lima tahun pernikahan Alia dan Reyhan belum memiliki anak. Suaminya menyalahkannya dan menceraikannya demi wanita lain. resmi bercerai Alia baru menyadari bahwa dirinya hamil. perjuangan Alia sebagai seorang ibu dan perjuangannya sebagai seorang wanita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggun Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anita
Rey sudah kembali ke kota nya. Setelah beberapa bulan dia berada di kota lain. Kerjaannya menumpuk. Dia sangat sibuk dengan rencananya membuka kantor baru dia kota Jakarta.
"Farhan, bagaimana lokasi untuk kantor baru? Kau sudah meninjaunya?"
Rey bertanya ke sekretarisnya, matanya membaca beberapa berkas perencanaan kantor baru nya.
"Sudah tuan. Untuk harga kita juga sudah deal dengan pemilik nya. Tinggal pengesahan serah terima, dan kita bisa mulai merenovasi dan merubah sedikit untuk gedung kantor perusahaan."
"Lalu dua proyek yang akan kita tangani di kota itu. Bagaimana perkembangannya?"
"Kita sudah mendapat izin dari pemerintahan setempat. Dua lokasi yang akan menjadi proyek kita sedang di tinjau."
"Bagus. Laporkan secara bertahap perkembangannya."
"Dan mengenai ruko tempat nona Alia tinggal, saya sudah serah terima dengan pemilik nya kemarin. Jadi tinggal menjadwalkan anda untuk bertemu nona."
Rey menyandarkan punggungnya di kursi. Menatap sekretarisnya.
"Bagaimana jadwalku minggu ini?"
"Jadwal anda cukup padat tuan."
"Minggu depan?"
Farhan menggeleng.
"Anda cukup sibuk sampai pertengahan bulan depan. Banyak kerjaan menumpuk karena anda meninggalkan kantor kemarin tuan."
Rey menghela nafas berat.
Tok tok tok
Seseorang mengetuk pintu. Dengan sigap Farhan membukanya.
"Ada apa?"
Seorang wanita yang bertugas menerima tamu untuk bosnya terlihat tegang.
"Ada seseorang yang ingin bertemu tuan."
Farhan melihat ruang tunggu untuk tamu. Matanya berkilat marah saat tahu siapa yang ingin bertemu bosnya itu.
"Sudah kubilang, dia adalah salah satu orang yang dilarang menginjakkan kakinya disini."
Farhan menatap tajam wanita di depannya.
"Saya sudah bilang padanya. Tapi dia bersikeras tidak mau pergi. Dan dia juga mengancam akan membuat keributan disini kalau tidak bertemu tuan."
Karyawan wanita itu menunduk ketakutan. Farhan memang selalu terlihat tegas di depan bawahannya.
"Kembalilah. Biar aku yang mengurusnya."
Farhan menghampiri tamu terlarang itu.
"Nona ada keperluan apa kesini?"
Anita mengalihkan tatapannya dari layar ponsel nya.
"Farhan, lama tidak bertemu."
Anita berdiri hendak memeluk farhan. Refleks farhan mundur.
"Maaf nona tolong jaga sikap anda."
Anita tersenyum menggoda.
Lihat perempuan tidak tahu malu ini. Sungguh merepotkan. Dan lagi pakaiannya, kenapa dia memakai baju kekecilan seperti itu. Terlihat ketat dimana mana.
"Ayolah farhan, kita sudah lama tidak bertemu. Oh ya aku ingin bertemu Rey, dia ada di dalam kan?"
Anita hendak berjalan ke ruangan Rey, tangannya di cekal oleh Farhan.
"Maaf nona saat ini tuan tidak bisa diganggu. Anda bisa pulang sekarang."
"Ayolah Farhan, aku hanya ingin menyapanya. Berbulan bulan dia menghindariku. Mengabaikan telepon ku. Aku harus bertemu dengannya sekarang."
Anda memang pantas di abaikan nona. Parasit seperti anda tidak pantas berada di dekat tuan.
"Maaf nona, tuan sangat sibuk."
"Aku tidak mempercayaimu."
"Nona bisa pergi sekarang."
Bukannya pergi Anita malah duduk kembali.
"Kalau aku tidak bisa masuk, aku akan menunggunya disini. Sampai dia keluar dari ruangannya."
Sangat keras kepala wanita ini. Kalau dia laki laki sudah aku ajak duel dari tadi.
"Tuan tidak akan keluar---" belum sempat Farhan menyelesaikan kalimatnya, Rey keluar dari ruangannya.
"Farhan, berkas untuk---"
Kalimat rey menggantung saat matanya melihat perempuan yang dia benci. Tapi dengan tidak tahu malunya perempuan itu berlari menghambur ke pelukannya.
"Rey, aku merindukanmu." Anita memeluk Rey erat, tanpa mau melepaskannya.
"Lepaskan aku." Rey menggeram marah. Dia mengatupkan giginya menahan emosi.
Anita mendongak tanpa melepaskan pelukannya.
"Rey, kita sudah lama tidak bertemu. Sangat susah sekali menemuimu karena sekretarismu itu."
Rey mendorong Anita menjauh.
"Apa urat malumu putus. Setelah kebohongan yang kau ciptakan, kau masih punya muka bertemu denganku?"
Rey mencengkram lengan Anita. Menekankan setiap kata kata nya.
"Aku sudah minta maaf untuk itu."
"Seseorang mengatakan padaku, Apa maaf bisa menghilangkan sakit hati yang aku rasakan? Kekecewaan yang aku rasakan? Tidak Anita. Setelah apa yang kau lakukan terhadapku, harusnya kau bersyukur masih bisa hidup hari ini."
Rey berbalik masuk ke ruangannya. Meninggalkan Anita yang berdiri mematung mendengar ucapan Rey.
Farhan menyentuh pundak Anita.
"Sebaiknya anda pergi nona. Saran saya berhenti mengganggu tuan. Kesalahan anda terlalu fatal untuk dimaafkan."
"Urus urusanmu sendiri Farhan" desis Anita. Dia berbalik pergi.
Anita tidak akan menyerah untuk mendapatkan Rey lagi. Padahal dia sudah sangat senang saat Rey berhasil ia dapatkan. Tapi entah dari mana, Rey tahu bahwa anak yang dikandungnya bukan darah daging Rey.
Seharusnya Anita bersyukur karena Rey hanya meminta untuk Anita menjauhinya. Semua orang tahu Rey bisa melakukan apapun di hidup seseorang, termasuk menghancurkan hidup Anita karena berani membohonginya. Tapi obsesinya kepada Rey mengalahkan segalanya.
Aku tidak akan melepaskanmu Rey.
alia yang masih blm bisa move on sepenuhnya ma leo kembali tergoda akan kehadiran leo 😂 CLBK cinta lama belum kelar