Seorang Dokter Jenius terlahir kembali menjadi Yang Yang, seorang gadis kecil 7 tahun yang sangat lucu, Menjadi kesayangan Ayah CEO yang dingin dan Kakak yang sangat jenius. Kemampuan medis yang dimilikinya dapat menyembuhkan Keluarganya dan orang-orang disekitarnya. Yang Yang selalu menjadi kebanggaan keluarga. Sementara itu ibu tiri dan saudari tirinya yang selalu berniat jahat kepada Yang Yang selalu gagal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
"Hallo Tuan, Apa Nona Yang Yang sudah sadar?" Ucap Arya di teleponnya.
"Iya, Yang Yang sudah sadar, ada apa Dokter Arya?" tanya Dimas.
"Yang saya bilang tadi apa Nona Yang Yang mau dan bersedia menjadi murid saya, aku akan selalu membimbingnya" jelas Dokter Arya.
Yang Yang yang mendengar itupun sontak menjawab.
"Tidak, Tidak. Aku tidak mau menjadi muridnya. Kemampuannya sangat kurang. Harusnya dia yang jadi muridku" ucap Yang Yang menyombongkan diri.
Dimas yang mendengar itu pun kaget. Yang ia tahu Dokter Arya adalah tokoh paling terkemuka di dunia kedokteran, kenapa putrinya bisa bicara seperti itu.
"Menjadi muridnya Arya? Dia mau membimbingku dengan kemampuannya yang dangkal itu? Bisa rugi besar aku" Batin Yang Yang.
"Dokter Arya, anda dengar sendiri. Yang Yang bilang kemampuanmu kurang. Dia tidak bisa menjadi muridmu" ucap Dimas.
"Apa? Hm, kalau begitu biar aku yang menjadi murid Nona Yang Yang saja. Kemampuan putri mu sangat luar biasa Tuan" ucap Dokter Arya bersi keras ingin menjadi murid Yang Yang.
"Apa Nona Yang Yang sibuk?" tanya dokter Arya lagi.
"Iya kami sibuk, kami sedang ada urusan" jawab Dimas.
"Baik Tuan, nanti kalau ada waktu saya bicara langsung dengan Nona Yang Yang" dokter Arya mengakhiri teleponnya.
"Yang Yang, ayo kita ke makam ibu mu sekarang" ajak Dimas.
Mereka pun berangkat ke makan Tang Bao. Butuh beberapa menit untuk sampai, karena jarak kampung dari rumah mereka lumayan jauh.
Setibanya di pemakaman mereka pun langsung menuju ke makam Tang Bao. Dimas membawa seikat bunga mawar di tangannya dan menggandeng tangan putrinya.
"Yang Yang, kamu main dulu, Ayah mau bicara sama ibu mu" ucap Dimas.
Yang Yang pun berlari dan berdiri di balik pohon menunggu Ayahnya.
"Walau ini tidak sopan, aku harus mendengar alasan Ayah pisah dari ibu" batin Yang Yang. Ia sudah memasang kupingnya baik-baik dan bersiap mendengar semua apa yang di katakan Ayahnya itu.
Dimas meletakkan karangan bunga mawar itu di atas makam Tang Bao.
"Tang Bao, kejadian malam itu aku benar-benar tidak sadar, aku benar-benar mabuk. 7 tahun yang lalu, kamu meninggalkan surat cerai untukku dan pergi meninggalkan aku dan Devin. Aku tidak tau kalau saat itu kamu sedang hamil. Malam itu aku benar-benar menyesal. Saat aku terbangun, tiba-tiba saja ada Lu Xie duduk dan menangis di tepi ranjang. Saat itu pikiranku sangat kacau. Sampai waktu itu Lu Xie mengumumkan kehamilannya dan menuduhku menghamilinya dan demi menjaga nama baik keluarga Pratama, Ayah memaksaku untuk menikahinya. Sejak Ayah meninggal 3 tahun yang lalu, aku berjanji pada diriku sendiri. Aku akan menceraikan Lu Xie dan mencari mu. Aku ingin membangun cinta kita yang dulu. Tetapi lagi-lagi aku gagal. Kamu sudah pergi meninggalkan kedua anak kita. Tapi aku janji, aku akan menjaga dan menyayangi Devin dan Yang Yang" Jelas Dimas di atas makam Tang Bao, ia menangis. Wanita yang dicintainya kini benar-benar tidak akan kembali lagi.
"Oh, jadi begini ceritanya, Ayah gagal dalam percintaan. Ayah menikahi Bibi Lu bukan karena cinta, tapi Ayah di tuduh menghamili Bibi Lu, dan anaknya itu Zhuzhu, saudari tiri ku yang bermuka dua dan licik itu" gumam Yang Yang.
Malam pun tiba. Lampu-lampu berkedip menghiasi seluruh penjuru kota. Kendaraan pun berlalu lalang.
Diruang tamu sedang ada Dokter Arya dan Nenek Sari.
"Kakak, tolong bujuk cucumu itu untuk menjadikan aku sebagai muridnya, aku mohon Kakak" ucap dokter Arya kepada Nenek Sari
"Arya, lihat dirimu. Kamu itu tokoh terkemuka di dunia kedokteran, keahlianmu di akui di seluruh Negeri ini. Apa kamu tidak malu mau berguru pada cucuku?" ucap Nenek Sari.
"Kakak, ayolah bujuk cucumu. Dia itu punya keahlian, dia sangat jenius. Dia dokter cilik jenius. Di dunia ini aku hanya menemukan satu orang yang jenius seperti Nona Yang Yang. Dia adalah dokter Yue Xu, beliau dokter jenius yang berhasil melakukan operasi jantung ke-3 di Dunia. Akan tetapi dia mengalami kecelakaan tragis setelah menerima penghargaan sebagai dokter jenius dengan kemampuan medis luar biasa. Di diri Yang Yang aku bisa melihat dokter Yue Xu hidup kembali. Bantu aku kakak, bujuk cucu mu itu agar menjadikan ku muridnya". Jelas dokter Arya dengan wajah memohon-mohon.
"Arya, apa kata orang nanti kalau kamu berguru sama anak umur 7 tahun" balas Nenek Sari.
Pintu rumah terbuka, Dimas dan Yang Yang berjalan masuk dan menghampiri mereka di ruang tamu.
"Itu Yang Yang sudah datang. Katakan saja langsung pada orangnya" ucap Nenek Sari.
"Yang Yang, untung kamu datang. telinga Nenek hampir budek dibuatnya. Dia tidak mau berhenti bicara" jelas Nenek Sari.
Dokter Arya pun berbalik ia melihat Dimas dan Yang Yang berjalan ke arahnya. Ia pun langsung berdiri dengan wajah berseri-seri.
"Guru, Guru. Ayo, ayo duduk disini" Dokter Arya mempersilahkan Yang Yang untuk duduk di sampingnya.
"Dokter Arya, jangan asal panggil putri saya seperti itu. Dia belum setuju" ucap Dimas dengan senyum yang tertahan di wajahnya.
"Paman Arya" ucap Yang Yang.
"He, Panggil aku Arya saja. Iya, Arya" ucap dokter Arya dengan wajah bahagia dan penuh harap.
Nenek Sari dan Dimas yang melihat tingkah Dokter Arya itu hanya bisa menahan tawanya.
"Si Arya ini, masih saja seperti dulu, suka memohon-mohon padaku. Tapi baiklah akan ku jadikan kau muridku" Batin Yang Yang.
"Baik, Arya" ucap Yang Yang.
"Waduh, Seorang tokoh terkemuka di dunia kedokteran yang kemampuannya di akui seluruh dunia medis, nggak nyangka kini menjadi murid dari putriku. Ini bakalan menjadi cerita sampai aku tua nanti" Batin Dimas dengan tawa yang dari tadi ia tahan di wajahnya itu.
"Terima kasih Guru, akhirnya aku bisa menjadi muridmu" ucap Dokter Arya bahagia.
"Eee, tunggu dulu, mana hadiah persembahan untukku? Aku tidak gampang menerima murid dengan cuma-cuma" Ucap Yang Yang lagi.
"Ah, tenang saja guru, aku punya hadiah untuk mu" dokter Arya segera berbalik badan hendak mengambilkan hadiah untuk Gurunya itu.
"Eee, sebentar" panggil Yang Yang.
Yang Yang membisikkan sesuatu ke telinga dokter Arya. Sementara itu, Dimas yang berdiri di belakang Yang Yang pun berusaha untuk mendengar bisikan mereka berdua.
"Baik Guru. Guru tenang saja, aku akan melakukannya untuk mu dan sesuai permintaanmu" ucap Arya sambil menaikkan kedua jempolnya.
Dokter Arya pun sekejap menghilang dari pandangan mereka.
"Yang Yang, apa yang kamu bisikkan kepada Dokter Arya?" Tanya Dimas dengan wajah penasaran dan ingin tahu.
lanjut up lagi thor