Dicampakkan oleh kekasihnya karena miskin dan sering dihina di kampus, hidup Wang Yuxiao berubah drastis saat ia tiba-tiba mendapatkan "Sistem Cashback Pemuas Hasrat".
Sistem ini memberikannya saldo tak terbatas yang hanya bisa dibelanjakan untuk wanita-wanita cantik, terutama mereka yang sudah memiliki pasangan, di mana setiap pengeluaran akan menghasilkan cashback besar ke rekening pribadinya dan Poin Hasrat untuk berbelanja di toko sistem.
Dengan kekuatan finansial yang baru dan fitur sistem yang manipulatif, Yuxiao memulai perjalanan balas dendam yang dingin untuk menjatuhkan mereka yang meremehkannya, menjerat hati para target, dan merayap naik dari status mahasiswa termiskin menjadi pria paling berkuasa di kota.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Taksi umum yang ditumpangi Yuxiao melaju membelah padatnya jalanan ibu kota.
Dia membayar ongkos menggunakan uang tunai yang baru saja dia tarik dari Dompet Virtual Sistem melalui mesin ATM di bandara.
Mobil itu berhenti di depan sebuah gedung apartemen mewah di kawasan Distrik Cahaya. Yuxiao melangkah turun dan menatap gedung pencakar langit tersebut.
Kawasan ini sangat tenang dan memiliki tingkat privasi yang tinggi. Keamanan di lobi utama dijaga dengan sangat ketat.
Yuxiao menunjukkan kartu kunci berwarna perak pemberian Shen Yifei. Petugas keamanan langsung membungkuk hormat dan mempersilakannya naik menggunakan lift khusus penghuni.
Ting.
Pintu lift terbuka di lantai dua puluh lima. Yuxiao berjalan menyusuri lorong yang berlapis karpet tebal hingga menemukan pintu unit nomor 2501.
Dia menempelkan kartu kuncinya ke panel pemindai.
Cklek.
Pintu terbuka perlahan. Yuxiao melangkah masuk dan lampu ruangan langsung menyala secara otomatis.
'Tempat ini sangat luar biasa,' gumam Yuxiao di dalam hati.
Apartemen ini tidak terlalu besar namun didesain dengan sangat elegan. Perabotan kayu berwarna gelap berpadu sempurna dengan sofa beludru berwarna krem.
Aroma lavender dan vanila yang sangat menenangkan langsung menyapa indera penciuman Yuxiao. Aroma ini sama persis dengan wangi parfum yang dipakai oleh Shen Yifei siang tadi.
Yuxiao berjalan mengelilingi ruangan. Dia membuka lemari pakaian di kamar tidur utama dan menemukan beberapa potong gaun tidur berbahan sutra yang tergantung rapi.
Di atas meja rias terdapat beberapa kosmetik mahal dan buku bacaan bertema sastra klasik.
Ini bukan sekadar apartemen kosong. Ini adalah tempat pelarian rahasia milik Shen Yifei setiap kali wanita itu merasa lelah dengan sikap dingin suaminya.
Yuxiao melepaskan jas abunya dan merebahkan diri di atas kasur berukuran besar yang sangat empuk.
Dia memeriksa layar ponselnya. Dompet Virtual Sistemnya saat ini berisi 799.000 Yuan setelah dipotong ongkos taksi.
Tit. Tit. Tit. Cklek.
Suara penekanan tombol kata sandi terdengar dari arah pintu depan satu jam kemudian.
Yuxiao bangkit dari kasur dan berjalan menuju ruang tamu. Dia melihat Shen Yifei sedang melangkah masuk membawa dua kantong belanjaan berlogo supermarket mewah.
Wanita itu masih mengenakan gaun putih yang sama. Kalung giok hijau pemberian Yuxiao masih melingkar indah di leher jenjangnya.
"Tuan Yuxiao, Anda ada di dalam?"
Suara Shen Yifei terdengar sedikit gugup. Dia meletakkan kantong belanjaan itu di atas meja dapur.
"Aku di sini, Yifei. Apa yang membawamu kemari menjelang malam hari seperti ini?"
Yuxiao berjalan mendekat dengan senyum santai. Dia hanya mengenakan kemeja putih dengan lengan yang digulung sebatas siku.
Shen Yifei menundukkan pandangannya. Dia tidak berani menatap langsung ke arah dada bidang pria tersebut.
"Saya menyadari bahwa apartemen ini sudah lama tidak ditempati. Lemari esnya pasti kosong."
Shen Yifei berbicara dengan nada formal dan anggun seperti biasa. Tangannya dengan cekatan mulai mengeluarkan bahan makanan segar dan sebotol anggur merah dari dalam kantong.
"Saya hanya membawakan sedikit bahan makanan agar Anda bisa membuat makan malam. Saya harus segera pulang setelah ini."
"Kamu sangat perhatian. Suamimu benar benar pria paling bodoh di dunia karena menyia nyiakan istri sepertimu."
Yuxiao melangkah maju dan berdiri tepat di sebelah Shen Yifei. Jarak mereka kini kurang dari setengah meter.
Shen Yifei menghentikan gerakannya. Napasnya mulai sedikit tidak teratur.
Dia tahu dia tidak seharusnya datang ke tempat ini. Tapi rasa penasaran dan perasaan berhutang budi pada pria asing yang membelikannya kalung 2.000.000 Yuan ini mengalahkan logika sehatnya.
Drrt. Drrt.
Ponsel di dalam tas tangan Shen Yifei tiba tiba bergetar sangat keras memecah keheningan di dapur itu.
Shen Yifei terperanjat kaget. Dia buru buru mengambil ponselnya dan melihat layar yang menyala.
Nama Liu Ming tertera di sana. Jantung Shen Yifei seakan berhenti berdetak sesaat.
"Itu suamimu? Angkat saja panggilannya."
Yuxiao berbicara dengan nada datar. Dia menyandarkan pinggulnya ke meja dapur sambil menyilangkan tangannya di dada.
Shen Yifei menelan ludah. Dia menggeser tombol hijau di layar ponsel dan menempelkannya ke telinga kanannya.
"Halo, Suamiku. Ada apa?"
Suara Shen Yifei terdengar sangat lembut, sopan, dan terkendali. Dia adalah gambaran sempurna dari seorang istri bangsawan yang penurut.
"Yifei, di mana kamu sekarang? Apakah kamu sudah sampai di rumah keluarga?"
Suara berat Liu Ming terdengar dari pengeras suara ponsel yang bocor keluar.
Yuxiao tersenyum miring. Dia perlahan melangkah ke belakang punggung Shen Yifei.
"Saya sedang berada di luar sebentar, Suamiku. Saya sedang membeli beberapa keperluan pribadi."
Shen Yifei berbohong dengan suara yang sedikit bergetar. Tangannya mencengkeram ujung meja marmer dengan kuat.
Yuxiao mengangkat kedua tangannya. Dia meletakkan telapak tangannya di pinggang ramping Shen Yifei dari arah belakang.
Syuut.
Shen Yifei tersentak kaget. Matanya membulat sempurna dan mulutnya sedikit terbuka menahan napas.