NovelToon NovelToon
Triplet : Tawanan Obsesi Tuan Mafia

Triplet : Tawanan Obsesi Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Action
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: BumbleBee

Kau adalah milikku. Jika aku tidak mendapatkannya, maka tidak siapa pun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BumbleBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aaron Dan Luna

Aaron mengusap lembut bingkai foto yang selalu ia pajang di meja kamarnya. Foto masa kecilnya bersama Paula dan yang lainnya. Ia menyunggingkan senyum hangat, menatap lekat pada satu wajah diantara banyaknya wajah.

Pintu ruangannya terbuka, membuat Aaron mengangkat kepalanya. Luna menyunggingkan senyum lebar, berjalan dengan anggun mendekatinya.

"Apa yang kau lihat?" Luna duduk di hadapannya, mengambil bingkai dari tangan Aaron. Luna tersenyum manis, "Foto kita semua."

Aaron menganggukkan kepala.

"Aku menyesal karena sudah membuat hubunganmu dan Paula merenggang." Luna menunjukkan wajah menyesal.

"Kau juga kehilangan teman masa kecilmu," Aaron tersenyum samar. Ya, dulu Luna dan Paula adalah dua sahabat kecil yang sangat menggemaskan. Keduanya selalu bersama. Luna adalah putri dari asisten pribadi keluarga mereka, yang tidak lain adalah, pria yang selalu menjaga Aaron dan Mommy-nya saat Daddy-nya masih berada di luar negeri.

"Ya, kita kehilangan Paula," cetusnya dengan nada sedih.

"Kau datang untuk makan siang?" Aaron segera berdiri dari kursinya.

"Hm, jika aku tidak datang, kau akan melewatkan makan siangmu lagi," Luna berdiri dan bergelayut manja di lengan Aaron.

"Bagaimana pekerjaanmu?" tanya Aaron sembari membukakan pintu untuk mereka.

"Aku bisa mengatasinya, dan terima kasih untuk rumah baru yang kau belikan," Luna berjinjit dan memberikan kecupan mesra di sudut bibir Aaron.

"Kau menyukainya?" tanya Aaron, kembali menuntun Luna masuk ke dalam lift.

"Aku suka semua yang kau berikan."

Aaron mengangguk dan tersenyum.

Keduanya masuk ke dalam restoran yang tidak jauh dari perusahaan Aaron. Aaron tersenyum hangat begitu matanya menangkap sosok Paula.

"Hai Meg," sapa Aaron, tapi matanya melirik ke arah Paula.

Paula dan Megan kompak menoleh. Tawa di bibir keduanya memudar begitu melihat Aaron bersama Luna. Megan melirikkan matanya pada tangan Luna yang bergelayut manja di lengan kekar pria itu.

"Oh hai, Kak," Megan tersenyum paksa. "Hai Luna. Apa kau mengingatku?" sapa Megan tanpa berdiri dari kursinya.

"Tentu saja, Meg. Aku tidak mungkin melupakanmu. Kau dan Paula selalu menempel."

Megan tersenyum penuh arti, "Ya, dan mungkin mulai sekarang kau juga akan sering melihat kami menempel satu sama lain. Apa kau tidak tertarik untuk bergabung? Kita bisa bernostalgia bersama. Bukankah dulu kita selalu bersama?"

Luna tersenyum manis, membuat orang yang melihatnya seketika menderita diabetes. "Aku ingin, aku merindukannya. Tapi Paula..."

Paula tiba-tiba berdiri, "Aku sudah selesai. Meg, apa kau sudah selesai?" Paula menatap Megan dengan tatapan memohon.

"Tentu saja. Aku juga ada rapat lima menit lagi," bohong Megan. "Kak Aaron, sepertinya kami harus pergi. Lain kali aku akan menagih janjimu."

"Tetap di tempatmu, Paula. Habiskan makananmu," perintah Aaron.

"Aku sudah selesai!" bentak Paula.

"Kau bahkan belum menyentuhnya sama sekali. Sendokmu masih bersih, makananmu juga masih hangat."

Paula dan Megan kompak menoleh pada hidangan yang memang baru mereka pesan. Keduanya pun kompak mendesah. Mereka ketahuan berbohong. Tidak mungkin ada rapat, melihat betapa banyak pesanan yang terhidang di atas meja. Paula dan Megan, adalah dua wanita yang suka memakan apa saja. Tidak pilih-pilih makanan, dan suka memburu kuliner baru. Betapa beruntungnya mereka, lemak yang mereka santap hengkang entah ke mana. Olahraga bukan lah hobi mereka.

"Aku sudah tidak berselera," sahut Paula dengan datar.

"Berselera atau tidak, perutmu perlu di isi, Paula. Bukankah kau memiliki perut yang sangat sensitif, kau tidak boleh terlambat makan. Dan kurangi makanan pedas dan berminyak," Luna menimpali membuat Paula menggertakkan giginya.

Dengan kasar, Paula kembali mendaratkan bokongnya. Mengambil sendok dan melahap makanannya dengan terburu-buru, mengabaikan etikanya di atas meja makan.

"Hentikan, Paula. Kau bisa tersedak." Megan menahan tangan Paula agar menghentikan tindakannya.

"Aku ingin cepat pergi dari sini," sahut Paula dengan makanan yang penuh di dalam mulutnya.

Aaron menarik napas panjang. "Hentikan."

Paula tidak memedulikannya sama sekali. Ia bahkan memasukkan semua makanan yang terhidang ke dalam mulutnya. Mengunyahnya dengan tidak benar.

"Paula!"

Uhuk. Uhuk...

Paula pun tersedak, Luna yang berada di dekatnya segera menepuk-nepuk punggungnya. Paula berdiri, mendorong kursi dengan kasar.

"Jangan menyentuhku!" Paula mendorong tubuh Luna. Jika Aaron tidak sigap, Luna pasti sudah terhempas ke lantai.

"Paula! Apa yang kau lakukan? Luna sedang berusaha membantumu, dan kau..."

"Kenapa, apa kau tidak suka aku menyentuh kekasihmu, huh? Sama, aku juga demikian. Tubuhku tidak sudi disentuh olehnya!" Paula kembali terbatuk.

Megan dengan sigap memberikannya air minum, "Hei, kendalikan dirimu." Megan mengusap punggung Paula dengan lembut. Berusaha menenangkan hati sahabatnya itu.

"Kenapa kau jadi seperti ini, Paula?" erang Aaron dengan helaan napas berat.

"Bukankah, kau yang menginginkannya. Bukankah ini yang ingin kau lihat. Berhentilah menunjukkan wajah kalian berdua di hadapanku, aku muak!" Paula menarik tangan Megan untuk pergi dari sana.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Aaron penuh khawatir.

Luna menggelengkan kepalanya sembari tersenyum, "Berkat dirimu, aku baik-baik saja. Terima kasih."

"Baguslah. Ayo kita makan," Aaron merangkul pundak Luna, menuntunnya untuk duduk di kursi.

_______

Di dalam mobil Paula masih berusaha menetralisir perasaannya yang penuh amarah. Entah kenapa setan selalu mengusai dirinya setiap melihat pasangan romantis itu.

"Minumlah lagi," Megan memberikan sebotol air mineral.

"Terima kasih, Meg," ucapnya tulus dan meneguk air minumnya secara perlahan.

Paula mendongak, menahan air matanya agar tidak tumpah. sungguh hatinya perih melihat kebersamaan Aaron dan Paula.

Megan yang melihat hal itu segera menarik Paula ke dalam pelukannya. "Menangislah jika ingin menangis, jangan ditahan."

"Oh Meg, betapa beruntungnya kau ada di sini," Paula pun menangis.

Paula tidak tahu kapan terakhir kali ia bisa bermanja di hadapan Aaron. Melihat Luna yang sangat nyaman bergelayut di lengan Aaron membuatnya marah dan cemburu.

Dulu, dirinya lah yang selalu ada di samping Aaron. Aaron juga selalu memperhatikan dan menjaganya, membelanya dari kejahilan Pax dan Lux.

Luna. Wanita itu juga bagian penting dalam pertumbuhan masa kecilnya. Ia dan Luna tumbuh dan berkembang bersama. Sama halnya dengan Aaron, Luna juga selalu melindunginya dari kedua keusilan saudaranya.

Hingga beranjak remaja, hubungan keduanya merenggang, saat itu Megan datang diantara mereka.

"Apa aku tidak cantik, Meg?" Paula sudah bisa mengendalikan dirinya.

"Seluruh dunia mengakui kecantikanmu," Megan mengusap lembut rambut panjang sahabatnya itu.

"Apa Luna cantik?" tanya Paula lagi.

"Hm, dia cantik." Paula berdecak, ia segera melepaskan pelukan mereka.

"Pilih aku atau dia?"

"Kalian berdua adalah temanku," Megan tergelak melihat sikap kekanakan yang ditunjukkan oleh Paula.

"Dia bukan temanku." Paula memalingkan wajahnya, ia menggigit bibirnya, menahan sakit hatinya setiap kali mendengar nama Luna.

"Aku tidak salah, Meg."

"Aku tahu," Megan mengusap lengan Paula dengan lembut.

"Aaron menyalahkanku, membentakku, dan membenciku," Sebulir air mata kembali membasahi pipinya.

1
lyani
jodoh tapi tak bersatu
lyani
ciyeeeee yg perhatian
lyani
🤣
lyani
iy bnr
iis nuriyah
lanjut kak seru🥰🥰🥰
BumbleBee: siap kakak😍
total 1 replies
lyani
wihhhh
lyani
🤣
lyani
kamu jahat Alena..kesian ntu megan😄
lyani
sampai release lagi pun saya masih penasaran....berusaha mengingat kejadian yg menimpa ayah Alena bang iky
lyani
tujuan jelas utk menjauhkan Luna dari paula
lyani
hentikan mulut beracunmu Luna
lyani
kagak ada yg sanggup
lyani
bodyguard gratisan
lyani
🤣
lyani
CK
lyani
kabur dari tugas y🤣
lyani
jangan tutupi rasamu Ar
lyani
Pau yg malang
lyani
fokus Meg... jadilah yg terbaik dari versi dirimu sendiri
lyani
ada yg nukar suratnya nggak si?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!