pelayan terdengar berteriak panik dari arah koridor bawah.
James langsung berdiri, matanya mendadak berubah dingin dan tajam. "Diane, tetaplah di kamar. Aku akan memeriksa apa yang terjadi di bawah."
James melangkah keluar kamar dan menuruni tangga dengan berwibawa. Di lobi utama, ia melihat Bellamy—yang sudah bangun sejak subuh—sedang berdiri bersedekap dada di dekat pintu menuju paviliun belakang dengan senyuman yang sangat sulit diartikan.
"Ada apa ini? Kenapa berisik sekali pagi-pagi begini?" tanya James dengan suara baritonnya yang menggelegar.
Seorang pelayan wanita berlari mendekat dengan wajah pucat pasi. "T-Tuan... itu... Pak Dodi, sopir pribadi Anda, dan... dan Ibu Odelia..."
"Ada apa dengan mereka?" James menyipitkan matanya, sementara di sampingnya, Bellamy memberikan kode kedipan mata kecil yang penuh kemenangan.
"Mereka berdua... mereka berdua ditemukan tidak berbusana di dalam kamar paviliun belakang, Tuan!" ucap pelayan itu dengan terbata-bata karena syok. "Pak Dodi baru saja terbangun dari pingsannya dan mengamuk karena mendapati Ibu Odelia ada di ranjangnya. Ibu Odelia sendiri menangis histeris karena merasa dijebak!"
James tertegun sejenak, lalu menoleh ke arah Bellamy. Di sudut matanya, layar Sistem Novel mendadak berkedip dengan warna hijau cerah yang menenangkan.
[ Plot Skenario 'Insiden Ranjang' Berhasil Diselesaikan. ]
[ Status: Target Tergantikan secara Mutlak oleh Anomali (Bellamy Guinevere). Karakter James Guinevere bebas dari penalti umur. ]
James mati-matian menahan tawanya agar wibawanya tidak runtuh di depan para pelayan. Ia mendehem berat, lalu menatap pelayan itu kembali. "Panggil mereka berdua ke ruang kerjaku sekarang juga. Pakaian mereka harus sudah rapi dalam waktu sepuluh menit!"
"B-Baik, Tuan!" pelayan itu segera berlari kembali ke belakang.
Setelah pelayan itu pergi, Bellamy melangkah mendekati ayahnya, lalu berbisik dengan nada barbar yang sangat pelan. "Bagaimana, Pa? Pertunjukan paginya sangat seru, bukan? Obat tidur dosis tinggi dicampur gairah dari kopi buatan Ular Tua itu ternyata bekerja sangat baik pada Pak Dodi."
James mendengus geli, menepuk bahu putrinya dengan bangga. "Kerja bagus, Livana. Kau benar-benar cheat code terbaik untuk menghancurkan sistem konyol ini."
keren nih othor...
jadi alasan Sylvester masuk ke dunia novel untuk menyelamatkan ponakannya kali yaa... tapi belum tentu pasti plot twist lagi ah nanti... 🤣
ah di othor nih... bikin penasaran aja.. dibuat nama-namanya huruf depannya D semua lagi🤣
lagi tegang gini malah ngelawak Bellamy sama Dallas mah..🤣🤣
cerita nya seru, like + bunga🌹 , semangat😉