Memiliki suami dan anak. Tetapi Cyra tidak pernah menginginkan Lian dan Anak mereka Angel, hadir dalam kehidupannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lie_lili, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07. Apa Yang Terjadi
"Aaaaaakhhhhhkkkkk" teriak Cyra saat dia terbangun di pagi hari di, dia meraba sekujur tubuhnya polos tanpa apa pun yang melekat ditubuhnya. Hanya sebuah selimut besar yang menutupi tubuh dia dan Lian.
"Ada apa" tanya Lian yang terkejut karena mendengar suara teriakan dari Cyra.
"Apa yang kau lakukan disini" bentak Cyra, dia pun menjauhkan tubuhnya dari Lian dan menarik selimut ya lebih banyak.
"Aghhhhhh, tutup itu" teriak Cyra melihat bagian bawah dari Lian.
Lian pun terkejut segera menarik lagi selimut yang ditarik oleh Cyra. Maka terjadilah tarik menarik diantara mereka.
"Jangan tarik" bentak Cyra.
Kemudian Lian pun melepaskan selimutnya, maka terlihat lagi polos tubuh Lian, dengan cepat Lian berlari ke lemari pakaian untuk mendapatkan handuk.
"Apa yang terjadi" gumam Cyra.
Cyra melihat ada bercak darah diranjang putihnya ini. Cyra ingin menangis karena apa yang dia jaga telah direnggut. Tetapi Cyra sadar itu juga memang hak dari Lian. Mau tidak mau dia harus memenuhinya. Jika tidak hukumnya pun dia berdosa sebagai seorang istri.
"Apa kami semalam melakukannya atas dasar suka sama suka" Cyra berpikir keras atas apa yang semalam dia lakukan bersama Lian, sang suami.
"Aggghhh aku enggak tau" teriak Cyra.
"Maaf, aku tidak sadar untuk apa yang terjadi semalam" ucap Lian, meminta maaf kepada Cyra.
"Sudahlah, ini sudah terjadi dan memang hak mu juga" ucap Cyra yang acuh tak acuh.
"Maaf sekali lagi, aku mau mandi dulu" ucap Lian.
Cyra hanya terdiam tanpa memberikan jawaban apa pun kepada Lian, dia masih meraba-raba tubuhnya. Dia sedikit berjalan kearah cermin melihat tubuhnya.
"Apa ini?" tanya Cyra memegang lehernya.
"Liaaaannnnnn" teriak Cyra.
Membuat Lian yang sedang mandi pun terkejut. Lian memberikan kissmark beberapa buah dileher jenjang milik Cyra. Lian tidak tahu apa yang Cyra teriakkan.
"Apa semalam seenak itu, hingga aku melepaskannya untuk dia" batin Cyra sambil terus meraba lehernya.
"Aggh, tapi aku kesal, apa yang aku jaga bukan untuk orang yang aku cintai" gumam Cyra.
Setelah selesai Lian mandi, Cyra pun buru-buru untuk membersihkan dirinya. Didalam kamar mandi, Cyra benar-benar menguyur tubuhnya.
15 menit kemudian Cyra pun selesai mandi, dia sudah berpakaian rapi dengan pakaian kerjanya, dia berusaha menutupi lehernya yang merah-merah akibat ulah dari Lian.
Lian yang menunggu Cyra pun telah berpakaian rapi, dia juga sudah siap untuk berangkat ke kantornya, Lian baru merupakan seorang direktur dengan perusahaan yang baru dibangunnya satu tahun ini. Sebuah perusahaan properti lah yang Lian pilih untuk menjadi bidangnya.
Lian dan Cyra tampak berjalan menuruni anak tangga, mama Desi yang berada dekat dengan anak tangga pun senang melihatnya.
"Pagi ma" sapa Lian dan Cyra hampir bersamaan.
"Kalian sudah siap bekerja" ucap mama Desi.
"Ayo kita makan dulu" ajak mama Desi.
Lian dan Cyra pun berjalan bersama dengan mama Desi, mereka bagaikan orang yang tidak terjadi apa-apa.
"Pagi mami" sapa Cyra kemudian menciumi pipi mami Luci.
"Kog mama enggak" ucap mama Desi menunjukan pipinya.
Cyra pun langsung mendekat kearah mama Desi dan menciuminya. Tentu sang mama senang menerima perlakuan anaknya.
"Sudah ayo makan, nanti kalian terlambat bekerjanya" ucap mama Desi.
Cyra, Lian, mama Desi dan mami Luci pun segera menyantap makan pagi mereka berupa sayur sop, telur mata sapi dan juga ada ayam goreng.
"Cyra ambilkan tu sayurnya buat suami mu" perintah mama Desi, bermaksud agar Cyra dapat menjadi istri yang baik.
"Iya ma" jawab Cyra dengan senyum tetapi dilakukan dengan mau tidak mau.
"Ini sih, setengah ikhlas" batin Lian tersenyum simpul, merasa bergidik sendiri.
"Ini Lian" ucap Cyra.
"Terima kasih" jawab Lian, seolah benar menjadi suami istri yang baik.
Cyra melakoni sebagai istri yang baik hanya didepan mama dan mami mertuanya ini.
"Cyra" panggil mami Luci.
"Mami sepertinya akan lama disini, apa kamu keberatan?" tanya mami Luci.
"Waahh tentu tidak mi, Cyra malahan senang ada mami" ucap Cyra dengan senyum manisnya, tulus kepada mami mertuanya.
Mama Desi tentu juga senang melihat jika Cyra bisa di terima dengan baik oleh mertuanya.
"Cyra, kamu berangkat kerja bareng dengan Lian kah?" tanya mama Desi.
"Mana sudi aku berangkat bareng dia" ucap Cyra dalam hatinya.
"Hm" gumam Cyra.
"Enggak ma, Cyra bawa mobil sendiri dan aku bawa sendiri" ucap Lian, dia yang menjawabnya.
"Iya ma, lagian Cyra dan Lian beda arah kantornya" jawab Cyra membetulkan apa yang Lian katakan.
"Oh, iya mama lupa" jawab mama Desi sambil tersenyum.
Cyra dan Lian masing-masing memiliki tempat kerja yang berbeda, tetapi jenis pekerjaan yang sama.
Lian mendirikan sebuah perusahaan kecil di bidang properti yang diberi nama Earth Properti. Sedangkan Cyra juga bekerja di sebuah perusahaan properti yang bernama Sun Properti, dia menjabat sebagai manager marketing disana.
Hanya kedua orang ini tidak saling tahu satu sama lain tentang pekerjaan yang digeluti.
Cyra yang tidak mau tahu tentang apa usaha yang dimiliki Lian, begitu juga Lian tidak ingin mencari tau dimana Cyra bekerja karena Cyra tidak mengizinkannya.
konfliknya
seorang istri yang berbuat semaunya, tidak menghargai suami masih mengharapkan pria lain dan korbannya anak yang terabaikan dan suami yang tersakiti
penyelesaian konflik
cerai dan membesarkan anak meraka tampa ikatan apapun (gitu saja)
kesimpulan novel ini
istri durhaka pada suami dan anak dan mereka bercerai dan hidup damai masing2 membesarkan anak mereka (sekian Terima kasih)
yang diharapkan (harapan tinggal harapan karena karena gak mutlak ada ditangan author)
seorang istri yang melakukan kesalahan fatal pada anak dan suaminya, akhir anak dan suaminya meninggalkan nya, dan dia sadar akan kesalahannya, berjuang ang mennebus kesalahanya, tulus minta maaf, berjuang dapat kesempatan kedua, mengobati luka anak dan suaminya dengan limpahan kebahagiaan (alias perjuangan seorang istri yang telah melakukan kesalahan fatal untuk menebus kesalahannya dan berjuang membuktikan dia pantas dapat kesempatan itu)
atau orang tua nya tanya lebih dulu ke anaknya bahagia kah atau tidak
Jang liat keadaan anaknya yang selalu tersenyum atau menurut, dihatinya pasti anaknya juga ada rasa kecewa. bukan cuma orang tua aja yang kecewa
pasti cyra juga punya rasa kecewa