NovelToon NovelToon
NIGHTMARE

NIGHTMARE

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:430k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dewinisme

Slowly Update!!

Berkedok sebagai jaminan hutang ayahnya, Ruma berhasil dijerat menjadi tawanan abadi oleh Rico Dzadakun. Alih-alih menjadikan Ruma salah satu penari striptis di club malam miliknya, Rico justru merasakan jatuh cinta bahkan pada pandangan pertama pada gadis itu.

Sementara dibawah pengawasan Rico Dzadakun, diam-diam Ruma mendamba sebuah aksi balas dendam atas mimpi buruk yang selama ini ia dapatkan dari pebisnis kriminal tersebut.

Ditengah obsesi Rico terhadapnya, akankah Ruma berhasil melancarkan aksi balas dendam yang selama ini ia inginkan? ataukah Ruma justru semakin terjebak dalam jeruji-jeruji cinta yang Rico lilitkan dilehernya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewinisme, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Ruma menoleh pada ayahnya yang tertunduk lesu. Bulir air mata menetes membasahi ubin penjara itu. Ditengah isak yang mulai tak kuasa ia tahan, Ruma menguatkan diri untuk bertanya pada ayahnya.

"Ayah, jelaskan padaku ... Apa yang dia ucapkan?" pinta Ruma lirih.

Suara tersekat Ruma membuat Rudi begitu nelangsa. Genggamannya semakin erat pada jemari anaknya. Ucapan Rico yang sangat kurang ajar, bagai bola meriam besar yang menghantam ulu hatinya hingga remuk redam. Dadanya tersengat oleh bara api yang sulit untuk dipadamkan. Namun ketidakberadayaannya melumpuhkan segalanya. Rico tidak pernah main-main dalam berucap. Rudi sangat tahu itu.

"Rico ... beri aku waktu" ucap Rudi menatap penuh harap pada Rico. "Aku akan lunasi hutangku padamu, tapi tolong bebaskan keluargaku" sambungnya.

Luna yang mendengar permohonan suaminya kembali bersimpuh di kaki Rico. "Benar Rico, Kami ... Kami akan melunasi hutang-hutang itu" ujarnya ikut mencoba meyakinkan Rico.

Sementara Rico justru tersenyum menatap Ruma yang menangis. Benaknya kembali mengingat perjumpaan pertamanya dengan anak kandung Rudi itu. Saat kedekatan Rudi dan dirinya terasa bagai sebuah keluarga, Rico sering berkunjung ke rumah mewah Rudi dahulu. Saat itu Ruma masih menjadi gadis sekolahan. Sementara Rico adalah pebisnis baru di Jakarta. Kedekatan Rico dan Rudi tidak lantas membuat Rico bisa dekat pula dengan Ruma. Gadis itu tampak acuh, meski Rico sering berdiskusi dengan ayahnya di rumah. Ia sama sekali tidak tertarik untuk mengenalkan diri atau justru berkenalan dengan Rico. Bagi dirinya, Rico hanyalah satu dari sekian banyak rekan bisnis ayahnya yang datang hanya untuk kepentingan bisnis. Tidak lebih.

Rico sendiri tak menyangka. Ruma yang kini tengah berderai air mata adalah Ruma yang sama yang ia lihat beberapa tahun lalu. Waktu ternyata berjalan begitu cepat, kecantikan polos Ruma saat masih menjadi remaja tanggung berubah total menjadi kecantikan khas wanita dewasa yang anggun.

Rico tahu bahwa dirinya tertarik pada Ruma detik itu juga. Meskipun rasa tertarik itu masih menjadi makna ambigu dalam dirinya, namun kehadiran Ruma ditempatnya kini tidak mungkin pernah ia sia-siakan. Rasa penasaran yang dalam melanda hati lelaki itu. Ia ingin mengenal lebih wanita yang telah membuat gelombang pasang sebuah rasa asing menyapu permukaan hatinya. Tatapannya lekat pada Ruma, sedangkan suara permohonan terus keluar dari mulut Rudi dan Luna. Namun semua itu percuma, Rico terlanjur mematri Ruma dalam hati dan benaknya. Dan ia harus mencari tahu, sampai sejauh apa rasa tertarik itu bersemayam dalam jiwanya.

"Aku tidak menerima negosiasi. Kau membawa anakmu kemari, pasti karena kau sudah tahu bagaimana cara membebaskan suamimu, bukan?" ucap Rico mendelik Luna yang tertunduk mengiba di kakinya.

Tiba-tiba Rico menyeringai ketika benaknya menemukan cara untuk memaksa Rudi membiarkan Ruma bersamanya. "Hutangmu begitu besar Rudi. Aku rasa Ruma saja tidak akan cukup menutupi hutangmu" sambung Rico memancing ketakutan yang bersemayam dalam jiwa Luna.

Dan itu terbukti. Luna yang mendengar nama anak kandungnya disebut, langsung mendongah menatap raut wajah dingin Rico. Bola matanya bergetar penuh rasa khawatir. Dia tidak ingin anak kandungnya bernasib sama dengan Ruma. Menjadi penari striptis untuk kemudian dijual pada para hidung belang.

Tidak! Yasmin tidak pantas menanggung hutang ayah tirinya.

"Yasmin ... Yasmin kehilangan keperawanannya beberapa waktu yang lalu. Dia tidak sesuai dengan syarat penarimu" ujar Luna dalam setarikan nafas. Bekas pekerja Rico itu ternyata masih ingat syarat mutlak yang Rico berlakukan untuk para penari telanjangnya.

"Ibu!!" pekik Ruma kaget.

"Luna!" Disusul pekikan Rudi yang tak kalah kagetnya.

Rico tertawa terbahak-bahak menyaksikan kejadian luar biasa dihadapannya. Sudut bibirnya berkedut dan perlahan tersungging dengan maksud mencemooh sikap Luna yang ingin menyelamatkan anak kandungnya sendiri.

Wanita itu masih sama liciknya seperti dahulu.

"Kau dengar itu Rudi?!" Rico menyilangkan kedua tangannya di dada. Menatap wajah pucat Rudi dan Ruma bergantian. "Istrimu bahkan sudah mempersiapkan Ruma untuk menebusmu" sambungnya.

"Ayah ..." Ruma menatap ayahnya dengan pilu. Ucapan ibunya melengkapi teka teki atas pernyataan Rico mengenai dirinya. Pantas saja Yasmin tidak diizinkan untuk ikut menjemput ayah.

"Bawa dia, Don. Bawa keruanganku" perintah Rico pada Don di belakangnya.

"Ayah!!" pekikan Ruma semakin nyaring, sementara jemarinya semakin erat memegang tangan ayahnya. Kepalanya menggeleng kuat ketika Don menarik lengan atasnya dengan kasar.

"Ruma!" Rudi gelisah melihat Don berhasil menarik Ruma. Sementara Luna masih diam tak berkutik bersimpuh di lantai. Kepalanya tertunduk semakin dalam dengan jemari saling meremas.

"Kau jahat Luna!" bentak Rudi. "Teganya kau pada anakku" Mata Rudi berkobar penuh amarah.

"Rico, tolong beri aku waktu" Tatapannya kembali mengiba pada Rico. "Jangan kau apa-apa kan Ruma ... Aku akan membayar hutang-hutangku padamu sesegera mungkin" ujar Rudi putus asa.

Rico terlihat mempertimbangkan ucapan Rudi. Ia berpikir sejenak sebelum akhirnya memberikan keputusan. "Baiklah, aku akan menjadikan Ruma jaminan selama satu minggu. Jika kau tidak datang membawa uang-uangku, jangan harap Ruma aku kembalikan padamu" putus Rico.

"Satu minggu?" Rudi tampak gamang sesaat. "Baiklah. Aku akan berusaha mengembalikan uangmu dalam satu minggu. Aku mohon jangan kau sentuh sedikitpun anakku, Rico" sambungnya kemudian. Matanya mengikuti langkah Rico yang mulai menjauh.

"Oh sial!" Rico menengadahkan kepalanya berlagak seperti orang frustasi. "Aku harus bersabar satu minggu ini" umpat Rico mempermainkan Rudi.

"Minggir kau!" Rico menghalau Luna yang menghalangi langkahnya. "Kau buka penjara itu, dan bawa suamimu pergi" ucap Rico melempar kunci penjara yang ia simpan di saku celananya. Luna gelagapan menerima lemparan itu, kemudian menggenggamnya erat.

Setelah memberikan kunci dan mendapatkan tawanan baru, Rico membalikkan badannya. Derap langkahnya terdengar mengalun seiring siulan yang keluar dari bibirnya. Sementara Luna terpogoh-pogoh berdiri menghampiri pintu sel suaminya. Wanita itu tidak peduli dengan tatapan tajam Rudi yang mengarah padanya.

"Tega sekali kau, menjadikan anakku sebagai tebusan. Kenapa tidak kau biarkan aku membusuk disini, huh?" bentak Rudi ketika pintu sel mulai terbuka.

Diujung lorong sana, Rico menghentikan langkahnya. "Rudi! Waktumu satu minggu. Tidak lebih" suara bernada peringatan itu memekakan gendang telinga Rudi. Otaknya segera bekerja mencari jalan keluar tercepat untuk mendapatkan uang dengan jumlah besar dalam kurun waktu sesingkat itu.

"Rico! Berjanjilah kau tidak akan menyentuh anakku" sahut Rudi ingin mendengar kepastian akan keamanan Ruma dibawah kendali Rico.

"Itu tergantung pada usahamu" Rico menyeringai puas sebelum ia menghilang di balik pintu ruangan.

🍁🍁🍁

Keluar dari pintu ruangan bawah tanah, Rico mendapati suasana club yang mulai ramai oleh para pekerjanya. Mereka membungkuk segan ketika Rico melewati tempat mereka. Sementara sudut mata Rico melirik pada beberapa wanita penghibur yang berdiri di dekat meja bartender tampak berbisik. Tanpa mencari tahu pun Rico paham, obrolan para jalang itu pasti berkisar mengenai kehadiran wanita baru yang beberapa saat lalu Don bawa keluar dari ruang bawah tanah.

Rico terus melangkah, ia membiarkan obrolan para wanita itu mengapung bagai kapas di permukaan air yang tenang. Fokusnya tertuju pada Ruma di ruang kerjanya lantai dua. Entah mengapa, tiba-tiba gambaran wajah cantik sempurna itu memenuhi benaknya, menembus batas logika yang selama ini ia pertahankan sebagai seorang lelaki pebisnis dunia malam.

Terkutuklah perjanjiannya dengan Rudi itu. Selama seminggu ini ia harus bersabar untuk menjaga jarak dengan Ruma. Seiring langkah kaki Rico yang kian mendekati ruangan kerjanya, benaknya terus saja menangkap kilasan raut wajah Ruma yang terasa seperti magnet baginya. Helaian rambut hitam panjang itu tampak berkilau tertempa pijar kuning dari bolham penjara. Belum lagi wajah Ruma yang tetap cantik ketika wanita itu tengah menangis di hadapan ayahnya. Rico semakin sulit mengenyahkan ketertarikannya pada Ruma. Dia merasa ada sesuatu yang terasa familiar dalam diri Ruma, yang memicu rasa tertarik itu muncul.

Sambil tersenyum licik, bola matanya yang tajam menangkap sosok yang menarik perhatiannya sejak tadi. Wanita dengan lesung pipi itu tertunduk lesu di lantai. Rico memberi isyarat melalui tatapannya agar Don dan satu anak buahnya yang lain keluar dari ruang kerjanya.

Alis mata Rico terangkat ketika ia melihat tubuh Ruma gemetaran seiring langkah kakinya yang semakin mendekati posisi Ruma. Keramaian yang mulai terdengar dari lantai dasar sana tak sedikitpun membuat Rico berpaling menatap Ruma yang tampak lemah.

"Jangan sentuh aku!" ucap Ruma sambil bergidik ngeri ketika Rico hampir saja menyentuhkan tangannya di pundak.

Ucapan defensif Ruma berhasil menghentikan niat Rico untuk menyentuhnya. Lelaki itu menurunkan tangannya dengan hampa. Namun kilatan licik melintas dalam bola matanya yang menyipit.

"Hanya satu minggu ... Aku tidak akan menyentuhmu hanya dalam satu minggu, Ruma" ucap Rico membuat isakan Ruma semakin terdengar menyayat.

"Aku mohon, bebaskan aku" Ruma memberanikan diri menatap Rico. "Kau bukan orang asing bagi keluargaku, meskipun aku tak mengenalmu dengan baik, kedekatanmu dengan ayah dahulu mestinya bisa menjadi pertimbanganmu untuk tidak memperlakukanku seperti ini" ucap Ruma terbata.

Mendengar ucapan Ruma, Rico memilih berdiri dari posisi jongkoknya. Lelaki tampan itu berjalan menghampiri meja kerjanya, menuangkan minuman keras yang sejak tadi ada disana dan meneguknya langsung.

"Kita memang tak saling mengenal, Ruma. Kedekatanku dengan ayahmu hanyalah perkara bisnis kami. Tapi itu semua tidak menjadi alasan untuk tidak meminta ganti rugi atas hartaku yang menghilang karena ayahmu" Rico menyeringai lebar. Ia menatap Ruma sambil menyusurkan tangannya di punggung kursi kerjanya. "Masih ada waktu satu minggu. Ayahmu meminta tenggat waktu untuk melunasi hutangnya kepadaku. Selama itu, kau akan aman. Tidak akan ada yang menyentuhmu, tidak juga aku" sambungnya sembari berjalan mendekati posisi Ruma kembali.

Sorot mata Ruma menerawang. "Ayah pasti membebaskanku" gumamnya lirih.

Rico tersenyum kecut. "Hanya jika dia beruntung" Lelaki itu berjongkok kembali di hadapan Ruma. Menelisik keseluruhan wajah cantik yang benar-benar membuat darahnya berdesir tiba-tiba.

"Aku tidak mengira, Rudi ternyata memiliki gadis secantik dirimu. Itu nilai plus untuk para hidung belang di bawah sana"

Ruma memelototi Rico dengan tubuh yang bergetar ngeri. Ucapan lelaki itu melepas semua ketenangan yang sejak tadi mencoba ia pertahankan. Tangannya terkepal tak kuasa ingin sekali memberi pukulan yang mematikan pada lelaki yang kini menyeringai puas menelanjangi ketakutannya.

Setelah merasakan kepuasan melihat raut wajah Ruma yang kontras antara rasa takut dan marah, Rico kembali bangkit. Ia berjalan menyusuri dinding-dinding ruangan yang gelap meninggalkan tubuh Ruma yang masih membatu akibat kesedihan dan putus asa.

"Aku ingin segera melihat usaha ayahmu, Ruma" ucap Rico memandang sekeliling ruang kerjanya yang penuh dengan aroma maskulin. "Mari kita lihat sejauh apa ia berusaha membebaskanmu dari cengkramanku. Tapi aku sarankan, kau jangan berharap banyak" Rico kembali menatap tajam Ruma. "Karena bagaimanapun, aku tidak berencana untuk melepaskanmu" Lengkungan lebar di bibirnya, mengantarkan kabut pekat dihati Ruma.

🍁🍁🍁

1
Ita Listiana
sungguh aq suka banget sama semua novelmu yg tamat yg aq baca, aq suka bahasamu thor, gk bertele" gk kayak drama ikan terbang muter" gk jelas, tapi kenapa yg baca cuma dikit ya?? btw sukses terus buat othor semangat terus buat berkarya. dan novelmu yg ngegantung tolong dilanjutkan dong thor../Drool//Grin/
Greenenly
ya ampun..sangat menyedihkan sekali, aku menangis pilu😭
Made Ayu
Kecewa
Made Ayu
ini sdh kesekian x baca ulang tetep suka 😍
Fe☕
Alur cerita ringan , enak dibaca

bbrp kalimat yg digunakan memabukkan berasa baca karya sastra 👌

mksh Author
tetap semangat berkarya ✒️📱
Cia²
👍👍
sherly
terbaik
sherly
mantull
sherly
part ini paling mengelikan.. asli Thor sampai ngakak pas si Rico ngk mau nyamar malah komplain
sherly
woh
sherly
ini karyamu yg ke 3 yg aku baca Thor dan beneran smuanya bangus pakai banget .. kisah cinta dimana si cowok beneran sayang banget sama pasangannya.. msh blm bisa move on dr sabiel dan Laura, Raka dan raya eh ternyata Rico dan ruma ngk kalah bucin
sherly
keren thor
sherly
seru
sherly
keren banget
sherly
ceritanya bagus, penulisan dan kata2nya luar biasa..
sherly
ngeri ya
sherly
bahasamu Thor sungguh luar biasa
Sang Dewi: terima kasih kaka.. aku baca setiap komen kaka, dan terharu hihi.. makasih banyak sudah mampir 🙏😉
total 1 replies
sherly
ini yg ke 3 karyamu yg aku baca thorr... semoga keren juga seperti yg lain
Hanifah Ifah
rico kamu hrs hati2 jg sm meggy dan ayahnya lucas..... mreka ingin balas dendam
Wanda Sukma
aku yakin ini novel bagus, karna bs dilihat dr pemilihan kosa katanya autor memiliki wawasan luas.
tp aku heran dg algoritma noveltoon ini, knp novel2 receh yg alur ga jelas arahnya mau kemana dan blundet ga masuk akal justru bisa di up, sdngkan novel yg rata2 bagus sprti ini justru ga di up.

krn sblm aku baca aku paasti lihat dulu komen2 jika ada 1 komen yg buruk sdh pasti alurnya emng buruk. tp dikomen ini baik dan menarik jd aku baca.

sejauh ini masih suka sih, semangat thor meski ga trending yg penting ttep berkarya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!