"Jangan dekat rawa itu!"
semenjak banyak yang meninggal karena memasang jebakan ikan di malam hari, rawa kecil itu di jauhi oleh banyak orang karena sudah banyak yang meninggal dunia.
Apa yang sudah terjadi?
Siapa penghuni rawa kecil itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34. Bertemu
''Bajingan gila, kapan pula aku bisa masuk dalam lumpur ini?!'' Nana sangat marah karena dia paling anti.
''Lah emang kau tidak sadar ya?'' tanya Andini sambil menarik ekor kucing hitam.
''Hei jangan tarik seperti itu lah.'' teriak Nana sangat tidak Terima.
''Ya mau apa lagi yang aku tarik, cuma ekor kau saja yang bisa.'' Andini berusaha menahan tawa karena sebenarnya dia juga ikut menahan geli.
''Cepat kau tarik aku keluar sekarang karena aku akan menghajar iblis yang berani menyerupai diriku itu!'' Nana sudah tidak sabar lagi.
''Sabar dikit, aku dari tadi juga sudah berusaha untuk menarik kau keluar dari dalam sini.'' Andini memang sedang berusaha karena Nana terbenam di dalam lumpur itu.
Sudah lah dia memang kucing hitam dan sekarang malah masuk juga ke dalam lumpur seperti ini Sehingga sudah pasti warna Nana penuh dengan lumpur yang tidak bisa dibedakan dengan bulu kucing hitam, emosi Nana langsung naik ke atas kepala dan dia berniat untuk menghajar iblis yang berani menyerupai dirinya saat ini.
Padahal iblis itu sudah habis dibantai oleh Nevertari sehingga saat ini sudah tidak ada lagi di hadapan mereka, sebab Nevertari bila sudah mengajar maka dia akan menjadi orang yang begitu berbeda dan hanya dalam sekejap mata saja iblis itu menghilang dari hadapan mereka semua.
Nevertari segera membantu Andini untuk menarik kucing hitam itu keluar dari dalam Rawa agar dia tidak semakin berisik, bila tidak segera keluar maka sudah pasti mulut Nana tidak akan mau diam dan akan terus mengoceh ke sana kemari akibat tidak terima diperlakukan seperti ini.
Mereka tidak tahu saja bahwa iblis yang bisa menyerupai orang lain itu sudah berserakan di sana dan di sini dan bahkan sampai dia berani menyerupai ratu ular, pergerakan mereka begitu halus sehingga terkadang orang yang ada di sebelah lama sekali tidak menyadari bahwa iblis itu telah berdiri di hadapan mereka.
''Bangsat, mau taruh mana muka aku ini Kalau sampai ada yang melihat Dewi kucing hitam masuk dalam lumpur!'' Nana masih saja menggerutu.
''Sudah, tidak ada yang melihat juga dan Ayo kita pulang untuk membersihkan diri.'' Andini berusaha untuk meredam emosi.
''Mana iblis yang berani menyerupai aku tadi? harus aku hajar dulu supaya dia tahu rasa Jera!'' Nana masih menyala.
''Sudah musnah, Dia sangat setia kepada ketua sehingga langsung memilih tindakan untuk memusnahkan diri.'' jelas Nevertari.
''Jadi sebenarnya siapa iblis ini dan kenapa dia sangat jahat seperti itu?'' Andini sama sekali tidak bisa menebak.
''Kita harus tetap berusaha mencari keberadaan dia dan jangan sampai menyerah!'' Nevertari semakin merasa curiga dengan orang yang terlihat biasa saja itu.
''Ya sudah kalau begitu ayo kita pulang.'' Nana tidak sabar dan segera berjalan duluan.
''Astaga, dia pasti marah sekali melihat wujudnya menjadi penuh dengan lumpur!'' Andini berbisik kepada Nevertari.
''Kan kucing memang anti air serta barang basah seperti itu.'' Nevertari juga setuju dengan Andini.
Nana sudah tidak mendengarkan lagi karena dia sibuk berjalan duluan untuk meninggalkan kawasan tersebut agar bisa membersihkan diri, ini rasanya sudah sangat emosi dan siap menghantam siapa saja yang berani memancing sedikit keributan di hadapan Dewi kucing hitam cantik jelita ini.
''He itu rombongan Arya dan Purnama ada di rumah seorang warga.'' Andini melihat keberadaan Ratu mereka.
''Sedang apa mereka di rumah salah satu warga seperti itu?'' Nana juga berhenti dan dia menoleh.
''Ayo kita lihat dulu keadaan yang di sana karena siapa tahu saja mereka butuh bantuan!'' ajak Nevertari.
Bahkan Nana yang sedang berlumuran dengan lumpur itu melupakan keadaan dirinya sehingga dia langsung mendekati ke arah sang ratu untuk melihat apa yang telah terjadi, sebab mereka mendengar suara pertempuran yang cukup sengit sehingga mau tidak mau mereka harus mendekat dan melihat apakah memang ada yang membutuhkan bantuan dari mereka saat ini.
''Ai Nana!'' Maharani yang juga sedang berlumuran dengan air got itu kaget melihat keadaan kucing hitam.
''Siapa kau?!'' Nana sampai tidak mengenali Maharani karena sampai muka sudah berlumuran air comberan yang berwarna hitam itu.
''Sialan, aku saja masih kenal dengan dirimu tapi kau malah lupa siapa aku!'' teriak Maharani dengan rasa kesal.
''Kau Kenapa berlumuran lumpur seperti ini juga, Cing?!'' Arya memperhatikan Nana dari ujung kaki hingga ujung kepala.
''Kami tadi datang ke rawa sana untuk menyelidiki sesuatu dan ternyata ada seorang iblis yang bisa menyerupai seseorang, pergerakan dia sangat halus sehingga kami tidak menyadari bahwa dia telah berubah menjadi!'' Nevertari langsung menjelaskan kepada Arya.
''Loh ini juga ada iblis yang sedang menyerupai aku dan itu sedang dihajar oleh Nilam!'' Maharani berteriak dengan emosi tinggi.
''Bangsat! Dia sedang mempermainkan kita seperti ini dan ingin membuat keributan jauh lebih parah lagi.'' Andini sampai mengumpat dan padahal selama ini dia tidak pernah melakukan hal seperti itu.
Maharani dan yang lain sampai menoleh karena mereka tidak menyangka kalau Andini akan mengumpat demikian karena dia tidak sanggup menahan emosi, sebenarnya siapa saja pasti akan terbawa emosi ketika semua urusan menjadi rumit seperti ini dan tidak ada titik terang walau hanya sedikit saja.
Bahkan sekarang urusan kian rumit ketika mereka tidak mengetahui siapa pelaku sebenarnya dan hanya bisa saling tuduh satu sama lain untuk para member yang ada di agensi, Padahal mereka adalah teman dan sudah tidak memiliki rasa percaya di dalam diri mereka masing-masing saat ini.
Duaaaaaar.
Wuuuurr.
wuuuurr.
''Kekuatan Nilam sangat besar.'' Andini berkata pelan ketika sebuah ledakan terjadi.
Nilam emosi bukan main karena sejak tadi dia baru menyadari kalau yang ada di sebelah dia itu adalah Maharani palsu dan dia malah tidak perhatian sama sekali, ketika dia mengetahui itu semua sudah terlambat sehingga sekarang rasa malu dan juga kesal dia lampiaskan kepada Maharani palsu itu.
''Tadi sudah ada yang menyerupai purnama dan mereka berubah menjadi asap hitam.'' Maharani memberitahu mereka bertiga.
''Iya, tadi yang menyerupai Nana juga berubah menjadi asap hitam seperti itu.'' Nevertari mengangguk.
''Melihat dari samaran mereka maka aku sangat yakin mereka itu memiliki komplotan yang sangat banyak.'' ujar Nana.
Arya setuju karena sekarang dia baru menyadari begitu banyak rombongan yang datang untuk menghadapi mereka semua, ini saja sudah ada tiga yang berubah menjadi asap hitam ketika tadi mereka telah menyamar dan mendekati rombongan Purnama ini, tinggal mereka yang harus berjuang keras agar bisa segera menyelesaikan dan mengetahui siapa iblis pemakan manusia itu.
Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
aneh betul dia
naferia curiga SMA siapa ya🤔🤔
Nana jg kok bisa masuk lumpur bukan nya td menghajar melda🤔🤔